Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Laporan Kunjungan Rumah pada Pasien Lansia Gout Athritis: Suatu Kegiatan Stase PH Fahrul Rozi; Pinta Pudiyanti Siregar
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 2, No 4 (2021)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v2i4.11664

Abstract

Indonesia merupakan suatu negara berkembang dengan penduduk rata-rata dengan usia 60 tahun keatas semakin meningkat dari tahun ketahun. Definisi lansia menurut WHO adalah seseorang yang telah berusia 60 tahun keatas, baik pria atau pun wanita. Pada kunjungan pertama saya melakukan perkenalan diri terlebih dahulu kepada pasien dan mengungkapkan apa tujuan dilakukan home visit dan melakukan anamnesis kepada pasien dan mencoba untuk menerangkan sedikit tentang penyakit. kemudian pada kunjungan kedua saya mencoba untuk melakukan edukasi terkait penyakit yang di derita pasien menggunakan brosur, meninjau perkembangan penyakit pasien dan mengedukasi pasien agar sering memeriksakan penyakitnya ke puskesmas terdekat. Pasien 60 tahun, keluhan Nyeri pada jari-jari kaki kiri dan kanan serta lutut sebelah kanan., hilang timbul. Pasien sering mengkonsumsi makanan-makanan yang tinggi purin. Regio cruris anterior :  bengkak (+), hangat (+), nyeri tekan (+), nyeri gerak(+). Kadar asam urat : kunjungan pertama: 8,7 mg/dl dan kunjungan kedua: 8,4 mg/dl. Setelah dilakukan edukasi dan penerapan konsumsi makanan yang sehat di dapatkan penurunan kadar asam urat dan pengetahuan yang cukup mengenai penyakit.
Laporan Kasus Hipertensi dengan Dislipidemia: Kunjungan Rumah Mahasiswa Kedokteran Stase Kesehatan Komunikasi Suci Mardiana Tambunan; Pinta Pudiyanti Siregar
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v3i2.11665

Abstract

Hipertensi adalah tekanan darah tinggi yang bersifat abnormal, diukur paling tidak pada tiga kesempatan yang berbeda. Dianggap mengalami hipertensi apabila tekanan darahnya lebih tinggi dari 140/90mmHg. Hipertensi yang beresiko tinggi menderita seperti penyakit jantung, penyakit saraf, ginjal, dan pembuluh darah dan makin tinggi tekanan darah, semakin besar resiko terjadinya. Hipertensi telah menjadi masalah utama dalam kesehatan masyarakat di Indonesia dan beberapa negara di dunia. Diperkirakan jumlah± 80%kenaikan kasus hipertensi dari 639 juta pada tahun 2000 akan terjadi di negara berkembang pada tahun 2025. Pada tahun 2025 jumlah penderita hipertensi akan mencapai 1,15 milyar. Dislipidemia yaitu kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan maupun penurunan fraksi lipid dalam plasma. Kelainanfraksi lipid yang utama adalah kenaikan kadar kolesterol total, kolesterol LDL, trigli serida, serta penurunan kolesterol HDL. Seorang pasien berusia 56 tahun Keluhan utama pusing dan nyeri kepala. Hal ini dirasakan oleh pasien dirasakan kurang lebih 26 tahun dan keluhan dislipidemia dirasakan pasien kurang lebih 16 tahun ini. Pusing dan nyeri kepala dirasakan pasien saat beraktivitas belebihan saat beristirahat berkurang, untuk dislipidemia pasien tidak mempunyai keluhan. Keluhan dirasakan hilang timbul dan semakin memberat ketika pasien kelelahan atau melalakukan aktivitas yang berlebihan. Keluhan lain yang dirasakan pasien adalah penglihatan kunang-kunang dan penurunan berat badan. Pemeriksaan tanda vital tekanan darah di dapatkan 161/86mmHg dan Pemeriksaan kadar kolestrol total didapatkan 285 mg/dL. Setelah kunjungan pertama terdapat perubahan perilaku pada pasien yaitu obat anti hipertensi dan simvastatin di minum secara rutin setiap hari, menerapkan pola hidup sehat seperti mengurangi mengkonsumsi makanan berlemak, mengurangi konsumsi garam pada makanan, melaukan aktivitas fisik, pasien mulai ingin pergi ke pelayanan kesehatan untuk kontrol tekanan darah dan kadar kolestrol secara berkala.
Edukasi Kesehatan tentang Tekanan Darah Tinggi, Asam Urat dan Diabetes Mellitus di Sudirejo II Kota Medan Armand Surya Nugraha; Pinta Pudiyanti Siregar
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 3, No 4 (2022)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v3i4.11676

Abstract

Tekanan darah tinggi merupakan penyakit tidak menular (PTM) dan sangat berbahaya (silent killer). Tekanan darah tinggi sendiri didefinisikan sebagai tekanan darah sistolik di atas 140 mmHg dan tekanan darah diastolik di atas 90 mmHg. Asam urat juga dikenal sebagai artritis gout. Termasuk penyakit degeneratif menyerang persendian dan paling sering terlihat di masyarakat terutama yang lanjut usia. Diabetes Mellitus (DM) merupakan salah satu dari sepuluh penyakit tidak menular yang mematikan. Diabetes tipe 2 (DMT2) adalah tipe diabetes yang paling umum (90%) dan menyebabkan resistensi insulin. Intervensi nutrisi merupakan manajemen penting untuk pasien dengan diabetes tipe 2. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan dalam bentuk pemaparan materi menggunakan poster dan pemeriksaan kesehatan gratis tekanan darah, asam   urat dan gula darah. Hasil pemeriksaan yang diikuti oleh 21 orang menunjukkan peserta dengan usia lanjut memiliki kadar tekanan darah, gula darah dan asam urat diatas batas normal. Kegiatan pengabdian dilakukan di Kelurahan Sudirejo II, Kota Medan. Dengan adanya kegiatan pengabdian ini masyarakat diharapkan lebih peduli dengan kesehatan terutama tekanan darah, kadar asam urat dan gula darah. 
Penyuluhan Kesehatan tentang Cuci Tangan dengan Enam Langkah Terhadap Pengetahuan dan Sikap Peserta Didik TK Sudirejo II Medan Kota Tri Nur Khotimah; Pinta Pudiyanti Siregar
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 2, No 4 (2021)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v2i4.11720

Abstract

Abstrak: Perilaku cuci tangan merupakan tindakan yang dilakukan dengan tujuan memutuskan mata rantai penyebaran penyakit. Cuci tangan menggunakan air mengalir saja tidak dapat memutuskan penyebaran penyakit kepada orang lain. Cuci tangan menggunakan air bersih yang mengalir dan sabun selama 40 hingga 60 detik merupakan cara yang paling terbaik. Mencuci tangan menggunakan sabun bermanfaat dalam mengurangi mikroorganisme yang menempel pada tangan agar dapat mengurangi angka penularan kuman penyakit kepada orang lain ataupun lingkungan sekitar yang kemungkinan ditularkan melalui tangan tersebut. Cuci tangan menggunakan sabun dengan baik dan benar penting untuk dibudayakan, hal ini juga di dukung oleh World Health Organization(WHO) dimana terdapat hari peringatan mencuci tangan dengan sabun pada tanggal 15 Oktober. Tujuan kegiatan ini dengan melakukan edukasi atau penyuluhan kepada siswa/i TK Al-Habibie agar dapat meningkatkan pengetahuan siswa/i Taman Kanak Kanak (TK) Al-Habibie di kelurahan Sudirejo II Kecamatan Medan Kota. Metode : Kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan poster cuci tangan agar lebih menarik perhatian dan mempraktekkan langsung cara mencuci tangan yang baik dan benar, selain itu kami melakukan evaluasi dengan membuka sesi tanya jawab dan memberikan beberapa pertanyaan. Hasil : Terdapat peningkatan pengetahuan cara mencuci tangan yang baik dan benar pada siswa/i Taman Kanak Kanak (TK) Al-Habibie di Kelurahan Sudirejo II Kecamatan Medan Kota
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT STRES DAN INDEKS MASSA TUBUH PADA PERAWAT Ika Nopa; Yulia Afrina Nasution; Nanda Sari Nuralita; Mila Trisna Sari; Pinta Pudiyanti Siregar
Jurnal Ilmu Keperawatan Komunitas Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jikk.v5i2.1670

Abstract

Abstract One of professions that exposed to high psychosocial stressors in the workplace is nurse. Long-term stress is thought to be a risk factor for obesity through activation of the HPA axis and cortisol secretion. Stress is a public health problem that can be considered in preventing obesity. The purpose of this study was to determine the effect of stress on body mass index in nurses. This study uses a quantitative method with a cross-sectional study design. The samples were taken using the total sampling method, namely all nurses at the X General Hospital in North Sumatra. The stress variable was measured by the Perceived Stress Scale and the Body Mass Index (BMI)  was determined by the Asia-Pacific classification BMI criteria. The collected data were analyzed by linear regression test. The results showed that there was an effect of stress on nurses' BMI. Work stress management on nurses needs to be done and will have an impact on their mental and physical health.   Keywords: Stress, Nurse, Body Mass Index
Pengaruh Dukungan Sosial Terhadap Risiko Terjadinya Baby Blues Di Puskesmas Medan Area Siregar, Pinta Pudiyanti; Valdivia Ritonga, Zimly Khatif; Sembiring, Ranggi Heryagung; Adinda, Adinda; Aghla Pane, Syafiqah Tsamara; Siregar, Suci Auliyah
JURNAL PANDU HUSADA Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v5i1.18519

Abstract

Abstrak: Ibu pasca melahirkan bisa saja mengalami perasaan sedih mengenai bayinya (baby blues) yang disebabkan oleh perubahan perasaan yang dialami saat hamil sehingga sulit untuk menerima kehadiran bayinya. Dukungan   sosial   merupakan   salah   satu   karakteristik Ibu pasca melahirkan yang   dapat mempengaruhi baby  blues. Faktor  dukungan  dari  suami menjadi  salah  satu penyebab utama baby blues, dukungan dari suami berupa dukungan sosial kepada  istri  sangat  utama  sebelum  dukungan  dari  pihak  lain. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui tingkat risiko terjadinya dan dukungan sosial terhadap pengaruh terjadinya baby blues di puskesmas Medan Area di puskesmas Medan Area. Penelitian ini menggunakan pendekatan baby blues kuantitatif non eksperimen menggunakan deskripsi korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Pada penelitian ini subjek penelitian akan diberikan kuesioner tentang dukungan sosial terhadap risiko terjadinya baby blues. Penelitian ini dilakukan hanya satu kali pada suatu waktu, tanpa follow up. Terdapat hubungan antara dukungan sosial terhadap kecenderungan terjadinya baby blues.
Kemudahan Akses Pelayanan Kesehatan Dapat Meningkatkan Kepatuhan Minum Obat Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Medan Area Selatan Hutasuhut, Rizka Fadillah; Siregar, Pinta Pudiyanti
JURNAL PANDU HUSADA Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v5i2.18840

Abstract

Abstrak: Diabetes melitus tipe 2 disebabkan oleh peningkatan kadar gula darah akibat ketidakmampuan sel tubuh bereaksi terhadap insulin sehingga berisiko terjadinya komplikasi yang akan menurunkan kualitas hidup dan menyebabkan kematian mendadak. Penderita diabetes melitus tipe 2 yang kesulitan mengontrol gula darahnya dengan mengonsumsi obat lebih cepat mengalami komplikasi. Dalam hal ini, kepatuhan mengonsumsi obat dapat dicapai dengan adanya akses terhadap layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara akses layanan kesehatan terhadap tingkat kepatuhan minum obat pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Medan Area Selatan. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik  dengan desain cross-sectional. Subjek penelitian yang digunakan sebanyak 46 pasien Puskesmas Medan Area Selatan yang memenuhi kriteria inklusi. Pengambilan sampel ini didasarkan pada probability sampling dan dilakukan pengujian dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akses pelayanan kesehatan berhubungan signifikan dengan tingkat kepatuhan minum obat (p = 0,01) yang mana mayoritas responden (75%) dengan akses pelayanan yang mudah patuh dalam mengonsumsi obat sedangkan mayoritas responden (83,3%) dengan akses pelayanan yang sulit tidak patuh dalam mengonsumsi obat. Dengan demikian, terdapat hubungan yang signifikan antara akses pelayanan kesehatan dengan tingkat kepatuhan minum obat pasien yang mana semakin mudah mengakses layanan kesehatan, pasien akan semakin patuh untuk mengonsumsi obat.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Perilaku Ibu Tentang Kecacingan Pada Balita Di Puskesmas Simpang Limun Tahun 2023 Siregar, Pinta Pudiyanti; Pasaribu, Alza Hamonangan; Lubis, Rifqy Imsya Al Ayyubi; Rahmi, Aulia; Mashithah, Mashithah; Hidayati, Siul
JURNAL PANDU HUSADA Vol 4, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v4i4.18424

Abstract

Abstrak: Penyakit cacingan atau kecacingan masih menjadi masalah yang cukup serius. Penyakit cacingan sering dianggap sebagai penyakit yang sepele oleh sebagian besar kalangan masyarakat. Infeksi ini mempengaruhi masyarakat yang paling miskin dan paling kekurangan dengan akses yang buruk terhadap air bersih, sanitasi dan kebersihan di daerah tropis dan subtropis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan perilaku ibu tentang kecacingan pada balita. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan desain penelitian cross sectional. Pada penelitian ini subjek penelitian akan diberikan kuesioner pengetahuan dan perilaku tentang kecacingan. Penelitian ini dilakukan hanya satu kali pada suatu waktu, tanpa follow up. Hasil uji Chi-Square menunjukkan hasil yang signifikan P 0,005. Terdapat hubungan antara pengetahuan ibu terhadap perilaku ibu tentang kecacingan pada balita.
Access to Health Services Affects the Level of Adherence to Taking Medication for Hypertensive Patients At Puskesmas Medan Area Selatan Year 2024 dinillah, Izzah; Siregar, Pinta Pudiyanti
Buletin Farmatera Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/bf.v9i2.21011

Abstract

Abstract: Hypertension is known as a silent disease. Compliance of patients with hypertension is essential because hypertension must always be controlled. Access to healthcare is one of the reasons for this non-compliance. This study aims to determine the influence of access to health services on the level of medication adherence of hypertensive patients in Puskesmas Medan Area Selatan. This type of research is descriptive analytics with a cross-sectional design. The research subjects used were 98 hypertension patients in Puskesmas Medan Area Selatan who met the inclusion and exclusion criteria. Sampling is based on purposive sampling and is carried out by Chi-Square Test. The results of the Chi-Square Test obtained a value of P value = 0.001 (P0.05) which means that access to health services has a significant influence on the level of medication adherence of hypertension patients in Puskesmas Medan Area Selatan. Access to health services has a significant influence on the level of medication adherence in hypertensive patients, where the easier it is to access health services, the more compliant patients will be to take medication.
RELIGIOSITY AND OBEDIENCE HEALTH PROTOCOLS COVID-19: A POSITIVE CORRELATION IN MEDAN-NORTH SUMATERA Suryani, Des; Siregar, Pinta Pudiyanti
Buletin Farmatera Vol 6, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/bf.v6i3.8928

Abstract

The COVID-19 pandemic, which is running slowly but surely, demands that people obey health protocols. In other views, Islam has taught how a Muslim should deal with the epidemic. Various factors that might affect public compliance with COVID-19 health protocols include demographic factors, knowledge of COVID-19, health status, and religiosity. Various studies showed that there was still controversy related to it. This study aimed to determine the correlation between compliance with the COVID-19 Health protocol with knowledge of COVID-19, self-health perception, and religiosity for the Muslim community in North Sumatera, Indonesia. This study was conducted between mid of October to mid-November 2020 on the Muslim population living in Medan City and Deli Serdang District, the most prevalent places for the spread of COVID-19 in North Sumatra. The questionnaires were distributed randomly to the online recitation group in the red zone in North Sumatra. Data collected by google form is distributed via the WhatsApp (WA) application. The results of the study were among 225 participants in the study, those who adhered to the health protocol were 125 people (55.6%), and the level of good religiosity was 120 people (53.33%). This study found that people who adhere to health protocols are related to older age, female gender, higher education, private workers, better knowledge of COVID19, and high religiosity. Religiosity is positively correlated with compliance with health protocols during the COVID-19 pandemic. In Logistic Regression analysis, religiosity turns out to be a good predictor for increasing compliance. Thus there needs to be a parallel effort between increasing knowledge about COVID-19 and community religiosity so that prevention efforts will be even better in the future