Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Optimalisasi Fasilitas Coworking Space Dalam Pembinaan Seni Dan Budaya Masyarakat Di Dinas Komunikasi, Informatika Dan Statistika Kota Cirebon Sutarjo; Nurfalah, Farida; Nurruzzaman; Rifka Noviani Santika
Abdimas Awang Long Vol. 5 No. 2 (2022): Juni, Abdimas Awang Long
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/awal.v5i2.439

Abstract

Saat sekarang, kebutuhan coworking space mampu menjadi tempat bagi para pekerja kreatif untuk menghasilkan karya kolaboratif yang cerdas dan inspiratif. Ruang tersebut perlu dimanfaatkan salah satunya dalam pembinaan seni dan budaya masyarakat khususnya angklung sebagai salah satu konsep pengelolaan wilayah bagi pengelolaan aset, infrastruktur, dan fasilitas, yang terprogramkan pula di Universitas Swadaya Gunung Jati sebagai dunia pendidikan dengan berbasis kearifan lokal dan di Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistika Kota Cirebon yang memiliki binaan dan program layanan publik dengan mensosialisasikan kembali angklung dalam beragam media dan kegiatan. Metode yang digunakan dengan melakukan sharing, simulasi, pengambilan gambar dan tanya jawab disesuaikan dengan tema yang meliputi :sharing, simulasi dan pengambilan gambar Pagelaran Angklun, serta tampil di Televisi pada acara talkshow yang tayang di RCTV Kota Cirebon secara live pada hari Rabu 8 Desember 2021 pukul 20.00 sd 22.00 WIB dan YouTube serta Facebook. Adapun Masyarakat merekomendasikan memelihara eksistensi seni angklung sebagai ekstrakurikuler di sekolah-sekolah, beragam event, ataupun tampil di cafe. Dkis juga memberikan kesempatan pada Mahasiswa MBKM Magang Industri maupun yang Jobtraining untuk turut serta.
Determinan Mortalitas Pasien Covid-19 di RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara Sutarjo; Rahmawati; La Ode Bariun
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Healthy Mandala Waluya
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jhmw.v1i2.37

Abstract

Kasus konfirmasi Covid-19 yang dirawat di RSUD Bahteramas tahun 2020 sebesar 854 orang dan yang meninggal ada 82 kasus, tahun 2021 kasus konfirmasi Covid-19 sebesar 845 kasus dan yang meninggal ada 173 kasus. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis determinan mortalitas pasien Covid-19 di RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara. Jenis penelitian yang dilakukan adalah kuantitif analitik dengan rancangan penelitian case control study. Populasi penelitian yaitu 845 orang dan sampel penelitian berjumlah 88 responden yang terdiri dari 2 jenis yaitu kasus 44 responden dan kontrol 44 responden. Analisis data menggunakan uji Cochran’s and Maentel-Haenszel Statistics. Hasil penelitian menunjukan usia merupakan faktor determinan mortalitas pasien Covid-19 dengan nilai p = 0,012 (p<0,05) dan nilai OR = 3,7. Diharapkan peran serta dari pemerintah, Dinas Kesehatan dan RS untuk lebih meningkatkan upaya promotif dan preventif dengan tidak mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitatif sehingga upaya dalam menurunkan kasus Covid-19 dapat tercapai.
PENGENDALIAN KUALITAS PRODUKSI BENANG PARTIALLY ORIENTED YARN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SEVEN TOOLS (Studi Kasus Departemen POY CP-3 PT. Indorama Synthetics Purwakarta Tbk) Puspita, Khairina; Daisy Ade Riany Diem; Sutarjo
Jurnal Teknologika Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Teknologika
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Wastukancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51132/teknologika.v13i2.294

Abstract

. PT Indorama Synthetics Purwakarta Tbk, located on Jl. Industri Ubrug kembangkuning, Kec. Babakan Cikao, Purwakarta Regency is engaged in textile, namely in terms of spinning and polyester, rayon yarn, recycled polyester yarn and blended yarn from synthetic fiber and recycled fiber. This study aims to determine the types of defects that are dominant in POY-CP3 yarn products, determine the factors that cause defects in POY CP-3 yarn products, find out how to control quality in order to reduce the amount of damage or defects in POY CP-3 yarn. In this study, the authors used data on the number of yarn defects for the period April 2022 to April 2023. This research uses seven tools in the form of flow charts, cheek sheets, histograms, scatter diagrams, pareto diagrams, cause-and-effect diagrams, and control maps. Based on the results of the research analysis, it can be concluded that although there are still defective products, the company has carried out quality monitoring starting from quality control of raw materials, process quality control. From the calculation data with C-Chart analysis that yarn defective products in April 2022 to April 2023 are outside the control limits (out of control). With product damage that is outside the control limits or out of control, the company must better maintain the production process so that damage does not occur outside the control limits. So that the production produced in the next period can meet the quality standards.
PELATIHAN KOMPUTER DALAM MENINGKATKAN LIFE SKILLS WARGA BELAJAR PROGRAM PENDIDIKAN KESETARAAN PAKET B DI SANGGAR KEGIATAN BELAJAR (SKB) KARAWANG Ipah, Ipah Latipah; Sutarjo; Santika, Tika
Jurnal Pendidikan Sepanjang Hayat Vol 8 No 2 (2025)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/joll.8.2.135-139

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan, faktor pendukung dan penghambat, serta hasil pelatihan komputer dalam meningkatkan life skills warga belajar program pendidikan kesetaraan Paket B di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Karawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan komputer dilaksanakan dengan pendekatan praktik langsung dan pembelajaran kontekstual, didukung motivasi tinggi peserta, kompetensi tutor, serta fasilitas yang cukup memadai. Faktor penghambat utama adalah keterbatasan perangkat dan variasi kemampuan peserta. Pelatihan ini secara signifikan meningkatkan pengetahuan, keterampilan teknis, kemampuan adaptasi teknologi, pengambilan keputusan, komunikasi, kerja sama, kreativitas, dan problem solving warga belajar. Disarankan peningkatan fasilitas, pengembangan kurikulum, dan pendampingan berkelanjutan untuk optimalisasi hasil pelatihan.
LAW ENFORCEMENT AGAINST JUVENILE DELINQUENCY IN INDONESIA IN RELATION TO THE PURPOSE OF LAW Sutarjo; Diah Pudjiastuti; Subagyo Sri Utomo; Happy Ferovina Wuntu
Res Nullius Law Journal Vol. 8 No. 1 (2026): Volume 8 No. 1 Januari 2026
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/rnlj.v8i1.18610

Abstract

Juvenile delinquency in Indonesia has shown an increasingly serious and complex trend, while the various legal instruments and child protection policies in place have not yet been fully effective in curbing the rate of such deviant behavior. This study specifically aims to analyze the gap between the normative framework of law enforcement against juvenile delinquency—particularly through the Juvenile Criminal Justice System and the principles of restorative justice—and empirical practices in the field, as well as to assess the extent to which responses to juvenile delinquency align with the purposes of law in terms of legal certainty, justice, and utility. Employing a normative and empirical juridical approach, this research examines relevant legislation, policies, and doctrinal views, and integrates them with case data, national statistics, and field findings at the levels of the police, prosecution, courts, and juvenile correctional institutions. The findings reveal that although, at the normative level, the Juvenile Criminal Justice System has shifted the orientation of law enforcement toward rehabilitation and restorative justice through diversion, its implementation remains constrained by the dominance of a legalistic–repressive approach, limited institutional capacity, inadequate rehabilitation facilities, and weak involvement of families and communities in supporting the social reintegration of children. This study offers a comprehensive mapping of the gap between norms and practice and proposes a more integrated response model that positions restorative justice as an instrument for realizing the purposes of law, by strengthening synergy among law enforcement agencies, promoting character education within families and schools, and advancing state policies oriented toward prevention and comprehensive child protection.   Kenakalan remaja (juvenile delinquency) di Indonesia menunjukkan kecenderungan yang semakin serius dan kompleks, sementara berbagai instrumen hukum dan kebijakan perlindungan anak belum sepenuhnya mampu menekan laju perilaku menyimpang tersebut. Penelitian ini secara spesifik bertujuan menganalisis kesenjangan antara kerangka normatif penegakan hukum terhadap kenakalan remaja. terutama melalui Sistem Peradilan Pidana Anak dan prinsip keadilan restorative dengan praktik empiris di lapangan, sekaligus menilai sejauh mana penanggulangan kenakalan remaja selaras dengan tujuan hukum berupa kepastian, keadilan, dan kemanfaatan. Dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif dan empiris, penelitian ini menelaah peraturan perundang-undangan, kebijakan, dan doktrin terkait, serta memadukannya dengan data kasus, statistik nasional, dan temuan lapangan pada tingkat kepolisian, kejaksaan, pengadilan, serta lembaga pembinaan khusus anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun secara normatif Sistem Peradilan Pidana Anak telah menggeser orientasi penegakan hukum ke arah pembinaan dan keadilan restoratif melalui diversi, implementasinya masih dibatasi oleh dominasi pendekatan legalistik-represif, keterbatasan kapasitas aparat, minimnya sarana pembinaan, serta lemahnya keterlibatan keluarga dan masyarakat dalam mendukung reintegrasi sosial anak. Penelitian ini menawarkan pemetaan komprehensif atas kesenjangan antara norma dan praktik, sekaligus mengusulkan model penanggulangan yang lebih terpadu dengan menempatkan restorative justice sebagai instrumen aktualisasi tujuan hukum, melalui penguatan sinergi antarlembaga penegak hukum, pendidikan karakter di lingkungan keluarga dan sekolah, serta kebijakan negara yang berorientasi pada pencegahan dan perlindungan komprehensif terhadap anak.