Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Analisis Potensi Sumber Daya Perikanan dalam Menunjang Kesejahteraan Nelayan di Wilayah Pesisir Pantai Namosain Kupang Alfair, Farhan Naufal; Sunimbar, Sunimbar; Rahmawati, Arfita
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 9 No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v9i2.29994

Abstract

Wilayah Pesisir Pantai Namosain Kupang memiliki potensi sumber daya perikanan yang dapat dijadikan sumber penghidupan bagi masyarakat nelayan. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui bagaimana respon masyarakat nelayan terhadap potensi sumber daya perikanan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber penghidupan; dan 2) mengetahui respon masyarakat nelayan terhadap peran sumber daya perikanan terhadap kesejahteraan mereka. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sampel secara probability sampling yang melibatkan 79 responden dari masyarakat nelayan. Analisis data dilakukan menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji linearitas, uji heteroskedastisitas, serta uji regresi linear sederhana dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Sebagian besar masyarakat nelayan setuju bahwa potensi sumber daya perikanan di Wilayah Pesisir Pantai Namosain Kupang dapat dimanfaatkan sebagai sumber penghidupan, hal ini dibuktikan dengan 81% responden menyatakan Setuju; 2) sumber daya perikanan di Wilayah Pesisir Pantai Namosain Kupang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan, hal ini dibuktikan dengan sebagian besar responden menyatakan Setuju (81%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa potensi sumber daya perikanan di Wilayah Pesisir Pantai Namosain Kupang memiliki dampak signifikan terhadap kesejahteraan nelayan, sehingga pengelolaan yang berkelanjutan diperlukan untuk mempertahankan dan meningkatkan kesejahteraan mereka.
ANALISIS KONDISI DAN DISTRIBUSI POTENSI EKONOMI DI KABUPATEN SUMBAWA BARAT Sejati, Martina Ayu; Haryani, Poppy; Manalu, Tugma Jaya; rahmawati, Arfita; Ginting, Febriyanti Angelia
Jurnal Geografi Vol 21 No 1 (2025): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jgeo.v21i1.22047

Abstract

An important aspect in describing the success of development is through analyzing the economic conditions of the region. Economic analysis also plays an important role in assessing regional inequality. Kabupaten Sumbawa Barat is one of the regions that has a diversity of resources and has various types of economic sectors. The objectives of this research include: (1) Analyzing the regional financial capacity in Kabupaten Sumbawa Barat; (2) Analyzing the Economic Base Sector by business field in Kabupaten Sumbawa Barat in 2019-2023; and (3) Analyzing the value of Economic inequality in Kabupaten Sumbawa Barat. The method applied in this research is quantitative descriptive method with secondary data from the Central Bureau of Statistics, and related agencies. The calculation techniques used are: Calculation of regional financial capability (Degree of Fiscal Decentralization); Financial Independence (Degree of Fiscal Autonomy); Location Quotient (LQ); and Williamson Index. The results showed that the value of the Degree of Fiscal Decentralization (DDF) in Kabupaten Sumbawa Barat in 2019 was 6% and fell into the category of very less, while for 2020 to 2023 it was 13% and fell into the category of less. Meanwhile, the value of the Degree of Fiscal Autonomy (DOF) in 2019 is the lowest value, namely 11.3 and has increased in 2023 to 22 and is included in the concurrency classification. The base sector is the mining and quarrying sector (4.78). The other three sectors that have the highest value and potential are the transportation and storage sector (0.31), the construction sector (0.29) and the agriculture, forestry and fisheries sector (0.29).While the sector with the lowest value is the processing industry (0.07). The value of economic inequality using the Wiliamson Index shows an inequality value of 0.77 and falls into the high inequality category.
Analisis Penerapan Model Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Spasial Pada Materi Sistem Informasi Geografis Bana, Trully Yessyca; Rahmawati, Arfita; Ersani, Erry
Geosfera: Jurnal Penelitian Geografi Vol 4, No 2 (2025): Geosfera : Jurnal Penelitian Geografi
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/geojpg.v4i2.34809

Abstract

Spatial thinking ability is a core skill that students must possess to understand and solve problems in geography. Spatial thinking involves the integration of spatial concepts, spatial information methods, and reasoning processes that enable students to analyze spatial relationships. This cognitive skill allows learners to transform and collaborate between spatial concepts and representational tools to comprehend geospheric phenomena. This study aims to examine the implementation and influence of the Problem-Based Learning (PBL) model on improving students’ spatial thinking ability at SMA Negeri 1Amarasi Barat in the 2025/2026 academic year. The study employs a classroom action research design with a quantitative approach. The research subjects were students of classes X1 and X2. The research procedure consisted of planning, implementation, observation, data analysis, reflection, and follow-up stages. Data were collected through questionnaires and learning achievement tests, then analyzed using mean calculations and simple linear regression tests assisted by SPSS. The findings show a significant improvement in the experimental class, with the N-gain increasing from a pretest mean of 46.65 to a posttest mean of 71.57, while the control class decreased from 57.65 to 42.26. The hypothesis test revealed significance values (2-tailed) of 0.000 and 0.001 0.05, indicating that the PBL model has a significant positive effect on students’ learning outcomes. Thus, Problem-Based Learning is proven effective in enhancing spatial thinking and improving the quality of geography learning. 
Peta Potensi Daerah Rawan Kekeringan di Kabupaten Sikka Berbasis Penginderaan Jauh Hure, Valentino Moat; Rahmawati, Arfita; Pamungkas, Bella Theo Tomi
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 5, No 2 (2023): Pangea: Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v5i2.6948

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui Peta Potensi Daerah Persebaran kawasan bencana kekeringan di Kabupaten Sikka. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan populasi tiga Kecamatan yaitu Kecamatan Kangae, Kecamatan  Paga, Kecamatan Magepanda, dengan menggunakan teknik Nonprobability sampling. Sumber terdiri dari data primer dan sekunder yang dikumpulkan dengan observasi, Studi literatur dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik Deskriptif Kuantitatif, Overlay, dan Parameter Tingkat Rawan Kekeringan. Hasil analisis dalam penelitian menunjukkan bahwa: (1) Hasil Analisis Parameter dapat di ketahui bahwa di Kecamatan Kangae paling dominan untuk kemiringan lereng  berkisar 0- 8 %, solum tanah 5 cm Cm bertekstur halus, Curah hujan 1.324- 1.604 mm dengan tingkat rawan kekeringan tinggi, (2) Kecamatan Paga paling dominan untuk kemiringan lereng  berkisar 8 – 15 %, solum tanah 50 Cm bertekstur halus, Curah hujan 1.145- 1.346  mm dengan tingkat rawan kekeringan tinggi, (3) Kecamatan Magepanda paling dominan untuk kemiringan lereng  berkisar 8 - 15 %, solum tanah 50 Cm bertekstur halus, Curah hujan  1.444- 1.674 mm dengan tingkat rawan kekeringan tinggi.
Pemetaan Kelas Kesesuaian Lahan Untuk Budidaya Tambak Dengan Metode Skoring Ariawan, Radhi; Rahmawati, Arfita
Infotekmesin Vol 12 No 2 (2021): Infotekmesin: Juli 2021
Publisher : P3M Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/infotekmesin.v12i2.727

Abstract

Pond cultivation is a coastal sector’s potential in Nusawungu District. To optimize the potential of fish and shrimp ponds in Nusawungu District, mapping of the suitable coastal locations as pond cultivation areas was carried out. This research was included in descriptive – quantitative study of the suitability class of pond cultivation land by using the scoring method from the overlay parameter of land usage, soil type, soil texture, slope inclination, pond to river distance, and pond to beach distance. The land suitability class based on this method was divided into 3 (three) classes, suitable (S1), conditionally suitable (S2), and unsuitable (S3). The results showed that 48.32% or an area of 29.6008 km2, categorized S1 (suitable) as location for pond cultivation. Furthermore, the S2 (Conditionally suitable) class was recorded for 33.98% or an area of 20.8039 km2. S3 (unsuitable) class was recorded for 17.72% or an area of 10.8553 km2.
Pelatihan Penggunaan Artificial Intelligence (AI) Dalam Mendukung Inovasi Pembelajaran Adaptif pada MGMP Geografi di Kabupaten Malaka Manek, Agustinus Hale; Rahmawati, Arfita; Pamungkas, Bella Theo Tomi; Nata, Andrinata; Boesday, Louise Ferdinand; Manek, Alfridus Mau
Jurnal Kelimutu Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Kelimutu Journal of Community Service (KJCS)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/kjcs.v5i2.23869

Abstract

Pelatihan penggunaan artificial intelligence (AI) pada MGMP geografi dapat mendukung inovasi pembelajaran yang adaptif. Kegiatan Pengabdian Kepada masyarakat dilakukan dengan sasaran MGMP Geografi yang berada di Kabupaten Malaka. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan MGMP Geografi dalam memanfaatkan artificial intelligence (AI). Kondisi guru-guru mata pelajaran geografi di kabupaten Malaka masih mengalami berbagai kendala dalam proses pembelajaran. Terbatasnya akses informasi, rendahnya penggunaan teknologi serta terbatasnya pemahaman dan keterampilan dalam menggunakan AI. Kondisi tersebut menyebabkan pembelajaran cendrung konvensional dan tidak renposif terhadap kebutuhan peserta didik dan perkembangan teknologi. Kegiatan pengabdian dilaksanakan mencakup pengenalan dasar AI, pemanfaatan aplikasi AI dalam pendidikan dan praktik penerapan AI dalam pembelajaran geografi. Hasil kegiatan menunjukan antusias peserta, disertai dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru dalam penggunaan AI dengan luaran berupa modul dan media pembelajaran interaktif berbasis AI. Dengan demikian, guru Geografi di kabupaten Malaka diharapkan dapat menerapkan metode pembelajaran yang lebih interaktif dan sesuai dengan perkembangan teknologi dan karakteristik peserta didik. Pelatihan ini memberikan kontribusi yang positif dalam mendukung transformasi pembelajaran geografi yang lebih adaptif dan menghadirkan pembelajaran yang lebih berkualitas di kabupaten Malaka.