Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Telaah Atas Formula Pengarusutamaan Moderasi Beragama Kementerian Agama Tahun 2019-2020 Irama, Yoga; Zamzami, Mukhammad
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol 11 No 1 (2021): Februari
Publisher : Jurusan Ushuluddin Sekolah Tinggi Agama Islam Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v11i1.3244

Abstract

Artikel ini adalah respon kekhawatiran kepada masyarakat, di mana dewasa ini banyak bermunculan gerakan-gerakan radikal yang terus melakukan propaganda dan teror. Lazim diketahui bahwa kesalahan dalam pemahaman keagamaan akan berdampak pada sikap dan tindakan yang ekstrem. Jika hal itu dibiarkan, maka tentu akan bisa menyebabkan keretakan sosial nantinya. Fenomena tersebut menjadi suatu problematik yang layak dianalisis agar tidak menimbulkan kegaduhan antar umat beragama di Indonesia. Oleh sebab itu, fokus kajian pada penelitian ini adalah telaah tentang bagaimana upaya dan instrumen formula yang digunakan oleh Kementerian Agama dalam pengarusutamaan moderasi beragama di Indonesia. Penelitian ini menemukan bahwa formula moderasi beragama Kemenag adalah sebuah strategi yang dilakukan oleh Kementerian Agama RI melalui beberapa lini, dalam upaya menguatkan pemahaman beragama yang moderat di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk, di antaranya penguatan moderasi beragama melalui program bimbingan pra-nikah kepada calon pengantin yang akan melangsungkan pernikahan. Kemudian penguatan moderasi beragama melalui pelatihan kaderisasi instruktur moderasi beragama bagi mubalig muda, mahasiswa, dosen, dan tokoh-tokoh agama lainnya.
DAKWAH ISLAM RAHMAT LI AL-ʻALAMIN HUSEIN JA’FAR AL-HADAR: KONSEP DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEBERAGAMAAN KAUM MILENIAL DI MEDIA SOSIAL Nur Mufidatul Ummah; Yoga Irama
Jurnal Ilmu Agama: Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 22 No 2 (2021): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v22i2.10960

Abstract

As a result of the many Islamic groups and groups who have different understandings of the meaning of rahmat li al-‘alamin, some of them have misunderstood the meaning. It is proven by the amount of propaganda on social media, acts of intolerance and violence that are based on the name of Islam are very contrary to the goal of Islam as a religion of mercy that creates peace and safety for the entire universe. So in this article, we review and examine the idea of Islam rahmat li al-ʻalamin brought by Husein Ja'far al-Hadar. This study uses a qualitative approach using descriptive analysis directed at the overall message of da'wah spread on social media: both from Youtube, Twitter, and Instagram. The results of the study show that the idea of ​​Islam rahmat li al-‘alamin Husein Ja'far al-Hadar with a concept based on love emphasizes three important aspects, namely truth, goodness and beauty. Seeing that the times are growing, technology is starting to dominate the world, the existence of Islam must not avoid and be anti-pathy to that reality. So the third option is an Islamic university with the particularization of the times. So in conveying a message must be adapted to the conditions of the times. So that way in today's millennial era, which is better known as the digitalization era, da'wah will be conveyed properly.
Peran dan Tantangan Teologi Islam di Era Post Truth Irama, Yoga; Hidayat, Elfada Adella
Journal of Islamic Thought and Philosophy Vol. 1 No. 2 (2022): December
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jitp.2022.1.2.170-187

Abstract

Artikel ini membahas tentang teologi Islam di era post truth yang dapat dijadikan sebagai solusi untuk seluruh pengguna media sosial dalam menangkal virus hoaks, yang mengandung unsur provokasi, dan menyebabkan kerugian bagi orang lain. Melalui metodologi kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian kepustakaan, penulis merumuskan masalah-masalah yang meliputi: (1) Bagaimana fenomena post truth yang muncul di media sosial?, (2) Bagaimana cara menemukan kebenaran yang ada di dalam era post truth melalui sikap-sikap yang tercermin dari Islam moderat?; hasil yang ditemukan dari penelitian ini menerangkan bahwa post truth muncul di media sosial ditandai dengan fenomena hoax, yang pada dasarnya adalah fenomena pudarnya orientasi kebenaran yang bersifat hakiki dan diganti dengan kebenaran yang bersifat semu atau tidak berdasarkan fakta. Akan tetapi setiap pengguna media sosial dapat menemukan kebenaran dengan mengedepankan sikap tasa>muh, tawa>zun, dan lebih menggunakan nalar kritis untuk menyikapi suatu informasi yang diterima.
Tuhan dan Hantu dalam Teologi Kejawen: Sebuah Interpretasi Atas Ajaran R.Ng.Ronggowarsito Wildan Taufiqur Rahman; Yoga Irama
Empirisma: Jurnal Pemikiran dan Kebudayaan Islam Vol. 31 No. 2 (2022): Pesantren, Moderasi Beragama dan Arus Globalisasi
Publisher : Prodi Studi Agama-agama Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/empirisma.v31i2.252

Abstract

Kejawen is often interpreted as harmful, deviant, and far from theological elements. This is inseparable from the mandate that kejawen is synonymous with magical, irrational, and magical things. It is as if there is a demarcation line that separates the two elements, assuming that kejawen is dry with spiritual and theological aspects. However, this research proves that kejawen theology is a theological view that is uniquely Javanese. From kejawen theology, a lot can be extracted about the manifestation of God and other dimensions, including the supernatural, namely ghosts. In addition, kejawen has also become the value of life in Javanese society, full of inner appreciation. And through the interpretation of R.Ng.Ronggowarsito's teachings are contained in the Wirid Hidayat Jati and Paramayoga Fibers; one can get an outline that kejawen is closely related to Islam.
Telaah Atas Formula Pengarusutamaan Moderasi Beragama Kementerian Agama Tahun 2019-2020 Yoga Irama; Mukhammad Zamzami
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 11 No. 1 (2021): Februari
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v11i1.3244

Abstract

Artikel ini adalah respon kekhawatiran kepada masyarakat, di mana dewasa ini banyak bermunculan gerakan-gerakan radikal yang terus melakukan propaganda dan teror. Lazim diketahui bahwa kesalahan dalam pemahaman keagamaan akan berdampak pada sikap dan tindakan yang ekstrem. Jika hal itu dibiarkan, maka tentu akan bisa menyebabkan keretakan sosial nantinya. Fenomena tersebut menjadi suatu problematik yang layak dianalisis agar tidak menimbulkan kegaduhan antar umat beragama di Indonesia. Oleh sebab itu, fokus kajian pada penelitian ini adalah telaah tentang bagaimana upaya dan instrumen formula yang digunakan oleh Kementerian Agama dalam pengarusutamaan moderasi beragama di Indonesia. Penelitian ini menemukan bahwa formula moderasi beragama Kemenag adalah sebuah strategi yang dilakukan oleh Kementerian Agama RI melalui beberapa lini, dalam upaya menguatkan pemahaman beragama yang moderat di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk, di antaranya penguatan moderasi beragama melalui program bimbingan pra-nikah kepada calon pengantin yang akan melangsungkan pernikahan. Kemudian penguatan moderasi beragama melalui pelatihan kaderisasi instruktur moderasi beragama bagi mubalig muda, mahasiswa, dosen, dan tokoh-tokoh agama lainnya.
Islam dan Media Massa: Pengarusutamaan Moderasi Islam Pada Situs Tafsiralquran.id Abdullah Falahul Mubarok; Yoga Irama
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 12 No. 1 (2022): Februari
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v12i1.210

Abstract

Seiring berjalannya waktu polemik-polemik beragama masih terus bermunculan. Akar masalahnya adalah keberadaan kelompok radikalisme yang masih tumbuh subur, sehingga aktivitas moderasi harus terus dilakukan agar bisa menjaga keragaman dan kesatuan bangsa Indonesia. Oleh karena itu artikel ini berusaha mengkaji tentang model pengarusutamaan moderasi Islam pada situs Tafsiralquran.id. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori media massa milik Marshall McLuhan. Data-data yang diteliti diperoleh dari aktivitas observasi terhadap data-data, baik yang terdapat pada buku, jurnal, media sosial (internet) ataupun platform lain. Adapun hasil temuan dari penelitian ini adalah model pengarusutamaan moderasi Islam dalam Tafsiralquran.id menggunakan format konten tulisan artikel pendek yang membahas seputar term moderasi dan model berislam yang proporsional, toleransi, dan jauh dari aspek kekerasan. Ini bertujuan memberikan pemahaman dan role model berislam yang benar kepada pembaca, yang di dalamnya juga dielaborasi dengan pembahasan seputar tafsir dari ayat-ayat al-Quran dan dikontekstualisasikan dengan isu-isu terbaru yang sedang ramai diperbincangkan.
Islam dan Society 5.0: Pembacaan Ulang Teologi Islam Perspektif Mohammed Arkoun di Era Digital Anugerah Zakya Rafsanjani; Yoga Irama
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 12 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v12i2.271

Abstract

Artikel ini berisi tentang pembacaan teologi Islam di era society 5.0. Di mana seiring berkembangnya zaman, teknologi canggih pun terus muncul dan hadir di hampir seluruh lini kehidupan manusia, sehingga kehidupan manusia menjadi bebas dan tak terkendali, maka diperlukan kajian ulang posisi teologi Islam di tengah era society 5.0 agar Islam mampu senantiasa tampil eksis dan relevan dalam setiap perkembangan zaman. Berbicara mengenai aspek religiusitas atau spiritualitas, maka peran Islam dirasa sangat vital dalam pembentukan aspek tersebut dalam era society 5.0. Namun sayangnya, banyak yang menilai Islam terutama pihak-pihak yang masih berpegang teguh pada ajaran dan penafsiran Islam klasik menjadi ujian terberat Islam dalam menghadapi era society 5.0. Sehingga perlu adanya sebuah pemikiran baru guna membangun relevansi teologi Islam dengan society 5.0, pemikiran Arkoun yang mendekonstruksi pemikiran dan teologi Islam klasik menjadi awal terbentuknya teologi Islam di era society 5.0. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Sumber data meliputi artikel-artikel mengenai pemikiran Arkoun dan society 5.0 dengan menggunakan teknik analisis interpretatif sehingga diperoleh kajian yang relevan dengan tema artikel ini. Dari hasil analisis dari data-data yang telah diperoleh, adapun hasil dari penelitian ini adalah: pertama, Arkoun berpendapat bahwa ketiadaan kritik dalam tubuh Islam menjadikan Islam mengalami ketertinggalan, sehingga diperlukan kritik terhadap tafsiran dan dogma-dogma yang telah ada. Selain itu Arkoun juga menekankan untuk memaksimalkan nalar Islam untuk menerima segala perubahan budaya, pemikiran dan zaman. Kedua, konsep humanisme Arkoun membagi memberikan kebebasan individu untuk mengoptimalkan nalar kritisnya untuk mengaplikasikan Islam daya teoritis dan daya praktis, sehingga kebebasan individu menggunakan nalar kritisnya tetap dalam koridor keagaman.
Mistik Kejawen dalam Dunia Digital: Intrepretasi atas Ajaran Kejawen di Channel Youtube Ngaji Roso Muzayyanah Mutashim Hasan; Wildan Taufiqur Rahman; Yoga Irama; Iqbal Hamdan Habibi
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 13 No. 2 (2023): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v13i2.447

Abstract

Artikel tentang mistik kejawen ini muncul atas keresahan peneliti dalam pengamatan budaya dan perkembangannya di dunia digital. Satu sisi mistik kejawen masih dianggap satu hal yang eksklusif namun disisi lain banyak dijumpai media sosial seperti akun Youtube yang menyajikan mistik kejawen sebagai kontennya. Penelitian ini mengeksplorasi peran akun Youtube “Ngaji Roso” dalam penciptaan mistik kejawen dalam dunia digital. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana esensi dari mistik kejawen jika disandingkan dengan sufisme. Penelitian ini juga ingin memetakan bagaimana perkembangan dunia digital dalam membentuk wajah baru dari mistik kejawen itu sendiri yang ditinjau dari teori teologi digital. Penelitian ini masuk dalam kategori penelitian kualitatif dengan sumber data berupa konten dari akun Youtube “Ngaji Roso”. Selain itu sebagai data pendukung dalam penelitian ini adalah buku, jurnal dan karya ilmiah lainnya yang masih ada kaitannya dengan topik pembahasan. Data yang terkumpul dianalisis dengan pendekatan content analysis. Kesimpulan dari hasil analisis data antara lain: (1) mistik kejawen dan sufisme memiliki keterkaitan yang cukup kuat dengan dibuktikan antara beberapa ajarannya seperti penyatuan makhluk dan pencipta, (2) perkembangan media sosial (Youtube) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perwajahan mistik kejawen khususnya pada dunia digital, (3) dalam pandangan Teologi Digital pembahasan mistik kejawen bertransformasi menjadi dialektika komprehensif di tengah masyarakat yang cenderung berujung dalam bentuk yang lebih kontemporer.
MODERASI BERAGAMA DALAM PERSPEKTIF HADIS Irama, Yoga; AW., Liliek Channa
Mumtaz: Jurnal Studi Al-Quran dan Keislaman Vol 5, No 1 (2021): Mumtaz: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Keislaman
Publisher : Institut PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36671/mumtaz.v5i01.144

Abstract

Fenomena pengarusutamaan moderasi beragama yang terjadi di masyarakat menimbulkan berbagai respons dari berbagai media, tokoh-tokoh agama dan peneliti. Beragam pemaknaan seputar moderasi beragama oleh masing-masing kelompok. Berbagai kalangan mengaku bahwa golongannya adalah representasi dari kelompok moderat. Kurang jelasnya definisi serta ciri-ciri moderat membuat fenomena mengaku moderat itu terjadi. Oleh karena itu, perlu adanya tinjauan terhadap berbagai hadis tentang makna moderasi, sehingga akan menghasilkan pemahaman yang utuh tentang moderasi beragama yang sesungguhnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gagasan moral yang terkandung dalam moderasi beragama merupakan upaya dalam menjaga keberagaman, persatuan dan kedamaian seluruh agama di Indonesia. Dengan demikian, harapan besar untuk dapat mengikis risiko perpecahan dan kerusakan akibat pemahaman yang salah, salah satunya adalah pola agama yang konservatif, ekstrem atau radikal; yang bertentangan dengan dasar negara Indonesia, yaitu Pancasila.
Epistemological Transformation of ʿUrf in the DSN-MUI Fatwa on E-Commerce: A Maqāṣid al-Sharīʿah Based Analysis Sanuri; Mubarok, Nafi'; Musafa’ah, Suqiyah; Irama, Yoga
Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam Vol. 19 No. 2 (2025)
Publisher : Sharia Faculty of State Islamic University of Prof. K.H. Saifuddin Zuhri, Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/mnh.v19i2.13145

Abstract

The rapid growth of digital platforms in global commerce has reshaped conventional transactional norms, including among Indonesian Muslims, raising normative debates on the legitimacy of e-commerce within Islamic jurisprudence. While prior studies have addressed e-commerce in Islamic legal discourse, few have examined the transformation of ʿurf (customary practice) as a legitimate legal source in the digital age. This study introduces the DigitalʿUrf Alignment Model (DUAM), an integrative legal-epistemological framework that systematizes the adaptation of classical ʿurf to digital contexts through maqāṣid al-sharīʿah based validation. Employing a qualitative-normative approach, the research analyzes Fatwa No. 146/2021, issued by the National Sharia Council of the Indonesian Ulema Council (DSN-MUI), classical and contemporary fiqh sources, and emerging digital transaction models. It integrates concepts from uṣūl al-fiqh, maqāṣid al-sharī‘ah, and socio-philosophical reasoning to reconceptualize ʿurf as a dynamic category of legal interpretation. The findings affirm that digital ʿurf, structured through DUAM, enables its institutionalization as a normative legal source for fatwa and provides a scalable method for integrating classical jurisprudence with digital finance regulations.