Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENYULUHAN KESEHATAN HAJI CALON JAMAAH HAJI LANSIA DI KECAMATAN MEDAN HELVETIA TAHUN 2025 Pasaribu, Rifqi Hamdani; Rifhan, Zanurul; Sulviani, Nurul; Ritonga, Imelda Liana; Tan, Hedy
Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA) Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA)
Publisher : Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jisomba.v4i2.1888

Abstract

Pendahuluan. Haji merupakan rukun islam ke-5 yang wajib dilaksanakan oleh seorang muslim yang mampu untuk melaksanakannya. Ibadah haji merupakan ibadah yang memerlukan kesehatan fisik dan mental yang baik. Berdasarkan data dari Kemenkes RI 2024, jamaah haji Indonesia yang paling banyak adalah kategori umur lansia (usia > 60 tahun). Untuk itu, diperlukan penyuluhan kesehatan haji yang baik agar jamaah haji lansia dapat memiliki pengetahuan kesehatan dalam melaksanakan ibadah haji. Tujuan. Adapun tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman calon jamaah haji lansia mengenai kesehatan haji meliputi penyakit menular, pengelolaan stress, dehidrasi dan risikonya dan edukasi tentang kesehatan ramah lansia. Metode. Metode yang digunakan adalah ceramah, pemutaran video, diskusi dan tanya jawab. Pelaksanaan penyuluhan kesehatan haji di Kecamatan Helvetia berjalan dengan lancar. Penyuluhan ini diikuti oleh 50 orang peserta calon jamaah haji lansia. Hasil. Peserta sangat aktif mengikuti penyuluhan, terlihat banyak saat sesi tanya jawab banyak peserta yang mengajukan pertanyaan. Dari hasil pre test diperoleh pengetahuan calon jamaah haji lansia tentang kesehatan haji sebelum mengikuti penyuluhan dalam kategori kurang sebanyak 39 orang (78%) dan setelah mengikuti penyuluhan dan dievaluasi kembali didapatkan hasil post test sebagian besar mengerti tentang pengetahuan kesehatan haji yitu pada kategori baik sebanyak 42 orang (84%). Kesimpulan. Diharapkan setelah mengikuti edukasi kesehatan haji ini, calon jamaah haji lansia Kecamatan Medan Helvetia semakin mengerti tentang kesehatan haji dan dapat menjalankan ibadah haji dengan sehat dan mabrur.
HUBUNGAN DUKUNGAN KEPALA RUANGAN DENGAN KEPATUHAN PERAWAT PELAKSANA DALAM MENINGKATKAN KEAMANAN OBAT DI RUMAH SAKIT UMUM IMELDA PEKERJA INDONESIA MEDAN Liana Ritonga, Imelda; Halawa, Roswita
JIFI (Jurnal Ilmiah Farmasi Imelda) Vol. 2 No. 2 (2019): JIFI (Jurnal Ilmiah Farmasi Imelda)
Publisher : Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.986 KB)

Abstract

Keselamatan pasien merupakan upaya menurunkan cedera yang tidak perlu yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan hingga ke tingkat minimum yang dapat diterima. Tingkat minimum yang dapat diterima (acceptable minimum) merujuk pengetahuan yang dimiliki saat ini, sumber daya yang tersedia dan konteks dimana pelayanan diberikan, dengan membandingkannya terhadap resiko jika tidak dilakukan tindakan atau jika dilakukan tindakan lain. obat merupakan sebuah terapi primer tersusun atas substansi zat kimia yang digunakan dalam proses diagnosis, untuk penyembuhan atau perbaikan dan pencegahan terhadap proses penyakit serta berpengaruh terhadap organ tubuh secara biologis. Adapun rumusan masalahnya ada hubungan dukungan kepala ruangan dengan kepatuhan perawat pelaksana dalam meningkatan keamanan obat di Rumah Sakit Umum Imelda Pekerja Indonesia Medan. Yang bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan kepala ruangan dengan kepatuhan perawat pelaksana dalam meningkatan keamanan obat. penelitian kuantitatif dengan desain penelitian korelasi dengan pendekatan pengamatan sewaktu (cross sectional), Petugas kesehatan diharapkan perawat pelaksana serta kepala ruangan agar harus saling mendukung, melakukan sosialisasi, evaluasi setelah melakukan tindakan, agar keamanan dan keselamatan pasien dapat terlaksana semaksimal mungkin.
Recruitment System for Human Resources in the Medical Records Units a Private Hospital’s Medan City in 2024 Pradita , Desi Nur; Simanjuntak , Esraida; Ritonga , Imelda Liana; Lubis , Siti Permata Sari
Procedia of Engineering and Life Science Vol. 6 (2024): The 3rd International Scientific Meeting on Health Information Management (3rd ISMoHI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pels.v6i1.1935

Abstract

Hospital’s must provide adequate human resources to ensure optimal and high-quality health services. Establishing a medical records unit is one of the supporting efforts for health in hospitals. Managing a medical records unit that produces quality health information requires adequate resources, including human resources, facilities, and equipment. One crucial step in managing human resources effectively is recruitment. This study aims to understand the Human Resources Recruitment System for the Medical Records Unit at Private Hospitals in Medan City in 2024. This research is a qualitative study with a naturalistic approach to obtain in-depth information. The sampling technique used is purposive sampling. Data collection is done through in-depth interviews. In this study, the researcher acts as the primary research instrument, with informants 1, 2, 3, 4, 5, and 6 serving as supporting instruments using interview guides and voice recording tools (mobile phones). The research informants are HRD personnel and Heads of the Medical Records Unit at each hospital (RSU Imelda Pekerja Indonesia, RS Advent, and RSU Eshmun). The results show that there are no Standard Operating Procedures (SOPs) or policies related to the recruitment of human resources for the Medical Records Unit at the hospitals studied. The sources of job vacancy information used at the three hospitals are internal sources, and some employees do not have a background in medical record education. It is recommended that these hospitals establish SOPs or specific policies for the recruitment of human resources in the medical records unit to ensure a structured recruitment process and that recruited employees meet the qualifications in medical record education.
Barriers to Tuberculosis Case Detection in Private Clinics in Indonesia : A Thematic Analysis Ritonga, Imelda Liana; Handiyani, Hanny; Nursasi, Astuti Yuni; Eryando, Tris
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 13 No. 2 (2025): November
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jik.2025.013.02.02

Abstract

In Indonesia, private clinics have emerged as an alternative healthcare option, even for individuals enrolled in the National Health Insurance program. According to the National Tuberculosis Program, these clinics are also responsible for detecting tuberculosis (TB). However, the ability of these clinics to manage TB patients has not been extensively studied. This study explores the factors that facilitate or hinder healthcare workers (HCWs) at these clinics from detecting TB early on. A qualitative descriptive-interpretative approach was employed. Thirteen HCWs from three clinics, one HCW from a district public healthcare center, and a local TB program supervisor (Wasor TB—deputy supervisor of the Tuberculosis Program) were selected via purposive sampling, resulting in a total of 15 participants. Data were collected through in-depth interviews conducted from April to July 2023 and analyzed using thematic analysis. Three main themes with eight sub-themes emerged: (1) inadequate support from clinic managers for TB services, (2) substandard early TB detection competency among clinical staff, and (3) insufficient support from the external TB network for clinics’ early detection efforts. Improving TB services in private clinics, especially early detection, is essential to achieving the Indonesian government’s goal of eliminating TB by 2030. This can be achieved by reassessing roles and establishing effective collaborative partnerships between clinic leaders and staff and the external TB network.