Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Prevalensi Dismenorea Dan Faktor – Faktor Yang Mempengaruhinya Pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Angkatan 2021 Azzahra, Andina; Siregar, Pinta Pudiyanti
JURNAL PANDU HUSADA Vol 5, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v5i4.21073

Abstract

Abstrak: Dismenorea adalah nyeri saat menstruasi yang sering dialami oleh wanita di perut bagian bawah. Ada beberapa faktor yang menyebabkan dismenorea, antara lain usia, usia saat menarche, dan indeks massa tubuh (BMI). Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa kejadian dismenorea di dunia sangat besar, rata-rata lebih dari 50% wanita di setiap negara mengalami dismenorea. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan hubungan dismenorea dan faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian dismenorea pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Angkatan 2021. Penelitian ini menggunakan metode analitik deskriptif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian ini adalah mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara angkatan 2021 yang mengalami dismenorea. Berdasarkan penelitian, menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 17-20 tahun, dan didominasi oleh 23,7% responden dengan BMI Obesitas I. Sebanyak 38,6% responden mengalami menarche selama 13 tahun. Mayoritas responden sebanyak 55,3% sering mengalami dismenorea. Uji chi-square menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara usia menarche dan dismenorea. Sementara itu, usia dan BMI tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian dismenorea pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah, Sumatera Utara, angkatan 2021. Ada hubungan yang signifikan antara usia menarche dengan kejadian dismenorea pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Angkatan 2021. 
Proporsi Gangguan Menstruasi Dan Hubungannya Dengan Karakteristik Demografi Pada Mahasiswi Kedokteran Aprinanda, Annisa Mulia; Siregar, Pinta Pudiyanti
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/amj.v8i1.15209

Abstract

Gangguan menstruasi adalah gangguan durasi dan jumlah darah menstruasi, gangguan siklus menstruasi, gangguan perdarahan diluar siklus menstruasi dan gangguan lain yang berhubungan dengan menstruasi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik deskriptif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian ini adalah mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Angkatan 2021 yang telah menstruasi. Hasil: Mayoritas responden berusia 20 tahun sebanyak 94 orang (63.9%) dengan kategori Indeks Massa Tubuh (IMT) mayoritas normal dengan jumlah 79 orang (53.7%) responden yang usia menarche 12 tahun sebanyak 84 orang (57.1%), yang mengalami gangguan menstruasi sebanyak 115 orang (78.1%). Uji chi-square menunjukkan p0,05 untuk semua karakteristik demografi (umur, usia menarche, IMT dan tempat tinggal) dengan gangguan menstruasi pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Angkatan 2021. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan karakteristik demografi (usia, usia menarche, indeks massa tubuh, dan tempat tinggal) dengan gangguan menstruasi pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Angkatan 2021.Kata kunci: gangguan menstruasi, karakteristik demografi
Faktor Yang Mempengaruhi Masyarakat Terhadap Akses Menuju Puskesmas Lubuk Pakam Siregar, Pinta Pudiyanti; Bhuwana, Satya Candra; Toniara, Safriwan
JURNAL PANDU HUSADA Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v6i3.22996

Abstract

ABSTRAK Keberadaan puskesmas sangat penting untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, terutama di daerah-daerah yang belum terjangkau oleh fasilitas kesehatan lainnya, seperti rumah sakit. Pemerataan pembangunan puskesmas dan distribusi tenaga kesehatan yang merata menjadi isu penting yang perlu diperhatikan. Oleh karena itu, kebijakan yang lebih baik terkait dengan pembangunan infrastruktur kesehatan, alokasi tenaga medis, serta peningkatan kualitas layanan puskesmas sangat diperlukan untuk meningkatkan akses masyarakat secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai faktor yang menghambat masyarakat dalam mengakses puskesmas, serta dampak dari keterbatasan akses tersebut terhadap kualitas kesehatan masyarakat. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan wawancara terbuka.    Penelitian ini memberikan pertanyaan kenpada sampel yang telah bersedia untuk dilakukan wawancaraa yang berssifat terbuka. Pengaruh perlakuan dilihat pada jawaban yang disampaikan oleh sampel terkait Faktor faktor yang mempengaruhi keterbatasan masyarakat terhadap akses menuju puskesmas Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Lubuk PakamWaktu penelitian akan dilaksanakan pada bulan Desember 2024. Analisa data dilakukan dengan menggunakan data yang diperoleh dari wawancara dan observasi dianalisis menggunakan analisis tematik . Hasil penelitian  disimpulkan bahwa keterbatasan masyarakat dalam mengakses transportasi menuju puskesmas dipengaruhi oleh berbagai factor yang saling terkait,antara lain factor geografis,ekonomi dan kebijakan pemerintah. Faktor geografis,seperti jarak yang jauh dan kondisi cuaca yang tidak menentu menjadi hambatan utama. Meskipun puskesmas menyediakan layanan kesehatan dengan biaya yang terjangkau, keterbatasan ekonomi, seperti biaya transportasi dan pengeluaran lainnya, turut memperburuk akses masyarakat. Di sisi lain, kebijakan pemerintah dalam hal pemerataan pembangunan puskesmas dan distribusi tenaga medis berperan penting dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan. Ketersediaan puskesmas yang merata di seluruh wilayah,serta tenaga medis yang cukup dan berkualitas,sangat menentukan efektivitas pelayanan kesehatan ditingkat masyarakat.
Penggunaan Pelayanan Kesehatan Sebelum Dan Selama Covid-19: Satu Kajian Di RSU Muhammadiyah Kota Medan Siregar, Pinta Pudiyanti; Nopa, Ika; Nasution, Yulia Afrina; Trisnasari, Mila; Ashri, Royyan
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/amj.v6i1.13762

Abstract

Pada pandemi COVID-19 termasuk di Indonesia, pelayanan kesehatan primer memainkan peranan penting dalam menjaga kesehatan di masyarakat dan awal pandemi, terjadi penurunan drastis jumlah pengunjung yang berobat ke pelayanan primer. Tujuan: Melihat perubahan persepsi masyarakat tentang gejala yang ada dan usaha mereka untuk mendapatkan pengobatan. Metode: Penelitian ini dilakukan di RSU Muhammadiyah Kota Medan dengan menggunakan Google form pada pasien rawat jalan di klinik. Hasil: Rerata umur responden adalah 36 tahun. Rerata jarak responden ke RSU Muhammadiyah adalah tiga kilometer dengan frekuensi terbanyak adalah kurang dari 3 kilometer, pendidikan terbanyak adalah lulusan SMA (60%) dan pendapatan rata-rata 4 juta rupiah. Penyebab pasien berobat adalah dengan gejala sesak nafas yang terbanyak yaitu 74%, diikuti gejala demam sakit magh. Pada saat sebelum pandemi gejala yang menyebabkan responden tidak berobat adalah gangguan penciuman dan gangguan indera perasa menempati urutan tertinggi pasien tidak pergi berobat dengan gejala tersebut dengan frekuensi 95%.  Sesudah pandemi terjadi perubahan keinginan pasien untuk berobat dimana dengan gejala gangguan penciuman dan gangguan indra perasa meningkat menjadi 44%. Gejala sesak nafas tetap menjadi urutan yang tertinggi yaitu 82%, gejala yang lain tidak mengalami perubahan yang berarti. Kesimpulan didapat beberapa gejala mengalami perubahan keinginan masyarakat dalam mengambil pengobatan dalam pelayanan kesehatan.Kata Kunci: pandemi, COVID-19, pelayanan kesehatan, penggunaan
Tingkat Kepatuhan Minum Obat Anti Hipertensi Yang Rendah Pada Pasien Hipertensi Dan Masalahnya Di Puskesmas Pasar Merah Siregar, Pinta Pudiyanti; Adani Ichsan, Muhammad Raisan; Gustiansyah, Evan; Fitria, Nurul; Sari, Nikita; Sauma, Yusnita Nur
JURNAL PANDU HUSADA Vol 6, No 4 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v6i4.26013

Abstract

Abstrak: Hipertensi sudah menjadi masalah global karena prevalensinya yang semakin meningkat, Hipertensi ditandai dengan peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140/90 mmHg, Kegagalan pengobatan bisa disebabkan dari ketidakpatuhan oleh berbagai faktor, melibatkan sistem layanan kesehatan, terapi farmakologis, penyakit pasien, status ekonomi, kesibukan dalam bekerja, lupa dosis obat yang benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Tingkat kepatuhan minum obat pasien hipertensi dan masalah yang mereka hadapi. Penelitian ini penelitian deskriptif kuantitatif untuk menilai tingkat kepatuhan penggunaan obat anti hipertensi dan masalah ketidakpatuhan minum obat, pengambilan sampel dilakukan dengan metode nonprobability sampling, jenis consecutive sampling, tingkat kepatuhan diukur menggunakan kuisioner Morisky Modifikasi Adherence Scale-8(MMAS-8). Data penelitian ini menunjukkan tingkat kepatuhan pasien berdasarkan skor yang diperoleh dari jawaban kuisioner pada 50 pasien hipertensi dengan skor kepatuhan rendah 28 (56 %), skor kepatuhan sedang 13 (26 %) dan tinggi 9 (18%). Sebagian besar tingkat kepatuhan penggunaan obat anti hipertensi masih rendah sebanyak 56% dan masalah lupa minum obat sebanyak 34 responden.
Empowerment of Aisyiah Study Mothers in Bandar Khalipah Village, North Sumatra, as Cadres Caring for the Elderly Suryani, Des; Febriyanti, Eka; Siregar, Pinta Pudiyanti
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v13i1.14169

Abstract

Background: Meningkatnya usia lanjut pada dekade terakhir ini, menjadi persoalan kesehatan yang perlu mendapat perhatian. Jumlah posyandu lansia yang terbatas, menyebabkan cakupan program masih terbatas. PKPM (Program kemitraan Pengembangan Muhammadiyah) ini bertujuan untuk mengkader ibu-ibu pengajian Aisyiah agar bisa memberikan layanan kesehatan pada lansia. Metode: Mitra dalam PKPM ini adalah Pengajian aisyiah pasar 4 tembung, 4 anggota dipilih untuk mengikuti kegiatan pendampingan dalam pelaksanaan skrining kesehatan dan penyuluhan kesehatan lansia yang ada di pengajian aisyiah dan masyarakat sekitar.serta advokasi ke desa dan bidan desa setempat. Hasil: Kader yang dilatih semakin mahir melakukan kegiatan pendaftaran dan pemeriksaan terhadap 25 orang lansia yang mengalami hipertensi dan obesitas. Kesimpulan: PKPM ini telah memberdayakan masyarakat untuk melakukan deteksi dini kesehatan lansia sehingga dapat melakukan pencegahan lebih dini pada penyakit lansia.
ISLAMIC RELIGIOUS COPING STRATEGY FOR HEALTHCARE WORKER IN COVID-19 PANDEMIC: A LITERATURE REVIEW Nopa, Ika; Siregar, Pinta Pudiyanti
International Journal of Islamic and Complementary Medicine Vol. 2 No. 2 (2021): International Journal Islamic Medicine
Publisher : International Islamic Medicine Forum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.465 KB) | DOI: 10.55116/IJIM.V1I1.23

Abstract

On March 11, 2020, WHO announced that COVID-19 was a pandemic. Healthcare workers were directly exposed to the impacts and dangers of the COVID-19 pandemic. It is important to know effective stress coping for healthcare workers to provide maximum health services. Religiosity was commonly used by healthcare workers for coping strategic COVID-19 Pandemic Religious beliefs and practices have become a powerful coping strategy among nurses. Religion could be an element of resilience for healthcare workers and served as a protective factor.  Religiosity will reduce cortisol level as a biomarker of stress. For Muslim healthcare workers, stress reduction can be done by praying, salat, reading, and listening to the Holy Qur’an. Studies show that the tahajud prayer significantly reduce stress and listening to Surah Al-Rahman was significantly reduce cortisol level. Facing the COVID-19 pandemic, hospitals with Muslim healthcare workers can provide time and facilities to pray and play the Holy Qur’an in  to reduce work stress.
Praktik Salat 5 Waktu Pada Anak SDS Muhammadiyah 20 Berpengaruh Menurunkan Tingkat Emosi Alfian, Ali; Siregar, Pinta Pudiyanti
JURNAL PANDU HUSADA Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v7i2.26943

Abstract

Abstrak: Indonesia merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Berdasarkan data The Royal Islamic Strategic Studies Centre (RISSC), Muslim mencapai 86,7% (240,62 juta jiwa) dari total populasi. Salat lima waktu adalah salah satu ibadah utama dalam agama Islam yang diperintahkan oleh Allah SWT. Selain dianggap sebagai kewajiban agama Islam, salat juga memiliki dampak positif pada banyak aspek kehidupan, termasuk kesejahteraan emosional individu. Namun, anak-anak SD sering mengalami tekanan emosional yang membuat mereka kurang tertib dalam beribadah. Skrining kesehatan mental-emosional anak bertujuan untuk mendeteksi dini gangguan emosi dan perilaku agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat. Alat utama yang digunakan adalah Strength and Difficulties Questionnaire (SDQ). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara praktek salat 5 waktu pada anak SDS Muhammadiyah 20 dengan penurunan tingkat emosi. Rancangan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Penelitian ini melibatkan 80 siswa sebagai sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Orang tua diberikan penyuluhan penerapan salat pada anak dan diminta mengisi kuesioner sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi yang signifikan secara statistik (p0.05) antara hubungan praktik salat 5 waktu pada anak SDS Muhammadiyah 20 dengan penurunan tingkat emosi. Salat terbukti efektif dalam membantu menurunkan tingkat emosi negatif pada anak-anak. 
Akses Pelayanan Kesehatan Berhubungan Terhadap Tingkat Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Tuberkulosis Di Puskemas Tuntungan Siregar, Pinta Pudiyanti; Erlangga, Adam; Andini, Ayu; Naulita Siregar, Annisa Mutiara; Muabarak Lubis, Raisa Alifia; Petri, Alya
JURNAL PANDU HUSADA Vol 7, No 4 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v7i4.27759

Abstract

Abstrak : Tuberkulosis (TB) merupakan masalah kesehatan utama yang membutuhkan kepatuhan tinggi terhadap pengobatan Obat Anti Tuberkulosis (OAT). Akses pelayanan kesehatan diperkirakan menjadi faktor penting yang memengaruhi kepatuhan pasien. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara akses pelayanan kesehatan dengan tingkat kepatuhan minum OAT pada pasien TB di UPT Puskesmas Tuntungan. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan total sampel 52 pasien TB fase lanjutan, dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Akses Pelayanan Kesehatan dan kepatuhan minum obat diukur menggunakan MMAS-8. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Sebagian besar pasien memiliki akses mudah (71,2%) dan kepatuhan tinggi (65,4%). Terdapat perbedaan proporsi yang mencolok antara kelompok akses mudah dan sulit: pasien dengan akses mudah memiliki kepatuhan tinggi sebesar 89,2%, sedangkan akses sulit hanya 6,7%. Uji Chi-Square menunjukkan hubungan yang signifikan antara akses pelayanan kesehatan dan kepatuhan minum OAT (p=0,000). Nilai PR=12,7 mengindikasikan bahwa pasien dengan akses sulit berisiko 12,7 kali lebih rendah dalam kepatuhan. Akses pelayanan kesehatan berhubungan secara signifikan dengan kepatuhan minum OAT. Perbaikan akses fisik, transportasi, serta kenyamanan layanan diperlukan untuk meningkatkan kepatuhan dan keberhasilan terapi TB.