Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

POLA ASUH ORANG TUA PERMISIF DAN OTORITER TERHADAP PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA SISWA/I DI SMA 12 BONE Syahridayanti, Syahridayanti; Asrida, Asrida; Jumiyati, Jumiyati; S, Hartati; Riana, Hernah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45082

Abstract

Fenomena perilaku seksual pranikah di kalangan remaja pada masa kini semakin meningkat dan memprihatinkan karena dampak negatif yang ditimbulkan dari perilaku seksual pranikah baik secara fisik, psikologis, fisiologis dan sosial. Jumlah perilaku seksual pranikah yang meningkat menyebabkan terjadinya peningkatan kehamilan yang tidak diinginkan pada remaja. Penyebab utama dari perilaku seksual pranikah adalah pola asuh orang tua yang salah. Terdapat tiga jenis pola asuh yang diterapkan orang tua pada anaknya, yakni: 1. Pola asuh permisif yang dapat membuat anak menjadi lebih bebas melakukan apa yang dia inginkan karena memberikan kebebasan pada anak tanpa adanya pengawasan. 2. pola asuh otoriter, menyebabkan anak menjadi merasa tertekan dan ketakutan karena membatasi pergaulan anak dan memaksakan kehendak orang tua. 3. Pola asuh yang mengkombinasikan keduanya yaitu pola asuh demokratis yang menerapkan komunikasi dan kerjasama yang baik antara anak dan orang tua, sehingga anak menjadi lebih terbuka dan memiliki rasa tanggung jawab. Tujuan penelitian untuk menganalisis perbedaan antara pola asuh orang tua permisif dan otoriter terhadap perilaku seksual pranikah pada siswa-siswi di SMA 12 Bone. Penelitian ini menggunakan desain Komparatif dengan jumlah sampel 100 responden dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitianini yakni kuesioner yang dimasukkan ke dalam google formular (google form), dan di olah menggunakan uji Chi Square. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan nilai (p = 0.014 < 0.05), perbedaan tersebut terlihat dari pola asuh permisif yang lebih rendah 0.813 dibandingkan pola asuh otoriter 5.8. Dari hasil yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara pola asuh orangtua permisif dan otoriter terhadap perilaku seksual pranikah pada siswa/i di SMA 12 Bone tahun 2025.
Midwives and prenatal yoga: An analysis of anowledge and interest in its application Bara, Farida Tandi; Nopiyanti, Nopiyanti; Nata, Sri Ayu; S, Hartati; Wahdaniyah, Mughni
Science Midwifery Vol 13 No 2 (2025): June: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v13i2.1979

Abstract

Prenatal yoga is one of the non-pharmacological interventions that has been proven to be useful in supporting the physical and psychological health of pregnant women, as well as preparing for a more comfortable delivery. This study aims to determine the relationship between midwife's knowledge and interest in the application of prenatal yoga in midwifery services in Pangkep Regency. Design an analytical cross-sectional research with a sample of 74 midwives selected through inclusion criteria. Data were collected through an online questionnaire and analyzed univariate and bivariate using Chi-Square test. Most midwives have moderate knowledge (75.7%) and high interest (62.2%), but the application of prenatal yoga is still low (66.2%). There was no significant relationship between knowledge and application (p=0.375), but interest was significantly related (p=0.021). The main barriers include lack of training (70.7%) and absence of instructors (49.3%). Conclusion: Knowledge alone is not enough to encourage the prenatal application of yoga. Increased interest, practical training, and policy support are necessary for effective integration.
Rosnida1, Yeni Haerani2, La Ode Awal Sakti3, Hartati S4 Rosnida, Rosnida; Haerani, Yeni; Sakti, La Ode Awal; S, Hartati
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 1 (2025): Special Edition
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v17i1.272

Abstract

Studi ini mengeksplorasi perbuatan bidan yang termasuk dalam kategori malpraktik medis serta analisis pertanggungjawaban secara hukum perdata berdasarkan tindakan tersebut. Tujuan penelitian ini dilaksanakan agar bidan dan tenaga kesehatan pada umumnya dapat mengetahui tindakan-tindakan yang dapat digolongkan malpraktik medis agar dalam melaksanakan tugasnya dalam pelayanan kesehatan dapat terhindar dari  tindakan malpraktik medis. Penelitian ini menggunakan metode normatif dengan pendekatan yuridis, di mana data yang dianalisis berasal dari sumber sekunder, yakni bahan hukum primer, sekunder, dan tertier   Penelitian ini menunjukkan bahwa dalam konteks hukum perdata, suatu tindakan bidan dapat dianggap sebagai malpraktik medis apabila: terjadi penyimpangan dari standar profesi; terdapat kelalaian meskipun dalam bentuk ringan; dan ada keterkaitan langsung antara tindakan tersebut dengan kerugian yang ditimbulkan. Dalam hal terjadi malpraktik medis, bidan dapat dimintai pertanggungjawaban berdasarkan: pelanggaran kontrak atau wanprestasi (Pasal 1239 BW); perbuatan melawan hukum (Pasal 1365 BW); kelalaian yang menyebabkan kerugian (Pasal 1366 BW); dan d) tanggung jawab atas perbuatan pihak yang berada di bawah pengawasannya (Pasal 1367 BW)