Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Integrasi Kearifan Lokal Massenrempulu dalam Perancangan Sistem Drainase Berkelanjutan di Kabupaten Enrekang Syam, Febrianto; Rivai, Aspin Nur Arifin; Amra, Muhammad Fikri; Irfan, Ahmad Asrul Azwar; Bakar, Abu; Tajuddin, Muhammad; Umar, Kusnadi
RUANG KOMUNITAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2025): Ruang Komunitas: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Program Studi Ilmu Politik bekerjasama Program Studi Hubungan Internasional, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/rkjpm.v3i2.62516

Abstract

Kabupaten Enrekang menghadapi permasalahan drainase yang kompleks akibat topografi bergunung, curah hujan tinggi, serta lemahnya integrasi antara sistem modern dan kearifan lokal masyarakat. Artikel ini merupakan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan mendukung penyusunan naskah akademik Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Sistem Drainase Perkotaan dan Pedesaan Kabupaten Enrekang. Kegiatan ini mengadopsi pendekatan partisipatif dengan mengintegrasikan pengetahuan teknis modern dan sistem tradisional Massenrempulu. Metode yang digunakan meliputi pendekatan yuridis-normatif dan empiris, kajian literatur, analisis spasial, serta diskusi multipihak. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal dalam desain sistem eco-drainage mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan air, memperkuat partisipasi masyarakat, dan menurunkan risiko banjir hingga 40%. Rekomendasi utama dari kegiatan ini adalah pembentukan Unit Pengelola Drainase Terpadu berbasis kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan lembaga adat. Upaya ini diharapkan menjadi model replikasi bagi daerah lain dalam mewujudkan tata kelola air yang berkelanjutan dan berkeadilan ekologis.
Fast Track Legislation from the Perspective of People's Sovereignty: Criticism of the Weakening of Public Participation in the Legislative Process Umar, Kusnadi
JOSH: Journal of Sharia Vol. 5 No. 01 (2026): Vol. 05 No. 01 Januari 2026
Publisher : Universitas Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55352/josh.v5i01.2662

Abstract

This article examines the practice of fast-track legislation in the formation of laws in Indonesia from the perspective of popular sovereignty and democratic constitutionalism. This study aims to analyze how accelerated legislation affects the quality of public participation in lawmaking. This study uses a normative legal research method with a legislative, conceptual, and constitutional approach. A literature review was used to collect primary, secondary, and tertiary legal materials. The results of the study show that the fast-track legislation mechanism has led to technocratic legislative practices characterized by difficulty in accessing supporting documents (academic papers and draft bills) and limited space for deliberation, causing the substantive legitimacy of laws to be increasingly eroded. Strengthening participation through amendments to Article 96 of Law No. 12 of 2011 through Law No. 13 of 2022 by adopting the concept of meaningful participation as formulated by the Constitutional Court in Decision No. 91/PUU-XVIII/2020 has proven unable to minimize the impact of fast-track legislation. -track legislation. This article concludes that the constitutional limits of fast-track legislation lie in the fulfillment of public legitimacy, which can only be achieved through meaningful participation. Therefore, strict regulations regarding time limits for the formation of laws and meaningful participation mechanisms are necessary to prevent tokenistic legislation that contradicts the principle of people's sovereignty.