Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Perencanaan Drainase di Wilayah Permukiman untuk Penyelesaian Masalah Banjir Apriliani, Rizki Astri; Asid, Nurul Jannah; Susilo, Yunus; Alina, Aldea Noor; Nurcahyo, Ardi
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v8i1.4108

Abstract

ABSTRACTUrban population density is increasing, causing significan problems. Population growth has an impact on demand for land and reduced water catchment areas. RW 08, which is in Wonorejo Village, Surabaya City, is developing into a dense residential area. Nearly all of the built-up settlements are buildings and leave no space for open land as absorption areas. Apart from these conditions, the construction carried out by the community does not follow the rules for a minimum distance of 0.5m between the yard fence and the outer edge of the channel. Not all houses have drainage channels because the development of the RW 08 area is not a well-organized housing complex, so awareness of the drainage channels for each house is different. The current condition of the drainage channels is also experiencing sedimentation and some have been damaged and require repair. The different dimensions of the channels also make the drainage flow into the river not smooth. Based on these problems, it is necessary to make efforts to prevent the recurrence of flooding with good drainage planning. The drainage planning stages consist of surveying existing drainage conditions as primary data, calculating and modeling rainfall data based on secondary data, hydrological analysis, and finally hydraulic analysis which will later be used in technical planning of drainage channels and dimensions. Keywords: Settlements, Drainage, Hydrology, Hydraulics ABSTRAKKepadatan masyarakat perkotaan semakin meningkat, mengakibatkan kesulitan yang signifikan. Pertambahan penduduk berdampak pada permintaan akan lahan dan berkurangnya daerah resapan air. RW 08 yang berada di Kelurahan Wonorejo Kota Surabaya berkembang menjadi kawasan pemukiman yang pesat. Pemukiman yang terbangun hampir keseluruhan berupa bangunan dan tidak menyisakan ruang untuk lahan terbuka sebagai area resapan. Selain kondisi tersebut, pembangunan yang dilakukan masyarakat tidak mengikuti aturan jarak pagar pekarangan dengan tepi luar saluran minimal 0,5m. Tidak semua rumah memiliki saluran drainase dikarenakan perkembangan wilayah RW 08 bukan merupakan perumahan yang terorganisir dengan baik, sehingga kesadaran akan membuat saluran drainase dari setiap rumah berbeda beda. Kondisi saluran drainase yang ada pada saat ini  juga ada yang mengalamii sedimentasi dan beberapa telah mengalami kerusakan sehingga memerlukan perbaikan. Dimensi dari saluran yang berbeda juga membuat tidak lancarnya aliran drainase menuju sungai. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka perlu adanya upaya yang mampu mencegah terjadinya pengulangan banjir dengan perencanaan drainase yang baik. Tahapan perencanaan drainase terdiri dari survei kondisi drainase eksisting sebagai data primer, perhitungan dan pemodelan data curah hujan berdasarkan data sekunder, analisa hidrologi, dan yang terakhir adalah analisa hidrolika yang nantinya akan digunakan dalam teknis perencanaan saluran dan dimensi drainase. Kata Kunci: Permukiman, Drainase, Hidrologi, Hidrolika
Rencana Penyusunan Infrastruktur Desa Wisata Budaya Tlemang Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan Kuncaravita, Sekar Ayu; Asid, Nurul Jannah; Apriliani, Rizki Astri; Abiarto, Wisnu; Aryanta, Moch. edra Aurick
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 8 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v8i2.4475

Abstract

ABSTRACTLocal cultural tourism village is a tourism concept that aims to promote and preserve local culture in the region. Villages that have potential have the potential to be developed into local cultural tourism villages or can be developed into educational tourism. One area that has the potential to be developed into an educational tourism village with the potential to preserve local culture is Tlemang Village, Ngimbang Sub-district, Lamongan Regency. Tlemang Village is one of the villages in Lamongan Regency that has a cultural heritage tradition commonly called Nyanggring. However, the unique history and traditions owned by Tlemang Village have not been recognized by the public, and there has been no development towards a cultural tourism village. Seeing these problems, the community service team is interested in helping in making an infrastructure development plan based on the uniqueness of traditions and tourism potential in Tlemang Village to be developed into a Local Cultural Tourism Village in Lamongan Regency. The methods used in this community service activity are Participatory Rural Appraisal (PRA) and Focus Group Discussion (FGD). The results of this community service activity are the development strategy of Tlemang Village, including the arrangement of plantations, marketing of MSME products, supporting building criteria, village branding, area landscape, and tourist packages contained in the Master Plan.Keywords: Plan, Infrastructure, Village, Tourism, Culture. ABSTRAKDesa wisata budaya lokal merupakan konsep pariwisata yang bertujuan untuk mempromosikan dan melestarikan budaya lokal di daerah. Desa yang yang memiliki potensi, berpotensi untuk dikembangkan menjadi desa wisata budaya lokal atau dapat dikembangkan menjadi edukasi wisata. Salah satu daerah yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi desa wisata edukasi dengan potensi pelestarian budaya lokal adalah Desa Tlemang Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan. Desa Tlemang merupakan salah satu desa yang ada di Kabupaten Lamongan yang memiliki peninggalan budaya tradisi yang biasa disebut Nyanggring. Namun, sejarah dan tradisi unik yang dimiliki oleh Desa Tlemang belum dikenal oleh khalayak dan belum serta belum adanya pengembangan menuju desa wisata budaya. Melihat permasalahan tersebut, tim pengabdian kepada masyarakat tertarik untuk membantu dalam pembuatan rencana pengembangan infrastruktur yang berdasarkan keunikan tradisi dan potensi wisata  yang ada di Desa Tlemang untuk dapat dikembangkan menjadi Desa Wisata Budaya Lokal di Kabupaten Lamongan. Adapun metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) dan  Focus Grup Discussion (FGD). Adapun hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah tersusunnya strategi pengembangan Desa Tlemang di antaranya adalah penataan perkebunan, pemasaran produk UMKM, kriteria bangunan pendukung, branding desa, landscape kawasan, dan tourist package yang tertuang dalam Master Plan.Kata Kunci: Rencana, Infrastruktur, Desa, Wisata, Budaya.
ENHANCING ADOLESCENT ROAD SAFETY THROUGH BEHAVIORAL THEORY AND DRIVING SIMULATION: PENINGKATAN KESELAMATAN BERLALU LINTAS REMAJA DENGAN PENDEKATAN TEORI PERILAKU DAN SIMULASI MENGEMUDI Leinia, Audinda Virsa; Asid, Nurul Jannah; Amini, Iqlima Nuril; Dlauissama; Rachma, Siti Talitha; Putra, Alwan Gangsar Brillian; Loekito, Irfan Prasetyo; Arthaningtyas, Desy Ratna
Darmabakti Cendekia: Journal of Community Service and Engagements Vol. 7 No. 2 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : Faculty of Vocational Studies, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/dc.V7.I2.2025.166-172

Abstract

Background: Indonesia experiences extremely high traffic accident rates, with motorcyclists and young drivers disproportionately affected due to prevalent human factors, insufficient safety education, and peer-influenced risky behaviors. Objective: In response, this community service initiative integrates comprehensive theoretical instruction with driving simulations to enhance road safety awareness and improve cognitive driving behaviors among adolescent students, specifically those at Sekolah Indonesia Kuala Lumpur. Method: This community service initiative employed a methodology that integrated theoretical instruction based on the Theory of Planned Behavior with virtual driving simulations, assessing its impact on adolescent drivers' road safety awareness through pre- and post-tests and participant satisfaction surveys. Results: The combined theoretical and simulation-based intervention was highly effective in enhancing adolescent drivers' perception of safety, as evidenced by a 32%, 32%, and 33% increase in their correct answer rates for Attitude, Subjective Norms, and Perceived Behavioral Control, respectively. Conclusion: The combined theoretical and simulation based intervention effectively improved road safety attitudes, subjective norms, and perceived behavioral control among young, inexperienced male high school drivers with a history of incidents, consequently promoting cognitive and attitudinal shifts toward safer road behavior.