Articles
PEMBERIAN AIR REBUSAN DAUN JAMBU BIJI (TANIN) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH SEWAKTU PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II
Marantika, Paula;
Sudiarto, Sudiarto;
Puspasari, Fida Dyah
Sentani Nursing Journal Vol. 6 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Jayapura Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52646/snj.v6i1.187
Diabetes melitus adalah penyakit kronis yang terjadi ketika pankreas tidak menghasilkan cukup insulin (hormon yang mengontrol glukosa darah), atau ketika tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara efisien. Organisasi International Diabetes Federation (IDF) memperkirakan setidaknya ada 463 juta orang berusia 20 - 79 tahun di dunia menderita diabetes pada tahun 2019 atau setara dengan angka prevalensi 9,3% dari total populasi pada usia yang sama. Diabetes melitus dikenal sebagai pembunuh diam - diam yang dapat merusak semua organ tubuh dan mengakibatkan berbagai masalah. Salah satu pengobatan non farmakologis diabetes melitus menggunakan rebusan daun jambu biji. Menggambarkan pemberian air rebusan daun jambu biji terhadap kadar glukosa darah sewaktu penderita diabetes melitus tipe II. Setelah 3 hari pemberian ekstrak rebusan daun jambu biji sebanyak 5 gram pada pagi dan malam hari sesudah makan didapatkan hasil pengukuran kadar glukosa darah klien yang sebelumnya didapatkan hasil 465 mg/dL mengalami penurunan menjadi 379 mg/dL dan klien mengatakan kebas yang dialami klien sudah tidak terasa lagi.Terjadi penurunan sebanyak 86 mg/dL gula darah setelah pemberian air rebusan daun jambu biji terhadap kadar glukosa darah sewaktu klien dengan diabetes melitus tipe II.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI PENDENGARAN DENGAN FOKUS TINDAKAN MENGONTROL HALUSINASI : TEKNIK MENGHARDIK
Pangesti, Tengger Lambang;
Setiawan, Cristina Trisnawati;
Puspasari, Fida Dyah
Sentani Nursing Journal Vol. 6 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Jayapura Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52646/snj.v6i1, Februari.190
Latar belakang: gangguan jiwa merupakan kondisi seseorang yang mengalami gangguan tingkah laku serta memiliki keunikan tersendiri yakni fungsi psikologis, tingkah laku, serta biologis. Halusinasi pendengaran adalah suatu keadaan dimana seseorang menderita gangguan persepsi pendengaran berupa munculnya suara yang nyata bagi pasien, namun pada kenyataanya tidak ada atau pasien yang mengalami perubahan nilai realitas. Teknik menghardik suatu tindakan mengontrol halusinasi dengan cara menolak kemunculan halusinasi atau mengusir saat pasien mendengar suara-suara dengan cara mengucapkan kalimat. Tujuan: penelitian ini bertujuan guna mengetahui Asuhan Keperawatan Pada Pasien Gangguan Persepsi Sensori Pendengaran Dengan Fokus Tindakan Mengontrol Halusinasi: Teknik Menghardik. Metode: metode pengumpulan data menggunakan analisa deskriptif dan studi kasus. Hasil: hasil dari implementasi keperawatan menyatakan bahwa teknik menghardik sangat efektif untuk mengontrol halusinasi pada pasien halusinasi pendengaran. Kesimpulan: pasien dengan gangguan persepsi sensori halusinasi pendengaran dapat mengontrol halusinasinya dengan cara teknik menghardik.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI : HALUSINASI PENDENGARAN DENGAN FOKUS TINDAKAN MENGHARDIK
Nurlaela, Falda Dona;
Setiawan, Christina Trisnawati;
Puspasari, Fida Dyah
Sentani Nursing Journal Vol. 6 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Jayapura Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52646/snj.v6i2, Agustus.191
Latar Belakang : Menurut WHO pada tahun 2017, terdapat ±450 juta orang di seluruh dunia dengan gangguan jiwa, Di Rumah Sakit Jiwa di Indonesia, sekitar 70% halusinasi yang dialami oleh pasien gangguan jiwa adalah halusinasi pendengaran, 20% halusinasi penglihatan, dan 10% adalah halusinasi penghidung, pengecapan dan perabaan.Gangguan persepsi sensori atau sering disebut halusinasi adalah suatu masalah kesehatan mental yang terjadi kepada seseorang dengan adanya perubahan pada persepsi sensor dimana klien merasa terjadi sesuatu pada sistem penginderaan dapat berbentuk suatu gambaran atau pola pikir mengenai suatu objek yang dapat terjadi tanpa adanya rangsangan dari luar. Tujuan : Untuk mengetahui asuhan keperawatan pada pasien gangguan persepsi sensori : halusinasi pendengaran di Rumah Sakit Jiwa Dr Soeharto Heerdjan Jakarta. Metode : Metode pengumpulan data menggunakan analisa deskriptif dan studi kasus. Hasil : Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 4 hari pada responden sudah sesuai dengan tujuan khusus dengan hasil pasien sudah mampu mengontrol halusinasi dengan menghardik dan bercakap-cakap dengan orang lain secara mandiri dan responden mengatakan bahwa setelah melakukan latihan yang sudah diajarkan halusinasi bisa sekejap hilang dan perhatian responden dapat teralihkan walau masih bersifat sementara. Kesimpulan : adanya penurunan tingkat halusiniasi pendengaran walau bersifat sementara.
GAMBARAN PERAWATAN LUKA DENGAN LIDAH BUAYA (ALOE VERA BARBANDENSIS) PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE II DI PUSKESMAS KALIMANAH
Askariyah, Inayah Toyibah;
Julianto, Eko;
Puspasari, Fida Dyah
Sentani Nursing Journal Vol. 6 No. 2 (2023): Agustus
Publisher : Jayapura Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52646/snj.v6i2, Agustus.193
Latar belakang : Di Indonesia, hal yang menyebabkan seseorang mati dalam urutan ketiga setelah stroke dan penyakit jantung koroner adalah diabetes disertai dengan komplikasi. Komplikasi diabetes salah satunya adalah ulkus, dalam melakukan perawatan luka ulkus diabetik di era modern ini dapat menggunakan aloe vera (lidah buaya). Tujuan : Untuk mendeskripsikan perawatan luka dengan lidah buaya (aloe vera) pada pasien diabetes mellitus. Metode : ini menggunakan metode studi kasus dengan responden penderita diabetes mellitus tipe 2 yang memiliki luka di kaki. Menggunakan instrumen yaitu lembar observasi, lembar wawancara dan lembar studi dokumentasi asuhan keperawatan. Hasil : Hasil studi kasus didapatkan hasil pemberian gel lidah buaya (Aloe vera Barbandensis) mengalami perubahan dilihat prosedur perawatan luka yang dilakukan menujukan keefektifan tindakan keperawatan luka pada responden dari skor 27 menjadi 11 Kesimpulan : Berdasarkan hasil pemberian gel lidah buaya (Aloe vera Barbandensis) efektif untuk menyembuhkan luka.
GAMBARAN PERAWATAN LUKA DENGAN SALEP VIRGIN COCONUT OIL (VCO) PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DIWILAYAH PUSKESMAS PADAMARA
Achiyat, Hikmah Destian Nur;
Julianto, Eko;
Puspasari, Fida Dyah
Sentani Nursing Journal Vol. 6 No. 2 (2023): Agustus
Publisher : Jayapura Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52646/snj.v6i2, Agustus.194
Latar Belakang : Diabetes Mellitus (DM) adalah kondisi jangka panjang yang disebabkan oleh tubuh tidak dapat menggunakan insulin dengan baik atau pankreas tidak memproduksi cukup. Salah satu bakteri yang sering menimbulkan infeksi pada luka DM adalah stapylococcus aureus. Perawatan luka merupakan salah satu tindakan keperawatan yang bertujuan untuk memberikan lingkungan yang kondusif agar luka dapat teratasi dengan baik. Penanganan luka diabetes mellitus dapat dilakukan dengan pemberian salep Virgin Coconut Oil (VCO). Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pemberian salep Virgin Coconut Oil (VCO) terhadap pasien yang menderita luka diabetes mellitus. Metode: Karya tulis ini menggunakan jenis penelitian Deskriptif dengan rancangan studi kasus. Strategi penelitian kasus ini adalah dengan melakukan pemberian salep Virgin Coconut Oil (VCO) Pada satu pasien yang menderita luka Diabetes Mellitus. Hasil : Hasil studi kasus menunjukkan didapatkan hasil pemberian salep Virgin Coconut Oil (VCO) pada pasien luka diabetes mellitus mengalami perubahan dilihat bahwa penerapan prosedur perawatan luka yang dilakukan menunjukkan keefektifan tindakan perawatan luka pada responden dari skor 26 menjadi 12. Rekomendasi diharapkan penerapan perawatan luka dengan pemberian salep Virgin Coconut Oil (VCO) dapat diaplikasikan dalam implementasi keperawatan dengan baik. Kesimpulan : Berdasarkan hasil pemberian salep Virgin Coconut Oil (VCO) efektif untuk penyembuhan luka diabetes mellitus.
PEMBERIAN MODERN DRESSING TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI DESA RAKIT BANJARNEGARA
Ningrum, Lutfi Setia;
Astuti, Dwi;
Puspasari, Fida Dyah
Sentani Nursing Journal Vol. 7 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Jayapura Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar Belakang: Diabetes mellitus atau yang lebih sering disebut penyakit kencing manis adalah gangguan metabolisme yang menyebabkan hormon insulin tidak mampu mengatur keseimbangan gula darah secara efektif, sehingga terjadi peningkatan konsentrasi gula darah. Ulkus diabetes juga merupakan salah satu gejala klinis dan perjalanan penyakit diabetes melitus disertai neuropati perifer yang disebabkan oleh adanya bakteri saprofit tersebut. Ulkus diabetik didefinisikan sebagai erosi kulit yang meluas dari lapisan dermis ke jaringan yang lebih dalam. Oleh karena itu, untuk memaksimalkan proses penyembuhan luka pada ulkus diabetikum maka diperlukan pemilihan metode perawatan luka dengan sesuai. Salah satu dari sekian banyak kemajuan perawatan luka yang terjadi akhir-akhir ini adalah metode balutan modern dressing yang tepat untuk penyembuhan luka. Bahan yang menggunakan ide moisture atau kelembapan untuk menutupi luka dikenal dengan istilah modern dressing atau pembalut luka modern. Tujuan: Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah menggambarkan pemberian modern dressing terhadap penyembuhan luka pada pasien diabetes mellitus. Metode: Metode pengumpulan data menggunakan analisa deskriptif dan studi kasus Hasil: Hasil penelitian yang dilakukan peneliti didapatkan hasil studi yang menghasilkan nilai skoring perkembangan penyembuhan luka diabetik selama 6 kali intervensi selama 2 minggu mendapatkan penurunan skor sebanyak 11 poin yaitu dari 36 menjadi 25. Kesimpulan: Perawatan luka dengan modern dressing efektif dalam penyembuhan luka diabetes mellitus
PENGARUH PERAWATAN LUKA DENGAN ZINC CREAM PADA PASIEN POST OP FRAKTUR
Pratama, Lingga Prida Putra;
Astuti, Dwi;
Puspasari, Fida Dyah
Sentani Nursing Journal Vol. 6 No. 2 (2023): Agustus
Publisher : Jayapura Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar Belakang : Fraktur adalah gangguan dari kontinuitas yang normal dari suatu tulang. Jika terjadi fraktur, maka jaringan lunak disekitarnya juga sering kali terganggu. World Health Organization (WHO), melaporkan bahwa prevalensi patah tulang 4,9% dengan sekitar 25 juta patah tulang tercatat pada tahun 2018. Fraktur dapat disebabkan karena kecelakaan, cedera dan gangguan metabolik. Penanganan pada post op fraktur salah satunya dapat dilakukan dengan pemberian zinc cream. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh zinc cream terhadap pasien post op fraktur. Metode : Penelitian ini menggunakan metode deskrptif kualitatif dengan pendekatan asuhan keperawatan dengan melakukan asuhan keperawatan sebagai unit analisis. Metode pengambilan data dengan wawancara, observasi, pemeriksaan fisik. Hasil : Hasil dari implementasi keperawatan 1 minggu 3 kali pertemuan menyatakan bahwa zinc cream berpengaruh terhadap penyembuhan post op fraktur Kesimpulan : Berdasarkan hasil studi kasus terdapat pengaruh setelah pemberian perawatan luka dengan zinc cream pada pasien post op fraktur di Desa Pagedangan
PENGARUH TERAPI RELAKSASI DZIKIR TERHADAP INTENSITAS NYERI PADA PASIEN GASTRITIS
Setiowati, Dian Mega;
Astuti, Dwi;
Puspasari, Fida Dyah
Sentani Nursing Journal Vol. 6 No. 2 (2023): Agustus
Publisher : Jayapura Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar Belakang : Gastritis adalah penyakit yang kita sering temui di masyarakat. Gastritis disebut dengan istilah serangkaian kondisi inflamasi mukosa lambung. Maka dari itu kondisi dapat diklasifikasikan dengan berjalannya waktu (akut ataupun kronis). Penanganan kuratif penyakit gastritis terlebih dahulu dilakukan secara non-farmakologis. Salah satu penanganan non-farmakologis adalah dengan menggunakan terapi relaksasi dzikir. Dzikir memiliki efek medis dan psikologis pada tubuh, dimana kejadian ini, hati dan pikiran akan merasa lebih tenang dari sebelumnya, Dzikir juga akan merangsang sel tubuh yang mengubah getaran suara menjadi gelombang yang dapat diserap tubuh. Ini akan mengurangi sensitivitas reseptor nyeri dan memicu pelepasan opioid alami endogen di otak. Opioid ini sepenuhnya mematikan reseptor rasa nyeri. Metode : Karya tulis ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan rancangan studi kasus. Strategi penelitian kasus ini adalah dengan melakukan pemberian teknik relaksasi dzikir pada satu pasien Gastritis yang sedang mengalami nyeri untuk menurunkan intensitas nyeri. Tujuan : Penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Terapi Relaksasi Dzikir Terhadap Intensitas Nyeri Pada Pasien Gastritis. Hasil : Hasil dari implementasi keperawatan menyatakan bahwa teknik relaksasi dzikir efektif terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien Gastritis, didapatkan data sebelum diberikan terapi relaksasi dzikir responden menunjukan intensitas nyeri dengan skala 6. Setelah diberikan terapi relaksasi dzikir 2 kali sehari dengan waktu 15 menit selama 3 hari, responden menunjukan skala intensitas nyeri menurun menjadi skala 1. Kesimpulan: Terapi relaksasi dzikir berpangaruh untuk menurunkan skala intensitas nyeri pada pasien Gastritis.
PEMBERIAN JUS JAMBU BIJI MERAH TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2
Hanani, Anis Nur;
Astuti, Dwi;
Puspasari, Fida Dyah
Sentani Nursing Journal Vol. 7 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Jayapura Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52646/snj.v7i1, Februari.252
Latar Belakang: Diabetes adalah kondisi kronis yang terjadi ketika tubuh tidak dapat menghasilkan cukup insulin atau tidak dapat menggunakan insulin, dan didiagnosis dengan mengamati peningkatan kadar glukosa dalam darah. Diabetes mellitus tipe 2 (DMT2) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia, terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Penanganan kuratif penyakit diabetes mellitus terlebih dahulu dilakukan secara non-farmakologis. Salah satu penanganan non-farmakologis adalah dengan menggunakan jus jambu biji merah. Buah Jambu biji mengandung Pectin dan Flavonoid yang sifatnya hipokolesterolemik dan hipoglikemik yang dapat menurunkan kadar kolesterol maupun menurunkan kadar glukosa darah. Metode: Karya tulis ini menggunakan jenis penelitian Deskriptif dengan rancangan studi kasus. Strategi penelitian kasus ini adalah dengan melakukan pemberian jus jambu biji merah pada 1 (satu) pasien yang mengalami hiperglikemia untuk menurunkan kadar glukosa darah. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian jus jambu biji merah terhadap penurunan kadar glukosa darah sewaktu pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2. Hasil: hasil dari implementasi keperawatan menyatakan bahwa teknik pemberian jus jambu biji merah efektif terhadap penurunan glukosa darah pada Diabetes mellitus tipe 2, didapatkan data sebelum diberikan jus jambu biji merah responden menunjukan nilai glukosa darah senilai 326 Mg/dL. Setelah diberikan jus jambu biji merah 3 kali sehari selama 3 hari, responden menunjukan glukosa darah menurun 202 Mg/dL. Kesimpulan: pemberian jus jambu biji merah efektif dan dapat menurunkan glukosa darah pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2.