Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Penggunaan Pelayanan Kesehatan Sebelum Dan Selama Covid-19: Satu Kajian Di RSU Muhammadiyah Kota Medan Siregar, Pinta Pudiyanti; Nopa, Ika; Nasution, Yulia Afrina; Trisnasari, Mila; Ashri, Royyan
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/amj.v6i1.13762

Abstract

Pada pandemi COVID-19 termasuk di Indonesia, pelayanan kesehatan primer memainkan peranan penting dalam menjaga kesehatan di masyarakat dan awal pandemi, terjadi penurunan drastis jumlah pengunjung yang berobat ke pelayanan primer. Tujuan: Melihat perubahan persepsi masyarakat tentang gejala yang ada dan usaha mereka untuk mendapatkan pengobatan. Metode: Penelitian ini dilakukan di RSU Muhammadiyah Kota Medan dengan menggunakan Google form pada pasien rawat jalan di klinik. Hasil: Rerata umur responden adalah 36 tahun. Rerata jarak responden ke RSU Muhammadiyah adalah tiga kilometer dengan frekuensi terbanyak adalah kurang dari 3 kilometer, pendidikan terbanyak adalah lulusan SMA (60%) dan pendapatan rata-rata 4 juta rupiah. Penyebab pasien berobat adalah dengan gejala sesak nafas yang terbanyak yaitu 74%, diikuti gejala demam sakit magh. Pada saat sebelum pandemi gejala yang menyebabkan responden tidak berobat adalah gangguan penciuman dan gangguan indera perasa menempati urutan tertinggi pasien tidak pergi berobat dengan gejala tersebut dengan frekuensi 95%.  Sesudah pandemi terjadi perubahan keinginan pasien untuk berobat dimana dengan gejala gangguan penciuman dan gangguan indra perasa meningkat menjadi 44%. Gejala sesak nafas tetap menjadi urutan yang tertinggi yaitu 82%, gejala yang lain tidak mengalami perubahan yang berarti. Kesimpulan didapat beberapa gejala mengalami perubahan keinginan masyarakat dalam mengambil pengobatan dalam pelayanan kesehatan.Kata Kunci: pandemi, COVID-19, pelayanan kesehatan, penggunaan
Tingkat Kepatuhan Minum Obat Anti Hipertensi Yang Rendah Pada Pasien Hipertensi Dan Masalahnya Di Puskesmas Pasar Merah Siregar, Pinta Pudiyanti; Adani Ichsan, Muhammad Raisan; Gustiansyah, Evan; Fitria, Nurul; Sari, Nikita; Sauma, Yusnita Nur
JURNAL PANDU HUSADA Vol 6, No 4 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v6i4.26013

Abstract

Abstrak: Hipertensi sudah menjadi masalah global karena prevalensinya yang semakin meningkat, Hipertensi ditandai dengan peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140/90 mmHg, Kegagalan pengobatan bisa disebabkan dari ketidakpatuhan oleh berbagai faktor, melibatkan sistem layanan kesehatan, terapi farmakologis, penyakit pasien, status ekonomi, kesibukan dalam bekerja, lupa dosis obat yang benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Tingkat kepatuhan minum obat pasien hipertensi dan masalah yang mereka hadapi. Penelitian ini penelitian deskriptif kuantitatif untuk menilai tingkat kepatuhan penggunaan obat anti hipertensi dan masalah ketidakpatuhan minum obat, pengambilan sampel dilakukan dengan metode nonprobability sampling, jenis consecutive sampling, tingkat kepatuhan diukur menggunakan kuisioner Morisky Modifikasi Adherence Scale-8(MMAS-8). Data penelitian ini menunjukkan tingkat kepatuhan pasien berdasarkan skor yang diperoleh dari jawaban kuisioner pada 50 pasien hipertensi dengan skor kepatuhan rendah 28 (56 %), skor kepatuhan sedang 13 (26 %) dan tinggi 9 (18%). Sebagian besar tingkat kepatuhan penggunaan obat anti hipertensi masih rendah sebanyak 56% dan masalah lupa minum obat sebanyak 34 responden.
Empowerment of Aisyiah Study Mothers in Bandar Khalipah Village, North Sumatra, as Cadres Caring for the Elderly Suryani, Des; Febriyanti, Eka; Siregar, Pinta Pudiyanti
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v13i1.14169

Abstract

Background: Meningkatnya usia lanjut pada dekade terakhir ini, menjadi persoalan kesehatan yang perlu mendapat perhatian. Jumlah posyandu lansia yang terbatas, menyebabkan cakupan program masih terbatas. PKPM (Program kemitraan Pengembangan Muhammadiyah) ini bertujuan untuk mengkader ibu-ibu pengajian Aisyiah agar bisa memberikan layanan kesehatan pada lansia. Metode: Mitra dalam PKPM ini adalah Pengajian aisyiah pasar 4 tembung, 4 anggota dipilih untuk mengikuti kegiatan pendampingan dalam pelaksanaan skrining kesehatan dan penyuluhan kesehatan lansia yang ada di pengajian aisyiah dan masyarakat sekitar.serta advokasi ke desa dan bidan desa setempat. Hasil: Kader yang dilatih semakin mahir melakukan kegiatan pendaftaran dan pemeriksaan terhadap 25 orang lansia yang mengalami hipertensi dan obesitas. Kesimpulan: PKPM ini telah memberdayakan masyarakat untuk melakukan deteksi dini kesehatan lansia sehingga dapat melakukan pencegahan lebih dini pada penyakit lansia.
ISLAMIC RELIGIOUS COPING STRATEGY FOR HEALTHCARE WORKER IN COVID-19 PANDEMIC: A LITERATURE REVIEW Nopa, Ika; Siregar, Pinta Pudiyanti
International Journal of Islamic and Complementary Medicine Vol. 2 No. 2 (2021): International Journal Islamic Medicine
Publisher : International Islamic Medicine Forum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.465 KB) | DOI: 10.55116/IJIM.V1I1.23

Abstract

On March 11, 2020, WHO announced that COVID-19 was a pandemic. Healthcare workers were directly exposed to the impacts and dangers of the COVID-19 pandemic. It is important to know effective stress coping for healthcare workers to provide maximum health services. Religiosity was commonly used by healthcare workers for coping strategic COVID-19 Pandemic Religious beliefs and practices have become a powerful coping strategy among nurses. Religion could be an element of resilience for healthcare workers and served as a protective factor.  Religiosity will reduce cortisol level as a biomarker of stress. For Muslim healthcare workers, stress reduction can be done by praying, salat, reading, and listening to the Holy Qur’an. Studies show that the tahajud prayer significantly reduce stress and listening to Surah Al-Rahman was significantly reduce cortisol level. Facing the COVID-19 pandemic, hospitals with Muslim healthcare workers can provide time and facilities to pray and play the Holy Qur’an in  to reduce work stress.
Akses Pelayanan Kesehatan Berhubungan Terhadap Tingkat Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Tuberkulosis Di Puskemas Tuntungan Pinta Pudiyanti Siregar; Adam Erlangga; Ayu Andini; Annisa Mutiara Naulita Siregar; Raisa Alifia Muabarak Lubis; Alya Petri
JURNAL PANDU HUSADA Vol 7, No 4 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v7i4.27759

Abstract

Abstrak : Tuberkulosis (TB) merupakan masalah kesehatan utama yang membutuhkan kepatuhan tinggi terhadap pengobatan Obat Anti Tuberkulosis (OAT). Akses pelayanan kesehatan diperkirakan menjadi faktor penting yang memengaruhi kepatuhan pasien. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara akses pelayanan kesehatan dengan tingkat kepatuhan minum OAT pada pasien TB di UPT Puskesmas Tuntungan. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan total sampel 52 pasien TB fase lanjutan, dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Akses Pelayanan Kesehatan dan kepatuhan minum obat diukur menggunakan MMAS-8. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Sebagian besar pasien memiliki akses mudah (71,2%) dan kepatuhan tinggi (65,4%). Terdapat perbedaan proporsi yang mencolok antara kelompok akses mudah dan sulit: pasien dengan akses mudah memiliki kepatuhan tinggi sebesar 89,2%, sedangkan akses sulit hanya 6,7%. Uji Chi-Square menunjukkan hubungan yang signifikan antara akses pelayanan kesehatan dan kepatuhan minum OAT (p=0,000). Nilai PR=12,7 mengindikasikan bahwa pasien dengan akses sulit berisiko 12,7 kali lebih rendah dalam kepatuhan. Akses pelayanan kesehatan berhubungan secara signifikan dengan kepatuhan minum OAT. Perbaikan akses fisik, transportasi, serta kenyamanan layanan diperlukan untuk meningkatkan kepatuhan dan keberhasilan terapi TB.
Hubungan antara Dysmenorrhea, Tingkat Kecemasan dan Religiusitas pada Siswi SMA N 1 Takengon Mutia Atikah Hanif; Pinta Pudiyanti Siregar
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.41048

Abstract

Latar Belakang: Dysmenorrhea atau nyeri haid merupakan gejala yang sering terjadi pada siklus menstruasi pada wanita yang dipengaruhi oleh banyak faktor termasuk psikososial. Kecamasan adalah perasaan yang timbul ketika seseorang merasa takut akan sesuatu dengan mengeluhkan sesuatu yang buruk akan terjadi dan rasa takut yang berlebihan. Religiusitas adalah keadaan atau kualitas seseorang dalam komitmennya terhadap suatu agama. Tujuan:untuk mengetahui hubungan antara dysmenorrhea,tingkat kecemasan dan religiusitas pada siswi SMA N 1 Takengon Metode: penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik, dimana hasil didapatkan dari pengisian kuisioner Hasil: hasil dari uji statistik pada hubungan dysmenorrhea dengan kecemasan p value didapatkan hasil p=0,671. Dan untuk hubungan dysmenorrhea dengan religiusitas didapatkan hasil p value p=0,395. Kesimpulan: dari hasil Analisa data dengan hasil p=0.671 dan 0,395 (p<0,05) sehingga tidak terdapat hubungan antara dysmenorrhea, tingkat kecemasan dan religiusitas.
Laporan Kasus Kunjungan Rumah pada Pasien Hipertensi Esensial Grade 2 Tohri Tohir; Pinta Pudiyanti Siregar
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 2, No 3 (2021)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v2i3.11489

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan cukup istirahat/tenang. Berdasarkan penyebabnya hipertensi menjadi hipertensi primer (esensial) dan hipertensi sekunder. Data World Health Organization (WHO) 2015 menunjukkan bahwa prevalensi hipertensi di dunia mencapai sekitar 1,13 miliar individu, artinya1 dari 3 orang di dunia terdiagnosis hipertensi. Jumlah penderita hipertensi di perkirakan akan terus meningkat mencapai 1,5 miliar individu pada tahun 2025, dengan kematian mencapai 9,4 juta individu.Ny. M 50 tahun, Keluhan utama sakit kepala, hal ini dirasakan oleh pasien kurang lebih 4 tahun ini. Sakit kepala dirasakan pasien saat berjalan atau beraktivitas berlebihan. Keluhan dirasakan hilang timbul, hilang ketika pasien istirahat dan semakin memberat ketika pasien stress atau kekelahan. Selain itu pasien juga mengeluhkan sakit pada bagian belakang leher. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum baik. Pemeriksaan tanda vital ditemukan Tekanan Darah : 165/120 mmHg. Pasien telah diberikan terapi farmakologis dan terapi non farmakologis. Terdapat perubahan perilaku pada pasien yaitu obat anti hipertensi di minum secara rutin setiap hari dan menerapkan pola hidup sehat seperti mengurangi konsumsi garam pada makanan dan melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga selama 30 menit walaupun belum secara rutin dan pasien mulai ingin pergi ke pelayanan kesehatan untuk control tekanan darah secara berkala.
Validasi Kuesioner Kepatuhan Protokol Kesehatan COVID-19: Analisa Eksploratori Faktor dan Nilai Titik Potong Pinta Pudiyanti Siregar; Des Suryani
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v2i2.8116

Abstract

The COVID-19 pandemic has forced many countries in the world to enforce strict health protocols. The public is expected to comply with the protocol in an effort to reduce the number of morbidity and even death due to COVID-19 which is increasing. We need a measuring tool that can be trusted both validity and reliability so that it can determine the extent to which the community adheres to health protocols. From 88 respondents, it was found that the value of the questions on this questionnaire had a good measuring value. This questionnaire is an alternative to measure community compliance in carrying out health protocols during the COVID-19 pandemic. Further research is needed to assess this questionnaire so that it has more appropriate validity and reliability in assessing community compliance.
Edukasi Pencegahan Diare pada Anak di SDN Kelurahan Sudirejo II Kota Medan Salsabila Shafiyah Rachmad; Pinta Pudiyanti Siregar
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 3, No 4 (2022)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v3i4.11699

Abstract

Diare adalah buang air besar lebih dari 3 kali dalam sehari dengan kotoran berbentuk cair atau lembek. Diare sering terjadi terutama pada anak anak dikarenakan kurang menjaga kebersihan makanan dan kebersihan tangan. Dampak buruk dari diare adalah dehidrasi dimana anak akan menjadi kekurangan cairan. Kematian akibat dehidrasi sering terjadi karena keterlambatan orang tua dalam penanganan diare pada anak. Faktor resiko dari diare biasanya dikarenakan kurang memperhatikan kebersihan lingkungan, tidak mencuci tangan terutama saat sebelum makan dan sesudah makan. Kegiatan edukasi tentang pencegahan diare ini dilakukan pada siswa/i di SDN 060819 desa sudirejo II kecamatan medan kota pada 1 september 2022 yaitu dengan menampilkan vidio animasi tentang pencegahan diare dan mempraktekkan langkah mencuci tangan dengan benar menurut WHO. Setelah diberikan edukasi tentang pencegahan diare dilakukan juga sesi tanya jawab untuk menilai apakah para siswa/i SDN 060819 desa sudirejo II sudah paham dengan materi yang disampaikan dan memberikan hadiah kepada siswa/i yang dapat menjawab pertanyaan dengan benar. Dengan adanya penyuluhan ini diharapkan para siswa/i dapat mencegah dan terhindar dari diare.
Penyuluhan Kesehatan Tentang Gizi Buruk Pada SDN 064029 Kelurahan Sudirejo II Rofi Hidayati; Pinta Pudiyanti Siregar
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v3i1.11694

Abstract

Abstrak: Gizi buruk masih merupakan isu sentral. Ada berbagai faktor yang menyebabkan terjadi nya gizi buruk. Gizi buruk tidak hanya meningkatkan angka kesakitan dan angka kematian tetapi juga dapat menurunkan produktivitas, menghambat pertumbuhan sel otak yang mengakitbatkan kebodohan dan keterbelakangan. Anak usia sekolah dasar rentan terkena gizi buruk dikarenakan minimnya pengetahuan akan gizi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan kesehatan tentang edukasi gizi buruk pada SD Sudirejo II Kecamatan Medan Kota, Sumatera Utara dengan menggunakan media poster menarik yang kemudian dijelaskan secara terperinci, selain itu kegiatan ini juga membuka tanya jawab sehingga apabila siswa/siswi tidak paham bisa langsung bertanya agar materi yang disampaikan lebih efisen. Dengan adanya penyuluhan ini maka dapat meningkatkan pengetahuan tentang gizi buruk