Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI JAMA'AH SHOLAWATAN Syarifuddin Syarifuddin; Samsul Arifin
LISAN AL-HAL: Jurnal Pengembangan Pemikiran dan Kebudayaan Vol. 10 No. 1 (2016): JUNI
Publisher : LP2M Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.296 KB) | DOI: 10.35316/lisanalhal.v10i1.117

Abstract

At-tawazun Counseling: Pesantren Based Best Practices Counselling For Developing a better person.The characteristics of Islam Nusantara (The Islamic Archipelago) which is known as tawasuth, tasamuh, and tawazun can be found in various areas of life as it covers many aspects such as thought, movement and best practices. The characteristics of Islam Nusantara are also seen in the world of psychology and counseling which have been practiced in pesantren by santri (students in pesantren) and clerics. This paper aims to; first to develop a design of psychology and counseling from the texts of classical book (kitab kuning), especially texts of morality and mysticism taught in pesantren. Second, to describe the implementation of best practices related to psychology and counseling in pesantren, especially on the formation of character psychologically so that the students (santri) grow and develop as better persons. Lastly, to understand the traces of Islam Nusantara in boarding schools (pesantren) that becomes best practices in the field of psychology and counseling.The researcher adopted several stages of Mallon (2004: 75-85) that uses quadri-hermeneutics or reflexive methodology in one of his research as this study used qualitative research methods combined with the type of ethnographic hermeneutics. The findings are there are correlations between the quality of scientific prowess and skill (shalahiyyah) and integrity (character strength). Meanwhile, in behavior modification techniques, pesantren realm balance between the physical aspects, giving ta'zir and targhib, student-teacher mutual interaction (counselor-counselee) in the technique of application and other balance values. This at-tawazun construction is in line with the characteristics of the paradigm of thinking, social attitudes, and the context of the existence of Sukorejo Islamic Boarding School.Â
Konseling Sufistik-Narrative Therapy Melalui Literasi Karya K.H.R. As’ad Syamsul Arifin Untuk Mengurangi Social Phobia dalam Moderasi Dakwah Santri Samsul Arifin
Consilium : Berkala Kajian Konseling dan Ilmu Keagamaan Vol 9, No 1 (2022): Januari-June 2022
Publisher : Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37064/consilium.v9i1.11550

Abstract

Tujuan Penelitian: untuk membantu social phobia yang kerap dialami para santri yang akan berhenti belajar di pesantren. Para santri sering cemas memikirkan langkah-langkah dakwah apa yang akan ditempuhnya di tengah-tengah masyarakat kelak.Metode Penelitian: dengan pendekatan konseling sufistik-narrative therapy kepada 20 santri Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo. Tahapannya, menggunakan konseling kelompok yaitu tahap awal, transisi, kerja, dan akhir.Hasil Penelitian: Konseling sufistik-narrative therapy dapat membantu para santri dalam mendekonstruksi cerita-cerita dominan mereka yang pesimistik menjadi terciptanya narasi baru yang lebih optimistik, sufistik, dan moderat dalam berdakwah. Melalui kegiatan pendampingan literasi, para santri didorong memiliki kemampuan dalam memahami, mengaplikasikan, dan merefleksikan teks-teks kitab Kiai As’ad dalam menjawab problematika kehidupan nyata mereka. Para santri mampu menggali kisah-kisah wali songo dan kiai-kiai tempo dulu yang memiliki kepribadian sufistik yang santun dan ramah. Kemudian diimplementasikan dengan pendekatan dakwah yang mudah dipahami dan tindakan nyata (social model), akrab penuh kekeluargaan (silaturrahim), terbuka dan terdapat ikatan yang menguatkan (organisasi dan ritual), serta pengkaderan yang berkembang dan berkesinambungan.Kesimpulan: Model konseling sufistik-narrative therapy membantu social phobia yang dialami para santri yang akan berhenti mondok. Beberapa cerita mereka yang pesimistik dalam rencana dakwah berubah menjadi lebih optimistik menyongsong masa depan.Implikasi: Tulisan ini berkonstribusi untuk pengembangan pendekatan teori-teori konseling dan bimbingan konseling Islam; terutama dalam mengintegrasikan teori konseling sufistik dengan konseling narrative-therapy.
DAKWAH PEMBERDAYAAN BERWAWASAN LINGKUNGAN UNTUK DAERAH KONFLIK DI PINGGIRAN HUTAN BALURAN BANYUPUTIH SITUBONDO Samsul Arifin; Akhmad Zaini
As-Sidanah Vol 1 No 1 (2019): APRIL
Publisher : LP2M Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.834 KB) | DOI: 10.35316/assidanah.v1i1.496

Abstract

Access to social justice to obtain their rights for the outskirts of the forest in Baluran Situbondo is something difficult. One of them, because of years of conflict. The source of conflict in forest management occurs because of differences between the community and Baluran National Park. These differences, for example due to different perceptions, different knowledge, different values, different interests, and differences in recognition of ownership rights. One offer is the concept of collaborative management, a form of management that accommodates some of the interests of all stakeholders fairly and considers the value of each stakeholder as an equal entity in accordance with the applicable values ​​in order to achieve common goals. The focus of this research is empowering da'wah; namely the propaganda of advocacy, the preaching of economic empowerment, and the propagation of the religious field with environmental insight. Method: using a participatory rural appraisal (PRA) research approach. Results: First, the field of advocacy propaganda; which aims to make the public regain the power of management system, the power of ownership, and the power of unity system that is lost. Second, the mission of economic empowerment is environmentally sound; this program is to improve community welfare and increase community participation in the maintenance of the surrounding environment. Third, the religious field that aims to provide an understanding of environmental fiqh so that the community has a concern about the surrounding environment
PENGUATAN LOCAL WISDOM MASYARAKAT KEPULAUAN DALAM MENCEGAH WABAH MELALUI KKN-DR Samsul Arifin; Miftahul Alimin; Siti Hartatik; Indah Ulil Firdausiyah; Nur Aini
As-Sidanah Vol 3 No 1 (2021): APRIL
Publisher : LP2M Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.446 KB) | DOI: 10.35316/assidanah.v3i1.1238

Abstract

This outreach program aimed to recognize and strengthen local wisdom of the people in Sapudi Island, Madura in preventing plague (tolak-balak). The community service method uses Participatory Action Research (PAR). The results show that the people of Sapudi Island in preventing disease outbreaks include: doing Rokat Pandhaba, Burdah Keliling Kampong, and other ritual or celebration. The purpose of the celebration is to get closer to Allah and to familiarize relationships with the community and the environment in order to avoid disasters and calamities. By doing harmonization between God, human beings, and the environment, people feel that they have achieved meaning in life (meaningfullnees). This paper was useful for developing theories of mental health, psychology, and counseling which are resulted from the values of the locality of the archipelago.
Takzir dalam Pendidikan Pesantren Kajian Teknik Pengubahan Tingkah Laku Perspektif Konseling Samsul Arifin; Akhmad Zaini
Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars No Seri 2 (2017): AnCoMS 2017: Buku Seri 2
Publisher : Koordinatorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta Wilayah IV Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.419 KB) | DOI: 10.36835/ancoms.v0iSeri 2.83

Abstract

Abstract: Sanksi di pondok pesantren dikenal dengan istilah ta’zir. Ta’zir, dalam konteks konseling, termasuk salah satu teknik pengubahan tingkah laku. Ta’zir merupakan pemberian sanksi karena melanggar komitmen yang telah disepakati. Ta’zir ini diharapkan untuk mengurangi atau menghilangkan tingkah laku yang tidak diinginkan. Penelitian ini difokuskan kepada teknik dalam mengubah tingkah laku Ssantri yang dilakukan kalangan Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Situbondo. Hasil penelitian: ta’zir yang diperlakukan di pesantren tujuannya untuk mengubah perilaku santri menjadi baik. Prinsip-prinsip ta’zir di pesantren antara lain bersifat mendidik (ta’dib), memperhatikan situasi sosial dan kondisi pelaku (i’tibar ahwal an-nas), serta dilakukan secara bertahap (at-tadrij). Ketiga karakteristik ta’zir itu secara tersirat, menunjukkan bahwa ta’zir yang dilakukan tanpa menggunakan kekerasan. Ta’zir yang demikian, mirip dengan konsep punishment (dalam konseling behavioral).Keywords: Ta’zir, Pengubahan Tingkah Laku, Pesantren
Komunikasi Kiai Pesantren Samsul Arifin
Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars No Series 1 (2018): AnCoMS 2018: Book Series 1
Publisher : Koordinatorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta Wilayah IV Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.151 KB) | DOI: 10.36835/ancoms.v0iSeries 1.136

Abstract

Focus of writing: communication model, ie stages and techniques in conveying messages in empowering the former rogue community from the perspective of counseling communication. This research uses qualitative approach of ethnography type. Data comes from documents and fieldnotes. Steps of data analysis: data reduction, display data, and conclusion drawing.Results: communication stages performed by kiai, stage of establishing, developing relationships, interventions, and follow-up. The technique of delivering messages by way of targhib (giving a life-long guarantee, to arouse interest and passion) and convey a message according to their language, so that the message according to their level of understanding (worldview) and empathic so that the messages can touch the bottom of their hearts.
UPAYA BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM TERHADAP RASA PERCAYA DIRI Sadikin Zohri; Samsul Arifin; A. Khairuddin
Maddah : Jurnal Komunikasi dan Konseling Islam Vol. 1 No. 2 (2019): Jurnal Komunikasi dan Konseling Islam
Publisher : Fakultas Dakwah Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.07 KB) | DOI: 10.35316/maddah.v1i2.511

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor apa saja yang dapat mempengaruhi rasa percaya diri, upaya bimbingan konseling Islam dalam meningkatkan rasa percaya diri, dan hasil bimbingan konseling Islam dalam meningkatkan rasa percaya diri seorang remaja di Panti Asuhan Al-Fathiyah Yasin desa Pringgarata kabupaten Lombok Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan analisa deskriptif. Hasil penelitian ini yaitu: (1) Rasa percaya diri seorang remaja dapat meningkat dengan memberi kesempatan kepada individu untuk mencoba sesuatu, memberi pujian dan harapan, tidak diejek dan dicemooh, memberikan kepercayaan pada individu, serta adanya peran serta keluarga dalam proses perkembangannya. (2) Upaya bimbingan konseling Islam yang dilakukan oleh konselor melalui beberapa langkah yaitu identifikasi masalah, diagnosis, prognosis, tritmen, evaluasi dan follow up (3) Hasil bimbingan konseling Islam dalam meningkatkan rasa percaya diri seorang remaja yang dinyatakan berhasil dengan prosentase 80% dan standart uji 75%-100%. Hasil ini dapat dilihat dengan adanya perubahan-perubahan perilaku klien, yang mana gejala-gejala penyebab klien kurang percaya diri sudah berkurang setelah adanya treatment dengan bimbingan konseling Islam.
Makna Nilai-nilai Kepribadian Konselor Muslim pada Diri KH. Muzakki Ridlwan bagi Santri Ma’hadul Qur’an Aulia Rifqi; Samsul Arifin; Akhmad Zaini
Maddah : Jurnal Komunikasi dan Konseling Islam Vol. 3 No. 1 (2021): Jurnal Komunikasi dan Konseling Islam
Publisher : Fakultas Dakwah Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.674 KB) | DOI: 10.35316/maddah.v3i1.1133

Abstract

proses pelaksanaan bimbingan dan konseling Islam pada konseli, terdapat sosok konselor sebagai fasilitator dalam pelaksanaan proses bimbingan dan konseling Islam. Keberadaan konselor menjadi komponen yang sangat penting dalam pelayanan bimbingan konseling Islam pada konseli. Tujuan penelitian ini adalah: Mendeskripsikan makna nilai-nilai kepribadian konselor muslim pada diri KH. Muzakki Ridlwan bagi santri Ma’hadul Qur’an. Metode penelitian merupakan komponen yang sangat penting demi keberhasilan suatu penelitian, karena penelitian dapat dikatakan berhasil jika dengan metode yang tersusun dan teratur dengan rapi, sehingga masalah yang dijumpai dapat terpecahkan dan tujuan penelitian dapat disimpulkan dengan baik. Sesuai dengan judul yang sudah tertulis, bahwa penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Berdasarkan hasil peneltian maka Nilai-nilai Kepribadian Konselor Muslim Pada Diri KH. Muzakki Ridlwan antara lain alim, sabar, adil, tabligh, penyayang, amanah, pandai berkomunikasi, akhlak yang baik, wara’, dan zuhud, ikhlas dan tawadlu’.
The Role of Ibu Nyai for The Development of Local Community-Based Public Health Services Samsul Arifin; Mukhammad Baharun; Rahmat Saputra
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 25, No 1 (2023): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/eh.v25i1.19620

Abstract

People with mental disorders are continually increasing every year. However, they are very few who seek treatment. The causative factor is the limited mental health services. One solution is to develop services based on Islamic boarding schools or pesantren. For pesantren, mental health is part of da'wah bil-irsyad or counseling.This paper aims to describe the role and potential of ibu nyai (female scholars of pesantren) in developing local community-based public health services. The study used a qualitative method with an ethnographic-hermeneutic approach. The results show that firstly, ibu nyai had the potential as leaders for female students, many are highly educated, some have colleges and health facilities, and some have sizeable social capital. Second, ibu nyai had a concern for health services because of her theological motivation and passion for da’wah. Third, ibu nyai has a powerful social network, which is expected to be helpful as a communication strategy for strengthening public health. Islamic boarding school-based public health has its own appeal and market share. This research is useful for developing public health science based on local wisdom. Masyarakat yang mengalami gangguan jiwa setiap tahun selalu meningkat. Mereka sedikit sekali yang berusaha mencari pengobatan. Faktor penyebabnya, karena terbatasnya layanan kesehatan mental. Salah satu solusinya, mengembangkan layanan yang berbasis pesantren. Bagi pesantren, kesehatan mental termasuk bagian dakwah bil-irsyad atau konseling. Tujuan tulisan ini untuk mendeskripsikan peran dan potensi ibu nyai dalam mengembangkan layanan kesehatan masyarakat berbasis komunitas lokal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi-hermeneutik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, para ibu nyai berpotensi sebagai pemimpin bagi santri perempuan, banyak yang berpendidikan tinggi, ada yang memiliki perguruan tinggi dan fasilitas kesehatan serta memiliki modal sosial yang besar. Kedua, ibu nyai memiliki kepedulian terhadap layanan kesehatan karena motivasi teologis dan semangat khidmah dalam berdakwah. Ketiga, ibu nyai memiliki jejaring sosial yang sangat kuat, yang diharapkan bermanfaat sebagai strategi komunikasi dalam penguatan kesehatan masyarakat.  Kesehatan masyarakat berbasis pesantren memiliki daya tarik dan pangsa pasar tersendiri. Penelitian ini berguna untuk mengembangkan ilmu kesehatan masyarakat yang berbasis kearifan lokal.