Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

In House Training Upaya Peningkatan Kemampuan Perawat Dalam Memenuhi Kebutuhan Spiritual Care Pasien Muzaenah, Tina; Yulistiani, Mustiah; Nurjanah, Siti; Istianah
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 1 (2023): Januari
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i1.72

Abstract

Latar belakang: Perawat adalah tenaga kesehatan profesional yang memiliki kesempatan paling banyak berinteraksi dengan pasien dan kesempatan paling besar untuk memberikan pelayanan kesehatan berupa asuhan keperawatan komprehensif dengan membantu pasien memenuhi kebutuhan dasar yang holistik termasuk kebutuhan spiritual. Kebutuhan spiritual merupakan kebutuhan untuk mempertahankan atau mengembalikan keyakinan dan memenuhi kewajiban agama serta untuk mendapatkan maaf (pengampunan), mencintai, menjalin hubungan penuh rasa percaya dengan Tuhan. Perawatan spiritual diyakini dapat menurunkan tingkat depresi pasien-pasien dengan penyakit kronik dan dijadikan sebagai kekuatan dan koping individu yang dapat memberikan dukungan moril, semangat hidup dalam menghadapi kenyataan tentang penyakitnya. In House Training diselenggarakan untuk memberikan pelatihan asuhan perawatan ibadah praktis kepada perawat-perawat RSI Purwokerto sehingga memiliki kompetensi khusus untuk memenuhi kebutuhan spiritual pasien selama dirawat di rumah sakit.  Perawatan ibadah praktis yang diajarkan meliputi tata cara berwudlu bagi orang yang sakit, tayamum, dan sholat orang sakit. Tujuan: untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan perawat-perawat RSI Purwokerto dalam memberikan asuhan keperawatan spiritual. Metode: Tim Pengmas memberikan edukasi dengan metode penyuluhan kesehatan dan demonstrasi yang diakhiri dengan evaluasi ibadah praktis orang sakit (wudlu dengan spray, tayamum, sholat orang sakit). Hasil: Adanya peningkatkan pengetahuan dan ketrampilan perawat-perawat RSI Purwokerto setelah mengikuti kegiatan yaitu rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 57 menjadi 77 dan kemampuan ketrampilan dalam melakukan parktek ibadah orang sakit baik ketrampilan tayamum, wudlu dengan spray maupun sholat dengan posisi duduk yaitu meningkat dari skor 60 menjadi 86, 67 menjadi 82 dan 55 menjadi 87. Kesimpulan: In House Training dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan perawat tentang asuhan keperawatan spiritual. Kata Kunci: ibadah praktis, kebutuhan spiritual, kemampuan perawat, perawatan spiritual _________________________________________________________________________________________ Abstract Background: Nurses are professional health workers who have the most opportunities to interact with patients and the greatest opportunities to provide health services in the form of comprehensive nursing care by helping patients meet basic holistic needs including spiritual needs. Spiritual needs are the need to maintain or restore faith and fulfill religious obligations and get forgiveness, love, and have a trusting relationship with God. Spiritual care is believed to be able to reduce the depression level of patients with chronic illnesses and serve as a strength and individual coping that can provide moral support and enthusiasm for life in facing the reality of their illness. In-House Training is held to provide practical worship care training to nurses at RSI Purwokerto so that they have special competence to meet the spiritual needs of patients while in the hospital. Practical worship treatments that are taught include procedures for ablution for sick people, tayammum, and prayers for sick people. Objective: to increase the knowledge and skills of nurses at RSI Purwokerto in providing spiritual nursing care. Method: The Community Service Team provides education using health education methods and demonstrations that end with an evaluation of the practical worship of sick people (ablution with spray, tayammum, prayers for sick people). Result: There was an increase in the knowledge and skills of the nurses at RSI Purwokerto after participating in the activity, namely the average knowledge score increased from 57 to 77, and the skills in carrying out the practice of praying for sick people, both tayammum skills, ablution with spray and prayer in a sitting position, namely increased from a score of 60 becomes 86, 67 becomes 82 and 55 becomes 87. Conclusion: In House Training can increase the knowledge and skills of nurses regarding spiritual nursing care. Keywords: practical worship, spiritual needs, ners skill, spiritual care
The Education Effects Of The "Ketuk Pintu Waspada Tb" Program On Knowledge And Attitude Of Tuberculosis Transmission Prevention In Banjarsari Kulon, Sumbang Anggiyani, Santi; Muzaenah, Tina
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 5 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10545040

Abstract

Tuberculosis (TB) is a lung disease caused by Mycobacterium tuberculosis bacteria transmitted through droplets/saliva. To prevent and break the chain of TB transmission, it is essential to have good knowledge and attitude towards TB prevention. Education activities of the "Ketuk Pintu Waspada TB" program serve as a strategic step in improving knowledge and attitude towards TB transmission prevention in the community. This research aims to determine the effects of education in the "Ketuk Pintu Waspada TB" program on knowledge and attitude towards TB transmission prevention. Method: This quantitative study with a pre-experimental design used a one-group pretest-posttest design. The population in this research is all households (KK) in Banjarsari Kulon Village, Sumbang District, with a sample of 50 respondents using the Cluster Sampling technique with the sampling fraction per cluster formula. Data were analyzed using the Wilcoxon test. Results: Knowledge and attitude showed significant results for each with (p = 0.0001). Education significantly affected knowledge and attitude towards TB transmission prevention. Respondent characteristics showed that the majority were aged 20-30 years (38%), with the majority being female (56%). Most respondents had a primary education level (38%), and most were housewives (34%). Conclusion: Education in the "Ketuk Pintu Waspada TB" Program affects knowledge and attitude towards TB transmission prevention in Banjarsari Kulon Village, Sumbang.
Hubungan Kepatuhan Minum Obat Antihipertensi dengan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi Sugianto, Noormalita Dewi Riana Sari; Isnaini, Nur; Muzaenah, Tina
NUTRIX Vol 10 No 1 (2026): Volume 10, Issue 1, 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v10i1.1452

Abstract

Hypertension remains a major contributor to illness and death worldwide, and the limited success in achieving optimal blood pressure control is closely linked to patients’ inconsistent use of prescribed medications. This study seeks to explore the association between adherence to antihypertensive therapy and blood pressure outcomes among individuals diagnosed with hypertension at the Pekuncen I Community Health Centre in Banyumas Regency. Employing an analytical case-control observational design, the research involved 88 Prolanis participants whose adherence levels were evaluated using the MMAS-8 instrument, while blood pressure categories were determined based on JNC VIII criteria. Participants were selected through purposive sampling, and the relationship between variables was examined using the Chi-Square test to ensure statistical rigor. Findings revealed that 65.91% of respondents demonstrated adequate adherence, whereas 64.77% successfully maintained controlled blood pressure levels, highlighting a significant statistical association between adherence and blood pressure regulation (p = 0.000). Furthermore, individuals categorized as nonadherent exhibited a substantially higher likelihood 31 times greater of experiencing uncontrolled blood pressure (OR = 31, 95% CI: 4.508–213.168), underscoring the clinical importance of medication compliance. Overall, the study emphasizes that consistent adherence to antihypertensive therapy is a critical determinant of successful hypertension management and should be strengthened through targeted education, continuous monitoring, and supportive interventions from healthcare professionals. Hipertensi merupakan salah satu kontributor terbesar terhadap angka kesakitan dan kematian di seluruh dunia, di mana rendahnya tingkat pengendalian penyakit ini kerap berkaitan dengan masalah ketidakpatuhan dalam mengonsumsi obat. Penelitian ini berupaya menggambarkan keterkaitan antara kepatuhan penggunaan obat antihipertensi dan kondisi tekanan darah pada penderita hipertensi yang terdaftar di Puskesmas Pekuncen I Kabupaten Banyumas. Desain yang digunakan yaitu observasional analitik tipe Case-control pada 88 peserta Prolanis, tingkat kepatuhan dievaluasi melalui instrumen MMAS-8, sedangkan status tekanan darah ditentukan berdasarkan kriteria JNC VIII. Proses pemilihan responden dilakukan melalui teknik purposive sampling, dan analisis hubungan variabel menggunakan uji Chi-Square. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa 65,91% peserta menunjukkan kepatuhan yang baik, sementara 64,77% berhasil mempertahankan tekanan darah dalam kategori terkontrol. Analisis lebih lanjut mengindikasikan adanya hubungan signifikan antara kepatuhan dan kontrol tekanan darah (p-value = 0,000), bahkan menunjukkan bahwa individu yang tidak patuh memiliki kemungkinan hingga 31 kali lebih besar untuk mengalami tekanan darah tidak terkontrol (OR = 31, 95% CI: 4,508-213,168). Secara keseluruhan, hasil ini menegaskan bahwa kepatuhan minum obat menjadi elemen kunci dalam keberhasilan pengelolaan hipertensi, sehingga memerlukan peningkatan melalui edukasi berkelanjutan dan dukungan aktif dari tenaga kesehatan.