Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : DIMENSI

OTONOMI DAERAH DI TINGKAT KECAMATAN STUDI KEEFEKTIFAN OTONOMI DAN PERAN MASYARAKAT Prastiwi, Merlia Indah
DIMENSI Vol 8, No 2 (2015): Oktober
Publisher : DIMENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini telah disadari bahwa berkembangnya ragam pelayanan publik dan kian tingginya tuntutan pelayanan publik yang lebih efisien, cepat, fleksibel, berbiaya rendah serta memuaskan, akan menjadikan negara pada posisi “kewalahan” manakala masih tetap memaksakan pemberian layanan selalu terpusat pada institusi induk saja. Bahkan jika tetap menempatkan diri sebagai agen tunggal dalam memberikan pelayanan, pastilah akan berada pada posisi “payah”. Karena itu, layanan publik yang dapat didelegasikan kepada kecamatan sebagai penyelenggaraan fungsi-fungsi pelayanan publik di wilayah merupakan sebuah solusi demi tercapainya pelayanan publik yang cepat, tepat dan murah. Dari sinilah kemudian muncul adanya pertanyaan mengenai keefektifan otonomi dan peran masyarakat
Pembangunan Mandiri Menuju Masyarakat Wirausaha Prastiwi, Merlia Indah
DIMENSI Vol 7, No 1 (2015): Juni
Publisher : DIMENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam era masyarakat yang semakin mengglobal, ,masyarakat wirausaha amat diperlukan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap lapangan kerja yang semakin menyempit. Sebagai seorang wirausaha dituntut agar mampu mengaplikasikan segala kemampuan untuk peningkatan usaha, agar mampu membantu dirinya sendiri dan orang lain terlebih membantu perekonomian Negara di sektor informal. Masalah yang menjadi salah satu ganjalan dalam pembangunan adalah mindset sebagian besar masyarakat tentang lebih baik mencari pekerjaan daripada menciptakan pekerjaan.
Pembangunan Mandiri Menuju Masyarakat Wirausaha Merlia Indah Prastiwi
DIMENSI - Jurnal Sosiologi Vol 8, No 1 (2015): Juni
Publisher : DIMENSI - Journal of Sociology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam era masyarakat yang semakin mengglobal, ,masyarakat wirausaha amat diperlukan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap lapangan kerja yang semakin menyempit. Sebagai seorang wirausaha dituntut agar mampu mengaplikasikan segala kemampuan untuk peningkatan usaha, agar mampu membantu dirinya sendiri dan orang lain terlebih membantu perekonomian Negara di sektor informal. Masalah yang menjadi salah satu ganjalan dalam pembangunan adalah mindset sebagian besar masyarakat tentang lebih baik mencari pekerjaan daripada menciptakan pekerjaan.
Perempuan dan Kekerasan Merlia Indah Prastiwi
DIMENSI - Jurnal Sosiologi Vol 9, No 1 (2016): Juni
Publisher : DIMENSI - Journal of Sociology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Violence often occurs in women, both within the family and the social sphere. Violence not only physically, but also non-physical harm self-esteem and dignity of women. Why is a weak creature is always subordinate? Madura with kepatriarkhiannya trying to protect women with housing concept tanean lanjeng. On the other hand male ownership of women in Madura makes man superior to violence against women, especially within families is commonplace. Blow-upof the existing problems in the household has become a taboo that most of the wives of their mouth shut and live the life that God gives. Among many such women, there are some women who could untu boost the courage to say stop theviolence.
Otonomi Daerah Di Tingkat Kecamatan Studi Keefektifan Otonomi Dan Peran Masyarakat Merlia Indah Prastiwi
DIMENSI - Jurnal Sosiologi Vol 8, No 2 (2015): November
Publisher : DIMENSI - Journal of Sociology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini telah disadari bahwa berkembangnya ragam pelayanan publik dan kian tingginya tuntutan pelayanan publik yang lebih efisien, cepat, fleksibel, berbiaya rendah serta memuaskan, akan menjadikan negara pada posisi “kewalahan” manakala masih tetap memaksakan pemberian layanan selalu terpusat pada institusi induk saja. Bahkan jika tetap menempatkan diri sebagai agen tunggal dalam memberikan pelayanan, pastilah akan berada pada posisi “payah”. Karena itu, layanan publik yang dapat didelegasikan kepada kecamatan sebagai penyelenggaraan fungsi-fungsi pelayanan publik di wilayah merupakan sebuah solusi demi tercapainya pelayanan publik yang cepat, tepat dan murah. Dari sinilah kemudian muncul adanya pertanyaan mengenai keefektifan otonomi dan peran masyarakat.