Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGARUH CONTRAINT INDUCED MOVEMENT THERAPY TERHADAP KEKUATAN OTOT EKSTREMITAS ATAS PADA PASIEN STROKE DI RUMAH SAKIT SITI AISYAH KOTA LUBUKLINGGAU Asriningsih, Devia; Novitasari, Deltari; Susant, Desii
INJECTION : Nursing Journal Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Gangguan motorik yang terjadi pada pasien stroke dapat mengakibatkan kelemahan otot yang merupakan akibat dari penurunan fungsi neuromuskuler, latihan CIMT untuk meningkatkan kemampuan kekuatan otot ekstremitas atas. Masalah penelitian adalah masih adanya pasien stroke yang yang mengalami kelemahan motorik ekstremitas atas. Tujuan penelitian adalah diketahui pengaruh contraint induced movement therapy terhadap kekuatan otot ekstremitas atas pada pasien stroke di RS Siti Aisyah Kota Lubuklinggau.Metode : Penelitian menggunakan penelitian pre experimental dengan pre test-post test one group design. Populasi sebanyak 319 orang dan sampel sebanyak 10 orang. Jenis data penelitian adalah data primer. Analisis data pada penelitian ini menggunakan statistik uji Wilcoxon Test (uji nonparametrik).Hasil : Hasil penelitian nilai rata-rata kekuatan otot ekstremitas atas pada pasien stroke sebelum dan sete;ahcontraint induced movement therapy di RS Siti Aisyah Kota Lubuklinggau dengan nilai 3,20 dan 3,90. Ada pengaruh contraint induced movement therapy terhadap kekuatan otot ekstremitas atas pada pasien stroke di RS Siti Aisyah Kota Lubuklinggau dengan r value = 0,008 < 0,05 (α).Saran : Bagi RS Siti Aisyah Kota Lubuklinggau hasil penelitian ini diharapkan dapat dilakukan secara terus menerus kepada pasien stroke untuk memperbaiki kekuatan otot pada pasien stroke, dilakukan 1 jam per hari dan setiap hari dengan demikian dapat memberi hasil yang lebih maksimal.Kata Kunci :  Contraint Induced Movement Therapy, Kekuatan Otot Ekstremitas Atas, Stroke ABSTRACTBackground : Motor disorders that occur in stroke patients can result in muscle weakness which is a result of decreased neuromuscular function, CIMT exercises to improve upper limb muscle strength. The research problem is that there are still stroke patients who experience upper limb motor weakness. The purpose of the study was to determine the effect of contraint induced movement therapy on upper limb muscle strength in stroke patients at Siti Aisyah Hospital, Lubuklinggau City.Methods : The study used pre-experimental research with pre-test-post-test one group design. The population was 319 people and a sample of 10 people. The type of research data is primary data. Data analysis in this study used the Wilcoxon Test statistic (nonparametric test).Results : The results of the study showed that the average value of upper limb muscle strength in stroke patients before and after contraint induced movement therapy at Siti Aisyah Hospital, Lubuklinggau City was 3.20 and 3.90. There is an effect of contraint induced movement therapy on upper extremity muscle strength in stroke patients at Siti Aisyah Hospital, Lubuklinggau City with r value = 0.008 <0.05 (α).Conclusion :  For Siti Aisyah Hospital, Lubuklinggau City, the results of this study are expected to be carried out continuously for stroke patients to improve muscle strength in stroke patients, carried out for 1 hour per day and every day so that it can provide more maximum results.Keywords: Contraint Induced Movement Therapy, Upper Extremity Muscle Strength, Stroke
Perbedaan Kadar Gula Darah Puasa Sebelum Dan Sesudah Konsumsi Gula Jagung Pada Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Di Stikes Bhakti Husada Bengkulu Cynthia Dewi, Devi; Novitasari, Deltari; Novega, Novega; Podesta, Ardiana
Jurnal Fatmawati Laboratory & Medical Science Vol 5 No 1 (2025): Otomatisasi Laboratorium
Publisher : POLTEKKES KEMENKES BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/flms.v5i1.1009

Abstract

Pendahuluan : Diabates Melitus adalah suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan adanya peningkatan kadar glukosa darah secara terus menerus (kronis) akibat kekurangan insulin baik kuantitatif maupun kualitatif. Diabetes Melitus (DM) merupakan akibat dari sejumlah faktor dimana didapat defisiensi insulin absolut atau relatif dan gangguan fungsi insulin gula jagung (fruktosa) memang terbukti memiliki jumlah kalori yang lebih rendah dibandingkan dengan gula biasa (sukrosa). Dalam setiap gram sukrosa mengandung 4 kalori, sementara dalam setiap gram fruktosa mengandung 3 kalori. Diabetes Melitus merupakan kelompok kelainan metabolik yang ditandai dengan adanya hiperglemik kronik akibat defisiensi insulin relative maupun absolut. Tujuan : Untuk mengetahui perbedaan kadar gula darah puasa sebelum dan sesudah konsumsi gula jagung pada mahasiswa Prodi Kesehatan Masyarakat di STIKes Bhakti Husada Bengkulu Tahun 2025. Metode Penelitian : Peneltian ini menggunakan total sampling. Sampel penelitian adalah 45 responden. Tes kadar gula darah dianalisis dengan glucometer. Data analisis menggunakan statistik deskriptif untuk melihat distribusi frekuensi masing-masing variabel dan mengunakan uji-t dependen untuk melihat perbedaan kadar gula darah sebelum dan sesudah konsumsi gula jagung dengan nilai p <0,05 sebagai batas signifikan. asil : Pengolahan data dengan menggunakan Microsof Exel 2016 dengan menggunakan SPSS Versi 23, dengan memperhatikan kriteria penelitian, Hasil statistik rata-rata kadar gula darah puasa sebelum konsumsi gula jagung lebih rendah dari pada kadar gula darah sesudah konsumsi gula jagung (78,05 mg/dL dan 87,51mg/dL). Kesimpulan : Dari hasil penelitian dilakukan dapat disimpulkan hasil rata-rata pemeriksaan kadar gula darah sebelum konsumsi gula jagung yaitu 78.05 mg/dL, dan hasil rata-rata pemeriksaan kadar gula darah sesudah konsumsi gula jagung yaitu 87.51 mg/dl, sehingga dapat disimpulkan dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara hasil pemeriksaan kadar gula darah sebelum dan sesudah konsumsi gula jagung.