Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Sebatik

DESAIN ALAT STERILISASI UVC DI MASA DAN PASCA PANDEMI COVID-19 Sutiari, Desak Ketut; Adami, Aryani; Abidin, Muhammad Sainal; Somayasa, Wayan
Sebatik Vol. 27 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46984/sebatik.v27i2.2353

Abstract

Sejak massa pandemi Covid-19 hingga sekarang kebutuhan masyarakat akan  sterilisasi untuk menjaga kesehatan terutama untuk menghindari penyebaran virus Corona sangat dibutuhkan. Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat banyak bersentuhan dengan benda-benda kecil yang tidak luput dari kuman dan bakteri seperti telpon pintar, uang, tas tangan dan lain-lain. Salah satu cara menjaga kebersihan adalah dengan sterilisasi kering yang menjadi pilihan dimasa pandemi dan pasca pandemi. Sterilisasi mengguanakan sinar UVC efektif membunuh kuman dan virus dengan pemaparan panjang gelombang tertentu dan waktu tertentu. Melalui penyinaran dapat merusak DNA bakteri sehingga bakteri tidak dapat berkembang.  Sterilisasi dengan menggunakan sinar UVC hanya dapat dilakukan pada benda mati. Pada benda hidup paparan UV dapat mengakibatkan pengaruh buruk sehingga dalam pengaplikasiannya perlu sistem timer dan  pengaman pintu agar manusia tidak terpapar. Penelitian dilakukan dengan kegiatan perancangan alat dan uji coba alat. Pembuatan sistem terdiri atas sistem mekanik untuk pembuatan lemari dan tempat rangkaian elektronika. Perancangan sistem rangkaian  elektronika menggunakan mikrokontroler jenis Arduino promini sebagai pengontrol timer, limit swicth dan relay. Penelitian ini menghasilkan lemari sterilisasi dengan bahan dasar kayu berukuran (44 x 30 x 34) cm. Hasil pengujian alat menunjukan sistem timer bekerja dengan  baik yaitu pada saat waktu  pemaparan yang telah dipilih habis maka lampu UVC akan mati otomatis. Sistem pengaman pintu bekerja dengan baik yaitu pada saat pintu terbuka maka lampu UVC akan mati dan alat tidak bisa dioperasikan. Berdasarkan pengujian  diperoleh niali rata-rata error waktu sebesar 0,03%.