Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

STUDI KOMPARATIF FAKTOR RISIKO KEJADIAN STROKE DI RSUD TGK. ABDULLAH SYAFI’I BEUREUNUEN KABUPATEN PIDIE Nurasmi Fuji; Amin, Fauzi Ali; Septiani, Riza
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45869

Abstract

Stroke saat ini menempati peringkat kedua sebagai penyebab kematian global, setelah penyakit jantung iskemik, dan menjadi penyebab utama kecacatan serius. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa perbandingan faktor risiko kejadian stroke antara kelompok stroke iskemik dan kelompok stroke hemoragik di RSUD Tgk. Abdullah Syafi'i Beureunuen Kabupaten Pidie Tahun 2023.Metode penelitian yang digunakan adalah desain komparatif dengan populasi terdiri dari seluruh pasien penderita stroke tahun 2023. Data dikumpulkan dari 314 responden menggunakan teknik total sampling. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa rekam medis pasien yang dikumpulkan selama 15 hari, mulai dari 21 Oktober hingga 4 November 2024. Analisis menggunakan uji T-test Independent dengan SPSS.Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa terdapat 74,2% pasien yang menderita stroke iskemik, sedangkan 25,8% menderita stroke hemoragik, rata-rata usia pasien stroke adalah 62,75 dengan jenis kelamin laki-laki sebesar 45,5% dan perempuan sebesar 54,5%. Rata-rata tekanan darah sistole sebesar 161,54 mmHg, rata-rata tekanan darah diastole sebesar 93,17 mmHg, rata-rata kadar gula darah sewaktu sebesar 170,35 mg/dL, dan rata-rata kolesterol total sebesar 253,11 mg/dL. Analisis bivariat menunjukkan bahwa usia (p-value 0,094), jenis kelamin (p-value 0,287), tekanan darah sistole (p-value 0,001), tekanan darah diastole (p-value 0, 001), kadar gula darah sewaktu (p-value 0, 004), dan kolesterol total (p-value 0, 002). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan tekanan darah sistolik, tekanan darah diastolik, kadar gula darah sewaktu dan kolesterol total antara kelompok stroke iskemik dan kelompok stroke hemoragik, sedangkan usia dan jenis kelamin tidak.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, AKTIVITAS FISIK DAN POLA MAKAN DENGAN PENCEGAHAN DIABETES MELITUS TIPE II PADA MASYARAKAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUTA ALAM KOTA BANDA ACEH Husna, Mishbahul; Amin, Fauzi Ali; Arlianti, Nopa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45935

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit tidak menular yang cukup serius dimana insulin tidak dapat diproduksi secara maksimal oleh pankreas. Indonesia menjadi negara ke-5 penyumbang diabetes melitus di seluruh dunia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan, aktivitas fisik dan pola makan dengan pencegahan diabetes melitus tipe II pada masyarakat di wilayah Kerja Puskesmas Kuta Alam Kota Banda Aceh Tahun 2023. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian ini seluruh penderita DM rentang usia (18-45 Tahun) di wilayah kerja Puskesmas Kuta Alam Kota Banda Aceh. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total populasi dan diperoleh sampel sebanyak 54 responden. Penelitian dilakukan pada tanggal 27 Desember 2022 - 17 April 2023. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara menggunakan kuesioner, selanjutnya dilakukan analisis data menggunakan uji chi-square dengan aplikasi SPSS. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa 25,9% responden tidak melakukan pencegahan Diabetes Mellitus tipe II, 22,2% pengetahuan rendah, 27,8% aktivitas fisik tinggi dan 20,4% pola makan tidak teratur. Hasil analisis bivariat diketahui bahwa ada hubungan antara pengetahuan (p-value 0,001), aktivitas fisik (p-value 0,045), pola makan (p-value 0,001) dengan pencegahan diabetes melitus tipe II pada masyarakat di wilayah Kerja Puskesmas Kuta Alam Kota Banda Aceh Tahun 2023. Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan, aktivitas fisik, dan pola makan dengan pencegahan diabetes melitus tipe II di wilayah kerja Puskesmas Kuta Alam Kota Banda Aceh Tahun 2023. Disarankan kepada pihak Puskesmas untuk meningkatkan program penyuluhan mengenai bahaya diabetes melitus dan pentingnya pola hidup sehat kepada masyarakat, serta mendorong individu untuk aktif secara fisik dan menerapkan pola makan yang sehat guna menurunkan angka kejadian diabetes melitus. Penelitian lebih lanjut juga disarankan untuk mengeksplorasi variabel lain yang dapat mempengaruhi kejadian diabetes melitus.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MEUREUBO KECAMATAN MEUREUBO KABUPATEN ACEH BARAT FASSA, MUHAMMAD; AMIN, FAUZI ALI; ARBI, ANWAR
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v13i1.8503

Abstract

Pendahuluan: Penyakit Diare merupakan penyakit endemis potensial Kejadian Luar Biasa (KLB) yang sering disertai dengan kematian. Berdasarkan data Puskesmas Meureubo tahun 2022, Puskesmas Meureubo memiliki persentase tertinggi kasus diare pada balita sebanyak 67%. Penelitian bertujuan mengetahui mengetahui hubungan sumber air bersih, sarana jamban, pengelolaan sampah rumah tangga, pembuangan air limbah, pengetahuan ibu, pendidikan ibu, status gizi, personal hygiene dan sanitasi lingkungan dengan kejadian diare pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Meureubo, Kecamatan Meureubo. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain Cross-sectional. Dilaksanakan 13-29 Mei 2023. Populasi seluruh balita yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Meureubo, sebanyak 97 sampel. Desain sampel menggunakan proportional random sampling secara proporsional dengan jumlah sebanyak 97 responden. Analisis data menggunakan uji chi-square dengan Stata 15 meliputi univariat dan bivariat. Hasil: Hasil penelitian univariat menunjukkanhubungan sumber air bersih (p-value: 0,0001), sarana jamban (p-value: 0,013), pengelolaan sampah rumah tangga (p-value: 0,0001), pembuangan air limbah (p-value: 0,0001), pengetahuan ibu (p-value: 0,0001), pendidikan ibu (p-value: 0,036), status gizi (p-value: 0,022) dan personal hygiene dan sanitasi lingkungan (p-value: 0,0001) dengan kejadian diare pada balita. Kesimpulan: Kejadian diare pada balita di Puskesmas Meureubo dipengaruhi oleh faktor sanitasi, pengetahuan ibu, dan status gizi. Diperlukan perbaikan akses air bersih, fasilitas sanitasi, edukasi kesehatan, serta peran aktif tenaga kesehatan dan pemerintah dalam pencegahan diare.
Faktor Perilaku Ibu dalam Pencegahan Kematian Bayi di Puskesmas Singah Mulo Aceh Nika, Zel Via; Amin, Fauzi Ali; Wardiati, Wardiati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.46051

Abstract

Neonatus atau bayi berusia kurang dari satu bulan berada pada periode risiko kesehatan tertinggi dalam siklus kehidupan anak. Penelitian mengenai pencegahan kematian bayi telah banyak dilakukan, namun pemahaman mengenai faktor spesifik yang memengaruhi perilaku ibu dalam konteks lokal, terutama di wilayah kerja Puskesmas Singah Mulo, masih terbatas. Selain itu, masih minim kajian yang mengintegrasikan faktor internal dan pelayanan kesehatan dalam menjelaskan perilaku ibu terkait upaya pencegahan kematian bayi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku ibu dalam mencegah kematian bayi di wilayah kerja Puskesmas Singah Mulo, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi terdiri dari 35 ibu yang memiliki bayi berusia 6–12 bulan dari lima desa, dan seluruh populasi dijadikan sampel. Pengumpulan data dilakukan pada 3–5 Agustus 2024 melalui wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square melalui aplikasi SPSS. Hasil menunjukkan bahwa 40,0% ibu memiliki perilaku pencegahan kematian bayi yang baik. Faktor yang berhubungan signifikan meliputi paritas (p=0,001), kunjungan ANC (p=0,001), pengetahuan ibu (p=0,001), dukungan suami (p=0,027), dan peran petugas kesehatan (p=0,009). Kesimpulan menunjukkan bahwa pengetahuan ibu, dukungan suami, dan peran petugas kesehatan merupakan determinan utama dalam upaya pencegahan kematian bayi. Diperlukan intervensi melalui edukasi kesehatan dan penguatan dukungan keluarga serta pelayanan kesehatan untuk menurunkan risiko kematian bayi di wilayah tersebut.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Batoh Kota Banda Aceh Fitriasih, Desi; Ichwansyah, Fahmi; Amin, Fauzi Ali
Jurnal Promotif Preventif Vol 7 No 6 (2024): Desember 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v7i6.1553

Abstract

ISPA merupakan penyakit infeksi akut yang melibatkan organ saluran pernafasan bagian atas dan saluran pernafasan bagian bawah, penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross-sectional. Populasi pada penelitian ini seluruh ibu yang memiliki balita di wilayah kerja Puskesmas Batoh. Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus slovin diperoleh sampel sebanyak 96 responden dan dipilih dengan teknik random sampling secara acak. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian, selanjutnya dilakukan uji statistik dengan uji chi-square menggunakan aplikasi SPSS. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa 65% kejadian ISPA pada balita, 63% pendidikan ibu menengah, 57% pengetahuan ibu kurang baik, 56% anggota keluarga ada merokok, 55% tidak lengkap status imunisasi, 51% tidak ada pemberian ASI-Eksklusif. Dari hasil analisis bivariat didapatkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan ibu (p= 0,000), anggota keluarga merokok (p= 0,000), status imunisasi (p=0,000), pemberian ASI-Eksklusif (p=0,000). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa bahwa ada hubungan antara pengetahuan ibu, anggota keluarga merokok, status imunisasi, pemberian ASI-Eksklusif dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Batoh Kota Banda Aceh Tahun 2024.
DETERMINAN KEJADIAN DIABETES MELLITUS TIPE II PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS INGIN JAYA KECAMATAN INGIN JAYA KABUPATEN ACEH BESAR Rahmi, Zulfina; Amin, Fauzi Ali; Arlianti, Nopa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28102

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah. Penyebab kenaikan gula darah menjadi dasar klasifikasi penyakit diabetes melitus. Diabetes tipe II adalah peningkatan gula darah karena rendahnya gula darah serta insulin rendah dari kelenjar pankreas dengan kandungan glukosa melebihi 200 mm/dl. Metode penelitian  ini adalah kuantitatif yang bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan case control. Populasi pada penelitian ini seluruh lansia yang terdiagnosa diabetes mellitus tipe II dan yang tidak terdiangnosa diabetes tipe II. Tehnik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu total sampling dimana total responden 90 dengan perbandingan 1:1 yang terdiri dari 45 kelompok kasus dan 45 kelompok kontrol dari 5 desa yang terdapat di wilayah kerja puskesmas ingin jaya. Penelitian dilakukan dengan cara wawancara menggunakan kuesioner. Data di analisis secara univariat, bivariat dan multivariat menggunakan uji regresi logistik melalui aplikasi STATA. Hasil penelitian univariat menunjukkan persentase diabetes mellitus kasus dan kontrol memiliki persentase yang sama sebanyak 50%. Hasil penelitian bivariat didapatkan ada hubungan pola makan (p-value 0,000), IMT (p-value 0,000), riwayat keluarga (p-value 0,001) dan kemampuan beraktifitas sehari-hari (p-value 0,004) dengan kejadian diabetes mellitus tipe II pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Ingin Jaya Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar Tahun 2023. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu riwayat keluarga menjadi faktor paling berisiko pada lansia untuk terjadinya diabetes mellitus tipe II di wilayah kerja Puskesmas Ingin Jaya Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING USIA BALITA > 6 -59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKEMAS ULEE KARENG KOTA BANDA ACEH Afni, Nur; Ramadhaniah, Ramadhaniah; Amin, Fauzi Ali
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28745

Abstract

Stunting adalah masalah jumlah nutrisi kronis yang disebabkan oleh asupan nutrisi yang jumlah bagian dalam masa cukup waktu lama yang tidak sependapat dengan kebutuhan nutrisi. Indonesia sempat menempati peringkat kedua tertinggi prevalensi stunting balita se-Asia Tenggara pada tahun 2020 dengan persentase sebesar 31,8 persen. Dan provinsi aceh, SSGI 2022 terdapat 5 kabupaten dengan angka stunting tertinggi yaitu kota Subulussalam (47,9%), sedangkan Kota Banda Aceh menempati urutan ke 13 angka stunting di kabupaten/kota di Aceh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan akses pelayanan kesehatan antenatal care pengetahuan ibu dukungan keluarga dengan kejadian stunting usia balita >6- 59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Ulee Kareng Kota Banda Aceh tahun 2023. Penelitian ini dilakuakan dengan metode Kuantitatif degan desain Case Control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai balita usia 6-59 bulan diwilayah kerja puskesmas Ulee Kareng Kota Banda Aceh tahun 2023 dengan jumlah populasi 1073 ibu yang mempunyai balita.pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Proportional Sampling.Pengumpulan data dilakukan dari tanggal 6 Desember - 3 Januari 2024 menggunakan kuesioner melalui wawancara. Analisis data menggunakan Uji statistic Chi-square dengan program computer SPSS 25. Hasil penelitian berdasarkan analisis univariat menunjukkan responden kasus dan control 50%, akses pelayanan kesehatan mudah 52.5%, antenatal care standar 51.5%, pengetahuan baik 57.5%, dukungan keluarga kurang mendukung 59.5%. hasil analisis bivariate menunjukkan ada hubungan Akses pelayanan Kesehatan ( p=0,034),antenatal Care(p=0,016), Pengetahuan ibu (p=0.032), Dukugan Kleuarga (p= 0.031). Dengan Kejadian Stunting Usia Balita >6-59 bulan diwilayah kerja puskesmas ulee kareng kota banda acwh tahun 2023.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOPELMA DARUSSALAM KOTA BANDA ACEH Ulfa, Lisa Mutia; Ichwansyah, Fahmi; Amin, Fauzi Ali
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31811

Abstract

Anemia adalah kondisi dimana sel darah merah menurun sehingga kapasitas daya angkut oksigen untuk kebutuhan organ-organ vital pada ibu dan janin menjadi berkurang, anemia pada ibu hamil apabila hemoglobin kurang 11 g/dl. Anemia biasa dijumpai dalam kehamilan disebabkan karena dalam kehamilan keperluan akan nutrisi bertambah dan terjadi pula perubahan-perubahan dalam darah dan sumsum tulang. Volume plasma akan bertambah banyak dalam kehamilan, namun bertambahnya sel-sel darah tidak sebanyak bertambahnya jumlah plasma, sehingga menyebabkan terjadinya pengenceran darah dengan perbandingan plasma 30%, sel darah 18% dan hemoglobin 19%. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan dengan anemia pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Kopelma Darussalam Kota Banda Aceh Tahun 2023. Penelitian ini bersifat analitik dengan desain penelitian cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner dan pemeriksaan kadar hemoglobin ibu hamil. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil sebanyak 79 orang dengan teknik pengambilan sampel yaitu Proportional Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 5-24 Juli 2023, uji statistik yang digunakan yaitu uji Chi-Square. Hasil Penelitian memperlihatkan bahwa responden responden yang tidak anemia sebanyak 53,2% dan yang anemia hanya sebanyak 46,8%, hasil uji statistik diketahui ada hubungan pendapatan (p value 0,005), pengetahuan (p value 0,001), konsumsi tablet Fe (p value 0,001), status gizi (p value 0,001) dan antenatal care (p value 0,003) dengan anemia pada ibu hamil dan tidak ada hubungan penyakit infeksi dengan anemia (p value 0,579). Kesimpulan: Ada hubungan pendapatan, pengetahua, konsumsi tablet Fe, status gizi dan antenatal care dengan anemia pada ibu hamil dan tidak ada hubungan penyakit infeksi dengan anemia pada ibu hamil.
DETERMINAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA > 6-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUTA BARO KABUPATEN ACEH BESAR Adzkia, Nazratul; Ramadhaniah, Ramadhaniah; Amin, Fauzi Ali
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37443

Abstract

Pada tahun 2020, balita yang mengalami stunting didunia sebanyak 22% atau sebanyak 149,2 juta jiwa, di Afrika dan 55% di Asia. Di Asia Selatan mengalami kejadian perbandingan sebesar 58,7% dan di Asia Tenggara 14,9%. Indonesia salah satu negeri yang berkembang dengan kasus angka stunting yang tertinggi dan pada tahun 2023 Puskesmas Kuta Baro dengan jumlah 123 Total balita stunting dari 570 balita dengan presentase 26,2%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Determinan kejadian stunting pada balita >6-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar tahun 2024. Metode penelitian deskriptik analitik dengan desain penelitian cros sectional . Populasi penelitian ini adalah 2.338 balita.. Pengambilan Sampel berdasarkan 106 orang dengan menggunakan teknik teknik random sampling.. Pengumpulan data dilakukan selama 12 hari dari tanggal 3 s/d 15 juni 2024 Menggunakan kuesioner melalui wawancara. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stunting yang sangat pendek 24.5%, yang cukup asupan sebesar 41.5% Asi Eksklusif sebesar 36.8%, BBLR sebesar 60.4%, dan ekonomi keluarga tidak cukup sebesar 55.7%. Hasil uji chi-square diperoleh bahwa ada hubungan asupan dengan stunting (p=0,005) Asi eksklusif (p=0,002), BBL (p=0,028) dan ekonomi keluarga (p=0,041). Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan empat Variabel memiliki hubungan dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar.
Determinan Kejadian Stunting Pada Balita di Puskesmas Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar Mustika, Muhammad Fiqram; Ramadhaniah, Ramadhaniah; Amin, Fauzi Ali
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3322

Abstract

Stunting merupakan masalah yang masih dihadapi oleh dunia terutama pada negara miskin dan berkembang. Kabupaten Aceh Besar pada tahun 2020 sebesar 40% yang artinya prevalensi stunting di kabupaten Aceh Besar melebihi prevelensi Stunting di Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor risiko penyebab terjadinya Stunting pada balita usia >6 - 59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Darul Imarah Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar Tahun 2022. Jenis penelian deskriptik analitik dengan desain penelitian case control. Populasi penelitian ini adalah balita. Sampel terdiri dari 100 balita stunting dan 100 balita tidak stunting. Pengumpulan data dilakukan bulan Juli s/d Agustus 2022. Data dianalisis dengan menggunakan uji ChiSquare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asupan lemak cukup 57.1%, tidak diberikan kolostrum 59.7%, tidak asi eksklusif 57.1%. Hasil uji chi-square diperoleh bahwa ada hubungan kolostrum (p=0,000 dan OR=4,448), ASI eksklusif (p=0,024 dan OR=1,831) dengan stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas DarulImarah tahun 2022.Kata Kunci: Stunting, Balita, Kolostrum, ASI, LemakStunting is a problem that is still being faced by the world, especially in poor and developing countries. In 2016 stunting cases in Aceh were 26.4%, and increased in 2017 to 35.7%. In Aceh Besar District in 2020 the prevalence of stunting is 40%, which means that the prevalence of stunting in Aceh Besar district exceeds the prevalence of stunting in Indonesia. The purpose of this study was to determine the risk factors for stunting in toddlers aged > 6 - 59 months in the Darul Imarah Health Center Work Area, Darul Imarah District, Aceh Besar District in 2022. This type of analytic descriptive study was a case control research design. The population of this study were toddlers in the working area of the Darul Imarah Health Center. The sample consisted of a case sample of 100 respondents and a control sample of 100 respondents. Data collection was carried out from July to August 2022. Data were analyzed using the ChiSquare test. The results showed that toddlers who had sufficient fat intake were 57.1% (p=0.034 and OR=0.545), and toddlers who were not given colostrum were 59.7% while toddlers who do not receive exclusive breastfeeding by 57.1%. The results of the chi-square test showed that there was a relationship between colostrum and stunting (p=0.000 and OR=4.448). And exclusive breastfeeding (p=0.024 and OR=1.831). Based on the research conducted, it can be concluded that two variables have a relationship with stunting in toddlers in the working area of the Darul Imarah Health Center in 2022. It is hoped that the head of the Darul Imarah Health Center, Darul Imarah District, Aceh Besar District, will further improve relations with the community, one of which is by conducting routine health education to the community so that it will increase parents' knowledge of the causes of stunting in children.Keywords: Stunting, Toddlers, Colostrum, ASI, Fat