Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

HUBUNGAN INISIASI MENYUSUI DINI (IMD), ASI EKSKLUSIF, ANTENATAL CARE (ANC) TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI PUSKESMAS MEURAH DUA KECAMATAN MEURAH DUA KABUPATEN PIDIE JAYA Yani, Ninda; Ramadhaniah, Ramadhaniah; Aramico, Basri
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i1.11431

Abstract

Abstrak: Hubungan Inisiasi Menyusui Dini (IMD), Asi Eksklusif, Antenatal Care (ANC) Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita Di Puskesmas Meurah Dua Kecamatan Meurah Dua Kabupaten Pidie Jaya. Stunting merupakan masalah yang masih dihadapi oleh dunia terutama pada negara miskin dan berkembang. Pada tahun 2016 kasus stunting di Aceh adalah 26,4%, dan meningkat pada tahun 2017 menjadi 35,7%. Berdasarkan laporan PSG dapat diketahui bahwa prevalensi kasus stunting di wilayah kerja Puskesmas Meurah Dua pada tahun 2021 adalah 33%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan Inisiasi Menyusui Dini (IMD), pemberian ASI eksklusif dan Antenatal Care (ANC) terhadap kejadian stunting pada balita usia > 6-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Meurah Dua Kecamatan Meurah Dua Kabupaten Pidie Jaya Tahun 2022. Metode penelitian deskriptik analitik dengan desain penelitian case control. Populasi penelitian ini adalah stunting dan Bukan stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas meurah dua. Sampel terdiri dari sampel kasus berjumlah 100 responden dan sampel kontrol berjumlah 100 responden. Pengumpulan data dilakukan 19 Juli sampai dengan 29 juli 2022. Data dianalisis dengan menggunakan uji Chi-Square dengan derajat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa balita yang IMD salah sebesar 54.5%, tidak ASI Eksklusif sebesar 49.5%, dan yang ANC tidak sesuai standar sebesar 49.5%. Hasil uji chi-square diperoleh bahwa ada hubungan IMD dengan Stunting pada balita (p=0,011 dan OR=1,999), asi eksklusif (p=0,012 dan OR=1,987), dan ANC (p=0,045 dan OR=1,687). Inisiasi Menyusui Dini (IMD), Pemberian ASI Eksklusif dan Antenatal Care(ANC) memiliki hubungan dengan stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Meurah Dua. Diharapkan kepada kepala Puskesmas Meurah Dua Pidie Jaya agar lebih meningkatkan hubungan dengan masyarakat salah satunya dengan cara melakukan penyuluhan kesehatan yang rutin kepada masyarakat sehingga akan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang terjadinya Stunting pada anak. 
DETERMINAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA USIA 0-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LAMPASEH PUTRI, SALSABILA; RAMADHANIAH, RAMADHANIAH; WARDIATI, WARDIATI
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Tingginya angka morbiditas dan mortalitas bayi sering terjadi diakibakan kejadian diare. Di dunia 443.832 balita mati setiap tahun akibat diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor kejadian diare pada balita usia 0-59 bulan di Puskemas Lampaseh Kota Banda Aceh.Metode: Penelitian ini merupakan deskriptif analitik dengan desain cross-sectional. Penelitian ini melibatkan 958 ibu balita secara keseluruhan, dan 91 dari mereka adalah sampel yang ditentukam menggunakan metode proposional random sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dari tanggal 4 hingga 15 Januari 2024. Analisi dengan uji chi-square dan aplikasi SPSS. Hasil studi menampilkan kejadian diare sebesar 58,2%, perilaku cuci tangan dengan sabun yang baik sebesar 72,5%, saluran pembuangan limbah kurang baik sebesar 75,8%, sarana pembuangan sampah yang baik sebesar 93,4%, sanitasi makanan yang baik sebesar 95,6%.Hasil: Uji perilaku mencuci tangan pakai sabun (p-value: 0,008), saluran pembuangan air limbah (p-value: 0,008), sarana pembuangan sampah (p-value: 0,034) dan sanitasi makanan (p-value: 0,110). Kesimpulan : Diperoleh determinan kejadian diare ada hubungan dengan perilaku mencuci tangan pakai sabun, saluran pembuangan air limbah, sarana pembuangan sampah hanya satu tidak berhubungan yaitu sanitasi makanan. Diharapkan kepada ibu yang memiliki balita untuk menerapkan perilaku hidup bersih dengan salalu mencuci tangan pakai sabun sebelum dan setelah memagang sesuatu, serta menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah penularan diare pada balita.
DETERMINAN STUNTING PADA BALITA DI KECAMATAN BAITURRAHMAN KOTA BANDA ACEH Nazila, Siska; Ramadhaniah, Ramadhaniah; Aramico, Basri
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 2 (2024): November 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i2.2897

Abstract

Stunting atau disebut juga dengan kerdil adalah keadaan dimana tinggi badan anak tidak sesuai dengan usianya dikarenakan kekurangan asupan gizi pada saat didalam kandungan dan awal kehidupan. Beberapa kajian menunjukkan bahwa stunting dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan stunting pada balita di Kecamatan Baiturrahman Kota Banda Aceh. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah balita yang berumur 0-59 bulan di Kecamatan Baiturrahman Kota Banda Aceh Bulan Juni 2023 yaitu 277 balita, dengan jumlah sampel 74 orang. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan pelayanan kesehatan (p=0,015), kunjungan ANC (p=0,017), pemberian ASI Eksklusif (p=0,004), IMD (p=0,005), dan berat badan lahir (p=0,000) dengan kejadian stunting di Kecamatan Baiturrahman Kota Banda Aceh. Kesimpulan bahwa pelayanan kesehatan, kunjungan, pemberian ASI Eksklusif, IMD dan berat badan lahir menjadi faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting di Kecamatan Baiturrahman Kota Banda Aceh. Diharapkan kepada petugas diharapkan dapat menjadi masukan bagi petugas di puskesmas dalam meningkatkan pelayanan kesehatan terutama upaya preventif dan kuratif untuk peningkatan kesehatan balita, peningkatan gizi pada balita serta memberikan pengobatan balita yang mengalami sakit sehingga terhindar dari stunting.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Status Gizi Pada Mahasiswa/I Universitas Muhammadiyah Aceh Azizah, Cut Nur; Amin, Fauzi Ali; Ramadhaniah, Ramadhaniah
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 2 (2024): November 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i2.2854

Abstract

Pada dasarnya, keberhasilan akademik dan kesejahteraan mahasiswa/i di universitas tidak hanya dipengaruhi oleh prestasi akademik semata, tetapi juga oleh kesehatan fisik dan mental mereka. Salah satu aspek penting dari kesejahteraan ini adalah status gizi. Status gizi yang baik sangat penting bagi mahasiswa/i karena dapat mempengaruhi tingkat energi, konsentrasi, dan produktivitas mereka dalam menjalani aktivitas akademik dan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian status gizi pada mahasiswa/i di Universitas Muhammadiyah Aceh.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross- sectional. Jumlah populasi 3.559 mahasiswa/i. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling berjumlah 97 mahasiswa/i. Penelitian ini dilakukan selama 9 hari dimulai tanggal 11 s/d 19 Mei 2024 di Universitas Muhammadiyah Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status gizi lebih pada mahasiswa sebesar 39,2%, faktor keturunan bersiko 54,6%, tingkat uang saku cukup 52,6%, jarang konsumi fast food 51,5%, aktivitas fisik sangat aktif 51,5%, durasi tidur kurang 54,6%, terpengaruh iklan makanan 54,6%. Ada hubungan antara faktor keturunan (p-value= 0,031), uang saku (p-value= 0,000), konsumsi fast food (p- value= 0,033), aktivitas fisik (p-value= 0,015), durasi tidur (p-value= 0,001), dan iklan makanan (p-value= 0,026), dengan status gizi pada mahasiswa/i di Universitas Muhammadiyah Aceh. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan faktor keturunan, uang saku, fast food, aktivitas fisik, durasi tidur, iklan makan dengan kejadiaan status gizi pada mahasiswa/i di Universitas Muhammadiyah Aceh.
SNACK FOOD CONSUMPTION BEHAVIOR AMONG STUDENTS OF SDN 51 JAYA BARU BANDA ACEH Nuraini, Aruna; Laweung, Ibrahim; Ramadhaniah, Ramadhaniah
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 10, No 2 (2024): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v10i2.2357

Abstract

Background: Elementary school students are prone to consuming snacks due to the variety of options available at school. Although common, there is limited research examining the factors influencing snack consumption behavior among children in Banda Aceh. Objective to identify factors associated with snack consumption behavior among students at SDN 51 Jaya Baru, Banda Aceh City. Method: This study used a descriptive-analytic design with a cross-sectional approach. A total of 69 students were selected through total sampling. Data were analyzed using the chi-square test with STATA 13 software. Result: Significant relationships were found between snack consumption behavior and knowledge (p0.013), peer influence (p=0.003), advertising (p=0.025), and the habit of bringing lunch (p=0.037). No significant relationship was found with pocket money (p=0.168). Recommendation: Schools are encouraged to collaborate with health workers to provide education on the risks of unhealthy snack consumption.
INTERVENTION OF THE HEALTHY LIVING COMMUNITY MOVEMENT (GERMAS) ON THE ELDERLY AT UPTD RUMOH SEUJAHTERA GEUNASEH SAYANG ULEE KARENG DISTRICT, BANDA ACEH CITY Saputra, Fitra Jaya; Basri, Suzanna Hasan; Ramadhaniah, Ramadhaniah; Zakaria, Radhiah
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 11, No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v11i1.2384

Abstract

Background: The Healthy Living Community Movement (GERMAS) is one of the efforts to increase the awareness, willingness, and ability of every individual, especially the elderly, to live a healthy life to improve the highest degree of public health. This study aims to see the difference in the knowledge of Germas before and after intervention in the elderly at UPTD Rumoh Seujahtera Geunaseh Sayang Ulee Kareng District, Banda Aceh in 2019. Method: This research was carried out using a descriptive analytical method with an Experimental Quasi (pseudo) design. The population in this study is the elderly who live in UPTD Rumoh Seujahtera Geunaseh Sayang, Ulee Kareng District, Banda Aceh City. The respondents in this study were 37 elderly people. Data collection was carried out for 3 days from 24 to 26 January 2019 using a guided interview. Data analysis was conducted using a paired sample test with the SPSS 16.0 program. Result: The results of the study showed that there were differences before and after the counselling intervention on Germas in the elderly at UPTD Rumoh Seujahtera Geunaseh Sayang Ulee Kareng District, Banda Aceh City in 2019 with a p value of 0.006. There were differences in knowledge about Physical Activity (p value 0.000), early detection of disease (p value 0.037), and healthy and nutritious food (p value 0.037) before and after the intervention. Recommendation: It is expected that parties related to the management of UPTD Rumoh Seujahtera Geunaseh Sayang Ulee Kareng District, Banda Aceh will be able to ensure that counselling and coaching activities about the importance of the Healthy Living Community Movement for the Elderly are carried out routinely at least 1-3 times a month.
THE EXPLANATION AND WORKSHOP ON WASTE MANAGEMENT OF HOUSEHOLD IN KUEH VILLAGE LHOKNGA DISTRICT Septiani, Riza; Adamy, Aulina; Ramadhaniah, Ramadhaniah
ABDIMU: Jurnal Pengabdian Muhammadiyah Vol 1, No 1
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/abdimu.v1i1, Juni.1075

Abstract

Improvement of awareness and participation of the community regarding waste management is carried out through efforts in increasing knowledge, facilitating and enabling community to manage waste independently. Therefore, the community will be empowered in building a healthy and sustainable environment. Community service activities was implemented in February 2020 including health education regarding waste management and workshop related to waste sorting practices as well as composting activity using organic waste/household waste and reprocess waste from used plastic bags. The activities was carried out in Meeting Hall, Kueh Village, Lhoknga District, Aceh Besar. Majority of participants are housewives and young adult women in Kueh Village. The main content of activities is waste management that are applicable at community level or in household settings, thus these activities increase community awareness about environmental health problems and empowering them to manage organic waste into compost and reuse plastic bags by reprocessing them into varied goods. Keywords: waste management, organic waste, environmental health, community empowerment, reduce reuse recycle (3R)
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian ASI Eksklusif Pada Ibu Menikah Dini di Wilayah Kerja Puskesmas Kluet Timur Aceh Selatan Zammi, Milyan Badrul; Amin, Fauzi Ali; Ramadhaniah, Ramadhaniah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.3785

Abstract

ASI adalah sumber makanan paling sempurna untuk bayi karena memiliki kandungan berbagai zat dan antibodi yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh selatan tahun 2019 jumlah bayi usia 6 bulan diberikan ASI eksklusif sebanyak 1.416 pada tahun 2020 meningkat menjadi 2.306 dan pada tahun 2021 yang berikan ASI eksklusif menurun menjadi 1.118. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian asi eksklusif pada ibu menikah dini di wilayah kerja Puskesmas Kluet Timur Aceh Selatan tahun 2023. Metode penelitian deskriptik analitik dengan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian ini adalah ibu usia remaja di wilayah kerja Puskesmas kluet timur Aceh Selatan total populasi 31. Sampel berjumlah 31 responden. Pengumpulan data dilakukan 13 s/d 19 Juni 2023. Data dianalisis dengan menggunakan uji Chi-Square dengan derajat kemaknaan 0,05. Berdasarkan hasil analisis univariat variabel pemberian Asi eksklusif 54.8% yang tidak pemberian Asi 45.2%, dukungan tenga Kesehatan dengan kategori mendukung 58.1%,  dan kategori tidak mendukung 41.9%, dukungan suami kategori baik 61.3% dan kurang baik 38.7%, sedangkan pengetahuan kategori baik 58.1% dan kurang baik 41.9%. Dibandingkan dengan hasil analisis bivariat variabel dukungan tenaga Kesehatan memiliki nilai p-value 0,027, dukungan suami nilai p-value 0.011, dan pengetahuan memiliki nilai p-value 0,004 yang berarti  memiliki hubungan yang signifikan terhadap pemberian Asi eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Kluet Timur Kabupaten Aceh Selatan. Oleh karena ini perlu meningkatkan Kerjasama Puskesmas dalam pengawasan untuk meningkatkan program ASI eksklusif.Kata Kunci :Pemberian Asi Eksklusif, Dukungan Tenaga Kesehatan, Dukungan Suami, Dan PengetahuanBreast milk is the most perfect food source for babies because it contains various substances and antibodies that are important for the baby's growth and development. Data from the South Aceh District Health Service in 2019, the number of 6 month old babies given exclusive breast milk was 1,416, in 2020 it increased to 2,306 and in 2021 those given exclusive breast milk decreased to 1,118. The aim of this research is to determine the factors associated with providing exclusive breastfeeding to early married mothers in the Kluet Timur Health Center working area, South Aceh in 2023. Analytical descriptive research method with a cross sectional research design. The population of this study was teenage mothers in the working area of the East Kluet Community Health Center, South Aceh. The total population was 31. The sample consisted of 31 respondents. Data collection was carried out from 13 to 19 June 2023. Data was analyzed using the Chi-Square test with a significance level of 0.05. Based on the results of univariate analysis, the variable providing exclusive breastfeeding was 54.8%, 45.2% was not providing breast milk, health support was in the supporting category 58.1%, and the unsupportive category was 41.9%, husband's support was in the good category 61.3% and not so good 38.7%, while knowledge in the good category was 58.1 % and less good 41.9%. Compared with the results of the bivariate analysis, the health worker support variable has a p-value of 0.027, husband's support has a p-value of 0.011, and knowledge has a p-value of 0.004, which means it has a significant relationship with providing exclusive breastfeeding in the Kluet Timur Health Center Working Area, Aceh Regency. South. Because of this, it is necessary to increase Community Health Center collaboration in supervision to improve exclusive breastfeeding programs.Keywords: Exclusive breastfeeding, support from health workers, husband's support, and knowledge
Analisis Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Puskesmas Pante Bidari Aceh Timur Suriadi, Annisa; Ramadhaniah, Ramadhaniah; Andria, Dedi
Jurnal Promotif Preventif Vol 7 No 2 (2024): April 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v7i2.1190

Abstract

Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) adalah instrumen yang mencegah terjadinya kecelakaan kerja yang berguna untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja sehingga tempat kerja menjadi aman dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja di Puskesmas Pante Bidari Aceh Timur berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No 52 Tahun 2018. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilaksanakan di Puskesmas Pante Bidari. Penelitian dilakukan secara langsung dengan menggunakan lembar pertanyaan (panduan wawancara), Focus Group Discussion (FGD) dan lembar observasi yang disediakan oleh peneliti. Informan dalam penelitian ini terdiri dari 9 orang. Informan yang dipilih adalah orang yang bisa dan memiliki kredibilitas dalam menjelaskan situasi atau realitas yang relevan dengan penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Kesesuaian Kebijakan K3 di puskesmas menunjukkan bahwa kebijakan diadaptasi secara konsisten sesuai dengan Peraturan Kementerian No. 52 Tahun 2018 yang berlaku dengan menunjukkan komitmennya dalam menjaga lingkungan kerja agar tetap aman dengan tersedianya dokumen terkait rencana K3 di puskesmas; (2) Perencanaan K3 di puskesmas tidak sepenuhnya sesuai dengan Peraturan Kementerian Kesehatan No. 52 Tahun 2018; (3) Pelaksanaan K3 di puskesmas telah diterapkan di Puskesmas Pantee Bidari; (4) Pemantauan dan evaluasi kinerja pekerja telah diimplementasikan secara rutin; (5) Peninjauan dan peningkatan kinerja K3 di puskesmas menunjukkan bahwa telah diterapkan sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Peraturan Kementerian No. 52 Tahun 2018.
Analisis Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Lampaseh Handayani, Sri Uli; Ramadhaniah, Ramadhaniah; Hasnur, Hanifah
Jurnal Promotif Preventif Vol 7 No 4 (2024): Agustus 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v7i4.1343

Abstract

Stunting adalah kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika di bandingkan dengan balita normal pada umumnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap kejadian stunting pada balita di wilayah Puskesmas Lampaseh. Penelitian observasional analitik dengan desain case control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita yang mengalami stunting berusia 0-59 bulan sebanyak 100 balita tahun 2023. Karena penelitian case control maka sampel dalam penelitian ini menggunakan perbandingan 1:1, maka jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 200 orang terdiri dari 100 balita yang mengalami stunting sebagai kasus (case) dan sebanyak 100 balita yang tidak mengalami stunting sebagai control (control). Pengambilan sampel pada kelompok kontrol dilakukan secara propotional sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Hasil diperoleh pengetahuan ibu rendah sebesar 34,5%, kesehatan lingkungan tidak baik sebesar 24%, pola asuh keluarga tidak baik sebesar 50%, dan variabel pendapatan suami kurang sebesar 44,5%. Hasil analisis bivariat didapatkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan ibu (p value 0,001), kesehatan lingkungan (p value 0,000), pola asuh keluarga (p-value=0,001), dan pendapatan suami (p-value=0,000), kondisi hunian (p-value=0,000), dengan kejadianstunting pada balita. Kesimpulan penelitian dari analisa multivariat diperoleh variabel pendapatan suami (p-value 0,001; OR= 32; 95%CI: 930 - 183) adalah faktor paling berhubungan dengan stunting.