Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PELATIHAN ASESMEN PERKEMBANGAN PADA GURU DALAM MENGIDENTIFIKASI KESIAPAN BERSEKOLAH DI TK AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL MIMBAR Putri, Rukiana Novianti; Wajdi, Muhammad; Nurani, Pertiwi
E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 3: September-Desember 2024
Publisher : LP2M STP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/eamal.v4i3.3615

Abstract

TK Aisyiyah Bustanul Athfal Cabang Mimbar Makassar, merupakan salah satu sekolah yang lulus dalam program Sekolah Penggerak (PSP) jenjang PAUD yang saat ini telah melakukan penyesuaian kurikulum dengan penerapan Kurikulum Merdeka. Kurikulum merdeka adalah kurikulum pembelajaran intrakurikuler yang beragam untuk memberikan keleluasaan kepada pendidik dalam menciptakan pembelajaran berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan belajar. Kegiatan pengabdian ini menggunakan metode pembelajaran projek dimana kegiatan dilakukan secara terstruktur diawali dengan analisis kebutuhan pelatihan melalui FGD, pelaksanaan pelatihan dan penyusunan laporan. Terdiri dari empat tahap, yaitu: Kegiatan pembelajaran langsung menggunakan metode ceramah, diskusi, role play; Mengembangkan keterampilan membuat form asesmen; Kegiatan praktik; dan Menyusun modul pembelajaran. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan sebelum dan sesudah diberikannya kegiatan dimana nilai taraf signifikansi p = 0,009 < 0,05. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan pada guru dalam penguasaan materi pelatihan memahami kesiapan bersekolah peserta didik. Terdapat pula peningkatan pada keterampilan guru dalam menyusun modul asesmen dan melakukan praktik asesmen pada peserta didik sebelum dan sesuai diberikan pelatihan
Konseling Kelompok Melalui Teknik Self-Forgiveness (Studi Kasus pada Remaja dengan Penerimaan Diri Rendah) Nurani, Pertiwi; Putri, Rukiana Novianti; Wulandari, Ratna
JURNAL PENA Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jp.v12i1.17717

Abstract

Penerimaan diri adalah proses atau perjalanan penemuan diri. Saat memasuki fase remaja, umumnya remaja telah memiliki pemahaman tentang diri sendiri untuk mengarahkannya menuju aktualisasi diri. Agar penerimaan diri tercapai maka remaja harus memenuhi kebutuhan dasarnya terlebih dahulu melalui mengenal dan memahami dirinya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dari konseling kelompok melaui teknik Self-Forgiveness untuk meningkatkan penerimaan diri pada remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling kelompok melalui teknik self-forgiveness efektif untuk membantu meningkatkan penerimaan diri pada remaja yang mengalami tekanan psikologis seperti perasaan gagal, tidak berdaya, kecewasa, sedih, dan rasa bersalah.
Self-Help Group pada Orang tua Sebagai Dukungan Kesiapan Bersekolah Melalui Layanan Konseling Kelompok Berbasis Daring Putri, Rukiana Novianti; Nurani, Pertiwi; Wulandari, Ratna; Amsal, Bahrul
JBKPI: Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Vol 4 No 2 (2025): J-BKPI: Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/5287hb53

Abstract

Kesiapan keluarga khususnya orang tua dapat memengaruhi kemampuan anak untuk bersekolah. Kesiapan keluarga berpusat pada bagaimana orang tua berpartisipasi dan berperan dalam memenuhi kebutuhan belajar anak. Orang tua harus siap secara finansial dan mental sebagai upaya mempersiapkan anak bersekolah. Selain itu, orang tua juga memiliki peran penting sebagai guru di rumah, yang juga membutuhkan bantuan untuk memastikan anak mereka siap untuk bersekolah. Oleh karena itu, ketika orang tua tidak mendapatkan dukungan dan tidak mampu merencanakan dengan baik, kesiapan anak untuk sekolah menjadi kurang optimal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran kelompok dari sesama orang tua dianggap cukup efektif dalam membantu dan memperkuat keyakinan orang tua tentang kesiapan bersekolah anak. Hal tersebut ditandai dengan perilaku orang tua memiliki perspektif yang lebih optimis, memiliki kemampuan perencanaan tentang sekolah anak, dan memperoleh perspektif yang berbeda dari orang lain sebagai bentuk penguatan keyakinan dan praktik baik. Kunci: Self-Help Group, Orang tua, Kesiapan Bersekolah, Konseling kelompok daring
Edukasi Peran Zikir Terhadap Peningkatan Derajat Kesehatan Mental Pada Dewasa Awal Nurani, Pertiwi
JBKPI: Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Vol 3 No 2 (2024): J-BKPI: Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jbkpi.v3i2.15418

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh zikir dalam meningkatkan derajat kesehatan mental pada dewasa awal. Masa dewasa awal adalah fase perkembangan yang kompleks dan penting, ditandai dengan berbagai perubahan signifikan dalam aspek fisik, kognitif, emosional, dan sosial. Pada fase ini, individu sering menghadapi tekanan untuk membuat keputusan penting yang dapat mempengaruhi kesehatan mental mereka. Zikir, sebagai praktik spiritual dalam Islam, dapat memberikan ketenangan dan kedamaian jiwa, membantu individu menghadapi tekanan hidup. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik simple random sampling, melibatkan 80 mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Makassar. Data dikumpulkan melalui kuesioner sebelum dan sesudah intervensi tentang zikir. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pemahaman dan pengetahuan peserta tentang peran zikir dalam kesehatan mental. Skor rata-rata pretest dan posttest menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan pada berbagai aspek kesehatan mental dan zikir. Zikir terbukti efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan dan stres, serta meningkatkan perasaan tenang dan kedamaian batin. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi praktik spiritual seperti zikir dalam terapi psikologis untuk meningkatkan kesehatan mental, terutama dalam konteks komunitas Muslim. Kesimpulannya, zikir memiliki manfaat komprehensif bagi kesehatan mental, spiritual, dan sosial, dan dapat menjadi bagian penting dari strategi kesehatan mental yang holistik.
Konseling Kelompok Melalui Teknik Self-Forgiveness (Studi Kasus pada Remaja dengan Penerimaan Diri Rendah) Nurani, Pertiwi; Putri, Rukiana Novianti; Wulandari, Ratna
JURNAL PENA Vol 12 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jp.v12i1.17717

Abstract

Penerimaan diri adalah proses atau perjalanan penemuan diri. Saat memasuki fase remaja, umumnya remaja telah memiliki pemahaman tentang diri sendiri untuk mengarahkannya menuju aktualisasi diri. Agar penerimaan diri tercapai maka remaja harus memenuhi kebutuhan dasarnya terlebih dahulu melalui mengenal dan memahami dirinya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dari konseling kelompok melaui teknik Self-Forgiveness untuk meningkatkan penerimaan diri pada remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling kelompok melalui teknik self-forgiveness efektif untuk membantu meningkatkan penerimaan diri pada remaja yang mengalami tekanan psikologis seperti perasaan gagal, tidak berdaya, kecewasa, sedih, dan rasa bersalah.
Dinamika Psikologis Mahasiswa Indonesia Dalam Menjalani Studi Di Thailand: Studi Kasus Fenomenologis luki; Alamsyah; Nurani, Pertiwi
JBKPI: Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Vol 5 No 1 (2025): J-BKPI: Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jkperc33

Abstract

Abstrak Mahasiswa yang menempuh pendidikan di luar negeri menghadapi berbagai tantangan akademik dan non-akademik yang dapat memengaruhi kondisi psikologisnya. Salah satu pengalaman psikologis yang sering muncul adalah kesepian, terutama pada mahasiswa yang menjalani studi jauh dari keluarga dan lingkungan asal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika psikologis mahasiswa Indonesia dalam menjalani studi di Thailand dengan fokus pada pengalaman kesepian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis. Subjek penelitian adalah seorang mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan tinggi di Thailand. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesepian dimaknai sebagai pengalaman yang dinormalisasi oleh subjek sebagai bagian dari proses adaptasi, namun tetap diiringi dengan kebutuhan akan relasi sosial dan dukungan emosional. Subjek juga menunjukkan adanya ambivalensi emosional serta strategi koping melalui komunikasi dengan keluarga. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan layanan bimbingan dan konseling bagi mahasiswa Indonesia yang menempuh studi di luar negeri.   Kata Kunci: Kesepian, Mahasiswa Internasional, Studi Fenomenalogis, Bimbigan dan Konseling   Abstract Students who pursue higher education abroad face various academic and non-academic challenges that may affect their psychological well-being. One psychological experience that frequently emerges is loneliness, particularly among students who study far away from their families and home environments. This study aims to explore the psychological dynamics of Indonesian students studying in Thailand, with a specific focus on the experience of loneliness. This research employed a qualitative approach with a phenomenological design. The research participant was an Indonesian student currently enrolled in a university in Thailand, selected purposively based on the relevance of their experience to the research focus. Data were collected through in-depth semi-structured interviews and analyzed using thematic analysis. The findings indicate that loneliness was perceived as a normalized experience and an integral part of the adaptation process. However, it was also accompanied by a strong need for social relationships and emotional support. The participant demonstrated emotional ambivalence and utilized coping strategies through communication with family members. These findings are expected to contribute to the development of guidance and counseling services that are empathetic and responsive to the psychological needs of Indonesian students studying abroad.   Keywords: loneliness, international students, phenomenological study, guidance and counseling