Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Aplikasi Asuhan Keperawatan Ibu Hamil Anemia dengan Intervensi Konsumsi Jus Buah Bit untuk Peningkatan Hemoglobin : Application of Nursing Care for Pregnant Women with Anemia through the Intervention of Beet Juice Consumption to Increase Hemoglobin Levels Cintia, Ummi; Surmiasih; Riska Hediya Putri
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 7 No 2 (2025): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v7i2.197

Abstract

Pendahuluan: Berbagai risiko gangguan kesehatan mengancam ibu hamil dan bayi dalam kandungan, anemia juga mengancam kondisi ibu dan janinnya. Jus bit (Beta vulgaris L.) yang mengandung zat besi, asam folat, dan vitamin C, merupakan salah satu metode non-farmakologis untuk meningkatkan kadar hemoglobin ibu hamil. Tujuan studi kasus ini adalah untuk memberikan informasi umum tentang perawatan kesehatan ibu hamil anemia dengan aplikasi intervensi keperawatan mengkonsumsi  jus buah bit.Metode: Penelitian dilakukan pada dua ibu hamil dengan anemia ringan yang disediakan jus buah Bit seberat 50 gr atau 250 ml diminum sekaligus atau sedikit demi sedikit setiap hari. Pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran  kadar hemoglobin sebelum dan sesudah intervensi selama 3 hari, pemeriksaan fisik, dan wawancara.Hasil: Berdasarkan hasil evaluasi, kadar hemoglobin meningkat setelah tiga hari, yaitu pada pasien pertama dari 9,7 g/dL menjadi 10,8 g/dL dan pada pasien kedua dari 9,8 g/dL menjadi 11,1 g/dL. Selain itu, terdapat faktor subjektif seperti berkurangnya kelelahan. Kesimpulan: Hasil studi kasus, ibu hamil dengan anemia dapat ditingkatkan kadar hemoglobinnya dengan mengkonsumsi jus buah bit setara berat buah Bit 50rg/dilarutkan dalam 250 ml air setiap hari selama 3 hari.
Aplikasi Asuhan Keperawatan Manajemen Laktasi dengan Posisi Menyusui Cross Cradle : Lactation Management Nursing Care Application with Cross Cradle Breastfeeding Position Rica Micolla, Bunga; Surmiasih; Riska Hediya Putri
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 7 No 2 (2025): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v7i2.198

Abstract

Pendahuluan: Menyusui tidak efektif merupakan salah satu masalah umum yang dihadapi ibu setelah melahirkan, dapat berdampak negatif terhadap kesehatan ibu dan bayi, seperti gangguan nutrisi dan peningkatan risiko infeksi. Salah satu upaya untuk mengatasi hal ini adalah dengan penerapan teknik manajemen laktasi menggunakan posisi menyusui cross cradle. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan asuhan keperawatan pada ibu post partum dengan masalah menyusui tidak efektif melalui intervensi penerapan posisi menyusui cross cradle . Metode: Penelitian dilakukan secara studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan yang terdiri dari pengkajian, diagnosa, perencanaan, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Subjek penelitian adalah dua orang ibu post partum primipara yang mengalami masalah menyusui tidak efektif dan memenuhi kriteria inklusi. Intervensi dilakukan selama tiga hari berturut-turut di PMB Dian Novisa Pekon Yogyakarta Selatan, kabupaten Pringsewu dengan penerapan edukasi serta praktik teknik menyusui posisi cross cradle.. Hasil: Evaluasi menunjukkan perbaikan kemampuan menyusui pada kedua pasien, yaitu peningkatan perlekatan bayi pada payudara, pengosongan payudara yang optimal setelah menyusui, meningkatnya kenyamanan ibu saat menyusui, serta peningkatan rasa percaya diri ibu dalam memberikan ASI. Keluhan nyeri pada payudara, puting lecet, dan produksi ASI yang dirasa kurang juga mengalami penurunan. Kesimpulan: Intervensi posisi menyusui cross cradle dapat menjadi intervensi yang wajib diajarkan dan dicoba oleh ibu post partum primipara yang belum memiliki pengalaman menyusui sebelumnya.
Hubungan Pengetahuan Perawat Tentang CPPT Dan Penerapan Handover Menggunakan Metode SBAR Dengan Kualitas Asuhan Keperawatan Wulandari, Rizki Yeni; Elasari, Yunina; Surmiasih; Jingga Marsanda, Jingga
Journal of Nursing Invention Vol. 6 No. 1 (2025): Journal of Nursing Invention
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jni.v6i1.690

Abstract

Background: CPPT and SBAR communication during handover are essential components in nursing care. However, some nurses are still not optimal in documenting CPPT and implementing SBAR during shift handovers. This can affect the continuity and quality of nursing care provided to patients in hospital inpatient units. Objective: This research to examine the relationship between nurses' knowledge of CPPT and the implementation of handover using the SBAR method with the quality of nursing care in the inpatient unit of RSU Muhammadiyah Metro. Method: This study applied a quantitative approach with a cross-sectional research design and analysed data using the Gamma statistical test. The research sample consisted of nurses in the inpatient ward of Muhammadiyah Metro General Hospital, with a total of 107 respondents selected through proportionate stratified random sampling. The research instruments used three questionnaires: a questionnaire on nurses' knowledge about Integrated Patient Development Notes (CPPT), a Situation, Background, Assessment, Recommendation (SBAR) handover method questionnaire, and a nursing care quality questionnaire. The research was conducted from September 13-20, 2024. Result: There is a significant relationship between nurses' knowledge of Integrated Patient Progress Notes (CPPT) and the quality of nursing care, with a p-value of 0.007. Additionally, there is a significant correlation between the implementation of patient handover using the Situation, Background, Assessment, Recommendation (SBAR) method and the quality of nursing care, with a p-value of 0.011. Conclusion: The hospital is expected to conduct supervision on CPPT documentation and the implementation of SBAR handover method, to improve the quality of nursing care provided to patients.
Hubungan Penerimaan Diri Dengan Tingkat Kecemasan Pada Wanita Menghadapi Masa Menopause Di Pekon Wates Timur Agustina, Devita; Putri, Riska Hediya; Kameliawati, Feri; Surmiasih
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 10 No 4 (2025): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v10i4.27889

Abstract

Introduction : Menopause is the permanent cessation of menstruation due to the loss of follicular activity in the ovaries, which causes psychological changes, sleep disturbances, and anxiety. Adjusting to oneself is a form of self-acceptance. 61.1% of women experiencing menopause have poor self-acceptance, while 38.9% have good self-acceptance. One of the levels of anxiety in women facing unprecedented situations is anxiety levels, with the majority experiencing moderate anxiety (78.4%) and mild anxiety (21.6%). This study aims to determine the relationship between self-acceptance and anxiety levels in facing menopause.Objective : The effect of providing health education using booklets on the knowledge of pregnant women in handling emergencies for the fetus and pregnant women in the working area of the Sukaraja Health Center in Bandar Lampung City in 2025 is known. Method: This study employed quantitative research, using an analytical survey design and a cross-sectional approach. The population was 70 women facing menopause aged 45-55, using a total sampling technique. Data were analyzed using the Gamma test. Results: The results of the study showed a significant relationship between self-acceptance and anxiety levels in women facing menopause, with a p-value of <0.002 <0.05. Women entering menopause can experience increased anxiety levels. Conclusion: It is hoped that there will be participation from the community health center in providing education about menopause, so that they can monitor the impact of a lack of self-acceptance.
Body Mass Index and Menopausal Symptoms: A Correlational Study Among Women Aged 45–55 In Jati Agung, Pringsewu Surmiasih; Putri, Riska Hediya; Amatus Yudi Ismanto
Journal of Nursing Invention Vol. 6 No. 2 (2025): Journal of Nursing Invention
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jni.v6i2.809

Abstract

Latar Belakang: Menopause merupakan periode alamiah yang dialami oleh setiap wanita. Periode ini ditandai dengan penurunan estrogen yang memicu berbagai keluhan, mulai dari gejala vasomotor, gangguan tidur, hingga keluhan urogenital. Pada fase ini, perubahan komposisi tubuh menyebabkan peningkatan lemak sehingga Indeks Massa Tubuh (IMT) menjadi indikator penting dalam menilai status gizi. Namun, temuan penelitian terkait hubungan IMT dan keluhan menopause masih kontradiktif, sebagian menunjukkan IMT tinggi menurunkan gejala vasomotor, sementara lainnya menyebutkan justru meningkatkan keluhan lain. Sehingga diperlukan pemahaman yang jelas, agar dapat memberikan intervensi kesehatan yang tepat untuk meningkatkan kualitas hidup pada wanita menopause. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Indeks Massa Tubuh dengan keluhan menopause. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah wanita usia 45-55 tahun di Dusun 1 Desa Jati Agung Pringsewu sebanyak 40 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Penelitian dilakukan di Dusun 1 Desa Jati Agung Pringsewu. Analisis data menggunakan uji Gamma. Hasil: Penelitian ini menunjukkan ada hubungan yang signifikan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan keluhan menopause (p= 0,049<0,05) dengan koefisien korelasi 0,809 kekuatan hubungan kuat. Kesimpulan: Indeks Massa Tubuh (IMT) berkontribusi pada keluhan menopause. Keluhan yang dirasakan berupa keluhan Somato-Vegetatif yaitu sulit tidur, keluhan psikologis yaitu mudah marah, dan keluhan urogenital berupa kekeringan vagina.
Parental Knowledge and Motivation in HPV Vaccination Decision-Making for Cervical Cancer Prevention Among Children Elin Ermi Eliani; Riska Hediya Putri; Surmiasih; Rini Palupi
Viva Medika Vol 19 No 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v19i1.2121

Abstract

Cervical cancer remains one of the leading causes of mortality among women in Indonesia, with persistent challenges in preventive efforts. Vaccination against the Human papillomavirus (HPV) is recognized as an effective primary prevention strategy to reduce the incidence of cervical cancer. However, HPV vaccination coverage among school-aged children in Indonesia remains suboptimal, partly due to limited parental awareness and varying levels of motivation. This study aimed to examine the relationship between parental knowledge of cervical cancer prevention and parental motivation toward HPV vaccination in children. A quantitative analytical study with a cross-sectional design was conducted among parents of female students in grades five and six at SD Negeri 5 Kresnomulyo, Pringsewu. A total of 67 respondents were recruited using a total sampling technique. Data were collected through validated questionnaires assessing knowledge and motivation levels and were analyzed using the Chi-square test. The findings demonstrated a statistically significant association between parental knowledge and motivation toward HPV vaccination (p < 0.001). These results suggest that improving parental knowledge through structured and targeted health education programs may strengthen motivation and increase acceptance of HPV vaccination as an essential preventive measure against cervical cancer