Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

STUDY OF N FERTILIZER AND BOKASHI CHICKEN MANURE APPLICATION ON GROWTH AND YIELD OF CELERY (Apium graveolens L.) Yogi Pratama; Cik Zulia; Rita Mawarni
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 14, No 2 (2018): Bernas July 2018
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.626 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Asahan, JalanJend. Ahmad Yani, Kec. Kisaran Timur, Kabupaten Asahan. Penelitian dilaksanakan pada bulanMaret hingga Mei 2018. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorialdengan 2 faktor, yaitu : Faktor dosis pupuk N dengan 3 taraf, yaitu : N0 = tanpa pupuk (og/polibag), N1 = pupuk ZA (5 g/polibag), N2 = pupuk Urea (5 g/polibag). Faktor dosis bokashikotoran ayam dengan 3 taraf, yaitu : B0 = 0 ton/ha (0 kg/polibag), B1 = 10 ton/ha (250 g/polibag), B2 = 20 ton/ha (500 g/polibag). Aplikasi pupuk N menghasilkan tinggi tanaman sebesar 22,71 cm, jumlah daun 16,72 helai, produksi per tanaman 27,13 g, produksi per plot sebesar 113,06 g dan pH tanah 6,42. Pemberian bokashi kotoran ayam menghasilkan tinggi tanaman 22,28 cm, jumlah daun 16,50 helai, produksi per tanaman 27,13 g, produksi per plot 113,78 dan pH tanah 6,60. Tidak terjadi interaksi antara aplikasi pupuk N dan bokashi kotoran ayam terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman seledri. Tetapi interaksi keduanya meningkatkan pH tanah hingga 6,95.
RESPON PEMBERIAN PUPUK KOTORAN BURUNG PUYUH DAN PUPUK BOKASI ENCENG GONDOK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) Riska Fitriani Manurung; Cik Zulia; Sri Susanti Ningsih
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 15, No 3 (2019): Bernas October 2019
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.493 KB)

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Universitas Asahan, dengan topografi datar dan tinggi tempat ± 15 m dpl. Tipe iklim Oldeman termasuk tipe iklim E1 dan jenis tanah Alluvial. Curah hujan antara 1.917 mm—3.884 mm, dengan rata-rata curah hujan tahunan 2.900 mm. Suhu berkisar 20,4—32,7° C dan kelembaban udara antara 82% - 94%.  Penelitian rencana dilaksanakan pada bulan Maret sampai bulan Mei 2017. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah Pupuk Kotoran Burung Puyuh (P) terdiri dari 3 taraf yaitu : P0 :  0 kg/tanaman (kontrol), P1 :  1 kg/tanaman, dan P2 :  2 kg/tanaman. Faktor kedua adalah pemberian Pupuk Bokashi Eceng Gondok (B) terdiri dari 4 taraf yaitu : B0:  0 Kg/tanaman, B1:  1 Kg/tanaman, B2:  2 Kg/tanaman, , B3:  3 Kg/tanaman. Hasil penelitian pemberian Pupuk Kotoran Burung Puyuh menunjukkan berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, berat segar per tanaman, dan berat segar per plot tanaman selada, dengan perlakuan pupuk Pupuk Kotoran Burung Puyuh terbaik pada dosis 2 kg/tanaman. Pemberian Pupuk Bokashi Eceng Gondok menunjukan berpengaruh nyata terhadap Pertumbuhan tanaman, dengan dosis perlakuan terbaik pada dosis 3 kg/tanaman Interaksi antara pengaplikasian pupuk Kotoran Burung Puyuh dan Pupuk Bokashi Eceng Gondok Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Selada (Lactuca sativa L) menunjukkan pengaruh tidak nyata terhadap parameter yang diamati.
Teknik Menentukan Dosis Tepat Dengan Menggunakan Alat Watt Meter Untuk Aplikasi Pupuk Organik Cair Pada Tanaman Sayuran Di Desa Perk. Sei Bejangkar: Pengabdian Syafrizal Hasibuan; Sri Susanti Ningsih; Armaniar; Dermawan; Cik Zulia
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.1549

Abstract

Pupuk organik cair merupakan pupuk yang terbuat dari bahan organik yang berbentuk cairan yang dipergunakan tanaman untuk pertumbuhan dan perkembangan. Hampir 80 % seluruh petani kurang percaya akan khasiat pupuk organik cair yang dibuatnya karena tidak mengetahui cara aplikasi pupuk organik cair dengan tepat dan belum menampakan hasil yang optimal pada tanaman yang dibudidayakan. Umumnya para petani hanya disuruh buat tetapi sewaktu aplikasi ke tanaman jarang mau mengaplikasikan ketanaman sehingga tetap membeli pupuk kimia karena takut terjadinya gagal panen. Dengan menggunakan alat watt meter dapat mengetahui dosis yang tepat untuk dapat mengaplikasikan pupuk organik cair secara tepat dan benar dengan menunjukan dilayar pada tulisan power 35 – 41 watt dapat menunjukan hasil panen yang optimal.
Pengenalan Konsep Pertanian Modern Melalui Kegiatan Budidaya Hidroponik Sederhana Bagi Siswa Sekolah Dasar : Pengabdian Cik Zulia; Lanna Reni Gustianty; Rival Al Fahri; Muhammad Kanda Setiawan; Hilda Yanti Br Torus Pane
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3614

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SDN 014675 Desa Sei Silau Barat, Kabupaten Asahan, dengan tujuan mengenalkan sistem budidaya hidroponik sederhana kepada siswa kelas 5 dan 6. Program terdiri dari dua tahap, yaitu penyampaian materi mengenai konsep dasar pertanian, jenis sayuran hidroponik, serta alat dan bahan yang digunakan, kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung melalui pendampingan pembuatan instalasi hidroponik sederhana berbasis sistem sumbu. Siswa dilatih melakukan pembibitan kangkung dan sawi pakchoy menggunakan rockwool, mencampur nutrisi AB mix, serta melakukan penanaman dan pemeliharaan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mampu memahami konsep hidroponik dan dapat membuat instalasi dari botol bekas dengan baik. Program ini efektif meningkatkan wawasan, keterampilan dasar bercocok tanam, serta kesadaran lingkungan melalui pemanfaatan barang bekas. Kegiatan ini berpotensi dikembangkan sebagai kegiatan pembelajaran atau ekstrakurikuler di sekolah.
Pelatihan Dan Pendampingan Pendaurulangan Limbah Tanaman Padi Melalui Proses Pengomposan Di Desa Mekar Baru Kabupaten Batubara Syafrizal Hasibuan; Cik Zulia; Tengku Syarifah; Dermawan; Sri Susanti Ningsih; Hilda Yanti Br Torus Pane
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3824

Abstract

Desa Mekar Baru merupakan salah satu desa yang ada di kabupaten Batubara Kecamatan Sei balai. Terletak ± 25 km dari kampus Universitas Asaahan. Potensi wilayah Desa Mekar Baru adalah pada sektor pertanian. Sebagain besar mata pencaharian masyarakat yaitu pertanaman padi sebagai komoditas utama. Desa Mekar Baru di dominasi oleh lahan sawah dan yang menjadi permasalahan Masyarakat adalah menumpuknya limbah pertanian padi yang berupa jerami padi. Limbah ini biasanya mereka bakar dan tidak dimanfaatkan sebagai kompos untuk mengurangi kebutuhan pupuk dalam budidaya tanaman padi berikutnya. Dengan kegiatan pengabdian yang dilakukan yaitu pelatihan dan pendampingan pendaurulangan limbah tanaman padi melalui proses pengomposan untuk dapat menghasilkan pupuk organik yang dapat membantu kekurangan pupuk pada tanaman padi menuju pertanaian berkelanjutan. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan peserta dapat membuat pupuk organik dari limbah jerami secara mandiri serta dapat mengaplikasikannya pada tanaman padi mereka, dan juga dapat peningkatan pemahaman pengetahuan peserta tentang cara pengomposan jerami padi yang dibuktikan dengan kemampuan petani membuat pupuk organik dari limbah yang belum maksimal dimanfaatkan menjadi pupuk kompos.