Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Analysis Of The Use Of Village Fund In Stunting Prevention And Treatment Lawalu, Emiliana Martuti; Leki, Salomon; Pongge, Maria Imakulata; Indrawati, Agnes Susanti
Jurnal Ekonomi Vol. 13 No. 02 (2024): Jurnal Ekonomi, Edition April - June 2024
Publisher : SEAN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting, as a serious issue hindering the growth and development of children and negatively impacting the quality of human resources, has become a major concern in Central Kupang District, East Nusa Tenggara, which ranks fourth in stunting cases. Oelmasi Village and Noelbaki Village, in particular, face significant challenges with a total of 75 cases of stunted children. These villages also encounter serious economic challenges and limited access to healthcare services. This study aims to analyze the implementation of stunting reduction policies in these two villages and evaluate the utilization of village funds to accelerate stunting reduction. A qualitative research method was used, identifying key informants such as health cadres, PKK (Family Welfare Movement) Chairpersons, and mothers of stunted children, as well as supporting informants such as village heads and treasurers. Data were collected through interviews, observations, and document analysis. The results highlight that the approach adopted still emphasizes treatment over prevention. The total budget allocation for Oelmasi Village is IDR 111,992,000 and for Noelbaki Village is IDR 102,300,000, which is used for programs such as integrated health posts, nutrition education, and incentives for cadres. Although village funds have been allocated for stunting reduction, challenges such as budget constraints and ineffective information distribution hinder program optimization. In conclusion, further efforts are needed to enhance public health literacy and strengthen cooperation between local governments and communities in the prevention and treatment of stunting in Oelnasi and Noelbaki Villages.
EDUKASI GREEN ECONOMY DAN KEWIRAUSAHAAN HIJAU BAGI SISWA SMAK SINT CAROLUS PENFUI KUPANG Pongge, Maria Imakulata; Ketmoen, Adrianus; Perseveranda, M. E.; Leki, Salomon; Masri, Marius; Lawalu, Emiliana Martuti; Indrawati, Agnes Susanti; Loda, Adelheid Elisabet; Gamatara, Maksimilianus Jati; Betu, Kristina Wada; Firmansyah, Mariano; Manafe, David
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34069

Abstract

Abstrak: Perubahan iklim dan meningkatnya pencemaran lingkungan menuntut adanya pendidikan green economy dan kewirausahaan hijau untuk membentuk generasi yang peduli keberlanjutan. SMA Katolik Sint Carolus Penfui Kupang menghadapi tantangan rendahnya pemahaman siswa terhadap konsep tersebut, yang belum terintegrasi secara optimal dalam kurikulum. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam pengelolaan sumber daya berkelanjutan serta pengembangan ide usaha ramah lingkungan. Kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi, edukasi, dan diskusi interaktif, melibatkan 4 guru dan 40 siswa sebagai peserta. Evaluasi dilakukan melalui observasi, pre-test, post-test, dan wawancara. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa hingga 80% tentang konsep green economy dan kewirausahaan hijau, serta keterlibatan aktif dalam diskusi. Program ini tidak hanya meningkatkan kesadaran lingkungan, tetapi juga membangun karakter, kreativitas, dan potensi kewirausahaan siswa untuk mendukung ekonomi lokal berkelanjutan. Guru dan pihak sekolah menilai kegiatan ini relevan dengan pendidikan karakter masa kini dan berpotensi menjadi langkah awal integrasi tema keberlanjutan ke dalam pembelajaran sekolah.Abstract: Climate change and increasing environmental pollution demand the integration of green economy and green entrepreneurship education to shape a generation that is committed to sustainability. SMA Katolik Sint Carolus Penfui Kupang faces the challenge of low student understanding of these concepts, which have not yet been optimally integrated into the curriculum. This community service program aims to enhance students’ knowledge and skills in sustainable resource management and the development of environmentally friendly business ideas. The activities were conducted through socialization, education, and interactive discussions, involving 4 teachers and 40 students as participants. Evaluation was carried out through observation, pre-tests, post-tests, and interviews. The results showed an improvement of up to 80% in students’ understanding of green economy and green entrepreneurship concepts, along with active engagement in discussions. The program not only raised environmental awareness but also fostered character building, creativity, and entrepreneurial potential to support a sustainable local economy. Teachers and school representatives assessed the program as relevant to current character education challenges and a potential starting point for integrating sustainability themes into the school curriculum.
REVITALISASI PANGAN LOKAL: PEMBERDAYAAN OMK YMY LILIBA MELALUI INOVASI DODOL JAGUNG DAN EDUKASI KONSUMSI SEHAT Adelheid Elisabet Loda; Emiliana Martuti Lawalu; Eufrasia Reneilda Arianti Lengur; Agnes Susanti Indrawati; Joaquina Felicia Saru; Maria Immaculata Pongge; Maksimilianus Paulus Jati Gamatara; Marianus Antonius Deo Datus Banase; Adrianus Ketmoen; M.E Perseveranda
Devote: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Vol. 4 No. 3 (2025): Devote : Jurnal Pengabdian Masyarakat Global, 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/devote.v4i3.4503

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan Orang Muda Katolik (OMK) YMY Liliba melalui inovasi olahan pangan lokal berupa dodol jagung dan edukasi konsumsi sehat. Permasalahan utama yang dihadapi adalah rendahnya pemanfaatan jagung sebagai pangan bernilai ekonomi akibat minimnya pengetahuan diversifikasi pangan dan keterampilan pengolahan. Kegiatan dilaksanakan melalui empat tahap, yaitu edukasi konsumsi pangan lokal dengan metode partisipatif, pelatihan pembuatan dodol jagung dengan variasi rasa dan inovasi kemasan, pendampingan kewirausahaan, serta penguatan identitas budaya dan kemandirian komunitas. Hasil pre-test menunjukkan hanya 35% peserta memahami pentingnya diversifikasi pangan lokal, sedangkan hasil post-test meningkat menjadi 85%. Pelatihan keterampilan menghasilkan produk dodol jagung yang dinilai mudah dibuat, memiliki cita rasa beragam, dan layak dipasarkan. Sebanyak 90% peserta menyatakan kegiatan ini bermanfaat dan relevan, bahkan beberapa berencana memulai usaha kecil-kecilan berbasis dodol jagung. Selain meningkatkan keterampilan dan peluang ekonomi, program ini juga memperkuat semangat kolaborasi, kebanggaan terhadap pangan lokal, dan kesadaran akan identitas budaya komunitas. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan berbasis pangan lokal dapat menjadi strategi efektif dalam penguatan ekonomi, pelestarian budaya, dan peningkatan ketahanan pangan masyarakat. Model program ini berpotensi direplikasi pada komunitas lain di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Co-Authors Adelheid Elisabet Loda Adrianus Ketmoen Adrianus Ketmoen Agnes Susanti Indrawati Amanda Grace Bria Amaral, Casimira Ketlin Bana, Evangeli Cindy Bana, Meliana Marsedis Banase, Marianus Antonius Deo Datus Benurtiana Vevin Betan, Angela Ismaniar Helmin Bolla, Larasti Viktoria Bouk, Ignasia Revania Collyn, Maria Fransiska Cruz, Yustina Da Daniel Taolin David Manafe Desi Lado Dhundu, Maria Gego Elaman, Godeliva Mega Putri Tuto Emilrensi, Anasthasya Nathaleoni Enike Tje Yustin Dima Enike Tje Yustin Dima Eufrasia Reneilda Arianti Lengur Firmansyah, Mariano Fransiskus Algentianus Kato Freitas, Libania Maria Ferreira Gamatara, Maksimilianus Jati Ghale, Antonia Jesica Dadi Iri, Gratia Kontar Jemahan, Maria Jenifer Da Costa Joaquina Felicia Saru Kabba, Melkianus Nedi Kehi, Monika Anggela Kristina Wada Betu Lado, Ferida Agata Kale Lalus, Faujia Leki, Salomon Loda, Adelheid Elisabet Lonak, Putri Debora Luntungan, Yudea Christofel M. E. Perseveranda M.E Perseveranda M.E Perseveranda M.E. Perseveranda Maksimilianus Paulus Jati Gamatara Maksimilianus Paulus Jati Gamatara Maria Fransiska Owa da Santo Maria Imakulata Pongge Maria Immaculata Pongge Maria Klarista Goba Mariano Firmansyah Marianus Antonius Deo Datus Banase Marius Masri Sadipun Mau, Yuliana Mimung, Faustina Mulik, Cindy Esterina N. Naikofi, Godefredus Mariano Nayseo, Magdalena Noviani Perseveranda, M. E. Perseveranda, ME Petrus Fernando Putra Wolla Pongge, Maria Imaculata Pulo, Yul Fransiska Salomon Leki Sanga, Maria Marselina Sabu Suban, Maria Petrosia Peni Tanau, Maria Karolina Taneo, Brian Teti, Maria Droste Tae Asa Teti, Theresa Apriani Thei, Johan Sarlito Wea, Aqualina Wohon, Ernestha Uba Yohanes Don Bosco Roja