Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

The Influence Of Knowledge Of Pulmonary Tuberculosis Patients On Compliance With Taking Anti-Tuberculosis Drugs Sari, Siti Kemala; Rangkuti, Irma Yanti; Umri, Rizkia Annisa; Wardani, Kesuma
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.8148

Abstract

Pulmonary tuberculosis (TB) is the second infectious disease in the world after Covid-19 and the thirteenth leading cause of death worldwide in 2021. Indonesia has the second highest number of TB patients in the world after India. TB can be cured with regular treatment for 6 months. Prolonged treatment can cause TB patients to become bored and lead to drug withdrawal, causing drug resistance problems. The better the patient's knowledge about TB disease, length of treatment, side effects and complications can influence the decision to encourage patients to adhere to their treatment. The success of Tuberculosis treatment is influenced by patient compliance in taking medication. The type of research used was observational analytic with a cross sectional approach to determine the relationship between knowledge and adherence to taking medication. . Respondents of this study were pulmonary TB patients at Tanjung Rejo Percut health center as many as 51 people. This study used a questionnaire in its implementation. The analysis test used is the gamma test. The results of the study showed a relationship between knowledge and compliance with taking antituberculosis drugs in pulmonary tuberculosis patients. (p value 0.023). The results of the study showed that the majority of male gender, productive age, the final category of treatment was complete (92.2%), namely cured (53.0%), not cured (39.2%) and incomplete (7.8%). The majority of patients' knowledge was 78.4% in the good category and the majority of TB patients' medication compliance was 64.7% in the high compliance category
UJI EFEKTIFITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL RIMPANG KUNYIT (CURCUMA DOMESTIC VAL) TERHADAP PERTUMBUHAN VIBRIO CHOLERA SECARA IN VITRO : ANTIBACTERIAL EFFECTIVENESS OF TURMERIC RHIZOME ETHANOL EXTRACT (CURCUMA DOMESTICA VAL) AGAINST VIBRIO CHOLERAE GROWTH IN VITRO Siregar, Agus Maruli Tua; Lestari, Ira Cinta; Rangkuti, Irma Yanti; Oktaria, Selly
Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik) Vol. 8 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/stm.v8i1.801

Abstract

Vibrio cholerae is a Gram-negative, anaerobic bacterium. Cholera is an intestinal infection caused by Vibrio cholerae or contact with a cholera carrier. Turmeric rhizome (Curcuma domestica Val) extract is known to have antibacterial properties. Active compounds such as flavonoids, saponins, alkaloids, and tannins in turmeric rhizomes have been shown to inhibit the growth of Vibrio cholerae. This study aimed to evaluate the antibacterial effectiveness of turmeric rhizome extract (Curcuma domestica Val) against the growth of Vibrio cholerae in vitro. The research used a descriptive approach with experimental methods, conducted at the Microbiology and Organic Chemistry Laboratory, University of Sumatera Utara (USU). Extraction was performed using the maceration method. The study employed four different concentrations of turmeric rhizome extract: 25%, 50%, 75%, and 100%. Data collection involved treating Vibrio cholerae cultures with the extracts and measuring the diameter of the inhibition zones using a caliper. Data analysis was conducted using ANOVA and a Post Hoc Bonferroni test. Results showed that the 100% concentration of turmeric rhizome extract was the most effective in inhibiting the growth of Vibrio cholerae, with a p-value of 0.000, an average inhibition zone diameter of 22.2 ± 0.49 mm, and a categorization of "susceptible" response. AbstrakVibrio cholerae adalah bakteri Gram-negatif yang bersifat anaerob. Kolera merupakan penyakit infeksi usus yang disebabkan oleh bakteri Vibrio cholerae atau kontak dengan carrier kolera. Perasan rimpang kunyit (Curcuma domestica Val) diketahui memiliki efek antibakteri terhadap bakteri. Kandungan flavonoid, saponin, alkaloid, dan tanin pada rimpang kunyit terbukti dapat menghambat pertumbuhan Vibrio cholerae. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antibakteri ekstrak rimpang kunyit (Curcuma domestica Val) terhadap pertumbuhan Vibrio cholerae secara in vitro. Penelitian ini menggunakan Designed of Experiment (DoE)/Eksperimen Terancang di Laboratorium Mikrobiologi dan Kimia Organik Universitas Sumatera Utara (USU). Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi, dan penelitian dirancang dengan empat perlakuan konsentrasi ekstrak rimpang kunyit, yaitu 25%, 50%, 75%, dan 100%. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan perlakuan pada bakteri Vibrio cholerae, kemudian mengukur diameter zona hambat pertumbuhan menggunakan jangka sorong. Analisis data dilakukan menggunakan uji ANOVA dan uji Post Hoc Bonferroni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak rimpang kunyit paling efektif dalam menghambat pertumbuhan Vibrio cholerae adalah 100%, dengan nilai p = 0,000. Konsentrasi ini menghasilkan rata-rata diameter zona hambat sebesar 22,2 ± 0,49 mm, dengan kategori respon hambat susceptible (rentan).
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pendidikan Obat Tradisional : Menjembatani Pengetahuan Tradisional Dan Farmakologi Modern Untuk Promosi Kesehatan Di Desa Tanjung Rejo Kecamatan Percut Sei Tuan Rangkuti, Irma Yanti; Makmur, Tri; Sari, Siti Kemala; Oktaria, Selly
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.10950

Abstract

Dalam konteks ini, kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Tanjung Rejo menjadi langkah positif untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang obat tradisional. Dengan mengintegrasikan pendekatan edukatif melalui penyuluhan kesehatan diharapkan pemahaman masyarakat tentang tanaman tradisional dapat meningkat. Pengabdian masyarakat ini melibatkan partisipasi aktif dari warga Desa Tanjung Rejo Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Serdang Bedagai, bersama dengan tim pengabdian yang berasal dari FK UISU. Pengabdian masyarakat dihadiri masyarakat  Desa Tanjung Rejo serta mahasiswa KKN FK UISU yang sedang melaksanakan KKN di desa ini. Kegiatan dilaksanakan di aula Kantor kepala Desa dimulai pukul 10.00 pagi hingga sekitar pukul 12 siang. Penyuluhan dimulai dengan registrasi, pembagian kuesioner, paparan obat tradisional, diskusi tanya jawab. Kuesioner dibagi sebelum dan setelah penyuluhan untuk menilai perbedaan pengetahuan masyarakat tentang obat tradisional. Kuesioner terdiri dari 12 pertanyaan tertutup. Jawaban kuesioner dianalisis dengan SPSS menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks, didapatkan nilai p = 0,00 (p 0,05). Dari hasil pelaksanaan kegiatan diperoleh perbedaan pengetahuan masyarakat tentang obat tradisional sebelum dan sesudah penyuluhan. Penyuluhan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang obat tradisional
Sosialisasi Pencegahan Malaria Dan Pembuatan Sprey Sereh Anti Nyamuk Di Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Percut Sei Tuan Oktaria, Selly; Rangkuti, Irma Yanti; Sari, Siti Kemala
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.10952

Abstract

Malaria merupakan penyakit yang disebabkan infeksi dari parasit plasmodium. Parasit plasmodium ini dibawa melalui gigitan  nyamuk Anopheles Sp betina yang terinfeksi. Di Indonesis banyak ditemukan empat spesies Plasmodium yaitu Plasmodium falciparum, Plasmodium Malariae, Plasmdium vivax dan Plasmodium ovale, dimana ada perbedaan siklus plasmodium falciparum dan malaria dengan siklus plasmodium vivax dan ovale. Nyamuk tidak menyukai wangi-wangian, sehingga Sereh yang merupakan jenis tanaman rumput aromatic yang memiliki bau yang khas dapat menjadi suatu tanaman yang bisa mengusir nyamuk. Pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kesehatan Masyarakat ini akan dilakukan di Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Percut Sei Tuan. Kecamatan Percut Sei Tuan ini merupakan pemukiman yang padat dan mata pencahariannya adalah petani dan nelayan yang banyak menghabiskan waktu beraktivitas diluar. Kegiatan Pengabdian ini akan dilakukan dengan cara sosialisasi melalui kegiatan penyuluhan dan memberikan pelatihan  membuat spray sereh untuk pengusir nyamuk
PERILAKU BERJEMUR MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM SUMATERA UTARA UNTUK MENCEGAH COVID-19 Br Barus, Surani Kanisa; Rangkuti, Irma Yanti
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 22 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.623 KB) | DOI: 10.30743/ibnusina.v22i1.412

Abstract

COVID-19 adalah penyakit infeksi saluran pernafasan dengan kasus penyakit yang terus bertambah. Beredar informasi bahwa berjemur dapat mencegah infeksi COVID-19. Berjemur dipercaya dapat meningkatkan sistem imunitas karena meningkatkan konsentrasi vitamin D dalam tubuh. Kekurangan vitamin D dikaitkan dengan peningkatan kemungkinan kejadian COVID-19, keparahan dan kematian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran perilaku berjemur mahasiswa Fakultas Kedokteran UISU untuk mencegah COVID-19. Jenis penelitian yang digunakan adalah bersifat deskriptif dengan menggunakan desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan metode Stratified Random Sampling. Sampel adalah mahasiswa FK UISU sebanyak 80 responden. Instrument penelitian yang digunakan berupa kuesioner. Hasil penelitian terdapat 15 orang (18.8%) memiliki perilaku berjemur yang baik, 41 orang (51.3%) memiliki perilaku berjemur yang cukup dan 24 orang (30.0%) memiliki perilaku berjemur yang kurang baik. Terdapat hubungan usia dengan perilaku berjemur (p value : 0,000). Terdapat hubungan jenis kelamin dengan perilaku berjemur (p value : 0,000). Terdapat hubungan riwayat COVID-19 dengan perilaku berjemur (p value : 0,007). Mayoritas responden memiliki perilaku berjemur yang cukup. Terdapat hubungan yang signifikan antara usia, jenis kelamin, dan riwayat COVID-19 dengan perilaku berjemur.
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN INFEKSI SALURAN KEMIH DI RUMAH SAKIT HAJI MEDAN: EVALUATION OF THE USE OF ANTIBIOTICS IN URINARY TRACT INFECTIONS PATIENTS IN MEDAN HAJJ HOSPITAL Zakirah, Nadyva Aulya; Rangkuti, Irma Yanti; Siregar, Julahir Hodmatua; Lubis, Ichwan Alamsyah
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 14 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jkin.v14i1.778

Abstract

Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan infeksi yang sering terjadi, dengan angka kejadian global mencapai 8,3 juta kasus per tahun. Di Indonesia, kasus ISK mencapai sekitar 180.000 kasus baru setiap tahun. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional pada ISK dapat meningkatkan biaya pengobatan serta risiko resistensi dan mortalitas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penggunaan antibiotik pada pasien ISK menggunakan metode deskriptif dengan kriteria Gyssens. Data diperoleh dari rekam medis 31 pasien ISK rawat inap di Rumah Sakit Haji Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok usia terbanyak adalah 46–54 tahun (32,2%), mayoritas pasien adalah perempuan (67,7%), dan diagnosis terbanyak adalah pielonefritis (74,2%). Sebanyak 68% penggunaan antibiotik berada dalam kategori 0, yang menunjukkan penggunaan yang rasional. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa mayoritas penggunaan antibiotik pada pasien ISK telah sesuai dengan pedoman terapi. Namun, evaluasi berkala tetap diperlukan untuk mencegah resistensi antibiotik dan memastikan efektivitas pengobatan.
Evaluation of Antibiotic Use in Child Patients with Acute Respiratory Tract Infection (ARI) Damanik, Nadya Anggraini; Rangkuti, Irma Yanti; Sulistiasari, Refi; Sari, Siti Kemala
International Journal of Public Health Excellence (IJPHE) Vol. 4 No. 2 (2025): January-May
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijphe.v4i2.1298

Abstract

Background: Acute respiratory infections (ARI) are still a major cause of high morbidity and mortality, with more than 12 million cases per year worldwide. Indonesia is one of the countries with a high burden of ARI with 6 million cases. Antibiotic resistance in bacteria that causes ARI is also increasing, so it is important to evaluate the rationality of antibiotic use. Objective: To evaluate the use of antibiotics in pediatric patients with acute respiratory infections (ARI) using the Gyssens method at Medan Hospital. Methods: Descriptive research with Gyssens method. Results: The majority of patients were toddlers with an age range of 12-59 months (47.7%). Male (64.6%), and female (35.4%). The most common diagnosis was pneumonia with a percentage of 90.8%. Ceftriaxone injection (78.5%) was most commonly used. The Gyssens method showed that category 0 was 52.3%, IIA 24.6%, and IIIB 23.1%. Conclusion: The use of antibiotics in pediatric ARI patients at Medan Hospital is mostly rational.
The Influence Of Knowledge Of Pulmonary Tuberculosis Patients On Compliance With Taking Anti-Tuberculosis Drugs Sari, Siti Kemala; Rangkuti, Irma Yanti; Umri, Rizkia Annisa; Wardani, Kesuma
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.8148

Abstract

Pulmonary tuberculosis (TB) is the second infectious disease in the world after Covid-19 and the thirteenth leading cause of death worldwide in 2021. Indonesia has the second highest number of TB patients in the world after India. TB can be cured with regular treatment for 6 months. Prolonged treatment can cause TB patients to become bored and lead to drug withdrawal, causing drug resistance problems. The better the patient's knowledge about TB disease, length of treatment, side effects and complications can influence the decision to encourage patients to adhere to their treatment. The success of Tuberculosis treatment is influenced by patient compliance in taking medication. The type of research used was observational analytic with a cross sectional approach to determine the relationship between knowledge and adherence to taking medication. . Respondents of this study were pulmonary TB patients at Tanjung Rejo Percut health center as many as 51 people. This study used a questionnaire in its implementation. The analysis test used is the gamma test. The results of the study showed a relationship between knowledge and compliance with taking antituberculosis drugs in pulmonary tuberculosis patients. (p value 0.023). The results of the study showed that the majority of male gender, productive age, the final category of treatment was complete (92.2%), namely cured (53.0%), not cured (39.2%) and incomplete (7.8%). The majority of patients' knowledge was 78.4% in the good category and the majority of TB patients' medication compliance was 64.7% in the high compliance category
PENINGKATAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI MENGENAI KANKER SERVIKS BERBASIS EDUKASI DI SMK GELORA JAYA NUSANTARA Susanti, Nofi; Rangkuti, Irma Yanti; Syahadatina, Syahadatina; Harahap, Siti Khodizah; Hasibuan, Syahrida Suryani; Panjaitan, Nuraisyah Wulandari
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 5 (2025): Vol.6 No. 5 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i5.50965

Abstract

Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat kanker pada perempuan di Indonesia. Penyakit ini umumnya disebabkan oleh infeksi Human Papillomavirus (HPV) yang ditularkan melalui hubungan seksual. Berdasarkan data GLOBOCAN tahun 2020, kanker serviks menempati urutan kedua sebagai kanker terbanyak pada perempuan di Indonesia dengan 36.633 kasus baru dan 21.003 kematian. Deteksi dini melalui skrining, seperti Pap smear atau Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA), menjadi upaya preventif yang efektif. Namun, tingkat pengetahuan dan kesadaran, khususnya di kalangan remaja putri, masih tergolong rendah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di SMK Gelora Jaya Nusantara, Medan Tuntungan, dengan tujuan meningkatkan pemahaman remaja putri terkait kanker serviks dan pentingnya deteksi dini. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pemutaran video edukatif, diskusi interaktif, serta pre-test dan post-test sebagai bentuk evaluasi. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta, dari 84,8% sebelum penyuluhan menjadi 93,9% setelah kegiatan berlangsung. Edukasi berbasis partisipatif dan komunikasi dua arah terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja mengenai kesehatan reproduksi. Diharapkan kegiatan serupa dapat diterapkan secara berkelanjutan di sekolah-sekolah lain sebagai langkah promotif dan preventif dalam menurunkan angka kejadian kanker serviks.
Jenis Paduan Obat Anti Tuberkulosis pada Pasien Tuberkulosis Resistan Obat Putri, Silvia Katarina; Rangkuti, Irma Yanti; Nasution, Dian Indah Pratama Sari; Sari, Siti Kemala
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i2.24217

Abstract

ABSTRAK Tuberkulosis resistan obat (TB RO) merupakan salah satu ancaman dan bagian terpenting dalam terapi dan pengendalian tuberkulosis. TB RO merupakan masalah buatan manusia yang mengakibatkan tingginya angka kejadian tuberkulosis di sebagian negara yang memiliki riwayat pengendalian TB yang buruk. Pengobatan pada pasien tuberkulosis resistan obat lebih sulit dan dapat menimbulkan efek samping yang lebih banyak. Pengobatan yang digunakan pada pasien TB RO dyaitu obat anti tuberkulosis lini kedua yang terdiri dari dua paduan pengobatan dan diberikan dalam durasi waktu yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis paduan obat anti tuberkulosis pada pasien tuberkulosis resistan obat di Rumah Sakit Khusus Paru Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan desain cross-sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 39. Laki-laki 30 pasien (76,92%), umur 35-43 tahun, 11 pasien (28,21%), SMA 25 Pasien (67,74%), tidak bekerja 12 pasien (30,77%), IMT berat badan kurang 18 pasien (46,15%), dan Jawa 18 pasien (46,15%). Lama pengobatan bervariasi mulai dari 1-20 bulan dan terbanyak pada 16 bulan 8 pasien (20,52%). Paduan jangka panjang 34 pasien (87,18%). Pasien TB RO mayoritas menggunakan paduan obat anti tuberkulosis jangka panjang. Kata Kunci: Jenis OAT, TB RO.  ABSTRACT Drug-resistant tuberculosis (DR-TB) is one of the most important threats to the treatment and control of tuberculosis. DR-TB is a man-made problem that results in a high incidence of tuberculosis in some countries with a history of poor TB control. Treatment of patients with drug-resistant tuberculosis is more difficult and can cause more side effects. The treatment used in patients with DR-TB is a second-line anti-tuberculosis drug that consists of two treatment combinations and is given for a long duration of time. This study aims to determine the type of anti-tuberculosis drug combination in patients with drug-resistant tuberculosis at the Hospital for Special Lung of North Sumatra. This study used descriptive method with cross-sectional design. The sampling technique in this study used total sampling with a total sample of 39. Male 30 patients (76.92%), age 35-43 years, 11 patients (28.21%), high school 25 patients (67.74%), not working 12 patients (30.77%), underweight BMI 18 patients (46.15%), and Java 18 patients (46.15%). The length of treatment varied from 1-20 months and most at 16 months 8 patients (20.52%).  Long-term combination 34 patients (87.18%). The majority of DR-TB patients used long-term anti-tuberculosis drug combination Keywords: Type of OAT, TB RO.