Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PELAKSANAAN DISCHARGE PLANNING DENGAN TINGKAT KEPATUHAN DIET PADA PASIEN CKD ON HD DI RUANG HEMODIALISIS RSUD PAMBALAH BATUNG AMUNTAI Willyani Ulfah; Yunina Elasari; Bagus Rahmat Santoso
CNJ: Caring Nursing Journal Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Gagal ginjal kronik merupakan penyimpangan progresif yang muncul secara bertahap, biasanya tidak menimbulkan gejala awal. Hemodialisis dilakukan untuk mengganti fungsi ekskresi ginjal sehingga tidak terjadi gejala uremia berat.Proses hemodialisis tidak dapat dipisahkan dari peran perawat salah satunya perawat memberikan discharge planning. Salah satu masalah yang berkontribusi pada kegagalan hemodialisis adalah kepatuhan klien. Kepatuhan berarti pasien menghabiskan waktu menjalani pengobatan seperti dalam pengaturan makanan dan cairan. Penelitian menggunakan studi korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel adalah pasien yang menjalani hemodialisis di ruang Hemodialisis RSUD Pambalah Batung Amuntai pada bulan Desember 2020 – Januari 2021 berjumlah 32 orang, diambil dengan teknik Total sampling. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Pelaksanaan dischagre planning kategori sangat baik sebanyak 23 responden (71,9%), kepatuhan diet kategori patuh sebanyak 24 responden (75,0%). Hubungan antara pelaksanaan discharge planning dengan tingkat kepatuhan diet pada pasien CKD on HD di ruang Hemodialisis RSUD Pambalah Batung Amuntai dengan nilai p-value (0,001 < 0,05). Ada hubungan antara pelaksanaan discharge planning dengan tingkat kepatuhan diet pada pasien CKD on HD di ruang Hemodialisis RSUD Pambalah Batung Amuntai. Perlunya meneliti faktor-faktor lain yang berhubungan dengan kepatuhan diet CKD dengan metode wawancara terpimpin dan dalam waktu yang lama. Kata Kunci: CKD, Discharge Planning, Hemodialisis, Kepatuhan Diet ABSTRACT Chronic renal failure is a progressive disorder that appears gradually, usually does not cause early symptoms. Hemodialysis is performed to replace the renal excretory function so that there are no symptoms of severe uremia. The hemodialysis process cannot be separated from the role of the nurse, one of which is the nurse who provides discharge planning. One of the problems that contribute to hemodialysis failure is client adherence. Adherence means that the patient spends time on medication such as in the management of food and fluids. This study used a correlation study with a cross sectional approach. The sample was 32 patients who underwent hemodialysis in the Hemodialysis room of Pambalah Batung Amuntai Hospital in December 2020 - January 2021, taken using the total sampling technique. Data were analyzed using the Chi-Square test. The implementation of dischagre planning category was very good as many as 23 respondents (71.9%), compliance with the obedient category of diet as many as 24 respondents (75.0%). The relationship between discharge planning and the level of dietary compliance in patients with CKD on HD in the Hemodialysis room of Pambalah Batung Amuntai Hospital with a p-value (0.001 <0.05). There is a relationship between discharge planning with the level of dietary compliance in patients with CKD on HD in the Hemodialysis room at Pambalah Batung Amuntai Hospital. It is necessary to examine other factors associated with dietary adherence to CKD by using the guided interview method and over a long period of time. Keywords: CKD, Diet Compliance, Discharge Planning, Hemodialysis
Literature Review: Psychosocial Care Perawat Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Yunina Elasari; Annida Hasanah; Tuti Alawiyah
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v6i1.245

Abstract

Psychosocial care merupakan komponen yang penting dalam memberikan perawatan dengan berfokus kepadapasien yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis dan emosional seperti harga diri, penyesuaianpenyakit, komunikasi, fungsi sosial dan hubungan interpersonal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasidefinisi, hambatan dan upaya dalam meningkatkan psychosocial care perawat di ruang rawat inap berdasarkan studiempiris lima tahun terakhir. Penelitian ini menggunakan pendekatan study literature review dengan menggunakanbeberapa sumber yang dipilih berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan peneliti. Dari 10 jurnal yang dilakukankajian literature didapatkan definisi psychosocial care adalah perawatan psikologis, sosial dan spiritual melaluikomunikasi terapeutik dan pendekatan holistik. Hambatan psychosocial care: kurangnya waktu, hambatan bahasa,kurang pengetahuan dan keterampilan, kurang keterlibatan keluarga serta dokumentasi berlebihan. Upaya untukmeningkatkan psychosocial care: pelatihan, dukungan tim profesional dan melibatkan keluarga dalam perawatan.Psychosocial care adalah perawatan yang holistik dan memiliki tantangan tersendiri bagi perawat dalammengaplikasikannya sehingga perlunya upaya untuk mengatasi hambatan dan meningkatkan psychosocial careperawat dengan cara pelatihan psychosocial care, kolaborasi interprofesional dan melibatkan keluarga dalamperawatan
PENGALAMAN IBU MERAWAT ANAK USIA SEKOLAH DENGAN BETA THALASSEMIA MAYOR DI RSUD ULIN BANJARMASIN Umi hanik Fetriyah; Yunina Elasari; Sri Wahyu Hernanti
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 2 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.336 KB)

Abstract

Latar Belakang : Anak usia sekolah yang mengalami thalassemia memiliki kualitas hidup yangrendah, terutama aktifitas fisik. Keterbatasan fisik menyebabkan masalah dalam proses tumbuhkembang dan kesehatan anak. Ibu mengalami hambatan selama merawat anak dengan thalassemia,pentingnya mengeksplorasi pengalaman ibu sebagai sumber informasi dalam merawat anak denganthalassemia.Tujuan : Untuk mengeksplorasi pengalaman ibu yang merawat anak dengan Beta ThalassemiaMayor dan makna dari pengalaman tersebut.Metode : Desain penelitian kualitatif eksploratif pada ibu yang merawat anak usia sekolah denganbeta thalassemia mayor di ruang Tulip IIIA RSUD Ulin Banjarmasin, dengan kriteria pengambilansampel purposive sampling dan teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam (depthinterview) menggunakan panduan wawancara yang disusun oleh peneliti dan dianalisismenggunakan metode Miles and Huberman.Hasil : Hasil penelitian didapatkan 7 tema, yaitu : Tidak menerima kenyataan (ibu mengalamiperasaan kaget, sakit hati dan bingung saat pertama kali mengetahui anak mengalami thalassemia).Usaha ibu mencari penyebab penyakit anak (mencari silsilah keluarga terdahulu). Usaha mengobatipenyakit anak (menggunakan pengobatan alternatif dan medis). Sumber informasi yang diterima,Pendidikan anak, Kesulitan ekonomi dan Bentuk dukungan yang di terima ibu.Simpulan : Ibu tidak dapat menerima kenyataan bahwa anak mengalami thalassemia, mencaripengobatan alternatif dan medis untuk mempertahankan kondisi anak. Pendidikan anak menjadipermasalahan yang dialami ibu. Dukungan yang diterima berasal dari suami, keluarga besarteman/tetangga, sesama ibu yang merawat anak thalassemia dan tenaga kesehatan. Profesionalkesehatan diharapkan memberikan dukungan pad aibu dan keluarga terutama informasi, motivasidan konseling untuk meningkatkan penerimaan kondisi anaknya.Kata kunci : Pengalaman ibu, Anak usia sekolah, Merawat, Thalassemia mayor.
HEALTH EDUCATION DAN PROMOSI KESEHATAN: THALASEMIA DAN DETEKSI DINI THALASEMIA MELALUI PRE MARITAL CEK UP BAGI REMAJA Umi Hanik Fetriyah; Malisa Ariani; Yunina Elasari; Paul Joae Brett Nito
JURNAL SUAKA INSAN MENGABDI (JSIM) Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Suaka Insan Mengabdi (JSIM)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jsim.v3i2.308

Abstract

ABSTRAKThalasemia merupakan salah satu kelainan genetik hematologi yang umum ditemukan di Indonesia. Penyakit ini tidak dapat disembuhkan, diturunkan secara resesif dan menyebabkan morbiditas dan mortalitas serta menimbulkan beban ekonomi yang berat pada masyarakat. Angka kejadian Thalasemia cenderung mengalami peningkatan setiap tahunnya termasuk di Banjarmasin. Pentingnya upaya strategi pencegahan Thalasemia dimulai sedini mulai dari remaja sangat diperlukan, salah satunya melalui pemberian edukasi dan promosi kesehatan mengenai Thalasemia dan deteksi dini sebelum menikah bagi remaja sehingga dapat berkontribusi mengurangi dan mencegah kejadian Thalasemia. Oleh karena itu pengabdi berupaya memecahkan masalah dengan melakukan health education pada remaja mengenai penyakit Thalasemia dan promosi kesehatan deteksi dini Thalasemia sebelum nikah. Tim pengabdi melaksanakan kegiatan pemberian edukasi mengenai Thalasemia dan promosi kesehatan screening sebelum menikah (pre marital medical cek up) bagi masyarakat di wilayah Banjarmasin khususnya remaja melalui webinar di media sosial yakni live streaming instagram dan wa gruop sebanyak 2 kali kegiatan edukasi dan promosi kesehatan. Hasilnya sebanyak 22 remaja telah mengikuti webinar health education mengenai penyakit Thalasemia dan promosi kesehatan mengenai pencegahannya salah satunya dengan deteksi dini Thalasemia sebelum nikah. Sebesar 100% remaja mengikuti kegiatan dua kali webinar mengalami peningkatan pengetahuan penyakit Thalasemia dan pencegahannya melalui screening deteksi dini sebelum menikah. Nilai rata-rata peningkatan nilai post test sebesar 14,45. Sebagian besar menyatakan puas terhadap kegiatan pengabdian masyarakat. Kesimpulan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini remaja mengalami peningkatan pengetahuan, hal ini berkontribusi mengurangi kejadian Thalasemia dan pentingnya pendidikan kesehatan dan promosi kesehatan pada masyarakat khususnya remaja sebagai calon orang tua tentang Thalasemia dan deteksi dini Thalasemia sebelum nikah yang harapannya dapat melahirkan generasi penerus bangsa yang sehat.Kata Kunci : Health Education, Pre Marital Cek up, Promosi Kesehatan, Remaja, Thalasemia
Penerapan Resiko Jatuh Terhadap Pengetahuan Perawat Dalam Pelaksanaan Manajemen Patient Safety Handayani, Maya; Wulandari, Rizki Yeni; Elasari, Yunina; Kusuma, Anggi
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 2 No 2 (2024): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v2i2.373

Abstract

Pendahuluan: Jumlah laporan insiden berdasarkan jenis Rumah sakit umum atau Rumah sakit khusus di Indonesia yaitu Rumah sakit umum 96,67% dan Rumah sakit khusus 33,3%. kurangnya kesadaran perawat akan proses belajar mengenai keselamatan pasien dapat diakibatkan karena sulitnya perawat untuk mengakses teori-teori baru mengenai keselamatan pasien terutama pencegahan risiko jatuh. Tujuan: untuk mengetahui Penerapan patient safety/ resiko jatuh terhadap pengetahuan perawat dalam pelaksanaan manajemen patient safety  Di Ruang Alamanda  RSU Hi. M. Yusuf Kotabumi. Metode: Metode pengumpulan data karya ilmiah ini dengan Cara yang digunakan dalam mengumpulkan penyusunan penulisan yaitu : Pengumpulan data dengan Tanya jawab Bersama Perawat dan Kepala Ruangan., Study Literature dengan melihat fenomena dan kaitan dengan Pelaksanaan Patient Safety  pada Pasien dalam Melaksanakan Manajemen Asuhan keperawatan. Dan Observasi/pengamatan dalam melakukan tindakan manajemen keperawatan. Hasil:  Hasil Pengkajian pada Fungsi Patient Care delivery Perawat belum memperhatikan keselamatan pasien dengan mematuhi 6 point sasaran keselamatan pasien, seperti belum adanya Papan nama kategori resiko jatuh pada pasien, dan Belum adanya media penyuluhan tentang resiko jatuh kepada pasien, dan dilakukan implementasi yaitu Menyediakan dan membuat Papan nama kategori resiko jatuh pada pasien, Membuah media penyuluhan tentang resiko jatuh kepada pasien dan Melakukan sosialisasi , Hasil kegiatan Papan nama pasien resiko jatuh telah terpasang , Media penyuluhan resiko jatuh telah dibuat dan Kegiatan sosialisasi berjalan dengan baik dan pengetahuan perawat meningkat. Simpulan: Meningkatkan pelayanan rumah sakit dengan memperhatikan Manajemen patient safety  hal ini bertujuan  Untuk menilai kualitas pelayanan keperawatan dan mengurangi resiko jatuh pada pasien.
Pelasanaan Discharge Planning Dengan Media Booklet Pada Pasien Pulang Oleh Perawat Di Rsu HI. M. Yusuf Kotabumi Hendrawan, Frenky; Wulandari, Rizki Yeni; Elasari, Yunina; Palupi, Rini
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 2 No 2 (2024): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v2i2.376

Abstract

Pendahuluan: Di Indonesia sebanyak 61% perawat tidak melakukan perencanaan pulang. Perawat merupakan salah satu tenaga kesehatan yang secara langsung terlibat dalam pelaksanaan discharge planning. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan perawat di RSU Hi. M. Yusuf Kotabumi Lampung menunjukkan bahwa discharge planning belum dapat dilakukan secara optimal karena tingginya beban kerja perawat, kurangnya pemahaman perawat terhadap prosedur yang telah ditetapkan. Tujuan: Penulisan karya ilmiah ini bertujuan untuk mengetahui Efektifitas Penyuluhan Media Booklet Terhadap Pelaksanaan Disharge Planning Pasien Pulang Oleh Perawat Di Ruang Alamanda  RSU Hi. M. Yusuf Kotabumi. Metode: Metode pengumpulan data karya ilmiah ini dengan Cara yang digunakan dalam mengumpulkan penyusunan penulisan yaitu : Pengumpulan data dengan Tanya jawab Bersama Perawat dan Kepala Ruangan., Study Literature dengan melihat fenomena dan kaitan dengan Pelaksanaan discharge planning pada Pasien dalam Melaksanakan Manajemen Asuhan keperawatan. Dan Observasi/pengamatan dalam melakukan tindakan manajemen keperawatan. Hasil:  Hasil observasi pada Fungsi Patient Care delivery Belum optimal pelaksanaan Disharge Planning pasien pulang oleh perawat menggunakan media booklet, dan dilakukan implementasi yaitu Menyediakan dan membuat media booklet tentang alur dan tahapan discharge planning dan Melakukan sosialisasi  , Hasil kegiatan Media booklet sudah tersedia tentang alur dan tahapan discharge planning sudah dilakukan diruang alamanda dan kegiatan sosialisasi tentang alur dan tahapan discharge planning sudah dilakukan diruang alamanda. Simpulan: Diharapkan perawat ruangan dapat menjadikan acuan dasar keterlibatan dan tolok ukur kepala ruangan serta staf keperawatan lainnya dalam mengoptimalkan Discharge Planning pada Pasien dalam Melaksanakan Manajemen Asuhan keperawatan untuk meningkatkan keselamatan pasien.
Penerapan Fungsi Pengarahan (Pre Dan Post Conference) Di Rawat Inap Rumah Sakit M. Yusuf Kotabumi Tahun 2023 Hermawan, Agung; Wulandari, Rizki Yeni; Elasari, Yunina; Agustriyani, Feri
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 2 No 2 (2024): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v2i2.381

Abstract

Pendahuluan:  Pelayanan keperawatan di Indonesiasaat ini masih dalam suatu proses profesionalisasi. Salah satu upaya untuk meningkatkan pelayanan asuhan keperawatan yang bermutu dan professional dengan menerapkan pre conference dan post conference sebagai komunikasi antar perawat. Penerapan pre conference dan post conference dalam keperawatan sangat berkaitan dengan pelaksanaan asuhan keperawatan khususnya pendokumentasian keperawatan. Tujuan: Tujuannya menjelaskan penerapan fungsi pengarahan Managemen Keperawatan dalam pelaksanaanPre dan Post Conference Terhadap Pendokumentasian Asuhan Keperawatan Di Rawat Inap Rumah Sakit M. Yusuf Kotabumi. Metode: Penelitian ini dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui prose wawancara, observasi dan pengkajian di ruang Melati RS M yusuf pada tanggal 15 Oktober 2023 – 28 Oktober 2023.Pengkajian dilakukan pada 10 orang perawat yang berdinas di Ruangan Melati. Pengkajian yang dilakukan yaitu mengenai data umum dan masalah yang berhubungan dengan manajemen keperawatan di Ruangan Melati yang berkaitan dengan fungsi pengarahan (pre dan post conference). Metode observasi dilakukan secara langsung melakukan analisis kajian ruang Melati. Hasil:  Hasil evaluasi menunjukkan dengan penerapan Pre dan Post Conference maka masalah managemen keperawatan teratasi perawat telah memahami pentingnya pelaksanaan pre dan post conferencedengan baik sesuai alur. Simpulan: Simpulan dan saran perlu upaya peran serta managemen Rumah Sakit untuk mengadakan progran pelatihan dan diharapkan perawat di ruang Melati melanjutkan dan menerapkan inovasi yang telah dipraktekkan mahasiswa dalam melaksanakan managemen keperawatan.
Hubungan Fungsi Manajemen Kepala Ruangan Dengan Pelaksanaan Handover Menggunakan Komunikasi SBAR Wulandari, Rizki Yeni; Elasari, Yunina; Nugroho, Tri Adi; Kusnita, Fani Euis
Profesi (Profesional Islam) : Media Publikasi Penelitian Vol. 21 No. 1 (2023): Profesi (Profesional Islam): Media Publikasi Penelitian
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ITS PKU Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26576/profesi.v21i1.187

Abstract

As much as 80% of the issues that result in medical errors are related to handover. One endeavor to increase patient safety at the hospital is the use of SBAR communication during handovers. The management duties of the head of the room, such as checking, directing, and evaluating the implementation of the handover, are directly tied to the effectiveness of implementing efficient communication during a handover. SBAR communication during handovers is a problem that happens in Pringsewu Hospital. The objective of this study is to determine the correlation between head management function and the implementation of handovers using SBAR communication at Pringsewu Regional Hospital. This research type is quantitative. The research design used a descriptive correlation using a cross-sectional approach. This research was conducted at the Pringsewu Regional Hospital in May 2023. The total population was 70 nurses in 5 inpatient rooms. The sampling technique uses total sampling. The data collection instrument used a questionnaire and data analysis used the Fisher's exact test. The results showed that there is a correlation between the room head management function and the implementation of handover using SBAR communication, with a p-value = 0.007. It is expected that the head of the room will improve the 5 management functions of the head of the room, especially the supervisory function so that handovers using SBAR communication can be carried out optimally.
Hubungan Supervisi Kepala Ruangan Dan Pengetahuan Pendokumentasian Asuhan Keperawatan Berdasarkan 3S (SDKI, SIKI, SLKI) Dengan Mutu Asuhan Keperawatan Di Ruangan Rawat Inap RSUD Jendral Ahmad Yani Metro Lampung Intan, Intan Priskila; Wulandari, Rizki Yeni; Elasari, Yunina; Nugroho, Tri Adi
Jurnal Medika Malahayati Vol 8, No 3 (2024): Volume 8 Nomor 3
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v8i3.15908

Abstract

Kemampuan Supervisi Kepala Ruangan yang baik berpengaruh terhadap meningkatnya kepatuhan dalam kelengkapan pendokumentasian asuhan keperawatan, pengetahuan perawat tentang pendokumentasi asuhan keperawatan berdasarkan 3S serta dapat meningkatkan mutu asuhan keperawatan dan kualitas pelayanan kesehatan. Sedangkan Di RSUD Jend Ahmad Yani Metro kepala ruangan perlu melakukan supervisi yang lebih optimal untuk meningkatkan kualitas dokumentasi asuhan keperawatan dan beberapa perawat belum paham pendokumentasi asuhan keperawatan. Tujuan penelitian ini diketahui hubungan supervisi ruangan dan pengetahuan pendokumentasian asuhan keperawatan berdasarkan 3S (SDKI, SIKI, SLKI). Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, dengan desain penelitian deskriptif kolerasional menggunakan penedekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh perawat rawat inap RSUD Jend Ahmad Yani Metro sebanyak 164 perawat. Dalam penelitian ini sampel yang digunakan sebanyak 116 perawat dengan teknik purposive sampling. Analisa data menggunakan uji gamma. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan supervisi kepala ruangan dengan mutu asuhan keperawatan di ruangan rawat inap RSUD Jend Ahmad Yani Metro diperoleh P-value 0,000 (<0.05), dan pengetahuan pendokumentasi berdasarkan 3S dengan mutu asuhan keperawatan di ruangan rawat inap RSUD Jend Ahmad Yani Metro diperoleh P-value 0,000 (<0.05). Hasil penelitian diharapkan dapat menjadikan sebuah masukan bagi RSUD Jend Ahmad Yani Metro untuk memberikan kebijakan melakukan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bagi supervisi kepala ruangan serta perawat dalam melakukan pendokumentasian asuhan keperawatan di setiap ruangan. 
Upaya Peningkatan Pengetahuan Pelaksanaan Discharge Planning di Ruang Bedah Rumah Sakit Umum Daerah Pringsewu Retno Rahayu Ningsih; Rizki Yeni Wulandari; Yunina Elasari
Jurnal Ventilator Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Ventilator
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59680/ventilator.v3i1.1793

Abstract

The sub-optimal execution of discharge planning often leads to an increase in readmission rates, ultimately resulting in patients bearing the costs of extended hospital stays. Data regarding the implementation of discharge planning in Indonesia reveals that 61% of nurses in Yogyakarta and 54% of nurses in Bandung do not conduct discharge planning Observational data indicated that nurses were not implementing discharge planning in accordance with the established Standard Operating Procedures (SOP) in the ward. The objective of this study is to evaluate the level of optimization in discharge planning practices at General Hospital of Pringsewu. Data collection methods conducted on November 9th 2024, involved interviews, questionnaires, and observations. The findings highlighted a nursing management issue that the sub-optimal implementation of discharge planning in the Surgical Ward at The General Hospital of Pringsewu. The planned intervention is to provide education on the importance of optimal discharge planning. The intervention was carried out on December 20th 2024, through educational sessions that emphasized the significance of discharge planning. Following the educational activity, there was a measurable improvement in the nurses' knowledge regarding discharge planning. Pre-test results ranged from 50% to 70%, while post-test results ranged from 80% to 95%. It is anticipated that the enhancement of nurses' knowledge will lead to the optimization of discharge planning practices in the surgical ward, thereby improving the overall quality of patient care provided by nurses.