Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Pemetaan Lapisan Batuan Bawah Permukaan dengan Metode Geolistrik Resistivitas di Desa Lelogama Kecamatan Amfoang Selatan Kabupaten Kupang Sumby, Ratna; Sianturi, Hery Leo; Boimau, Yanti
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 4 No. 1 (2024): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v4i1.433

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pemetaan perlapisan batuan di bawah permukaan dengan metode geolistrik resistivitas di Desa Lelogama Kecamatan Amfoang Selatan Kabupaten Kupang. Penelitian bertujuan untuk memetakan pola perlapisan batuan berdasarkan nilai resistivitas, mengidentifikasi jenis batuan di bawah permukaan berdasarkan nilai resistivitas dan menentukan ketebalan lapisan-lapisan batuan di daerah penelitian pada semua lintasan. Pengolahan data menggunakan software Res2dinv. Metode yang digunakan adalah metode geolistrik konfigurasi schlumberger. Hasil interpretasi menunjukkan bahwa pola perlapisan batuan  untuk 4 lintasan dengan panjang lintasan 400 meter dengan variasi nilai resistivitas berkisar antara 0,474 Wm–11,436 Wm, 0,777 Wm–21,231 Wm, 2,96 Wm–3.634 Wm  dan 0,637 Wm–3.085 Wm, batuan yang teridentifikasi yaitu batuan lempung, batuan aluvium dan batuan gamping yang berada pada ketebalan masing-masing yaitu lapisan batuan lempung berkisar antar 7,5-47,5 m, ketebalan lapisan batuan aluvium 5-60 m dan ketebalan lapisan batuan gamping 5 m–52,8 m.
Fabrikasi Studi Awal Ekstrak Klorofil Dye Moringa Oleifera dengan Perbandingan Pelarut Uji Spektrofotometer Untuk DSSC Silla, Ela; Pote, Fernince Ina; Olla, Angelikus; Boimau, Yanti
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 4 No. 2 (2024): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v4i2.468

Abstract

Energi yang banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia adalah energi konvensional yang tidak dapat diperbaharui. Oleh karena itu, dibutuhkan sumber energi alternatif yang dapat diperbaharui untuk memenuhi kebutuhan energi manusia seperti DSSC. DSSC merupakan sel surya yang menggunakan pewarna sebagai penyerap cahaya. Pewarna yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari tanaman marungga yang diektraksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui berapa besar nilai absorbansi, puncak gelombang dan energi gap yang dihasilkan dari ekstrak dye Moringa Oleifera NTT pada DSSC, serta untuk mengetahui apakah tanaman marungga bisa digunakan sebagai bahan untuk DSSC. Hasil uji UV-Vis menunjukan bahwa nilai absorbansi tertinggi berada pada sampel daun marungga variasi volume etanol 100 ml dengan nilai absorbansi 4.157 pada panjang gelombang 467 nm, sedangkan total kadar klorofil tertinggi berada pada variasi 50 ml dengan nilai total 63.039,7 mg/l. Sementara energi band gap tertinggi berada pada variasi volume 50 ml dengan nilai 2,50 eV. Sehingga nilai absorbansi tinggi yang dihasilkan efisien dan dapat dijadikan sebagai bahan untuk DSSC.
Penentuan Konsentrasi Sulfat Dalam Air di Kelurahan Oeba Menggunakan Spektrotometer UV-VIS Lesik, Christian; Boimau, Yanti; A.C Adelia, Kadek
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 1 No. 2 (2021): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v1i2.118

Abstract

Telah dilakukan penelitian konsentrasi sulfat yang terkandung dalam air di Kelurahan Oeba. Penelitian ini dibatasi pada tiga lokasi yakni Sumur Tedens, Bak Penampung dan Sumur Penduduk. Sampel air dari ketiga lokasi tersebut kemudian dianalisa dengan menggunakan Spektrofotometer UV-Vis dengan metode turbiditas. Sebelum sampel dianalisa, terlebih dahulu dibuat larutan standar sulfat dengan konsentrasi 5ppm, 10ppm, 15ppm, 20ppm, dan 25ppm. Output serapan baik untuk larutan standar dan larutan sampel kemudian digunakan untuk memperoleh konsentrasi sulfat dalam air sampel berdasarkan persamaan regresi yang secara otomatis muncul dalam output. Berdasarkan perhitungan maka didapat konsentrasi sulfat 15,09ppm, 20,45ppm, dan 106,12ppm masing-masing untuk sampel air di Sumur Tedens, Bak penampung dan Sumur Penduduk.
Pemetaan Pola Perlapisan Bawah Permukaan Sekitar Pantai Kolbano Kabupaten Timor Tengah Selatan Menggunakan Data Anomali Magnetik Patti, Jonas; Boimau, Yanti; Kadek Dety Lestari, Anastasia
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 1 No. 2 (2021): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v1i2.119

Abstract

Telah dilakukan penelitian dengan metode geomagnet untuk mengetahui struktur batuan bawah permukaan sekitar Pantai Kolbano, Desa Kolbano, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Daerah penelitian memiliki luas 1000 m2 dengan 99 titik ukur. Proses akusisi data dengan sistem looping menggunakan alat Proton Prosession Magnetometer (PPM) tipe GSM-19T. Data yang diperoleh di lapangan berupa nilai medan magnet total. Penentuan posisi titik ukur menggunakan Global Positioning Sistem (GPS). Pengolahan data diawali dengan koreksi variasi harian dan koreksi IGRF untuk mendapatkan anomali magnetik. Reduksi kontinuasi ke atas pada ketinggian 10 meter bertujuan untuk memisahkan anomali lokal dan anomali regional. Pemodelan dengan metode forward modeling menggunakan software Mag2DC for windows. Hasil interpretasi kualitatif diperoleh tiga pola anomali, yaitu anomali tinggi dengan rentang nilai 120 nT - 260 nT, anomali sedang dengan rentang nilai 100 nT - 110 nT, dan anomali rendah dengan rentang nilai 40 nT - 90 nT. Interpretasi kuantitatif menunjukan bahwa di lokasi terdapat beberapa jenis batuan, seperti batu pasir dengan suseptibilitas 1 x 10-4, 3,33 x 10-4, dan 1,657 x 10-3; batu lempung dengan suseptibilitas 5,56 x 10-4, 6,71 x 10-4, 8,57 x 10-4, 9,86 x 10-4, 1,012 x 10-3, dan 1,32 x 10-3; batu gamping dengan suseptibilitas 2,07 x 10-4, dan 2,76 x 10-4; batuan metemorf jenis slate dengan suseptibilitas 2,225 x 10-3, 1,257 x 10-2, 1,314 x 10-2, dan 1,477 x 10-2. Batuan-batuan berwarna merupakan jenis batu pasir dan batu lempung yang tergolong dalam formasi aluvium.
Pendugaan Air Tanah Dengan Metode Geolistrik Resistivitas di Desa Matabesi Boimau, Yanti; Maubana, Wenti Marlensi; Pakaenoni, Yohanes
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 1 No. 2 (2021): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v1i2.120

Abstract

Telah dilakukan pendugaan air tanah di Desa Matabesi dengan metode geolistrik resistivitas konfigurasi Wenner-schlumberger. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai resistivitas batuan, batuan penyusun bawah permukaan dan mengklasifikasikan batuan akuifer pada semua titik ukur pada lokasi penelitian. Interpretasi menggunakan software res2dinv dengan hasil interpretasi Nilai resistivitas batuan pada lokasi Penelitian adalah lintasan I, 0,026 Wm–13,6 Wm, lintasan II, 0,0096 Wm–19,6 Wm. Pada lokasi penelitian, diduga terdapat 2 jenis batuan yaitu Alluvium dengan nilai resistivitas 0,026-6,68 Wm dan lempung dengan nilai resistivitas 10-19,6 Wm. Akuifer pada daerah penelitian ditunjukkan dengan nilai resistivitas 0,0096 Wm-19,6 Wm dengan kedalaman berkisar ±4 m-12,4m.
Penerapan Metode Geomagnetik Untuk Mengetahui Pola Perlapisan Batuan Bawah Permukaan Gunung Timau Liukae, Aidy; Tanesib, Jehunias L.; Boimau, Yanti
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 2 No. 1 (2022): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v2i1.155

Abstract

Telah dilakukan penelitian dengan pemodelan dua dimensi metode geomagnet pada wilayah Timau, Kecamatan Amfoang Tengah, Kabupaten Kupang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis batuan bawah permukaan untuk mengetahui struktur perlapisan batuan dalam mendirikan bangunan observatorium di lokasi penelitian. Daerah penelitian dengan 40 titik ukur. Proses akusisi data dengan sistem looping menggunakan alat Proton Prosission Magnetometer (PPM) tipe GSM-19T. Data yang diperoleh di lapangan berupa nilai medan magnet total. Penentuan posisi titik ukur menggunakan Global Positioning Sistem (GPS). Pengolahan data diawali dengan koreksi variasi harian dan koreksi IGRF untuk mendapatkan anomali magnetik. Reduksi kontinuasi ke atas pada ketinggian 10 meter bertujuan untuk memisahkan anomali lokal dan anomali regional. Pemodelan dengan metode forward modeling menggunakan software Mag2DC for windows. Hasil interpretasi kualitatif diperoleh dua pola anomali, yaitu anomali sedang dengan rentang nilai 1 nT - 32 nT, dan anomali rendah dengan rentang nilai -60 nT-0 nT. Interpretasi kuantitatif menunjukan bahwa di lokasi terdapat dua jenis batuan, seperti batu pasir dengan suseptibilitas dimulai dari 0,000021-0,000993 cgs unit; batu gamping dengan suseptibilitas dimulai dari 0,000698-0,001161 cgs unit.
Kajian Awal Sifat Optik Senyawa Hasil Ekstraksi Daun Binahong (Anredera Cordifolia) Asal Kabupaten Kupang Adelia, Kadek Ayu Cintya; Kodo, Amrosia Ratna; Boimau, Yanti
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 2 No. 1 (2022): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v2i1.157

Abstract

Penelitian tentang kajian awal sifat optik senyawa ekstraksi daun binahong (Anredera Cordifolia) asal Kabupaten Kupang telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai jangkaun serapan, koefisien serapan, dan celah energi dari senyawa hasil ekstraksi daun binahong. Daun binahong yang kering dihaluskan sampai menjadi serbuk, diekstraksi secara maserasi, dievaporasi menggunakan evaporator, lalu diencerkan menggunakan pelarut etanol dan selanjutnya dikarakterisasi menggunakan Spektrometer UV-Vis untuk mendapatkan spektrum serapannya senyawa hasil ekstraksi daun binahong. Berdasarkan hasil analisis data spektrum serapannya, jangkauan serapan untuk konsentrasi 100 ppm, 200 ppm, dan 300 ppm berkisar 200 nm-700 nm. Nilai koefisien serapannya pada 100 ppm berkisar dari 0 hingga 6,03386 cm-1, 200 ppm berkisar dari 0 hingga 5,48114 cm-1 dan pada 300 ppm berkisar dari 0 hingga 5,94174 cm-1. Nilai celah energinya sebesar 5,849 eV. Berdasarkan nilai celah energi tersebur senyawa hasil ekstraksi daun binahong dapat dikelompokan menjadi bahan Isolator.
Analisis Kualitas Air Tanah Berdasarkan Parameter Fisika dan Kimia (Studi Kasus Kelurahan Oesapa Barat, Fatululi dan Oebufu) Anam, Elisabet; Maubana, Wenti Marlensi; Boimau, Yanti
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 2 No. 2 (2022): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v2i2.192

Abstract

Air merupakan kebutuhan utama bagi proses kehidupan di bumi yang akan mempengaruhi dan dipengaruhi oleh komponen lainnya. Sementara itu, air sebagai salah satu kebutuhan utama untuk menunjang kehidupan manusia memiliki resiko berupa adanya penyakit bawaan air (water borne disease). Oleh karena itu, air yang dikonsumsi harus memenuhi syarat kesehatan. Syarat kesehatan yang dimaksud meliputi syarat-syarat fisika, kimia, mikrobiologi dan radioaktifitas. Parameter yang harus diukur untuk menentukan kualitas air adalah parameter fisika dan kimia. Sumber air tanah di kelurahan Oesapa Barat, kelurahan Oebufu, kelurahan Fatululi merupakan sumber mata air yang ada di Kupang. Sumber air tanah ini digunakan oleh warga sekitar untuk berbagai keperluan termasuk keperluan air minum. kondisi fisik air dalam terbuka dan mudah dijangkau oleh masyarakat setempat maka kemungkinan aktifitas masyarakat bisa mencemari lingkungan sumber air tersebut. Melihat fenomena tersebut maka sangat penting untuk melakukan penelitian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas air tanah dikelurahan Oesapa Barat, Oebufu, Fatululi berdasarkan analisis parameter fisika dan kimia. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian deskripsi kualitatif dengan pendekatan laboratorium yang bertujuan untuk mengetahui kualitas air tanah pada mata air di Kelurahan Oesapa Barat, Oebufu, dan Fataluli berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan nomor 492 tahun 2010 tentang persyaratan kualitas air minum dan peraturan menteri kesehatan Republik Indonesia nomor 32 tahun 2017 tentang standar kualitas air bersih baku mutu kesehatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa air tanah yang berada pada tiga (3) lokasi penelitian yaitu di kelurahan Oesapa Barat, Oebufu, Fatululi layak dikonsumsi dan memenuhi syarat kesehatan yang di keluarkan pemerintah.
Hubungan Media Pembelajaran Daring terhadap Minat Belajar Fisika SMA Negeri Lurasik Lipikuni, Hilary Fridolin; Boimau, Yanti; Maubana, Wenti Marlensi; Olla, Angelikus; Pote, Fernince Ina
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 3 No. 1 (2023): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v3i1.281

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan media pembelajaran daring dan minat belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian ini terdiri dari 30 siswa SMA Negeri Lurasik. Instrumen penelitian berupa angket pernyataan sebanyak 30 butir tentang pernyataan. Data penguasaan pelajaran fisika dengan media pembelajaran daring dan minat belajar, diuji dengan uji t dan produck moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh media pembelajaran daring terhadap minat belajar siswa kelas XI IPA SMA Lurasik diperoleh nilai koefisien thitung = 4,257059 kemudian dicari ttabel dengan ? = 5% dengan df = n-2 = 30- 2 = 28 diperoleh tabel (0,05 : 26) = 2,048. Berdasarkan fakta tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dan nyata antara media pembelajaran daring dengan minat belajar.
Fault Structure Analysis Using GGMPlus Satellite Gravity Data in Sumenep Regency, East Java for Disaster Mitigation Azhalia, Neila Ayuzita; Sutasoma, Muwardi; Susilo, Adi; Idmi, Mohammad Habibiy; Wijayanti, Rosita; Boimau, Yanti
Borneo Engineering: Jurnal Teknik Sipil Volume 10 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v10i1.633

Abstract

Sumenep Regency is an area that has experienced earthquakes with fatalities caused by activity along the Rembang, Madura, Kangean, and Sakala (RMKS) faults. This study aims to identify subsurface structures, particularly faults, in the  Sumenep region using satellite gravity image data downloaded from GGMPlus.   The gravity acceleration data obtained were processed into Complete Bouguer Anomalies (CBAs) and separated into regional and residual anomalies using a Butterworth filter. Then, First Horizontal Derivative (FHD) and Second Vertical Derivative (SVD) analyses were performed to clarify the anomaly boundaries and subsurface structures. Next, 2D geological modeling was performed on the residual anomaly data to determine the types and boundaries between subsurface formation layers.  The results of the study showed significant variations in gravity anomalies, with high contrasts in the southwest and southeast areas, indicating differences in the density of subsurface rocks. FHD and SVD analyses successfully delineated suspected faults, especially in areas with contact layers between low-and high-density rocks. The 2D modeling showed that the contact layer between the Ngrayong-Tawun  Formation and the Ngrayong-Bulu Formation has a weak bond, making it more vulnerable to triggers such as earthquakes.  These results emphasize the importance of further study and disaster mitigation related to active faults in the region. For future research, it is necessary to conduct field surveys and integrate them with other geophysical methods to improve the accuracy of the results.