Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Analisis Hubungan Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat terhadap Luaran Klinis Pasien PROLANIS Program Rujuk Balik Diabetes dengan Hipertensi di Puskesmas Minggir pada Masa Pandemi COVID-19: Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat terhadap Luaran Klinis Pasien PROLANIS Diabetes dengan Hipertensi di Masa Pandemi COVID-19 Apristina, Ana; Nurinda, Eva; Kusumawardani, Nurul; Yugistyowati, Anafrin; Dwinta, Eliza
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2023.008.02.6

Abstract

Kepatuhan pengobatan menjadi faktor penting pada pengobatan jangka panjang yang dapat mempengaruhi luaran klinis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kepatuhan penggunaan obat terhadap luaran klinis pasien PROLANIS Program Rujuk Balik diabetes dengan hipertensi di Puskesmas Minggir pada masa pandemi COVID-19. Metode penelitian kuantitatif non-eksperimental secara purposive sampling berjumlah 79 responden, variabel independen diukur menggunakan metode tidak langsung berupa kuesioner dan pill count, variabel dependen berupa Gula Darah Puasa (GDP), HbA1c dan tekanan darah dilihat melaui rekam medik. Analisis statistik menggunakan chi-square untuk mengetahui hubungan tingkat kepatuhan terhadap luaran klinis (p-value ≤0,05). Berdasarkan hasil karakteristik sosio-demografi responden penelitian menunjukkan mayoritas kategori usia lansia (93,7%), berstatus pendidikan tidak tamat sekolah (57%) dan status pekerjaan tidak bekerja (64,6%). Hasil penelitian menunjukkan Tingkat Kepatuhan pasien Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) Program Rujuk Balik diabetes melitus tipe 2 dengan hipertensi di Puskesmas Minggir sebanyak 36 pasien (45,6%) termasuk kategori patuh dan 43 pasien (54,4%) tidak patuh menggunakan obat. Hasil Luaran klinis GDP, HbA1c dan tekanan darah sebanyak 13 pasien (16,5%) dikatakan terkontrol dan 66 pasien (83,5%) dikatakan tidak terkontrol. Tidak terdapat hubungan bermakna antara tingkat kepatuhan terhadap luaran klinis diabetes (p=0,435); dan luaran klinis hipertensi (p=0,199) serta tidak terdapat hubungan bermakna antara tingkat kepatuhan penggunaan obat terhadap luaran klinis pasien diabetes dengan hipertensi (p=0,963). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan bermakna antara tingkat kepatuhan penggunaan obat terhadap luaran klinis pasien PROLANIS Program Rujuk Balik diabetes dengan hipertensi di Puskesmas Minggir pada masa pandemi COVID-19.
Community Empowerment Through PPK Ormawa To Strengthen Interest In Reading Rural Communities Endi Rochaendi; Kana Safrina Rouzi; Eliza Dwinta; Nur Kholik; Indah Perdana Sari; Mahfud Mahfud; Baiq Ismiati
To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tomaega.v7i3.2711

Abstract

Community service is a key activity of student organizations (Ormawa) to foster social awareness, empathy, and solidarity through science, technology, arts, and culture. The Student Organization Capacity Strengthening Program (PPK Ormawa), funded by the Directorate General of Higher Education, Research, and Technology, aims to enhance Ormawa's quality and develop students' soft skills and competencies. In 2023, HIMA PGSD/HIMMI of Alma Ata University received a grant to implement PPK Ormawa in Kalurahan Muntuk-Dlingo, Bantul Regency, focusing on boosting reading interest in rural communities. The activities included learning guidance to strengthen literacy and numeracy, utilizing the Service-Learning (S-L) method. Over four months, the program created a reading-friendly environment, formed regular reading groups, and developed STEAM-based learning modules. Post-test results showed significant improvement, with mastery levels increasing from 35% to 96% and the class average score rising from 64.28 to 89.96. PPK Ormawa successfully enhanced participants' literacy and numeracy understanding and built a lifelong learning environment. Future recommendations include updating literacy content, providing continuous training, conducting literacy campaigns, collaborating with educational institutions and local communities, and regular evaluations.
Pengaruh Informasi Kemanfaatan Penggunaan Obat Tradisional dan Suplemen Terhadap Willingness to Pay Dalam Pencegahan NCDs di Kota Yogyakarta Arisa Mardiani; Eliza Dwinta; Raden Jaka Sarwadhamana; Imram Radne Rimba Putri
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik Vol 21, No 1 (2024): Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jiffk.v21i1.8388

Abstract

The current incidence of NCDs can not only attack the elderly but can start at a younger age. Must carry out prevention efforts as early as possible by consuming traditional medicines (OT) and supplements. Can obtain information on the benefits of the two products through packaging labels. However, many people still need to pay more attention to them, so they need to understand the proper and correct use of OT and supplements. Willingness to pay (WTP) goes hand in hand with the benefit information obtained. Because if it follows the benefits and prices, the community's WTP is expected to increase. This study aimed to determine the effect of information on the benefits of using OT and supplements on WTP in preventing NCDs in Yogyakarta with a cross-sectional study design. They conducted this research for one month in 5 sub-districts of Yogyakarta City, namely Danurejan, Gondomanan, Mantrijeron, Umbulharjo, and Wirobrajan sub-districts with 107 respondents. The sampling technique uses accidental sampling, and the research instrument is a WTP questionnaire. The results of the research on statistical tests using Kendall Tau found that the significance values were 0.225 (OT) and 0.094 (supplements) > 0.05, so it concluded that information on the benefits of using OT and supplements from packaging labels did not affect WTP in preventing NCDs in the City of Yogyakarta.
KARAKTERISTIK DAN STATUS KETERGANTUNGAN PEROKOK AKTIF TERHADAP NIKOTIN DI KOTA YOGYAKARTA Dwinta, Eliza
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v4i2.1399

Abstract

AbstrakRokok mengandung unsur-unsur kimia seperti tar, nikotin, benzovrin, metal-kloride, aseton, amino, dan karbon monoksida. Adanya kandungan nikotin dalam rokok dapat menyebabkan ketergantungan. Fagerstrom Test for Nicotine Dependence (FTND) digunakan sebagai kuisioner bagi para perokok di daerah Yogyakarta untuk mengetahui tingkat ketergantungan terhadap nikotin. Penelitian ini merupakan deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Responden sejumlah 70 perokok aktif dengan hasil karakteristik demografis, yaitu (97,1) laki-laki dan (2,9) perempuan, dan awal mula masyarakat merokok yaitu pada usia 17-25 tahun dengan pendidikan terakhir SMA sederajat. Penghasilan perokok melalui penelitian ini didapatkan sebesar Rp 1.000.000,00 hingga Rp 2.000.000,00. Dari 70 perokok terdapat 40% perokok ketergantungan nikotin rendah hingga sedang, 34,3% responden memiliki ketergantungan rendah; 21,4% responden memiliki tingkat ketergantungan sedang, dan 4,3% responden memiliki tingkat ketergantungan tinggi terhadap nikotin. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui status ketergantungan perokok aktif terhadap nikotin di wilayah Kota Yogyakarta. Status ketergantungan terhadap nikotin dapat dijadikan salah satu kriteria dalam menentukan sasaran promosi kesehatan oleh tenaga kesehatan terkait merokok. Sasaran dan metode promosi kesehatan yang tepat dapat memudahkan informasi tersampaikan guna meningkatkan kesadaran perokok terhadap kesehatan tubuhnya.Kata Kunci: fagerstrom test for nicotine dependence; status perokok; perokok aktif AbstractCigarettes contain chemical elements such as tar, nicotine, benzovrin, metal-chloride, acetone, amino, and carbon monoxide. The presence of nicotine in cigarettes can cause dependence. The Fagerstrom Test for Nicotine Dependence (FTND) was used as a questionnaire for smokers in the Yogyakarta area to determine the level of dependence on nicotine. This research is a descriptive cross-sectional approach. Respondents were 70 active smokers with the results of demographic characteristics, namely male (97.1%) and female (2.9%), and the beginning of the smoking community, namely at the age of 17-25 years with the latest high school education equivalent. The income of smokers through this research is obtained from Rp 1,000,000.00 to Rp 2,000,000.00. Of the 70 smokers, 40% of smokers had low to moderate nicotine dependence; 34.3% of respondents had low dependence; 21.4% of respondents have a moderate level of dependence, and 4.3% of respondents have a high level of dependence on nicotine. The purpose of this study was to determine the nicotine dependence status of smokers in Yogyakarta. Nicotine dependence status can be used as one of the criteria in determining health promotion targets by health workers related to smoking. The right targets and methods of health promotion can make it easier for information to be conveyed in order to increase smokers’ awareness of their health. Keywords:  Fagerstrom test for nicotine dependence; dependence status of smokers; active smokers
Evaluasi Kepuasan Pasien di Unit Kefarmasian Puskesmas Kalasan Karina Putri, Astri; Fatimah, Fatma Siti; Dwinta, Eliza; Putri, Imram Radne Rimba
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v7i2.3442

Abstract

Pelayanan kefarmasian sangat penting dilakukan untuk menciptakan pelayanan kesehatan yang baik dan bermutu di masyarakat. Mengingat pelayanan kefarmasian memegang peranan penting yang tidak dapat dipisahkan dari pelayanan Puskesmas, sehingga Penting untuk melakukan analisis kepuasan pasien di Instansi Puskesmas Kalasan. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi tingkat kepuasan pasien terhadap kualitas pelayanan kefarmasian pada unit pelayanan kefarmasian di Instansi Puskesmas Kalasan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Lokasi penelitian di Puskesmas Kalasan dan waktu penelitian pada bulan Februari 2023 sampai Maret 2023. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien yang melakukan kunjungan/ pemeriksaan dan melakukan pengambilan obat di unit kefarmasian Puskesmas Kalasan. Penarikan sampel penelitian ini menggunakan teknik non probability sampling yaitu purposive sampling. Sampel sebanyak 100 responden. Penilaian kualitas layanan dengan menggunakan analisis GAP. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai GAP dimensi reliability sebesar 0,60, artinya pasien merasa puas pada kualitas pelayanan Kefarmasian Puskesmas Kalasan dimensi reliability. Dimensi responsiveness memiliki nilai GAP sebesar 0,64, artinya artinya pasien merasa puas pada kualitas pelayanan Kefarmasian Puskesmas Kalasan dimensi responsiveness. Dimensi assurance memiliki nilai GAP sebesar 0,69, artinya artinya pasien merasa puas pada kualitas pelayanan Kefarmasian Puskesmas Kalasan dimensi assurance.  Dimensi empathy memiliki nilai GAP sebesar 0,58, artinya pasien merasa puas pada kualitas pelayanan Kefarmasian Puskesmas Kalasan dimensi empathy. Dimensi tangible memiliki nilai GAP sebesar 0,57, artinya artinya pasien merasa puas pada kualitas pelayanan Kefarmasian Puskesmas Kalasan dimensi tangible. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pasien puas terhadap kualitas pelayanan instansi kefarmasian Puskesmas Kalasan.
Kepuasan Pasien Umum dan Pasien BPJS Terhadap Kualitas Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit (RS) X Wilayah Bantu Ismail, Deni; Dwinta, Eliza; Putri, Imram Radne Rimba; Effendie, Elvy; Fauzi, Rizal
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v8i2.5229

Abstract

Penggunaan obat dengan peresepan merupakan hal yang penting dalam pelayanan kesehatan untuk tercapainya terapi pengobatan dan kepuasan pasien. Apoteker harus melakukan pengkajian resep sesuai persyaratan administrasi, persyaratan farmasetik, dan persyaratan klinis baik untuk pasien rawat inap maupun rawat jalan. Pelayanan kefarmasian didefinisikan sebagai kegiatan terpadu yang bertujuan untuk mengidentifikasi, mencegah dan menyelesaikan masalah obat dan masalah yang berkaitan dengan kesehatan. Kepuasan pasien didapatkan dari apa yang dirasakan pasien sebanding atau lebih besar dari harapan mereka. Bila kinerja dibawah harapan, pasien akan sangat kecewa, sebaliknya jika kinerja sesuai harapan pelanggan akan sangat puas. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui analisis kualitas pelayanan kefarmasian berdasarkan pola peresepan dan tingkat kepuasan pasien BPJS dan umum di RS X. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimen berupa deskriptif kuantitatif menggunakan pendekatan cross-sectional pada pasien BPJS dan umum dengan analisa data analisis gap. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelayanan kefarmasian pada RS X Wilayah Bantul memiliki kualitas sedang (53,8%). Hasil kepuasan terhadap pelayanan tersebut adalah tidak terdapat nilai rata-rata gap yang berbeda antara pasien BPJS (-0,4) dan umum (-0,4). Gap terbesar dimiliki oleh pasien BPJS yakni -0,62 pada aspek ketanggapan, dan pada pasien umum ditemukan gap terbesar ada pada aspek jaminan yaitu sebesar -0,56. Kesimpulan dari penelitian ini adalah RS X Wilayah Bantul memiliki kualitas sedang dan pasien merasa belum puas akan kualitas tersebut.
Analisis Hubungan Komorbid Hipertensi dengan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis Monoarfa, Desy Safitri; Ananda, RA Dewinta Sukma; Dwinta, Eliza; Kusumawardhani, Nurul
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 22 No. 02 Desember 2025
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat. Prevalensi GGK dengan hemodialisis terbesar di Indonesia dengan urutan ke-3 yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebesar 35,51%. Hipertensi adalah komorbid utama pada pasien GGK yang menjalani hemodialisis. Terapi hemodialisis dilakukan untuk mempertahankan kelangsungan hidup pasien GGK dan dapat memengaruhi kualitas hidup pasien GGK. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara komorbid hipertensi dengan kualitas hidup pasien GGK yang menjalani hemodialisis rutin di Klinik Hemodialisis Nitipuran. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif observasional dengan rancangan cross-sectional. Sampel diambil secara purposive sampling. Sebanyak 104 peserta telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data menggunakan CRF, rekam medis, dan kuesioner EQ-5D-3L. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan Odds Ratio untuk menilai hubungan hipertensi dengan kualitas hidup, dengan tingkat signifikansi p value < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan pasien dengan komorbid hipertensi memiliki proporsi kualitas hidup tinggi sebesar (52,6%), sedangkan pasien tanpa komorbid hipertensi memiliki proporsi lebih tinggi, yaitu (75,0%). Sebaliknya, proporsi kualitas hidup rendah lebih besar pada pasien dengan hipertensi (47,4%) dibandingkan pada pasien non-hipertensi (25,0%). Hasil analisis hubungan antara komorbid hipertensi dan kualitas hidup pasien GGK yang menjalani hemodialisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan secara statistik (p=0,040; OR=2,7; CI 95%: 1,027–7,099). Dapat disimpulkan bahwa pasien GGK dengan komorbid hipertensi memiliki risiko 2,7 kali lebih besar untuk mengalami kualitas hidup yang buruk dibandingkan dengan pasien tanpa hipertensi.