Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

ANALISIS USAHA DISTRIBUSI IKAN LAYANG (Decapterus sp), DAN TEMBANG (Sardinella sp) ANTAR KABUPATEN FLORES TIMUR DAN KABUPATEN SIKKA Barnabas P. P. W Bhokaleba; Erfin La; Apolonarius F. Salbin
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 4, No 1 (2022): AQUANIPA, Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis usaha distribusi Ikan Layang (Decapterus sp) dan Ikan Tembang (Sardinella sp) antar Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Sikka. Penelitian ini dilaksanakan mulai Tanggal 10 November 2021 sampai Tanggal 10 Desember 2021 di Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Sikka. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Deskriptif Kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 4 orang (R1,R2, R3.dan R4). Analisis Data yang digunakan adalah Analisis Keuntungan, Analisis Imbangan Penerimaan dan Biaya (Revenue Cost Ratio atau R/C), Analisis Payback Period (PP) dan Analisis Return of Investment (ROI). Hasil penelitian menunjukan bahwa usaha distribusi Ikan Layang (Decapterus sp) dan Ikan Tembang (Sardinella sp) antar Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Sikka dengan biaya investasi usaha untuk pengadaan Mobil, Box, Tarpal, dan Tali Nilon diperoleh Keuntungan per tahun yang diperoleh tertinggi R4= Rp. 883.599.984,- kemudian R1=Rp. 691.599.984,- lalu R1=Rp. 350.799.984,- dan yang memperoleh keutungan terendah R3=Rp. 73.799.984,-. Analisis R/C atau setiap rupiah total biaya yang dikeluarkan diperoleh tertinggi R4=Rp 4,68, kemudian R1=Rp 3,65; R2=Rp 2,56 dan yang terendah R3= Rp 1,73. Hasil analisis PP atau rata-rata waktu untuk mengembalikan biaya investasi diperoleh yang tercepat R4=0,36 tahun kemudian R1=0,55 tahun; R2=0,95 tahun kemudian yang terlama adalah R3=2,01 tahun. Hasil analisis ROI menunjukan bahwa kemampuan investasi dalam usaha distribusi ikan layang dan ikan tembang antar Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Sikka diperoleh yang tertinggi R4= 2,8% kemudian R1=1,8%; R2=1,1% sedangkan yang terendah R3=0,5%. Responden keempat memberikan komitmen yang terbaik karena memperoleh nilai keuntungan (Rp. 883.599.984,-) dan ROI (2,8%) tertinggi dengan rata-rata waktu untuk mengembalikan biaya investasi (PP) tercepat 0,36 tahun.
KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN PURSE SEINE DI PERAIRAN DESA GUNUNG SARI KECAMATAN ALOK KABUPATEN SIKKA Adil La; Erfin La; Maria Yohanista
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 5, No 1 (2023): AQUANIPA, Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi hasil tangkapan pure sein di Perairan Desa Gunung Sari, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka. Penelitian dilaksanakan dari tanggal 25 Juni 2022 sampai tanggal 28 Juli 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah Metode Survei dan wawancara dengan sampel yang digunakan adalah alat tangkap purse seine yang dioperasikan disekitar rumpon selama 5 kali trip operasi penangkapan. Data yang telah dikumpulkan selanjutnya dianalisis menggunakan Analisis Deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah tangkapan selama 5 kali trip penangkapan terbanyak pada trip 1 sebesar 4.625 ekor kemudian trip 3 sebesar 4.430 ekor, trip 2 sebesar 3.910 ekor, trip 4 sebesar 2.662 ekor dan trip 5 sebesar 310 ekor. Sedangkan total hasil tangkapan terbanyak dengan ukuran besar teradapat pada trip 3 sebanyak 4.090 ekor dan ukuran kecil terdapat pada trip 1 sebanyak 1.090 ekor. Total hasil tangkapan dari keseluruhan adalah sebanyak 15.937 ekor yang terdiri dari 11 jenis ikan dengan komposisi hasil tangkapan terbanyak adalah ikan selar bentong (Selar crumenophthalus) sebanyak 8.695 ekor (54,55%), Kemudian disusul oleh Ikan layang (Decapterus ruselli) sebanyak 3.692 ekor (23,16%), cumi-cumi (Loligo vulgaris) sebanyak 1.357 ekor (8,51%), Ikan kuwe kuning (Caranx bartholomaei) sebanyak 1.230 ekor (7,71%), Ikan sersan (Abudefduf viigiensisis) sebanyak 431 ekor (2,70%), Ikan tongkol (Auxis thazard) sebanyak 355 ekor (2,22%), Ikan kembung (Rastrelliger faughni) sebanyak 105 ekor (0,65%), Ikan kerong-kerong (Teraphon theraps) sebanyak 27 ekor (0,18%), Ikan sukang (Aluteus Sriptus) sebanyak 27 ekor (0,18%), Ikan terbang (Exocoetidae) sebanyak 14 ekor (0,09%), dan Ikan sunglir (Elagatis bipinnulata) sebanyak 4 ekor (0,02%).
PERSEPSI MASYARAKAT PESISIR UTARA KABUPATEN SIKKA TERHADAP FUNGSI MANGROVE SEBAGAI PENAHAN GELOMBANG TSUNAMI Barnabas P. P. W. Bhokaleba; Erfin Erfin
PAPALELE (Jurnal Penelitian Sosial Ekonomi Perikanan dan Kelautan) Vol 6 No 2 (2022): PAPALELE: Jurnal Penelitian Sosial Ekonomi Perikanan dan Kelautan
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/papalele.2022.6.2.68

Abstract

The North Coastal of Sikka Regency is one of the tsunami-prone areas in East Nusa Tenggara Province. Mangrove forest has one of the ecological functions which is as a tsunami barrier. The aimed of this study were to: (1) analyze the condition of the mangrove forest on the north coastal of Sikka Regency before and after the 1992 tsunami (2) analyze the perception of the northern coastal community of Sikka Regency on the function of mangroves as a buffer against tsunami waves. This research was survey research using primary data and secondary data. The research location located in Reroroja Village of Magepanda District, Sikka Regency. The research was conducted from February to July 2022 with the number of respondents being interviewed as many as 70 people. The results of the study revealed that the condition of the coastal area of Reroroja Village before the tsunami disaster was an arid vacant land and was used as land for farming. Conditions after the tsunami disaster, this area had overgrown with various mangrove vegetation and planting had been carried out since 1993 by a group of mangrove farmers. The benefits of mangroves for the community as a provider of wood, fish, crabs, and bees. In addition, as a tourism and learning place. Most coastal communities feel the impact of the tsunami disaster and consider the function of mangroves to be very important as a buffer against tsunami waves.
ANALISIS USAHA DISTRIBUSI IKAN LAYANG (DECAPTERUS SP), DAN TEMBANG (SARDINELLA SP) ANTAR KABUPATEN FLORES TIMUR DAN KABUPATEN SIKKA Erfin, Erfin
Jurnal Sains dan Teknologi Perikanan Vol 2 No 1 (2022): APRIL
Publisher : Fisheries Science Study Program, Faculty of Science and Technology, Muhammadiyah University of Sidenreng Rappang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jikan.v2i1.649

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk untuk menganalisis usaha distribusi ikan layang (Decapterus sp), dan tembang (Sardinella sp) antar Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Sikka. Penelitian ini dilaksanakan dari Tanggal 10 November 2021 sampai Tanggal 10 Desember 2021 di Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Sikka. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif adalah metode yang digunakan untuk menggambarkan, menjelaskan, atau meringkaskan berbagai kondisi, situasi, fenomena, atau berbagai variabel penelitian menurut kejadian sebagaimana adanya yang dapat dipotret, diwawancara, diobservasi, serta yang dapat diungkapkan melalui bahan-bahan dokumenter (Bungin, 2015). Hasil penelitian menunjukan bahwa usaha distribusi ikan layang dan ikan tembang antar Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Sikka dengan menggunakan mobil “pick up” memberikan keuntungan. Responden pertama memberikan keuntungan sebesar Rp 317.199.984 Responden kedua memberikan keuntungan sebesar Rp. 182.799.984 Responden ketiga Rp 85.839.984, dan Responden keempat Rp 422.799.984 dengan Imbalan masing-masing Responden sebesar Rp 3,65 Responden kedua sebesar Rp 2,56 Responden ketiga sebesar Rp 1,73 dan Responden keempat sebesar Rp 4,68. Kemampuan dari modal usaha distribusi ikan layang dan ikan tembang merupakan usaha yang layak dikembangkan. Dari analisis yang dikaji maka saya mengambil kesimpulan bahwa Responden keempat memberikan komitmen yang terbaik karena mendapatkan keuntungan sebesar Rp 422.799.984 yang sangat besar dan pengembalian modal juga sangat cepat sebesar 0,36 tahun.
STUDI PENDAPATAN PEDAGANG PENGUMPUL DAN KELEMBAGAAN TUNA DI DESA PARUMAAN KECAMATAN ALOK TIMUR, KABUPATEN SIKKA Dekrita, Yosefina Andia; Bhokaleba, Barnabas P.P.W.; Erfin, Erfin; Saeda, Jupril
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 6 No 2 (2024): AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Parumaan merupakan salah satu desa yang berada di wilayah kepulauan Kabupaten Sikka. Salah satu aktivitas perikanan adalah penangkapan dan perdagangan ikan tuna yang melibatkan nelayan dan pedagang. Pedagang pengumpul ikan tuna berperan penting sebagai penghubung antara nelayan dan pasar konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai rata-rata penerimaan pedagang pengumpul per satu kali penjualan, nilai rata-rata biaya pedagang pengumpul per satu kali penjualan, nilai rata-rata pendapatan pedagang pengumpul per satu kali penjualan dan kelembagaan tuna di Desa Parumaan. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survei dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa : (a) total rata-rata penerimaan per bulan yang diterima oleh responden tertinggi mencapai Rp. 952.700 dan penerimaan paling rendah sebesar Rp. 19.404.000. (b)total biaya rata-rata per satu kali penjualan oleh responden pedagang pengumpul di Desa Parumaan sebesar Rp. 840.000. (c) total rata-rata pendapatan yang diterima masing-masing responden tertinggi mencapai Rp. 148.112.700 dan pendapatan terendah adalah Rp. 18.564.000. Aturan yang disepakati bersama antara nelayan dan pedagang pengumpul ikan tuna di Desa Parumaan yaitu setiap nelayan ikan tuna akan diberi modal atau ditanggung biaya operasionalnya atau biasa dikenal dengan sebutan ”Amfrak” dengan syarat hasil tangkapan nelayan harus dijual ke pedagang pengumpul yang sudah memberikan modal/biaya oprasional/amfrak tersebut. Nelayan akan melunasi Amfraknya pada saat membawa hasil tangkapannya.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK NELAYAN DESA WAIRBLELER MELALUI BISNIS TEPUNG DAN MINYAK IKAN SELAROIDES LEPTOLEPIS UNTUK MENDUKUNG SDG 3: KEHIDUPAN SEHAT DAN SEJAHTERA Guru, Yustina Yantiana; Erfin, Erfin; Bhae, Benediktus Yoseph; Beja, Henderikus Darwin; Rangga, Yohanes Paulus Pati; Delma, Agnes Defy; Syahrul, Syahrul
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i1.59153

Abstract

Fishermen's work is 20 to 30 times higher risk than other jobs. There are significant health risks faced by fishermen due to their behavior, occupational hazards, and unsafe work environments. Fishermen tend to focus more on financial problems and ignore their health conditions. Hypertension is a health problem that is often experienced among fishermen. Selaroides leptolepis, or selar fish, is the favorite catch of fishermen in Wairbleler Village, Waigete District, Sikka Regency, East Nusa Tenggara Province. Consuming selar fish, which is high in omega-3 fatty acids and essential amino acids, is very beneficial for body health, including heart and blood vessel health. One of the health problems often experienced among fishermen is hypertension. There is a significant relationship between increased triglycerides, or hypertriglyceridemia, and hypertension, which can have an impact on heart failure and stroke. Some fishermen in Wairbleler Village experience hypertension and hypertriglyceridemia. The aim of community partnership empowerment (PkM) is to improve the health of fishermen, increase the profits from selar fish through fish flour and oil production, and enhance marketing capabilities using online media. PkM targets groups of male and female fishermen in Wairbleler Village. Empowerment methods include socialization, training, application of technology, mentoring, and evaluation. The results of the empowerment of Wairbleler Village fishermen show that the goals of the service activities were achieved, namely a reduction in hypertension and hypertriglyceridemia. Additionally, 500 packages of fish meal products and 500 bottles of selar fish oil were produced, generating profits for the fishermen group. Promotional videos for the products were also created and shared on Facebook, Instagram, and TikTok accounts belonging to the Wairbleler Village group. Therefore, at the sustainability stage, the program carried out by the Wairbleler Village fishermen group is expanding the marketing segment to mothers of toddlers and school children as an effort to achieve nutritional adequacy through the consumption of selar fish flour and oil. The Wairbleler Village government supports innovation in the diversification of selar fish by developing the scale of production of selar fish flour and oil.Pekerjaan nelayan beresiko 20 sampai 30 kali lebih tinggi dibandingkan pekerjaan lainnya. Resiko kesehatan nelayan yang siginifikan karena perilaku nelayan, bahaya pekerjaan, dan lingkungan kerja yang tidak aman. Nelayan lebih fokus pada masalah keuangan dan mengabaikan kondisi kesehatan. Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang sering dialami dikalangan nelayan. Ikan Selaroides Leptolepis atau Selar merupakan ikan tangkap unggulan nelayan Desa Wairbleler, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Konsumsi ikan Selar yang tinggi asam lemak Omega 3 dan asam amino esensial, sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh termasuk kesehatan jantung dan pembuluh darah. Masalah kesehatan yang sering dialami dikalangan nelayan salah satunya hipertensi. Adanya hubungan yang bermakna dengan kenaikan trigeliserida atau hipertrigliseridemia dengan hipertensi dan akan berdampak pada gagal jantung dan stroke. Sebagian nelayan Desa Wairbleler mengalami hipertensi dan hipertrigliseridemia. Tujuan pemberdayaan kemitraan masyarakat (PkM) ini adalah meningkatkan kesehatan nelayan, meningkatkan profit ikan selar melalui tepung dan minyak ikan, meningkatkan kemampuan pemasaran menggunakan media online. Sasaran PkM di kelompok nelayan pria dan nelayan wanita Desa Wairbleler. Metode pemberdayaan melalui sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian pada nelayan Desa Wairbleler, menunjukkan pencapaian tujuan kegiatan pemberdayaan tercapai yaitu adanya penurunan hipertensi dan hipertrigliseridemia, tersedia produk tepung ikan sebanyak 500 kemasan dan minyak ikan selar sebanyak 500 botol yang menghasilkan profit bagi kelompok nelayan, adanya video promosi produk pada akun Facebook, Instagram, TikTok milik nelayan Desa Wairbleler. Oleh karena itu, pada tahap keberlanjutan program yang dilakukan oleh kelompok nelayan Desa Wairbleler dengan memperluas segmen pemasaran pada ibu balita, anak sekolah sebagai upaya kecukupan gizi melalui konsumsi tepung dan minyak ikan selar. Pihak pemerintah Desa Wairbleler mendukung inovasi diversifikasi ikan selar dengan pengembangan skala produksi tepung dan minyak ikan selar.