Claim Missing Document
Check
Articles

PERANCANGAN SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN AKTIF DAN SARANA EVAKUASI PADA PT. DOS NI ROHA MANADO Martius, Tira Christian; Putro, Wisnu Wijayanto
Jurnal Rekayasa Sistem dan Manajemen Industri Vol. 3 No. 5 (2026): Jurnal Rekayasa Sistem & Manajemen Industri
Publisher : Departemen Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jrsmi.2026.03.05.02

Abstract

Dos Ni Roha Manado merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang distribusi. Kegiatan operasional PT. Dos Ni Roha Manado memiliki potensi kebakaran gedung yang mungkin saja terjadi. Pemusnahan produk cacat dan korsleting listrik pada area gudang merupakan potensi bahaya yang dapat menimbulkan kebakaran pada PT. Dos Ni Roha Manado. Penelitian ini diawali dengan pengambilan data yang berupa layout gedung serta data-data pendukung lainnya. Pengolahan data dilakukan dengan mengacu pada standar Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Per.04/MEN/1980, NFPA 10 tahun 2013, SNI 03-6574-2001, SNI 03-0671-2001, SNI 03-3985-2000, SNI 03-3989-2000, SNI 03-1745-2000, 03-1746-2000. Hasil penelitian menunjukan bahwa kebutuhan jumlah dari setiap elemen sistem proteksi aktif yaitu APAR 6 unit, sprinkler 82 unit, hidran 3 unit, detektor 87 unit, dan Alarm 4 unit. Selain itu, terdapat beberapa rekomendasi perbaikan yang dapat dilakukan agar sistem yang dirancang dapat bekerja dengan baik pada gedung ini.
IDENTIFIKASI RISIKO MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDs) PADA AKTIVITAS FINISHING TIANG BETON MENGGUNAKAN PENDEKATAN QUICK EXPOSURE CHECKLIST (QEC) DI CV. MEGAH BANGUNAN BLITAR Auladana, Neqi Salma; Putro, Wisnu Wijayanto
Jurnal Rekayasa Sistem dan Manajemen Industri Vol. 3 No. 6 (2026): Jurnal Rekayasa Sistem & Manajemen Industri
Publisher : Departemen Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jrsmi.2026.03.06.01

Abstract

Bahaya musculoskeletal disorder dapat disebabkan dari pekerjaan yang dilakukan atau cara yang dilakukan dalam bekerja yang mana dapat meningkatkan risiko terkena MSDs pada seorang pekerja. Salah satu yang belum menerapkan adanya lingkungan kerja yang ergonomis adalah CV. Megah Bangunan. Setelah pekerja tersebut selesai melakukan pekerjaannya, pada jam saat istirahat saya melakukan sedikit interview dan memberikan kuesioner Nordic Body Map untuk mengetahui bagian tubuh yang memiliki risiko bahaya tertinggi. Berdasarkan hasil kedua metode menunjukkan bahwa perlu adanya perubahan, dimana hasil exposue level metode QEC untuk pekerja finishing sebesar 61,21%. Perubahan yang dilakukan adalah usulan rancangan desain meja untuk mengurangi risiko postur kerja yang berbahaya, pelatihan aspek ergonomis untuk memudahkan pekerja dalam adaptasi di lingkungan baru, serta usulan alat pelindung diri berupa APD untuk mengurangi risiko dari proses finishing. Estimasi exposure level metode QEC mengalami penurunan menunjukan exposure level pekerja finishing sebesar 49,8 %. Terdapat penurunan Exposure Level QEC setelah dilakukan perbaikan.
PENILAIAN BEBAN KERJA PADA AKTIVITAS PRODUKSI BATAKO BERDASARKAN PENDEKATAN WORK SAMPLING DAN CARDIOVASCULAR LOAD (CVL) DI UD DUTA MAS Putra, Putu Degantara Surya; Putro, Wisnu Wijayanto
Jurnal Rekayasa Sistem dan Manajemen Industri Vol. 3 No. 9 (2026): ‎ Jurnal Rekayasa Sistem & Manajemen Industri
Publisher : Departemen Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jrsmi.2026.03.09.05

Abstract

UD Duta mas dalam produksi batakonya masih didukung oleh tenaga manusia. Pekerja mengalami kelelahan dalam melakukan proses produksi batako. Hal ini diakibatkan karena beban kerja tinggi sehingga target perusahaan tidak tercapai. Tujuan metode work sampling dan workload analysis dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui produktivitas dan beban kerja para pekerja dalam menyelesaikan tugas-tugasnya dan mengetahui waktu baku pekerja. Tujuan dari metode cardiovascular load adalah untuk mengetahui tingkat beban kerja fisik pekerja. Hasil dari perhitungan waktu baku pada pekerja pencampuran adalah 23,33 menit, operator mesin 1,83 menit, dan pekerja pallet 1,77 menit. Beban kerja pada pekerja pencampuran adalah 120,9%, operator mesin 98%, dan pekerja pallet 92,4%. Berdasarkan beban kerja fisik dengan metode CVL didapatkan hasil pada pekerja pencampuran 41%, operator mesin 17%, dan pekerja pallet 31%. Rekomendasi yang diberikan pada penelitian ini adalah penambahan pekerja pada bagian pencampuran dan penjadwalan waktu istirahat dan kerja dengan pemberian asupan kalori disetiap istirahat pendek.