Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Manajemen Risiko K3 di Wisata Gua Pindul, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta Saptadi, Julian Dwi; Arianto, Machfudz Eko; Habibi, Althof Nafis
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/formil.v6i2.358

Abstract

Aktivitas wisata Gua Pindul Yogyakarta, tidak lepas dari potensi bahaya dan risiko kecelakaan yang dapat menimbulkan kerugian kepada semua pihak. Aspek keselamatan di wisata Gua Pindul mengarah pada sarana prasarana di semua aktivitas wisata, kondisi lingkungan dan keselamatan manusia yang ditujukan kepada pemandu wisata dan wisatawan, serta prosedur pada saat melakukan kegiatan/atraksi wisata. Aspek Kesehatan wisatawan adalah kondisi kesehatan wisatawan sebelum dan sesudah melakukan aktivitas wisata. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui manajamen risiko keselamatan dan kesehatan kerja di wisata Gua Pindul.  Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek dalam penelitian adalah manajemen wisata Gua Pindul (Pokdarwis Dewa Bejo), tim SAR, Pemandu wisata dan wisatawan. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri dengan menggunakan bantuan lembar observasi lapangan.  Terdapat 10 jenis bahaya K3 dan 14 jenis risiko pada wisata Gua Pindul. Hasil penilaian risiko K3 didapatkan hasil bahwa risiko tenggelam, terseret arus banjir, tergigit dan terkena racun hewan liar masuk dalam tingkat risiko sangat tinggi (Extreme). Pengendalian risiko K3 yang telah dilakukan yaitu safety induction sebelum wisata, menyediakan pelampung, menghentikan wisata saat hujan deras dan adanya hewan liar. Analisis manajemen risiko K3 di wisata Gua Pindul belum pernah dilakukan. Upaya pengendalian dari pihak manajemen sudah ada namun belum optimal
Penyuluhan Hipertensi Pada Masyarakat di Dusun Dawe Desa Watuagung, Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri Saptadi, Julian Dwi; Arianto, Machfudz Eko; Dhaifullah, Muhammad Fakhruddin; Zulhayudin, Muhammad Fadillah
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 4 (2023): Oktober
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i4.114

Abstract

Latar belakang:  Kasus kesehatan pada masyarakat atau suatu kelompok di daerah pedesaan maupun kota tidak luput dari yang namanya penyakit, kasus kesehatan pada masyarakat memiliki berbagai macam permasalahan kesehatan yang tentunya tidak sama, maka hal tersebut tentunya harus segera diatasi dan menentukan prioritas permasalahan kesehatan yang tertinggi di daerah tersebut. Hipertensi merupakan masalah kesehatan prioritas yang ditemukan di lokasi pengabdian. Tujuan: Mengetahui suatu masalah kesehatan tertinggi di suatu daerah dan memberikan solusi terbaik guna untuk perbaikan yang bermanfaat dan juga penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih paham dalam pencegahan dan pengendalian penyakit hipertensi. Metode: metode yang digunakan dalam pengabdian adalah kuantitatif dengan desain studi yang digunakan adalah studi deskriptif, yang dilakukan dengan hasil wawancara dan observasi. Hasil: dari hasil pengabdian ditemukan bahwasannya kasus tertinggi di dawe RT 004 RW 004 yaitu Hipertensi maka dengan ditemukan hal tersebut dilakukan intervensi dengan cara penyuluhan mengenai hipertensi. Kesimpulan: memberikan solusi terbaik untuk pencegahan kenaikan dan terkena hipertensi dengan adanya penyuluhan dan juga untuk masyarakat di dusun dawe RT 004 agar senantiasa melakukan check tekanan darah seminggu sekali di pelayanan kesehatan. Kata kunci: hipertensi, penyakit tidak menular, penyuluhan __________________________________________________________________________________ Abstract Background: Health cases in the community or a group in rural or urban areas do not escape the name of disease, health cases in the community have various kinds of health problems which are certainly not the same, then this must be addressed immediately and find the highest priority health problems in the area. Hypertension is a priority health problem found in community service locations. Objective: To find out the highest health problem in an area and to provide the best solution for useful improvements as well as counseling and outreach to the public so that they have a better understanding of the prevention and control of hypertension. used in the research is quantitative with the study design used as a descriptive study, which was conducted with the results of interviews and observations. Method: The method used in this research is quantitative with the study design used as a descriptive study, which was conducted with the results of interviews and observations. Result: From the results of the study, it was found that the highest case was in Dawe RT 004 RW 004, namely Hypertension. Conclusion: provide the best solution for preventing the increase and getting hypertension by providing counseling and also for the community in Dawe hamlet RT 004 to always check blood pressure once a week in health services. Keywords: hypertension, non-communicable disease, counseling
Analisis Risiko K3 pada Aktivitas Pembuatan Pagar di Bengkel Las Makmur Jaya Kabupaten Cilacap Sari, Dyah Nur Indah; Saptadi, Julian Dwi
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/jlkm.v2i1.21

Abstract

Manajemen risiko K3 merupakan usaha untuk mengelola risiko K3 untuk mencegah kecelakaan kerja secara sistematis dan terstruktur. Pencegahan risiko kecelakaan kerja dapat menggunakan metode HIRADC. Bengkel Las Makmur Jaya merupakan usaha bidang sektor informal yang bergerak dibidang fabrikasi. Selama proses pembuatan pagar berlangsung, terdapat beberapa aktifitas seperti penggerindaan, pengelasan, pengecatan. Tingkat kesadaran para pekerja dalam penggunaan APD dinilai masih kurang. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis bahaya dan risiko K3 pada proses pembuatan pagar di Bengkel Las Makmur Jaya. Jenis penelitian merupakan penelitian kualitatif dengan metode penelitian deskriptif. Bahaya yang ditimbulkan saat proses pembuatan pagar ialah bahaya ergonomi, radiasi, listrik, mekanik, asap dan gas, fisika, kimiawi, api/panas,dan bahaya debu. Hasil penilaian risiko proses pembuatan pagar ialah terdapat 18 risiko rendah, 26 risiko sedang dan 21 risiko tinggi. Pengendalian yang telah dilakukan oleh Bengkel Las Makmur Jaya ialah pengendalian administratif dan penggunaan APD. Pembuatan pagar terdapat 4 tahapan, dengan jumlah tingkat risiko yang berbeda pada tiap tahapannya. Tahap pra-fabrikasi terdapat 2 risiko rendah, tahap fabrikasi 7 risiko rendah, 8 risiko sedang dan 5 risiko tinggi, tahap pemasangan pagar dengan 9 risiko rendah, 16 risiko sedang dan 15 risiko tinggi, tahap finishing 2 risiko sedang dan 1 risiko tinggi
Development of audiovisual media to improve OSH knowledge among construction workers of PT Sasmito at the construction project of FMIPA building at UGM Yogyakarta Sekar, Meilana Nawang; Arianto, Machfudz Eko; Saptadi, Julian Dwi
Periodicals of Occupational Safety and Health Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/posh.v2i1.8155

Abstract

Background: Work accidents with a high rate of fatality are dominated by the ones in construction work. Accidents could be caused by a number of factors, one of them is workers’ behavior. Knowledge and audiovisual media are the supporting factors and predispositions that influence workers’ behavior. Some workers have not understood the function of Personal Protective Equipment (PPE) and the standard application of PPE. This study is aimed at finding out the feasibility of audiovisual media and the average level of OSH knowledge among the workers before and after intervention. Method: This is a Level 4 Research and Development (RnD) study consisting of Product Design, Product Validation, Product Revision, and Limited Trial. The sample were the workers of PT Sasmito at the construction project of FMIPA building in UGM Yogyakarta consisting of 40 people. Validity test of the media was conducted by distributing questionnaires to material and media experts. Limited trial was conducted by distributing the questionnaire before and after intervention. Data analysis was carried out using univariate and bivariate analysis, i.e. Wilcoxon sign rank. Results: The total scores resulting from the validity tests were 76% by the material experts and 85% by the media experts, meaning that the audiovisual media was categorized as “feasible” and “highly feasible”. Hence, the audiovisual media was feasible or appropriate to be presented to the construction workers. The average rates of OSH knowledge among the workers were 11.20 for the pre-test and 13.8 for the post-test, respectively. The Wilcoxon Sign Rank test resulted in the p-value of 0.000 (<0.05), meaning that there was a difference in the average rate of OSH knowledge between the conditions of before and after the provision of audiovisual media to the construction workers of PT Sasmito at the construction project of FMIPA building at UGM. Conclusion: Audiovisual media is feasible to be presented and there is a difference in average rate of the workers’ knowledge on the PPE application between the conditions before and after the intervention. Companies are expected to use audiovisual media as a means to promote OSH.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Aman Berkendara pada Pengemudi Bus Trans Arianto, Machfudz Eko; Saptadi, Julian Dwi; Nurhasanah, Amelia
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 02 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v13i02.2170

Abstract

Bus Trans tidak hanya berdampak positif bagi masyarakat tetapi memiliki dampak negatif. Adanya pengemudi yang ugal-ugalan saat bekendara, berbelok dengan tajam, bus menguasai jalan dan sebagainya, hal tersebut menimbulkan rasa tidak nyaman bagi pengguna jalan umum dan dapat menimbulkan kecelakan lalu lintas. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor – faktor apa yang mempengaruhi perilaku aman berkendara pengemudi bus trans. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah pengemudi bus trans, penentuan sampel menggunakan rumus slovin didapatkan jumlah 55 sampel. Penentuan sampel dengan metode sampel random sampling. Instrumen penelitian ini kuesioner yang telah diuji validitas dan reabilitasnya. Analisis yang dilakukan yaitu analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan antara masa kerja (nilai p = 0,769), dukungan keluarga (nilai p = 0,42), dan kondisi kendaraan (0,564) dengan perilaku aman berkendara. Hanya faktor pengetahuan yang memiliki hubungan bermakna dengan perilaku aman berkendara (nilai p = 0,011). Rekomendasi penelitian ini, diharapkan bagi perusahaan untuk tetap meningkatkan kegiatan sosialisasi dan edukasi, serta meningkatkan pengawasan berkala terhadap pengemudi. Pengemudi diharapkan selalu mematuhi tata tertib lalu lintas dan SOP yang sudah diberlakukan di perusahaan.
PENGELOLAAN LIMBAH VAKSINASI DI PUSKESMAS DEPOK 3 Maulana, Muchsin; Saptadi, Julian Dwi; Rahma, Fika Widya; Lutfiah, Tasya Danela; Sulistyawati, Sulistyawati
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.25811

Abstract

Pusat Kesehatan Masyarakat (puskesmas) adalah salah satu jenis fasilitas pelayanan kesehatan yang menghasilkan limbah medis dan non medis. Limbah B3 medis adalah limbah yang berpotensi terkontaminasi zat infeksius yang berasal dari aktivitas pelayanan di fasilitas kesehatan, seperti sisa makanan dan barang-barang hasil penanganan medis. Limbah medis padat yang berasal dari fasilitas kesehatan memengaruhi kesehatan dan lingkungan, sehingga pengelolaan limbah medis padat di fasilitas kesehatan harus diperhatikan dengan cermat. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengelolaan limbah mulai dari pemilahan, pewadahan, pengumpulan, pengangkutan, dan pemusnahan di Puskesmas Depok 3 disesuaikan dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor Hk.01.07/Menkes/537/2020. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui pengamatan langsung (observasi) dan wawancara mendalam. Penelitian ini melibatkan empat informan: kepala puskesmas, kepala unit sanitasi, petugas pengelola limbah, dan cleaning service. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur pengelolaan yang tidak sesuai standar, seperti penggunaan alat pelindung diri yang tidak digunakan sepenuhnya, pembuangan sampah, penyimpanan sementara, dan pembuangan akhir yang membutuhkan waktu lebih dari 48 jam. Sebagai hasil dari penelitian ini, pengelolaan sampah Covid-19 di Puskesmas Depok 3 belum memenuhi standar Kepmenkes. Disarankan agar Puskesmas Depok 3 mengikuti pelatihan dan sosialisasi tentang Pengendalian limbah Covid-19 dan pengendalian limbah medis padat B3 yang lebih ketat.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Aman Berkendara pada Pengemudi Bus Trans Arianto, Machfudz Eko; Saptadi, Julian Dwi; Nurhasanah, Amelia
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 02 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v13i02.2170

Abstract

Bus Trans tidak hanya berdampak positif bagi masyarakat tetapi memiliki dampak negatif. Adanya pengemudi yang ugal-ugalan saat bekendara, berbelok dengan tajam, bus menguasai jalan dan sebagainya, hal tersebut menimbulkan rasa tidak nyaman bagi pengguna jalan umum dan dapat menimbulkan kecelakan lalu lintas. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor – faktor apa yang mempengaruhi perilaku aman berkendara pengemudi bus trans. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah pengemudi bus trans, penentuan sampel menggunakan rumus slovin didapatkan jumlah 55 sampel. Penentuan sampel dengan metode sampel random sampling. Instrumen penelitian ini kuesioner yang telah diuji validitas dan reabilitasnya. Analisis yang dilakukan yaitu analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan antara masa kerja (nilai p = 0,769), dukungan keluarga (nilai p = 0,42), dan kondisi kendaraan (0,564) dengan perilaku aman berkendara. Hanya faktor pengetahuan yang memiliki hubungan bermakna dengan perilaku aman berkendara (nilai p = 0,011). Rekomendasi penelitian ini, diharapkan bagi perusahaan untuk tetap meningkatkan kegiatan sosialisasi dan edukasi, serta meningkatkan pengawasan berkala terhadap pengemudi. Pengemudi diharapkan selalu mematuhi tata tertib lalu lintas dan SOP yang sudah diberlakukan di perusahaan.