Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pengaruh Pengetahuan Tentang Kanker Serviks Terhadap Motivasi Melakukan Vaksin Human Papilloma Virus (HPV) Pada Siswi SMP Negeri 45 Batam Oktaviyani, Silvina Cecillia; Fariningsih, Erika; Maulani, Rici Gusti
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 9 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v9i1.507

Abstract

Latar Belakang : Kanker leher rahim merupakan tumor yang tumbuh di serviks, ditandai dengan pertumbuhan abnormal pada jaringan epitel serviks. Menurut Data Dinas Kesehatan Kota Batam jumlah kasus kanker serviks di seluruh Puskesmas Kota Batam tahun 2024 ditemukan sebanyak 26 kasus dengan kasus tertinggi berada di wilayah Tanjung Sengkuang sebanyak 5 kasus. Penyebab yang dapat menyebabkan angka kejadian kanker serviks adalah kurangnya pengetahuan terhadap kanker serviks. Berdasarkan survey awal yang dilakukan di SMP Negeri 45 Batam didapatkan kurangnya pengetahuan tentang kanker serviks sehingga berdampak rendanya motivasi melakukan vaksin Human Papilloma Virus (HPV). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya pengaruh pengetahuan tentang kanker serviks terhadap motivasi melakukan vaksin Human Papilloma Virus (HPV) pada siswi SMP Negeri 45 Batam. Metode : Jenis penlitian pre ekperimental dengan rancangan one group pre test post test design, sampel 70 responden, dengan teknik puposive sampling. Pengukuran pengetahuan dan motivasi dilakukan dengan kuesioner, menggunakan uji Wilcoxon. Hasil : Hasil penelitian didapatkan uji Wilcoxon pada pengetahuan dan motivasi P-value kurang dari 0.05 sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh pengetahuan tentang kanker serviks terhadap motivasi melakukan vaksin Human Papilloma Virus (HPV) Pada Siswi SMP Negeri 45 Batam. Semakin tinggi pengetahuan maka semakin tinggi pula motivasi siswi. Artinya, intervensi yang diberikan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan motivasi siswi. Kesimpulan : Pengetahuan tentang kanker serviks dapat meningkatkan motivasi siswi dalam melakukan vaksin Human Papilloma Virus (HPV).
Optimizing the Role of Adolescents in Preventing Early Marriage Through Advocacy of Reproductive Health Rights. Fitriani, Fitriani; Husnah, Ridni; Fariningsih, Erika; Kartika, Adila Citra
Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Edumedia Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55824/jpm.v4i4.589

Abstract

Wedding age early Still become challenge serious in Indonesia because its complex impact to health , education and welfare social teenagers. Activities devotion public This aiming For optimize role teenager in prevention wedding age early through advocacy rights health reproduction. Activities implemented at SMAN 7 Batam in May 2025, with involving 32 teenagers age 14–18 years. The method used covering education interactive, discussion group, training advocacy , as well as simulation and formation group peers. Evaluation is carried out through pre-test and post-test, observation participatory, as well as interview. The results show improvement significant to knowledge teenager related health reproduction (62.5%), impact wedding age early (71.87%), rights adolescents (68.75%), and advocacy strategies (81.25%). In general qualitative, teenagers show better understanding comprehensive and attitude critical to practice wedding age early. They also showed initiative For share information and form group Advocacy. Activities This prove that teenager own potential big as agent change in effort prevention wedding age early, and advocacy rights health reproduction is an effective strategy in empowerment teenager For create change positive social.   
Faktor yang Berhubungan dengan Terjadinya Resiko 4T dalam Kehamilan di Puskesmas Kampar Kiri Mutiara, Sherly; Fariningsih, Erika; Mastikana, Indah
JUBIDA- Jurnal Kebidanan Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.144 KB) | DOI: 10.58794/jubida.v1i1.101

Abstract

Pendahuluan: Menurut definisi WHO, kematian ibu adalah kematian seorang wanita terjadi saat hamil, bersalin, atau 42 hari setelah persalinan dengan penyebab yang berhubungan langsung atau tidak langsung terhadap persalinan. Tujuan: Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kejadian resiko 4T (terlalu tua, terlalu muda, terlalu dekat jarak anak, dan terlalu banyak anak). Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitic dengan pendekatan studi cross sectional. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan jumlah sampel sebanyak 32 responden, 59,4% memiliki pengetahuan rendah tentang resiko 4T, 56,2% responden memiliki pendidikan rendah, 65,6% memiliki sikap negatif dan 53,1% terjadi resiko 4T. Terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan terjadinya resiko 4T. Terdapat hubungan yang bermakna antara pendidikan dengan terjadinya resiko 4T. Terdapat hubungan yang bermakna antara sikap dengan terjadinya resiko 4T. Kesimpulan: Diharapkan ibu meningkatkan pengetahuannya tentang risiko 4T dalam kehamilan sehingga dapat menjauhi angka kejadian resiko tinggi selama kehamilan, kepada petugas agar lebih meningkatkan lagi menyampaikan informasi kepada ibu untuk selalu menjaga jarak kehamilan dan hamil diusia yang sesuai (20-35 tahun).
Pentingnya Kontrol Diri Pada Remaja Sebagai Upaya Pencegahan Perilaku Agresivitas Penggunaan Media Sosial Aminah Aatinaa Adhyatma; Erika Fariningsih; Aditya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 8 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku agresivitas paling sering ditemui pada masa remaja, dimana pada masa ini terjadi peralihan dari masa anak-anak ke masa dewasa. Dikatakan masa peralihan karena seorang remaja sedang dalam proses pencarian jati diri dan mengalami perubahan seperti peningkatan emosi, perubahan fisik, psikis, minat dan pola pikir Perilaku agresivitas ini menjadi salah satu bagian dari kenakalan remaja yang perlu diberi tindakan untuk mengurangi dampak buruk yang muncul bagi pelaku maupun korbannya Pengguna media sosial yang aktif akan lebih mempunyai peluang untuk bertindak agresivitas verbal di media sosial, perihal ini disebabkan sifat keterbukaan yang dimiliki media sosial mengakibatkan seseorang mempunyai kebebasan untuk menyatakan opini mereka yang cenderung berisi penghinaan dalam media sosial. Kontrol diri merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi agresivitas verbal seseorang. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman remaja tentang pentingnya kontrol diri, terutama dalam penggunaan media sosial. Kegiatan ini dilaksanakan di SMA Negeri 12 Kota Batam pada bulan Mei 2024 yang melibatkan 36 orang peserta. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini dengan Ceramah/ pemberian informasi dan Focus Group Discusion (FGD). Hasil yang didapatkan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah Remaja yang memiliki tingkat pengetahuan baik setelah diberikan materi sebanyak 32 orang (88,9%), sementara peserta yang memiliki Tingkat pengetahuan pada kategori kurang mengalami penurunan yang signifikan dari 26 orang (72,2%) sebelum kegiatan menjadi tidak ada (0%) setelah kegiatan dilakukan, hasil kegiatan ini juga memperlihatkan terlihat bahwa sebagian besar memiliki kontrol diri yang tinggi yaitu sebanyak 34 orang (94,4%), dibandingkan dengan peserta yang memiliki kontrol diri cukup sebanyak 2 orang (5,6%) dan tidak ada peserta yang memiliki kontrol diri dalam kategori rendah (0%)
EDUKASI PERSONAL HYGIENE PADA REMAJA MELALUI SHORT VIDEO DI SMAN 23 BATAM Nuari, Nuari Andolina; Fariningsih, Erika; Ayu Oktavianni Laia, Elisabeth; Valentine Panjaitan, Happy Dea
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2025): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/5768tm63

Abstract

Masa remaja merupakan periode krusial yang rentan terhadap masalah kesehatan, termasuk masalah personal hygiene yang buruk. Personal hygiene yang kurang baik dapat meningkatkan risiko penyakit infeksi, gangguan kesehatan, serta menurunkan rasa percaya diri remaja. Di SMAN 23 Batam, masih ditemukan remaja yang kurang memperhatikan kebersihan diri dan minimnya akses terhadap edukasi kesehatan yang menarik dan sesuai usia. Kegiatan PkM ini bertujuan untuk memberikan edukasi terkait personal hygiene kepada remaja SMAN 23 Batam, khususnya organisasi PIK-R, melalui media short video yang dikembangkan secara khusus untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan praktik hidup bersih serta sehat. Kegiatan dilaksanakan secara tatap muka di Aula SMAN 23 Batam pada hari Jumat, 24 Oktober 2025 dengan sasaran 53 siswa organisasi PIK-R. Solusi yang ditawarkan adalah penyuluhan personal hygiene berbasis media short video dan diskusi interaktif. Materi video meliputi kebersihan tangan, gigi dan mulut, tubuh, organ reproduksi, serta pakaian dan lingkungan. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan skor pre-test dan post-test Berdasarkan hasil Pelaksanaan kegiatan melibatkan pemaparan materi menggunakan PowerPoint dan pemutaran short video. Diskusi interaktif berfokus pada kebersihan genitalia remaja. Berdasarkan sesi diskusi, disimpulkan bahwa kebersihan genitalia pada siswa di SMAN 23 Batam sudah dianggap baik, optimal, dan konsisten. Luaran kegiatan ini diharapkan meliputi peningkatan pengetahuan remaja, dokumentasi, dan publikasi kegiatan. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan Berdasarkan data dari sesi diskusi interaktif, disimpulkan bahwa kebersihan genitalia pada siswa di SMA N 23 Batam dinilai sudah baik, optimal, dan konsisten. Secara keseluruhan, kegiatan ini berjalan lancar dengan metode edukasi visual yang menarik, dan peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi, khususnya pada topik kesehatan reproduksi/kebersihan genitalia.  
EDUKASI GIZI DAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA BERBASIS BOOKLET AUGMENTED REALITY SEBAGAI STRATEGI PUTUS RANTAI STUNTING Adhyatma, Aminah Aatinaa; Fariningsih, Erika; Giawa, Lucyana Ayundari; Dewi, Aisyah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.37378

Abstract

Abstrak: Stunting masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia, dengan prevalensi nasional 19,8% pada 2024. Rendahnya literasi gizi, tingginya angka anemia, serta minimnya pemahaman kesehatan reproduksi pada remaja berpotensi memperkuat siklus stunting antar-generasi. Program BARENG REMAJA bertujuan meningkatkan pengetahuan mengenai gizi seimbang dan kesehatan reproduksi melalui media Booklet Augmented Reality (AR). Metode kegiatan meliputi penyuluhan, Focus Group Discussion (FGD), simulasi peer educator, dan evaluasi melalui pre-test post-test pada siswa SMA Negeri. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah intervensi edukasi. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 13,1 pada pre-test menjadi 14,0 pada post-test, atau mengalami peningkatan sebesar 6,87%. Selain itu, proporsi peserta dengan penguasaan materi baik (≥75%) meningkat dari 53,84% menjadi 61,53%. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis Booklet Augmented Reality mampu meningkatkan pemahaman gizi dan kesehatan reproduksi remaja secara terukur. Selain meningkatkan pengetahuan, kegiatan ini menghasilkan kader sebaya sebagai agen edukasi berkelanjutan di sekolah. Media AR terbukti meningkatkan minat belajar dan memudahkan pemahaman materi. Kegiatan ini berpotensi menjadi strategi efektif pencegahan stunting berbasis teknologi pada remaja.Abstract: Stunting remains a serious health problem in Indonesia, with a national prevalence of 19.8% in 2024. Low nutritional literacy, high rates of anemia, and limited understanding of reproductive health among adolescents have the potential to reinforce the cycle of stunting between generations. The BARENG REMAJA program aims to increase knowledge about balanced nutrition and reproductive health through Augmented Reality (AR) booklets. The activity methods include counseling, Focus Group Discussions (FGDs), peer educator simulations, and evaluation through pre-test post-test on public high school students. The results showed an increase in participant understanding after the educational intervention. The average knowledge score increased from 13.1 in the pre-test to 14.0 in the post-test, or an increase of 6.87%. In addition, the proportion of participants with good mastery of the material (≥75%) increased from 53.84% to 61.53%. These findings indicate that Augmented Reality Booklet-based education can measurably improve adolescent understanding of nutrition and reproductive health. In addition to increasing knowledge, this activity produces peer cadres as agents of ongoing education in schools. AR media has been proven to increase learning interest and facilitate understanding of the material. This activity has the potential to be an effective technology-based strategy for preventing stunting in adolescents.