Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Penggunaan APD pada Petani yang Menggunakan Pestisida ditinjau dari Aspek Health Belief Model Iffatunnada Khalishah; Fitria Saftarina; Citra Yuliyanda Pardilawati
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alat Pelindung Diri (APD) adalah sebuah alat pelindung diri yang digunakan seseorang untuk melindungi diri dari segala jenis bahaya saat melakukan pekerjaan. Bidang yang paling banyak dalam penggunaan pepstisida yaknibidang pertanian. Jumlah pepstisida di indonesia yang telah terdaftar yakni pada tahun 2006 sebanyak 166 jenis dan terus meningkat setiap tahunnya yakni pada tahun 2010 meningkat menjadi 2.628. dengan penggunaan pepstisida yang sangat besar, hal ini tentunya dapat menyebabkan berbagai gangguan terutama terhadap kesehatan parapetani penyemprot. Keracunan sendiri menjadi salah satu dampak yang ditimbulkan oleh adanya pepstisida yang berlebihan. Sebanyak 1 juta hingga 5 juta kasus terjadi tiap tahunnya akibat keracunan pepstisida, pernyataan tersebut berdasarkan perkiraan dari World   Health   Organisasion (WHO) serta sebanyak 80% kasus ini terjadi dinegara-negara berkembang khususnya   pada   pekerja pertanian. Berdasarkan data dari WHO yang membuktikan bahwa dampak yang ditimbulkan dari pepstisida diniai sangat fatal, karena dapat menyebabkan penyakit seperti cacat, kemandulan, gangguang hepar hingga kanker. Dengan menggunakan Alat Pelindunng Diri (APD) pada para petani bertujuan untuk mengurangi resiko-resiko terkenanya bahaya pepstisida saat menggunakannya. Sebagai negara yang berkembang dan termasuk sebagai negara agraris, membuat Indonesia memiliki penduduk yangbermayoritas sebagai petani. Dengan begitu, diharapkan adanya kemajuan produksi dibidang pertanian sehingga dapat menunjang tercapainya pembangunan nasional. Penulisan literature review ini bertujuan agar penulis dan pembaca lebih dapat memahami pentingnya penggunaan APD pada petani pestisida di Indonesia.  Kata kunci:  Alat Pelindung Diri (APD), Petani, Pestisida
Potensi Minyak Atsiri Jeruk Kalamansi (Citrus microcarpa Bunge) Sebagai Antibakteri Alami: Tinjauan Pustaka. Afna Nur Afni Palogan; Mutiara Nauli Br. Sitinjak; Andi Nafisah Tendri Adjeng; Citra Yuliyanda Pardilawati; Rasmi Zakiah Oktarlina
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit infeksi merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh mikroorganisme yang bersifat patogen sehingga menjadi penyebab penurunan kualitas kesehatan secara global. Pada tahun 2019, terdapat lima bakteri patogen yang menjadi penyebab kematian yaitu S. aureus, E.coli, S. pneumonia, K. pneumonia, dan P. aeruginosa. Penggunaan antibiotik yang tepat dapat digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri. Selain dengan pengobatan medis, pengobatan infeksi bakteri dapat dilakukan melalui pengobatan herbal. Minyak atsiri jeruk kalamansi merupakan senyawa bioaktif alami yang memiliki senyawa limonene,carvacrol, timol, terpenoid, dan senyawa lainnya. Senyawa tersebut bersifat antiseptik dan antibakteri alami yang dapat berikatan dengan protein transmembran pada dinding sel bakteri seperti S. typhimurium, L. Monocytogenes, S. aureus, P. aeruginosa, E. coli, MRSA dan S. mutans, sehingga menyebabkan sel membran bakteri akanmengembang hingga rusak. Akhirnya bakteri tersebut kekurangan nutrisi dan lisis (mati).Kata Kunci: Infeksi bakteri, Minyak atsiri, Jeruk kalamansi, Antibakteri alami
Faktor Penyebab Kejadian Rehospitalisasi Pada Pasien Skizofrenia Savira Rahmadanti; Nurma Suri; Citra Yuliyanda Pardilawati; Ervina Damayanti
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v11i2.pp24-31

Abstract

Skizofrenia adalah penyakit kejiwaan kronis dan kompleks yang dialami oleh sebagian besar masyarakat di dunia dan berpotensi mengalami kejadian rawat inap kembali atau rehospitalisasi di rumah sakit akibat kekambuhan gejala yang dirasakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya rehospitalisasi pada pasien yang menderita skizofrenia. Penelitian ini menggunakan metode literature review atau tinjauan pustaka dengan mengumpulkan beberapa sumber database elektronik berbahasa Indonesia 10 tahun terakhir (2014-2024) menggunakan kata kunci yang relevan. Kriteria inklusi mencakup studi observasional, eksperimental, dan RCT terkait faktor penyebab kejadian rehospitalisasi pada pasien skizofrenia di Indonesia. Didapatkan 12 artikel ilmiah yang masuk kriteria inklusi dan digunakan sebagai acuan. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa faktor penyebab terjadinya rawat inap kembali atau rehospitalisasi pada pasien skizofrenia meliputi faktor ekonomi, tekanan peristiwa kehidupan, ketidakpatuhan pengobatan, kurangnya pengetahuan dan dukungan keluarga serta kurangnya dukungan sosial. Apoteker berperan penting dalam memberikan edukasi kepada pasien, memberikan jadwal kontrol rutin, dan membantu memantau kepatuhan minum obat pasien sehingga dapat mengurangi angka kejadian rawat inap kembali atau rehospitalisasi pasien skizofrenia di rumah sakit.
Hubungan Kepatuhan Minum Obat dengan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi: Literatur Review Tasya Aprilia Pubioganda; Oktafany Oktafany; Citra Yuliyanda Pardilawati
OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2026): Januari: OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/obat.v4i1.2053

Abstract

Hypertension is a chronic condition that requires long-term management due to its strong association with an increased risk of serious complications when blood pressure is not adequately controlled. One of the key factors influencing the success of hypertension management is patient adherence to antihypertensive medication. However, suboptimal adherence remains a common problem and may lead to poor therapeutic outcomes. This literature review aimed to examine the relationship between adherence to antihypertensive medication and blood pressure control among patients with hypertension. A systematic search of the literature was conducted using the PubMed and Google Scholar databases with relevant keywords combined through Boolean operators. The selected articles were screened based on predefined inclusion and exclusion criteria, including original research articles published within the last ten years, accessible in full text, and addressing the association between medication adherence and blood pressure in hypertensive patients. The findings of the reviewed studies indicate that most articles reported a significant relationship between medication adherence and blood pressure levels. Patients with higher adherence to antihypertensive therapy tended to achieve better blood pressure control compared to those with lower adherence. Although variations in the strength of the reported associations were observed across studies, the overall direction of the relationship was consistent. These results suggest that adherence to antihypertensive medication plays an essential role in achieving optimal blood pressure control. Therefore, this review highlights the importance of continuous efforts to improve patient adherence as part of effective hypertension management strategies aimed at reducing the risk of long-term complications.