Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Asuhan Kebidanan Postpartum pada Ny. R dengan Nyeri Luka Perineum Iffah Zahirah A; Hardianti Saputri, Linda; Husnah, Nurul
Window of Midwifery Journal Vol. 5 No. 1 (Juni, 2024)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wom.vi.1635

Abstract

Masa nifas adalah masa setelah melahirkan dimulai lahirnya bayi, plasenta dan selaputnya yang membutuhkan waktu pemulihan selama kurang lebih 6 minggu. Terjadinya robekan perineum disebabkan oleh proses persalinan ketika bayi lahir secara spontan dengan alat atau tindakan. Menurut data World Health Organization terdapat 2,9 juta kasus robekan perineum pada ibu melahirkan dan diperkirakan akan meningkat menjadi 6,8 juta di tahun 2050. Di Indonesia 75 persen dari 100.000 wanita yang melahirkan yaitu 75.000 wanita mengalami robekan perineum. Berdasarkan data yang diperoleh dari RSIA Masyita Makassar pada bulan Januari sampai Desember 2022 jumlah keseluruhan ibu nifas yang melahirkan normal sebanyak 623 orang tidak disertai rupture 230 orang dan disertai rupture 393 orang. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah memberikan asuhan kebidanan postpartum pada Ny. R dengan nyeri luka perineum menggunakan manajemen kebidanan sesuai wewenang bidan. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dan menggunakan metode kasus 7 langkah Varney yang didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Adapun hasil dari penelitian ini  tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan studi kasus yang diperoleh dari lahan praktek dan studi kasus Ny. R dengan nyeri luka perineum di RSIA Masyita Makassar.
Penerapan Manajemen Stres dan Peningkatan Keterampilan Pada Wanita Usia Produktif Suhermi, Suhermi; Ramli, Rahmawati; Saputri, Linda Hardianti
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 4 NOMOR 1 TAHUN 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v4i1.4637

Abstract

Manajemen stres adalah kemampuan penggunaan sumber daya (manusia) secara efektif untuk mengatasi gangguan atau kekacauan mental dan emosional yang muncul karena tanggapan (respon). Tujuan dari manajemen stres itu sendiri adalah untuk memperbaiki kualitas hidup individu itu agar menjadi lebih baik. Wanita usia produktif berpotensi mengalami stres akademik, stres kerja dan stres dalam keluarga. Stres dalam keluarga merupakan akumulasi dari dua jenis stres, yaitu stres akademik dan stres kerja. Seorang ibu rumah tangga harus melakukan semua aktivitas rumah tangga dan mendampingi anak belajar di rumah hal ini semakin memperkuat potensi terjadinya stres, ataupun ibu bekerja dengan pekerjaan kantor dan pekerjaan rumah serta pendampingan anak untuk belajar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat stres yang dialami oleh wanita usia produktif dan menerapkan intervensi manajemen stres untuk menurunkan tingkat stres yang dialami. Metode pengabdian yaitu demonstrasi pelaksanaaan manajemen stress dan sharing session terkait stress yang dialami setiap hari. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah : Peningkatan pengetahuan dan keterampilan wanita usia produktif untuk mencapai kesehatan mental yang baik dan mampu mengelola stress dengan tehnik manajemen stress yang diberikan.
Counseling on Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) and Handwashing as the First Step Towards Improving the Quality of Public Health Nurhayati; Akbar, Nurlina; Saputri, Linda Hardianti
Window of Community Dedication Journal Vol. 1 No. 1 (Juni, 2020)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wocd.v1i1.1729

Abstract

PHBS is short for Clean and Healthy Lifestyle. While the understanding of PHBS is all healthbehaviors carried out because of personal awareness so that the family and all members areable to help themselves in the health field and have an active role in community activities..Counseling material delivered about PHBS and how to wash hands on elementary and juniorhigh school students. This activity was carried out at the Elementary School Parang in LannaVillage with lecture, discussion and simulation methods. The results of this activity are studentsunderstanding about clean and healthy living behavior (PHBS) and how to wash hands properly, where students are able to answer questions given after health education and are able to practice independently how to wash hands properly and right. In addition, students participated in the activity enthusiastically so that it was the beginning to improve their patterns and lifestyle to be healthier.
Diversifikasi Produk Udang Tambak: Strategi Cerdas Peningkatan Gizi dengan Protein Hewani Pada Anak SDN 013 Padang Lampe Kecamatan Ma’Rang Kabupaten Pangkep Nurgahayu Nurgahayu; Linda Hardianti Saputri
Svarga Pena : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2024): Desember : Svarga Pena : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/svargapena.v1i4.58

Abstract

Pangkep Regency is a district in South Sulawesi with quite well-known shrimp farming products. The animal protein content in shrimp is very good for children's growth and development and intelligence. Based on an initial survey conducted at the partner location of SDN 013 Padang Lampe, Ma'rang District, Pangkep Regency, it was found that many children did not bring their own supplies from home, they only relied on snacks available around the school. The aim of the service is to increase students' knowledge (i) regarding the dangers of consuming snacks carelessly, the benefits of consuming shrimp for growth and development and brain intelligence. improve students' skills (i) making shrimp meatballs which can be used as healthy and practical school supplies.The activity method is in the form of an educational program, as well as training in making meatballs. UMI FKM lecturers have carried out community service activities funded by the UMI Community Service Institute at SDN 013 Padanglampe, Ma'Rang District, Pangkep Regency on September 11 2024. This activity was attended by class 6 and accompanied by the class teacher. After providing education, there was an increase in students' knowledge (i) regarding the dangers of consuming snacks carelessly and the benefits of consuming shrimp for growth and development and brain intelligence by 86.7%. And student (i) was very enthusiastic about making shrimp meatballs, and really liked the taste of shrimp meatballs.
Analysis of Preventive Behavior of Leucorrhea in Hormonal Injection Contraceptive Users at Rappokalling Health Center, Makassar City Saputri, Linda Hardianti; Alam, Samsu; Husnah, Nurul
Pancasakti Journal Of Public Health Science And Research Vol 5 No 2 (2025): PJPHSR
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Pancasakti, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/pjphsr.v5i2.1868

Abstract

Vaginal discharge is a common reproductive health issue that requires prompt and appropriate management to prevent complications such as pruritus, genital edema, dysuria, and lower abdominal or back pain. This study aimed to examine factors associated with vaginal discharge prevention behavior among injectable hormonal contraceptive users. A cross-sectional analytical design was employed in the Rappokalling Community Health Center area, Makassar, from September to December 2023. A total of 63 respondents met the inclusion criteria and participated in the study. Data were collected using a structured questionnaire measuring four key variables: self-motivation, perceived benefits, interpersonal influence, and commitment to action. Statistical analysis was conducted using SPSS software with chi-square tests to identify associations between these variables and preventive behavior. Findings revealed significant associations between prevention behavior and both self-motivation (p = 0.002) and perceived benefits (p = 0.005). While interpersonal influence (p = 0.078) and commitment to action (p = 0.309) were not statistically significant, their potential behavioral influence remained evident. Women with higher self-motivation and perceived benefits tended to adopt better preventive practices. Additionally, those influenced by supportive interpersonal environments demonstrated stronger prevention behaviors, whereas respondents with lower commitment to action showed weaker engagement in preventive measures. These findings highlight the importance of strengthening intrinsic motivation and perceived benefit to enhance vaginal discharge prevention among injectable contraceptive users.
Manajemen Asuhan Kebidanan Post Sectio Caesarea Hari Kedua pada Ny. M dengan Nyeri Luka Operasi Mullyanti, Mullyanti; Saputri, Linda Hardianti; Akbar, Nurlina; Sundari, Sundari; S, Suryanti
Window of Midwifery Journal Vol. 2 No. 1 (Juni 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wom.vi.410

Abstract

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan tidak ada data pasti untuk wilayah yang memiliki tingkat operasi sesar yang lebih tinggi dari 10-15%, melakukan penelitian pembaruan data, untuk perkiraan yang telah diterbitkan WHO sebelumnya tentang angka operasi sesar di seluruh dunia dan menghitung jumlah tambahan operasi sesar yang akan diperlukan di negara-negara dengan jumlah operasi sesar yang rendah serta jumlah operasi sesar yang berlebihan. Operasi sesar juga berkontribusi terhadap angka kematian sekitar 5,8 per 100.000 persalinan juga angka kesakitan operasi sesar lebih tinggi, yakni sekitar 27,3 per 1.000 persalinan, dibandingkan persalinan normal yang hanya 9 per 1.000 persalinan. Angka kematian ibu pada operasi sesar adalah 40-80/100.000, lebih besar 25 kali dari persalinan normal. Angka kesakitan post Sectio Caesarea kira-kira sebesar 15% dan sekitar 90% disebabkan oleh infeksi, maka perubahan fisiologis yang terjadi sangat jelas yaitu nyeri. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui tingat nyeri luka Operasi Sectio Caesarea yang dirasakan Ny. ”M” di RS Bhayangkara Makasasar tahun 2019. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan metode studi kasus Manajemen Kebidanan yang terdiri dari 7 langkah Varney, yaitu: Pengumpulan data dasar, interpretasi data dasar, diagnosa actual, diagnosa potensial, tindakan segera, rencana asuhan, pelaksanaan asuhan serta mengevaluasi keberhasilannya. Dari kasus Ny”M” yaitu nyeri luka Sectio Caesarea nyeri belum berkurang namun ibu dapat beradaptasi dengan nyeri(nyeri tingkat 6), tidak terdapat tanda-tanda infeksi.Penelitian ini, bidan dapat menerapkan manajemen asuhan kebidanan sesuai dengan prioritas masalah pasien secara menyeluruh sehingga tindakan yang akan dilakukan bidan dapat dipertanggung jawabkan berdasarkan metode ilmiah.
Manajemen Asuhan Kebidanan Antenatal pada Ny. J dengan Hiperemesis Gravidarum Tingkat II Muntia, Wa Ode; Saputri, Linda Hardianti; Karuniawati, Nia; Sundari, Sundari; Husnah, Nurul
Window of Midwifery Journal Vol. 2 No. 2 (Desember, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wom.vi.449

Abstract

Hiperemesis gravidarum adalah komplikasi kehamilan yang ditandai dengan mual dan muntah yang tidak dpat di kendalikan dan terus-menerus sebelum minggu ke-20 kehamilan. Menurut World Health Organization (WHO) jumlah kejadian hiperemesis gravidarum mencapai 12,5 % dari jumlah seluruh kehamilan di dunia dengan angka kejadian yang beragam mulai dari 0,3% di Swedia, 0,5% di California, 0,8% di Canada, 10,8% di China, 0.9% di Norwegia, 2,2% di Pakistan dan 1,9% di Turki, serta di Amerika serikat, prevalensi hiperemesis gravidarum adalah 0,5-2%. Sedangkan angka kejadian hiperemesisis gravidarum di Indonesia adalah mualai dari 1-3% dan seluruh kehamilan. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui tingat hiperemesis gravidarum yang dirasakan Ny”J” di RS Bhayangkara Makasasar tahun 2019. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan metode studi kasus Manajemen Kebidanan yang terdiri dari 7 langkah Varney, yaitu: Pengumpulan Data Dasar, Interpretasi Data Dasar, Diagnosa Potensial, Tindakan Segera, Menyusun Rencana, Melaksanakan Secara Menyeluruh Asuhan Kebidanan serta Mengevaluasi Keberhasilannya. Dari kasus Ny”J” yaitu Hiperemesis Gravidarum Tingkat II belum teratasi namun ibu dapat beradaptasi dengan keadaanya saat ini, tidak terdapat tanda-tanda hiperemesis gravidarum tingkat III. Pada kasus ini, bidan dapat menerapkan manajemen asuhan kebidanan sesuai dengan prioritas masalah pasien secara menyeluruh sehingga tindakan yang akan dilakukan bidan dapat dipertanggung jawabkan berdasarkan metode ilmiah.
Asuhan Kebidanan Intranatal pada Ny. R dengan Persalinan Normal Kala I Fase Aktif Shafira Yuniarty; Nurhayati, Nurhayati; Saputri, Linda Hardianti
Window of Midwifery Journal Vol. 3 No. 1 (Juni, 2022)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wom.vi.457

Abstract

Data Kementrian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2017 terdapat persalinan normal sebanyak 4.840.511 orang, dari data Kesehatan Sulawesi Selatan terdapat persalinan normal sebanyak 170.128 orang, kemudian pada tahun 2018 di Kota Makassar terdapat jumlah persalinan normal sebanyak 122.426 orang dan data dari RSIA Malebu Husada dari Januari hingga April 2021 terdapat persalinan normal sebanyak 118 orang. Penelitian bertujuan untuk melaksanakan manajemen asuhan kebidanan intranatal pada Ny. R dengan persalinan normal kala I fase aktif. Jenis penelitian bersifat deskriptif dengan menggunakan metode studi kasus manajemen kebidanan yang meliputi pengkajian dan analisa data, mengidentifikasi diagnosa atau masalah aktual maupun potensial, mengidentifikasi tindakan segera atau kolaborasi, merencanakan tindakan, melakukan evaluasi serta mendokumentasikan asuhan yang diberikan. Asuhan kebidanan intranatal pada Ny. R dengan persalinan normal kala I fase aktif berlangsung selama 2 jam 30 menit hingga pembukaan 10 cm. Pada pukul 02.38 WITA bayi lahir dengan sehat, setelah 5 menit plasenta lahir lengkap. Selama 2 jam post partum, keadaan umum ibu dan bayi dalam batas normal sampai dipindahkan ke ruang nifas. Dari hasil penelitian bidan dapat menerapkan semua asuhan sesuai dengan prioritas masalah pasien secara menyeluruh sehingga proses persalinan berlangsung dengan normal.
PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU MELALUI KEGIATAN PEMBERIAN MAKANAN SEHAT UNTUK MENINGKATKAN GIZI DAN DAYA TAHAN TUBUH BAYI DAN ANAK DI DESA MARAYOKA KEC. BANGKALA KAB. JENEPONTO Hardianti Saputri, Linda; Masnilawati, Andi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 7 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i7.2430-2436

Abstract

Secara Nasional status gizi anak di berbagai daerah di Indonesia masih menjadi masalah. Ada tidaknya masalah gizi anak disuatu daerah tidak jauh dari kontribusi peranan Kader Posyandu. Setiap orang tua tentu ingin memberikan gizi dan nutrisi terbaik untuk anak balita demi mendukung tumbuh kembangnya. Namun perjalanan dalam pemberian makanan pada si kecil tidak selalu berjalan mulus. Bila kondisi tersebut berlangsung lama, hal ini bisa menimbulkan masalah gizi pada balita. Sebagai langkah awal pencegahan, peningkatan pengetahuan pada ibu dan Kader melalui kegiatan penyuluhan dan pengajaran menyusun makanan yang bergizi. Peran tenaga masyarakat harus mampu mengajak, memotivasi dan memberdayakan masyarakat, mampu melibatkan kerja sama berfokus pada aspek pencegahan, promosi berlandaskan kemitraan. Melalui kegiatan ini maka Kader Posyandu dapat menyediakan makanan bergizi kepada bayi dan anak sehingga pada akhirnya kesadaran yang meningkat ditambah dengan mengetahui cara menyusun makanan yang bergizi, maka bayi dan anak semuanya tumbuh dengan sehat secara mental dan fisik
GERAKAN REMAJA DAN PEMBENTUKAN KADER PEDULI KRR BERSAMA PEMUDA/I KARANG TARUNA DESA KAPITA KEC. BANGKALA KAB. JENEPONTO Nurhayati, Nurhayati; Saputri, Linda Hardianti
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i3.985-989

Abstract

Adolescence is a transitional period between childhood and adulthood and has not yet reached the stage of mental and social maturity so that they have to face conflicting emotional and social pressures. There are so many life events that will occur that will not only determine adult life but also the quality of life of the next generation, thus placing this period as a critical period. As a first step in prevention, increasing adolescent knowledge about reproductive health must be supported by firm communication, information and education (KIE) materials. and youth counseling so that the benefits are closer because they can get information directly through the role of the youth involved in Karang Taruna. In the Activity Process, education was provided through learning videos, the provision of Pocket Books on Reproductive Health and Explanations on Reproductive Health and the formation of Youth Reproductive Health Cadres, which was attended by 21 youth youth groups, both women and men, with the hope that KRR Kapita Village cadres who came from youth and Youth Youth Organizations have the knowledge and skills in providing a good and correct understanding to young people regarding Reproductive Health. Furthermore, after the KRR Cadre was formed, a direct simulation was carried out on the groups that had been formed, there were those who played the role of teenagers who would be given education and there were those who acted as KRR Cadres who conveyed matters related to reproductive health so that the KRR Cadres could understand their role in the future in the village. Capita.