Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pelatihan Persiapan Dan Simulasi TOEFL Untuk Mendukung Pemetaan Kompetensi Bahasa Inggris Akademik Prasetianto, Mushoffan; Ruminar, Hafida; Maharddhika, Rizkiana; Prasetyaningrum, Dian Islami
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v9i1.5199

Abstract

Salah satu media berkomunikasi antar negara yaitu melalui bahasa Inggris. Dengan kata lain, sangat penting untuk mengetahui bahasa Inggris di dunia modern. Tes TOEFL adalah salah satu cara untuk menunjukkan bahwa Anda tahu cara berbicara bahasa Inggris dengan baik. TOEFL yang merupakan singkatan dari “Test of English as a Foreign Language” merupakan jenis tes yang sering digunakan untuk mengukur seberapa baik seseorang dapat berbicara dan memahami bahasa Inggris. Mayoritas institusi juga akan meminta sertifikat TOEFL sebagai persyaratan, seperti untuk mengikuti ujian akhir atau mendaftar kuliah di dalam atau luar negeri. Seringkali institusi meminta sertifikat TOEFL dengan skor minimal 450 atau 500 sebagai persyaratan. Namun mendapatkan angka 450 atau 500 merupakan hal yang dikhawatirkan dan bahkan ditakuti oleh mahasiswa karena terkesan sulit untuk dilakukan. Sebagian besar orang merasa kesulitan untuk mendapatkan skor TOEFL yang dibutuhkan. Oleh karena itu, tujuan pelatihan ini adalah untuk membantu para pelajar dan masyarakat pada umumnya yang membutuhkan atau meningkatkan nilai TOEFL sebagai syarat sekolah. Kegiatan ini berlangsung secara live melalui platform Zoom Meeting. Pelaksanakan kegiatan ini terdiri dari persiapan, pelaksanaan, dan peninjauan atau pemantauan. Kegiatan ini memakan waktu sekitar tiga bulan, dan mencakup materi pelatihan, mendapatkan pelatihan TOEFL intensif, dan mengikuti tes TOEFL sebelum dan sesudah. Setelah melakukan kegiatan ini, diketahui peserta lebih memahami materi dan jenis-jenis soal TOEFL. Selain itu, terdapat peningkatan skor pre-test dan post-test yang mana skor post-test lebih baik dibandingkan dengan skor pre-test di akhir kegiatan ini.
The Perception and Interest of Career Choices in Agriculture: Case of Agroecotechnology and Agribusiness Students Prasetyaningrum, Dian Islami; Ruminar, Hafida; Irwandi, Putra
HABITAT Vol. 33 No. 2 (2022): August
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.habitat.2022.033.2.19

Abstract

The agricultural sector contributes almost half of the Indonesian economy. Based on data from BPS in 2019-2020, this sector provides food for more than 270 million people and dominates the source of income in Indonesia by 33.4 million (27.33%). Unfortunately, the high opportunity and prospects are accompanied by a lack of enthusiasm among the younger generation to pursue agricultural careers, resulting in a decline in regeneration. Some influential factors included: (1) the perception that the agricultural sector is less promising in the future, (2) the lack of prestige of relatively low salaries, and (3) the existence and influence of social strata in the community. The current study aimed to investigate students' perceptions and interests, particularly those of agricultural students, concerning their career choices and corroborate the phenomena of the young generation's falling interest in agricultural careers. The participants were 100 agriculture students from the Faculty of Agriculture, Universitas Brawijaya (FP UB). The study implemented a quantitative approach with a survey method. The data were analyzed using Tableau. The results showed that there were two dominant factors, external and internal, that influenced the career choices of agriculture students. Additionally, the responses from the students based on gender (male and female) were also different. The findings of this study provide a broader view on how to improve students' interest in agricultural careers through external and internal assistance, namely motivation and practical experiences during the academic year.
Energy Drink Perception, Consumption, And Knowledge Level Among University Students (A Case At Agricultural Faculty, The University Of Brawijaya) Lygi, Yasmin; Hartono, Rachman; Prasetyaningrum, Dian Islami
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2024.008.03.33

Abstract

Energy drinks containing caffeine, taurine, and other vitamins and minerals are popular among Indonesians, especially students, for their claimed benefits of increased energy, concentration, and alertness. The hype of assignments acquired by a student made them the habit of staying awake at night and boosting their energy during exams and assignments, which exacerbated that potential consumption. However, excessive and continuous consumption of these drinks can lead to harmful effects, such as kidney disorders. Descriptive quantitative methods were used to analyze data obtained by 140 agriculture students at Brawijaya University through an online questionnaire by G-Form. The relationship was tested using Chi-Square and SPSS software. The result shows that the level of energy drink consumption among students is relatively low, with a proportion of 22.14% from 140 respondents. A Chi-square test was performed to analyze the relationship between consumption level and gender with a p-value of 0.000, indicating a significant difference between consumption level and gender. Respondents' perceptions of energy drinks tend to be evenly distributed, as the proportions are almost equal. The majority of respondents have a low level of knowledge regarding energy drinks. This is evidenced by the proportion of respondents with a low level of expertise, which is 80%. The knowledge level analysis about consumption level yielded a p-value of 0.722, indicating no significant difference. When reclassified based on gender, it shows a p-value of 0.002 for low knowledge level and a p-value of 0.046 for high knowledge level, which means gender is not a moderate variable.
EDUKASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI POSTER BILINGUAL UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR Prasetyaningrum, Dian Islami; Andreas; Najla Salma Hanifah; Maulana, Achmad Fadhil
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 01 (2026): JANUARI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa sekolah dasar mengenai pengelolaan sampah melalui penggunaan poster bilingual sebagai media edukasi yang menarik, mudah dipahami, dan relevan dengan kebutuhan pembelajaran usia dini. Sasaran kegiatan adalah siswa kelas 1–3 SD Al Ma’unnah di Dusun Suwaluhan, Desa Tawangargo, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Metode pelaksanaan meliputi penyusunan poster bilingual, sosialisasi materi, aktivitas interaktif, serta praktik langsung memilah sampah organik dan non-organik. Selain itu, siswa diajak memanfaatkan limbah plastik untuk membuat pot sederhana yang kemudian digunakan untuk menanam TOGA (Tanaman Obat Keluarga), sehingga mereka tidak hanya memahami konsep daur ulang, tetapi juga mengenal manfaat tanaman obat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa merespons dengan antusias, mampu membedakan jenis sampah, serta menunjukkan peningkatan kesadaran lingkungan. Guru memberikan apresiasi terhadap penggunaan media visual-bilingual yang dinilai efektif memperkuat pembelajaran dan menumbuhkan kebiasaan positif. Program ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kegiatan berkelanjutan melalui penambahan materi visual, praktik rutin pemilahan sampah, dan pengembangan kebun TOGA sekolah.
PROGRAM DIGITALISASI DESA WISATA: PEMETAAN POTENSI WISATA LOKAL DAN PELATIHAN KONTEN Rayesa, Neza Fadia; Ali, Dego Yusa; Meitasari, Deny; Prasetyaningrum, Dian Islami
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36824

Abstract

Abstrak: Program Digitalisasi Desa Wisata di Kabupaten Malang dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas digital perangkat desa dan kelompok sadar wisata (pokdarwis), dengan fokus pada penguatan promosi pariwisata berbasis komunitas. Program ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang menempatkan masyarakat sebagai subjek aktif dalam proses transformasi digital desa. Melalui pelatihan intensif, keterampilan digital pengelola desa dalam memproduksi dan mengelola konten kreatif untuk media sosial, khususnya Instagram, mengalami peningkatan yang signifikan. Pelatihan yang melibatkan 16 perangkat desa dan anggota pokdarwis memungkinkan peserta memproduksi konten secara mandiri dan konsisten, sehingga memperkuat digital branding desa. Selain pelatihan, program ini juga mencakup pemetaan potensi wisata secara partisipatif yang menghasilkan tiga jenis peta digital, yaitu Peta Rupa Bumi, Peta Batas Administrasi, dan Peta Potensi Wisata. Ketiga peta tersebut berfungsi sebagai referensi spasial untuk mendukung perencanaan desa yang lebih terarah. Integrasi data spasial ini selanjutnya dimanfaatkan sebagai konten utama dalam perancangan ulang website desa yang sebelumnya tidak aktif. Sebagai upaya menjaga keberlanjutan promosi, disusun Content Calendar selama enam bulan untuk menciptakan konsistensi unggahan konten, sekaligus memposisikan media sosial sebagai sarana komunikasi publik yang strategis.Evaluasi program dilakukan melalui tugas praktik pembuatan konten poster sebagai indikator peningkatan keterampilan peserta. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebesar 87% peserta mengalami peningkatan keterampilan dalam pembuatan konten visual.Abstract: The Digitalization Program for Tourism Villages in Malang Regency was implemented to enhance the digital capacity of village officials and tourism awareness groups (pokdarwis), with a focus on strengthening community-based tourism promotion. The program adopted a Participatory Action Research (PAR) approach, positioning local communities as active subjects in the village digital transformation process. Through intensive training, the digital skills of village tourism managers in producing and managing creative content for social media particularly Instagram improved significantly. The training, which involved 16 village officials and pokdarwis members, enabled participants to independently and consistently produce content, thereby strengthening the village’s digital branding. In addition to capacity-building activities, the program included participatory mapping of tourism potential, resulting in three types of digital maps: Topographic Map, Administrative Boundary Map, and Tourism Potential Map. These maps serve as spatial references to support more structured village planning. The integrated spatial data were subsequently utilized as core content in the redesign of the village website, which had previously been inactive. To ensure the sustainability of digital promotion efforts, a six-month Content Calendar was developed to maintain content consistency and position social media as a strategic public communication platform. Program evaluation was conducted through practical assignments involving poster content creation as an indicator of skill improvement. The evaluation results show that 87% of participants experienced an increase in visual content creation skills.