Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Ar-Ruhul Ilmi

Transformasi Islam dari Masa Pewahyuan, Kekhalifahan Awal, hingga Modernitas Kontemporer Muhammad Jailani; Aris Wahyu Aji; Muhammad Za’im Al-Hisyam
Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 1 No 01 (2025): Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji transformasi Islam dari masa pewahyuan, kekhalifahan awal, hingga modernitas kontemporer sebagai proses berkelanjutan yang menegaskan kemampuan Islam beradaptasi dengan perubahan sosial dan intelektual. Isu utama yang diteliti adalah bagaimana Islam mempertahankan identitas spiritual dan moralnya di tengah arus modernisasi, sekularisasi, dan globalisasi. Kajian ini penting karena menjawab pertanyaan mendasar tentang daya tahan Islam sebagai sistem nilai dan peradaban di tengah perubahan zaman yang cepat dan kompleks. Pendekatan yang digunakan adalah metode kualitatif historis-hermeneutik, dengan analisis terhadap teks-teks keislaman klasik, literatur sejarah kekhalifahan, dan pemikiran Islam modern. Data dikumpulkan melalui studi pustaka dan dianalisis dengan triangulasi teori (Giddens, Rahman, Asad) untuk menelusuri pola kesinambungan dan perubahan epistemologis dalam Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam tidak mengalami perpecahan antara tradisi dan modernitas, melainkan bertransformasi melalui mekanisme reinterpretasi wahyu. Sejak masa Nabi Muhammad SAW hingga era global, Islam mempertahankan nilai dasar tauhid, keadilan, dan kemaslahatan melalui dialog dinamis antara teks dan konteks. Dalam konteks Indonesia, hal ini tercermin dalam munculnya Islam Nusantara yang menggabungkan spiritualitas universal dengan nilai-nilai lokal. Implikasinya, penelitian ini menegaskan bahwa keberlangsungan Islam ditentukan oleh fleksibilitas epistemologis dan kemampuan hermeneutiknya, bukan oleh resistensi terhadap perubahan. Temuan ini relevan bagi pengembangan kebijakan pendidikan Islam yang integratif, penguatan moderasi beragama, serta pembangunan peradaban Islam yang kontekstual dan berkelanjutan di era modern.
Integrasi Nilai Spiritualitas Dalam Pendidikan Islam: Telaah Konseptual Tentang Tazkiyah Al-Nafs Sebagai Tujuan Pembelajaran Muhammad Jailani
Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 1 No 01 (2025): Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krisis moral, degradasi etika, dan melemahnya spiritualitas dalam dunia pendidikan modern menunjukkan bahwa pembelajaran sering berfokus pada aspek kognitif semata, sementara dimensi spiritual yang menjadi sumber kebijaksanaan dan keseimbangan batin terabaikan. Dalam perspektif pendidikan Islam, keseimbangan antara ilmu dan penyucian diri (tazkiyah al-nafs) merupakan pilar utama dalam pembentukan karakter dan kepribadian insan kamil. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, pembahasan ini menelaah secara konseptual nilai tazkiyah al-nafs sebagai fondasi spiritual pendidikan Islam berdasarkan literatur ilmiah lima tahun terakhir yang membahas spiritualitas, moralitas, dan pendidikan berbasis nilai keislaman. Hasil analisis menunjukkan bahwa integrasi nilai tazkiyah al-nafs memiliki pengaruh signifikan terhadap pembentukan kepribadian, pengendalian diri, dan keseimbangan spiritual. Empat aspek utama yang mengalami peningkatan meliputi kesadaran spiritual (67%), keikhlasan dan tanggung jawab (65%), kedisiplinan moral (63%), serta keseimbangan emosional (59%). Nilai-nilai ini menegaskan bahwa pendidikan Islam sejati harus memadukan dimensi intelektual, emosional, dan spiritual dalam satu kesatuan yang harmonis. Secara konseptual, tazkiyah al-nafs menawarkan paradigma baru bagi pendidikan Islam yang humanistik, integratif, dan berorientasi pada pencerahan batin. Integrasi nilai penyucian jiwa ke dalam kurikulum dan praktik pembelajaran merupakan langkah strategis untuk mewujudkan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan akal, tetapi juga mensucikan hati, menumbuhkan akhlak mulia, serta membentuk manusia beriman, berilmu, dan beradab.