Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Edukasi Ekonomi Kreatif Berbasis Lokal Budaya untuk Meningkatkan kreatifitas dan inovasi Pada SD Negeri 7 Kesiman Denpasar Pramawati, I Dewa Ayu Agung Tantri; Pande, Ni Kadek Nita Noviani; Iskandar, Adi Panca Saputra; Supartha, I Kadek Dwi Gandika; Wulantari, Ni Putu Ayu Siska
Jurnal KOMET Vol 1 No 3 (2025): Jurnal Komet: Kolaborasi Masyarakat Berbasis Teknologi : INPRESS Volume 1 Nomor 3
Publisher : Yayasan Sinergi Widya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70103/komet.v1i3.49

Abstract

Pada era digital seperti sekarang ini, penggunaan metode pembelajaran eksperimental /pengalaman telah menjadi hal yang umum dalam dunia pendidikan. Ekonomi kreatif juga diakui dan diapresiasi oleh dunia internasional. PBB memandang ekonomi kreatif sebagai bagian penting dari pembangunan berkelanjutan, karena sektor ini dapat memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi, pembangunan sosial dan budaya, serta keberlanjutan lingkungan. Di Indonesia, pemerintah telah mengakui pentingnya pengembangan ekonomi kreatif sebagai salah satu sektor yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. dalam Peraturan Presiden Nomor 44 Tahun 2021 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif Nasional, yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing dan kontribusi ekonomi kreatif dalam perekonomian nasional. SD Negeri 7 Kesiman di Denpasar memiliki kesempatan untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi siswa melalui edukasi ekonomi kreatif berbasis lokal budaya. Melalui integrasi praktik ekonomi kreatif dengan warisan budaya Bali, seperti pertanian tradisional yang diperkenalkan oleh Taman Wisata Budaya Kerthalangu, sekolah dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang memadukan nilai-nilai lokal dengan konsep-konsep ekonomi kreatif. Tantangan yang dihadapi termasuk keterbatasan sumber daya, kurangnya pengalaman (experience) dan pengetahuan serta tingkat keterlibatan komunitas dan orang tua. Namun, dengan pendekatan yang holistik, kolaborasi dengan komunitas lokal, dan pengembangan kurikulum yang relevan, sekolah dapat menciptakan pengalaman pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk mengembangkan keterampilan kreatif, inovatif, dan praktis yang terkait dengan ekonomi kreatif lokal.
KOMPETENSI, ORIENTASI DAN MINAT KEWIRAUSAHAAN MAHASISWA STMIK STIKOM INDONESIA Mariani, Wayan Eny; Wulantari, Ni Putu Ayu Siska
Jurnal Ilmiah Manajemen & Bisnis Vol 5 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.002 KB)

Abstract

Increasing entrepreneurial competence in the workforce can be done from an early age. Both formal and informal education systems can be used as a means to educate and influence young people to have competencies and interests in the field of entrepreneurship. Higher Education as one of the educational institutions has the opportunity to cultivate competence and entrepreneurial interest in students. This opportunity must be utilized so that it can create young entrepreneurs who will later participate in reducing the unemployment rate in Indonesia. STMIK STIKOM Indonesia is an information technology-based high school that encourages students to become entrepreneurs. STMIK STIKOM Indonesia organizes entrepreneurship courses and there is support from entrepreneurial institutions, namely the STIKI Indonesia Business Incubator, which is the umbrella support for entrepreneurship in the academic community at STMIK STIKOM Indonesia. To be able to increase entrepreneurial competence in STMIK STIKOM Indonesia students, research was conducted on the competence and entrepreneurial interest of STMIK STIKOM Indonesia students. This research is a descriptive study using a questionnaire as a research instrument. The data collection technique was carried out by using a purposive sampling method with the criteria of students who had already received entrepreneurship courses. The results of the study found that entrepreneurial competence had a significant effect on the entrepreneurial interest of STMIK STIKOM Indonesia students
ANTARA SOLIDARITAS DAN STABILITAS EKONOMI: STUDI TENTANG MENYAMA BRAYA DAN MANAJEMEN KEUANGAN KELUARGA DI BALI Wayan Eny Mariani; Agus Ari Iswara; Ni Nyoman Aryaningsih; Ni Putu Ayu Siska Wulantari; Ni Nengah Lasmini; Wayan Tari Indra Putri
Warmadewa Management and Business Journal (WMBJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmbj.7.2.2025.139-151

Abstract

Menyama braya is a form of local wisdom that remains widely practiced in Bali. This concept serves as a cultural foundation emphasizing equality, solidarity, and cooperation among members of the Balinese community. As Balinese society transitions from traditional to modern structures, shifts occur in household production, distribution, and consumption patterns—particularly concerning the substantial expenses required for religious ceremonies. This study aims to analyze the relationship between the menyama braya concept and the level of well-being among Balinese Hindus, from the perspective of academics who possess a deep understanding of the concept and of social welfare indicators. Furthermore, the study highlights the importance of   household financial management in addressing the financial demands of socio-religious obligations to avoid adverse effects on family welfare. This research employs a descriptive qualitative approach with purposive sampling to select participants. Data collection methods include in-depth interviews, observation, and document analysis. Six academic respondents, all of whom actively participate in menyama braya activities within their communities, were involved in this study. The research process includes data collection, meaning categorization, and essence writing. Findings reveal that active involvement in menyama braya activities increases household expenditures, thereby reducing disposable income. As such, effective financial management strategies are necessary to maintain a balance between cultural commitments and economic stability.
Digital Fun Learning: Pengenalan Coding Dasar pada Anak TK Melalui Aktivitas Kreatif I Dewa Ayu Agung Tantri Pramawati; Ni Kadek Bumi Krismentari; I Kadek Dwi Gandika Supartha; Ni Putu Ayu Siska Wulantari
Journal of Social Work and Empowerment Vol 5 No 3 (2026): Journal of Social Work and Empowerment - Juni 2026
Publisher : Yayasan Sinergi Widya Nusantara (Sidyanusa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58982/m0ccq788

Abstract

Perkembangan teknologi digital menuntut penguatan literasi digital sejak usia dini, salah satunya melalui pengenalan konsep dasar coding. Anak usia taman kanak-kanak berada pada fase emas perkembangan kognitif yang tepat untuk menanamkan kemampuan berpikir logis, terstruktur, dan kreatif melalui aktivitas menyenangkan. Tujuan dari kegitan ini untuk memperkenalkan coding dasar kepada anak TK Kumara Bhuana Santhi, Denpasar Timur, melalui pendekatan Digital Fun Learning berbasis aktivitas kreatif dan digital.  Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelatihan guru, implementasi kelas coding kreatif, serta monitoring dan evaluasi. Pembelajaran dilakukan melalui kombinasi unplugged coding seperti permainan “Aku Robot”, kegiatan mewarnai dan menyusun pola instruksi, serta pengenalan coding digital menggunakan aplikasi ramah anak Code.org. Evaluasi kegiatan dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif melalui observasi, diskusi, dan pengisian kuesioner. Hasil evaluasi kegiatan ini menunjukkan tingkat kepuasan sangat tinggi dengan rata-rata penilaian di atas 80% pada seluruh indikator, termasuk persiapan, kreativitas tim, keterlibatan anak, dan manfaat kegiatan. Anak-anak menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif, sementara guru memperoleh peningkatan pemahaman dan inspirasi dalam penerapan literasi digital di kelas. Implikasi kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan Digital Fun Learning efektif sebagai strategi pengenalan coding dasar bagi anak usia dini dan berpotensi diintegrasikan secara berkelanjutan dalam pembelajaran TK.