Bandung yang dikenal dengan pemandangan alamnya yang asri serta fasilitas yang lengkap. Di tengah persaingan ketat di industri perhotelan, terutama pada segmen hotel berbintang lima, berbagai faktor seperti harga, citra merek, ulasan tamu, dan lokasi menjadi pertimbangan penting bagi konsumen dalam menentukan pilihan akomodasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh keempat variabel tersebut terhadap minat beli konsumen dalam memilih Akomodasi sebagai tempat menginap.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei di mana data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 400 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, dan data dianalisis menggunakan perangkat lunak IBM SPSS versi 25. Metode analisis yang digunakan meliputi uji validitas, reliabilitas, analisis deskriptif, uji asumsi klasik, serta regresi linear berganda untuk menguji hubungan antara variabel independen yang telah ditentukan yaitu harga, brand image, guest review, dan lokasi terhadap variabel dependen adalah minat beli.Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh seluruh variabel independen yakni Harga (X1), Citra Merek (X2), Ulasan Tamu (X3), dan Lokasi (X4) terbukti secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Minat Beli konsumen. Hal ini dibuktikan melalui hasil uji F sebesar 56,217 yang lebih besar dari nilai F tabel (3,68) serta nilai signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian, H0 ditolak dan Ha diterima. Secara parsial, keempat variabel tersebut juga memberikan pengaruh terhadap minat beli, dengan nilai uji t berturut-turut yaitu 4.030 untuk Harga, 3.257 untuk Brand Image, 2.610 untuk Guest Review, dan 6.436 untuk Lokasi. Hal ini mengindikasikan bahwa citra merek yang kuat dan ulasan positif dari tamu sebelumnya menjadi faktor utama yang mendorong konsumen untuk memilih hotel tersebut sebagai akomodasi mewah.Berdasarkan hasil temuan ini, disarankan kepada pihak manajemen Hotel untuk terus memperkuat brand image melalui strategi komunikasi yang konsisten dan menyesuaikan strategi harga dengan persepsi nilai konsumen. Selain itu, pengelolaan ulasan tamu secara proaktif dan peningkatan kemudahan akses ke lokasi hotel juga perlu diperhatikan guna meningkatkan minat beli dan daya saing hotel di pasar akomodasi mewah.