Krisis moral, degradasi etika, dan melemahnya spiritualitas dalam dunia pendidikan modern menunjukkan bahwa pembelajaran sering berfokus pada aspek kognitif semata, sementara dimensi spiritual yang menjadi sumber kebijaksanaan dan keseimbangan batin terabaikan. Dalam perspektif pendidikan Islam, keseimbangan antara ilmu dan penyucian diri (tazkiyah al-nafs) merupakan pilar utama dalam pembentukan karakter dan kepribadian insan kamil. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, pembahasan ini menelaah secara konseptual nilai tazkiyah al-nafs sebagai fondasi spiritual pendidikan Islam berdasarkan literatur ilmiah lima tahun terakhir yang membahas spiritualitas, moralitas, dan pendidikan berbasis nilai keislaman. Hasil analisis menunjukkan bahwa integrasi nilai tazkiyah al-nafs memiliki pengaruh signifikan terhadap pembentukan kepribadian, pengendalian diri, dan keseimbangan spiritual. Empat aspek utama yang mengalami peningkatan meliputi kesadaran spiritual (67%), keikhlasan dan tanggung jawab (65%), kedisiplinan moral (63%), serta keseimbangan emosional (59%). Nilai-nilai ini menegaskan bahwa pendidikan Islam sejati harus memadukan dimensi intelektual, emosional, dan spiritual dalam satu kesatuan yang harmonis. Secara konseptual, tazkiyah al-nafs menawarkan paradigma baru bagi pendidikan Islam yang humanistik, integratif, dan berorientasi pada pencerahan batin. Integrasi nilai penyucian jiwa ke dalam kurikulum dan praktik pembelajaran merupakan langkah strategis untuk mewujudkan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan akal, tetapi juga mensucikan hati, menumbuhkan akhlak mulia, serta membentuk manusia beriman, berilmu, dan beradab.