Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Komparasi Algoritme X-Means dan K-Medoids pada Klasterisasi Data Akademik Mahasiswa Cepi Ramdani
ELANG: Journal of Interdisciplinary Research Vol 1 No 01 (2023): ELANG: Journal of Interdisciplinary Research
Publisher : LPPM STIKI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32664/elang.v1i01

Abstract

Data akademik mahasiswa dapat diolah menjadi Informasi yang sangat penting dalam pengambilan kebijakan maupun keputusan bagi pengelola program studi (Prodi) dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan, keberhasilan pembelajaran, dan perbaikan kurikulum. Salah satu cara pengolahan data adalah klasterisasi. Berbagai algoritme klasterisasi telah banyak dikembangkan diantaranya Algoritme X-Means dan K-Medoids. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan klasterisasi optimal kinerja akademik mahasiswa berdasarkan data akademik dengan membandingkan hasil klasterisasi algoritme X-Means dan K-Medoids. Dataset didapatkan dari Sistem Informasi Akademik Kampus XYZ Program Studi (Prodi) S1 Sistem Informasi, diperoleh data sejumlah 483 dari angkatan 2017 hingga 2020 yang terdiri dari 11 atribut. Komparasi hasil klasterisasi kedua algoritme dilakukan dengan menghitung nilai Davies-Bouldin Index (DBI). Berdasarkan hasil perhitungan DBI didapati bahwa Klasterisasi Algoritme K-Medoids lebih baik daripada X-Means dengan nilai DBI K-Medoids 0.061 dan X-Means 0.091. Hasil klasterisasi K-Medoids menunjukkan bahwa 97% mahasiswa memiliki kinerja akademik baik dan sisanya belum baik sebanyak 3%.
BERMAIN PASIR UNTUK ANAK SERING MENANGIS Iis Basyiroh; Cepi Ramdani; Fajrin Nur Padmi
Banun: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 1 No 1 (2023): Vol 1 No 1 (2023) BANUN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI
Publisher : Prodi PIAUD STAI Al Badar Cipulus Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menangis adalah ungkapan kesedihan yang wajar bagi tiap individu. Bayi menangis adalah cara komunnikasi dengan orang tuanya untuk mengungkapkan ketidaknyamanan atau kebutuhan yang harus segera terpenuhi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode historis, yaitu terdiri dari 1) Heuristik 2) Kritik 3) Interpretasi dan 4) Historiografi. Secara praktis penelitian ini dilakukan dengan cara studi pustaka, yakni sebuah tahap dengan mengumpulkan literatur yang berkaitan dengan judul penelitian untuk diadaptasi, dikonversi bahkan dikorborasi agar mengashilkan tulisan yang utuh, mengena dan dapat dipertanggung jawabkan. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu terapi sangat efektif diterapkan kepada anak jika tadinya sering menangis di rumah atau di sekolah bisa lebih mengendalikan emosinya dan tidak menangis jika tidak perlu menangis. Terapi ini bukan satu-satunya solusi untuk memecahkan masalah yang dihadapi orang tua atau guru. Tetapi terapi bermain pasir ini salah satu cara kita mengetahui perasaan anak dan mencari solusi bersama-sama dengan orang tua atas permasalahan yang dihadapi.
Application of Automatic Fertilization Technology in Aquaponic Farming System Based on Internet of Things Sarosa Castrena Abadi; Muhammad Nursyam Rizal; Suharyadi Pancono; Siti Aminah; Noval Lilansa; Cepi Ramdani
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2025): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/abdimas.v8i2.5865

Abstract

Rural communities in Cibodas, East Bandung, face serious challenges in aquaponic farming practices, particularly in the uneven application of conventional fertilizers. This imbalance results in suboptimal crop quality, reducing the potential for agricultural productivity in the region. To overcome this obstacle, an innovative solution is needed in the form of an Internet of Things (IoT)-based automatic liquid fertilizer irrigation system. This system is designed to distribute fertilizer evenly to all plants, ensuring that each part of the plant receives adequate nutrients, and that fertilizer is applied efficiently. The use of this system not only increases the efficiency of farmers' work, but also contributes to improving the overall quality and quantity of crop yields. The stages of activities in the implementation of this community service are the development of an automatic liquid fertilizer irrigation system based on the Internet of Things (IoT), the application or implementation of the system, and finally the socialization of the use of the system. This community service activity is a series of student community service activities carried out in October 2024. The elements involved are the community of Cibodas Village, lecturers and students of Politeknik Manufaktur Bandung. As a result of this service activity, the community understands and can apply agricultural technology, in this case IoT-based automatic liquid fertilizer spraying technology with remote control. The liquid fertilizer spraying and watering system can increase the efficiency of time and energy. It is hoped that the technology that has been developed will be one of the effective solutions to the problem of uneven spraying of plant fertilizers.