Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pengaruh Media Edukasi Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Remaja Tentang Dampak Bullying Pada Kesehatan Mental Di MAN 1 Kota Makassar Bobby Julyansyach Syafaat; Andi Asrina; Sitti Patimah
Window of Public Health Journal Vol. 5 No. 6 (2024)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v5i6.2145

Abstract

Bullying merupakan masalah social yang sedang marak terjadi di kalangan remaja. Menurut data KPAI tahun 2021 setiap tahunnya jumlah kasus bullying di Indonesia selalu naik, dan korbannya terbanyak berasal dari lingkungan sekolah. Dalam psikologi kesehatan bullying dapat berdampak pada kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media edukasi terhadap pengetahuan dan sikap remaja tentang dampak bullying pada kesehatan mental. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain metode Quasi Eksperimen. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa-siswi kelas X1, X7 dan XI MIPA 5 yang berjumlah 113 dan sampel pada penelitian ini sebanyak 98. Pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa ada pengaruh media leaflet tehadap pengetahuan dan sikap secara siginifkan dengan p-value masing-masing variable tersebut secara berturut-turut adalah 0,002 dan 0,035. Demikian pula dengan media video juga berpengaruh secara signifikan terhadap pengetahuan dan sikap remaja tentang dampak bully terhadap kesehatan mental dengan nilai p secara berturut-turut adalah 0,014 dan 0,003. Namun demikian, tidak terdapat perbedaan pengaruh media leaflet dan video terhadap pengetahuan dan sikap dengan nilai p=1,000 untuk pengetahuan dan p= 0,080 untuk sikap. Kesimpulan penelitian ini adalah ada pengaruh media leaflet dan video terhadap pengetahuan dan sikap remaja tentang dampak bullying pada kesehatan mental namun kedua media edukasi tersebut tidak berbeda bermakna pengaruhnya terhadap pengetahuan dan sikap remaja. Pihak sekolah diharapkan lebih sering mengadakan penyuluhan terkait bullying dan mengeksplor media edukasi lainnya.
Peningkatan Pengetahuan mengenai PHBS sebagai Program Promosi Kesehatan pada Tatanan Sekolah di SMPN 4 Sungguminasa Kabupaten Gowa Andi Asrina; Yusriani, Yusriani
ABDIKAN: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/abdikan.v2i3.2425

Abstract

PHBS in schools is a set of efforts implemented by school members on the basis of awareness to prevent disease, create a clean and healthy environment, and improve health. The 2015 Indonesia Health Profile presents data that there are 68% of those who have a clean and healthy lifestyle in the school environment. Based on the results of observations at SMPN 4 Sungguminasa, problems related to the school were found with scattered trash, the condition of the toilets that were not clean, the sinks for washing hands were unhygienic and some were not proper, drainage conditions for handwashing did not flow so that water for washing hands accommodated, and many of the posters about health impact messages have been damaged. The purpose of community service is to increase the knowledge of SMPN 4 Sungguminasa students about PHBS. The method used in carrying out health promotion activities is conducting education by using the method of sticking posters in places that are easily seen and followed by conducting counseling and ending with a discussion/question and answer between the instructor and the audience (participants). The target participants for the service were representatives of grade 7 and 8 students, Osis administrators, and PMR administrators totaling 50 people. According to the results of the data from this activity the average result of the level of knowledge of students (i) in the very good category after being given education related to PHBS at SMPN 4 Sungguminasa was obtained 98.4% and the average result of the level of student knowledge (i) in the very good category after being given education related to drugs, it obtained 100%. In conclusion, community service activities through health promotion counseling methods and posters can very well increase the knowledge of SMPN 4 Sungguminasa students by 98.4%, so that all students, teachers and school educators are required to routinely implement PHBS at school.
PERSEPSI REMAJA TERHADAP PERINGATAN KESEHATAN BERGAMBAR DI KOTA MAKASSAR Fairus Prihatin Idris; Nurfaidah; Patima; Harpiana Rahman; Andi Asrina; Mansur Sadidi
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 2 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i2.683

Abstract

Latar belakang: Merokok pada remaja merupakan permasalahan Kesehatan masyarakat yang berdampak pada peningkatan risiko penyakit tidak menular.. Strategi pengendalian tembakau yang diterapkan pemerintah adalah Peringatan Kesehatan Bergambar (Pictorial Health Warning) pada kemasan rokok sebagai media komunikasi risiko berbasis visual. Namun, efektifitas pesan visual tersebut pada kelompok remaja masih menunjukkan variasi respons. Tujuan: Bertujuan untuk menganalisis persepsi remaja terhadap peringatan Kesehatan bergambar pada kemasan rokok di Kota Makassar Metode: Penelitian ini quasi kualitatif dengan metode deskriptif. Informan berjumlah 11 orang yang terdiri dari satu informan kunci (Psikolog), 4 informan pendukung (Pakar media, guru, orang tua, dan kader kesehatan), serta 6 informan biasa (remaja berusia 19 – 22 tahun). Teknik pengumpulan data melalui observasi partisipasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil: Terdapat perbedaan cara remaja memaknai Peringatan Kesehatan Bergambar (Pictorial Health Warning/PHW) pada kemasan rokok. Sebagian remaja memandang PHW sebagai peringatan mengenai bahaya merokok dan pada awalnya menunjukkan respons emosional seperti rasa takut dan ketidaknyamanan. Secara kognitif, remaja juga mampu mengaitkan gambar tersebut dengan potensi penyakit akibat merokok. Kesimpulan: Keberhasilan pembentukan sikap anti – merokok pada remaja sangat bergantung pada kekuatan peran keluarga, serta perlu didukung oleh keterlibatan tokoh masyarakat yang lebih optimal agar pesan pencegahan memiliki daya pengaruh yang lebih kuat dan berkelanjutan.