Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG HIPERTENSI MELALUI MEDIA RRI LAMPUNG Ade Yonata; Pura, Lukman; Islamy, Nurul; Hanriko, Rizki; Rinaldy, Dino
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v9i2.3357

Abstract

Hipertensi sebagai salah satu penyakit tidak menular yang paling umum ditemukan dalam praktik kedokteran primer. Komplikasi hipertensi dapat mengenai berbagai organ target seperti jantung, otak, ginjal, mata, dan arteri perifer. Studi metaanalisis menjelaskan tercapainya targetpenurunan tekanan darah sangat penting untuk menurunkan kejadian kardiovaskuler pada pasien hipertensi. Masih tingginya angka kejadian hipertensi di Indonesia dan termasuk Lampung menjadi acuan atau dasar mengenai pentingnya dilakukan edukasi kesehatan untuk menurunkan morbiditas dan mortalitas. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan tentang hipertensi pada masyarakat awam melalui media Radio Republik Indonesia (RRI) di Provinsi Lampung. Metode yang diterapkan pada kegiatan ini mencakup: 1) Pengukuran pengetahuanmasyarakat dengan pengisian daftar tilik mengenai hipertensi; 2) Penyuluhan; 3) Diskusi dan tanya jawab. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa pemberian penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang hipertensi dengan peningkatan skor sebelum dan sesudah intervensi. Oleh karena itu, penyuluhan yang kontinu diperlukan untuk peningkatan pengetahuan secara berkelanjutan. Penyuluhan dapat dilakukan melalui media salah satunya melalui media elektronik radio yang dapat menjangkau masyarakat secara luas.
Hubungan Durasi Diabetes Mellitus Tipe 2 dengan Kejadian Disfungsi Seksual pada Wanita di Rumah Sakit Natar Medika Lampung Farida Hakim Lamuhammad; Soraya Rahmanisa; Ade Yonata; Susianti Susianti; Evi Kurniawaty
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit kronis yang masih menjadi masalah utama dalam dunia kesehatan. Pada wanita penderita diabetes baru-baru ini diteliti dan menunjukkan bahwa wanita dengan diabetes mengalami peningkatan risiko untuk terjadinya disfungsi seksual. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara durasi DM tipe 2 dengan kejadian disfungsi seksual pada wanita di RS Natar Medika Lampung. Penelitian ini adalah penelitian dengan pendekatan cross sectional, menggunakan teknik total sampling dan memiliki 42 responden. Pada hasil penelitian, hasil uji statistik diperoleh p value sebesar 0,001. Berdasarkan kriteria uji Chi Square dapat dilihat bahwa p value <α (α <0,05), dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga dapat diartikan bahwa durasi diabetes yang lebih panjang dapat mengakibatkan kejadian disfungsi seksual pada wanita di Rumah Sakit Natar Medika Lampung. Pada korelasi spearman didapatkan kekuatan sebesar 0,5 yang mengartikan bahwa kekuatan penelitian sedang (0,4-0,6) dan arah hubungannya positif yang mengartikan semakin tinggi durasi DM semakin tinggi kejadian disfungsi seksual pada wanita.Kata kunci : Diabetes Mellitus tipe 2, Disfungsi Seksual Wanita, Durasi Diabetes
Pengaruh Ekstrak Etanol Kulit Manggis terhadap Gambaran Histopatologis Hepar Tikus Putih (Rattus Norvegicus L) Galur Sprague Dawley yang Diberi Paparan Elektromagnetik Handphone Mohammad Syahrezki; Anggraeni Janar Wulan; Ade Yonata; Tri Umiana Soleha
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan penggunaan handphone mengakibatkan tingginya radiasi gelombang elektromagnetik yang dapat meningkatkan kadar radikal bebas atau Reactive Oxygen Species (ROS) yang dapat mempengaruhi struktur organ hepar. Xanthone dalam kulit manggis (Garcinia mangostana L) merupakan zat antioksidan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh ekstrak etanol kulit manggis terhadap perbaikan gambaran histopatologis hepar tikus putih (Rattus norvegicus) galur Sprague dawley yang diberi paparan elektromagnetik handphone. Penelitian merupakan penelitian analitik eksperimental dengan pendekatan Post Test Only Control Group. Sampel menggunakan 33 tikus putih galur Sprague dawley dengan berat badan 200-300 gram yang dibagi ke dalam 5 kelompok, yaitu kontrol 1 (K1) tikus yang tidak diberikan perlakuan, kontrol 2 (K2) diberikan NaCl 0,9% dan paparan gelombang elektromagnetik handphone, pada kelompok perlakuan (P1), (P2), dan (P3) diberikan ekstrak etanol kulit manggis dengan dosis bertingkat 50, 100, 200 mg/kgBB dan dilakukan paparan gelombang elektromagnetik handphone selama 3 jam/28 hari. Hasil penelitian ini didapatkan rerata tingkat kerusakan sel hepatosit yang mengalami degenerasi bengkak keruh pada K1=0, K2=1,6, P1=7,5, P2=8,5 , P3=2. Pada uji Kruskall Wallis (p<0,005) didapatkan paling tidak terdapat perbedaan yang bermakna dari tingkat kerusakan hepatosit yang mengalami degenerasi bengkak keruh antar dua kelompok p=0,001. Dalam uji Mann Whitney tidak didapatkan perbedaan bermakna antara kelompok kontrol positif (K2) dengan kelompok perlakuan (P3). Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak etanol kulit manggis (Garcinia mangostana L.) tidak dapat mempengaruhi gambaran histopatologi hepar tikus putih (Rattus norvegicus) galur Sprague dawley yang dipapari gelombang elektromagnetik handphone.Kata kunci: gelombang elektromagnetik, hepar, xanthone
Perbedaan Kadar Hemoglobin Pre dan Post Hemodialisis pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Astriani Rahayu; Ade Yonata; Tri Umiana Soleha; Putu Ristyaning Ayu
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Chronic kidney disease (CKD) didefinisikan sebagai kerusakan ginjal yang terjadi lebih dari 3 bulan, berupa kelainan struktural atau fungsional, dengan atau tanpa penurunan gromelurus filtration rate (GFR). Pada end-stage renal disease (ESRD), GFR pasien kurang dari 15 ml/menit/1,73 m2 dianjurkan untuk menjalani renal replacement therapy (RRT), seperti hemodialisis, agar dapat bertahan hidup dengan kualitas baik. Anemia merupakan komplikasi yang paling sering terjadi pada pasien CKD, terutama ketika GFR menurun kurang dari 30-40 ml/menit/1,73 m2 dan terjadi pada 80-90% pasien CKD yang menjalanihemodialisis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kadar hemoglobin pre dan post hemodialisis pada pasien gagal ginjal kronik di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2016. Desain penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan pengambilan data cross-sectional yang melibatkan 36 responden pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Penelitian ini menggunakan data primer, dimana data diambil secara langsung dari pasien yang menjalanihemodialisis. Hasil penelitian menunjukkan nilai rerata kadar hemoglobin pre hemodialisis 9,3 g/dl dan post hemodialisis 10,7 g/dl, dengan 91,7% responden mengalami peningkatan kadar hemoglobin post hemodialisis. Hasil uji statistik T-paired didapatkan nilai p=0,000 (p<0,05) dengan IK 95% tidak melewati nol. Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan bahwa terdapat perbedaan bermakna kadar hemoglobin pre dan post hemodialisis pada pasien gagal ginjal kronik.Kata kunci: chronik kidney disease, hemodialisis, hemoglobin.
ERACS Sebagai Metode Mobilisasi Dini Pada Pasien Sectio Caesarea Nayarani Humaira; Liana Sidharti; Ade Yonata
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 9 No. 1 (2022): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia, angka tindakan sectio caesarea mengalami peningkatan. Berdasarkan Data Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI), dari tahun 2991 hingga 2017 terjadi peningkatan angka operasi sectiocaesarea sebanyak 1,2%-6,8%. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 terdapat 9,8% dari total 49.603 kelahiran di Indonesia dilakukan secara sectio caesarea sejak tahun 2010 hi ngga2013, dengan angka tertinggi terdapat pada ibu kota DKI Jakarta. Peningkatan angka operasi sectio caesarea di dunia membuat kebutuhan peningkatan dalam pelayanan perioperatif. Salah satunya dengan caramendorong proses rehabilitasi dan pemulangan pasien lebih awal. Metode ini dikenal dengan Enhanced Recovery After Caesarean Surgery (ERACS). ERACS merupakan pengembangan dari ERAS (Enhanced Recovery After Surgery) pada bidang bedah digestif. ERACS terdiri dari optimalisasi perawatan perioperatif, intraoperatif, dan post operatif. ERACS dinilai memiliki keuntungan seperti proses operasi yang lebih nyaman dan menimbulkan nyeri yang lebih sedikit, serta memiliki keunggulan di proses pemulihan pasca operasi yang lebih cepat dibandingkan dengan metode konvensional. Pasien dengan metode ERACS dinilai dapat lebih cepat melakukan mobilisasi. Mobilisasi dini dalam metode ERACS dinilai dapat membantu mengurangi lama rawat inap pasien. Mobilisasi dini juga dilakukan untuk mengurangi rasa tidak nyaman pasien pasca operasi. Pelepasan kateter urin dini membantu pasien agar berlatih berjalan ke toilet dan mempercepat mobilisasi. Pemberian asupan oral dini pasca persalinan membantu mempercepat pemulihan fungsi usus tanpa menyebabkan adanya komplikasi dan efek samping pada pasien. Kata kunci: ERACS, mobilisasi dini, sectio caesarea
The Relationship of Mean Arterial Pressure Variability to Hematuria and Microalbuminuria in Hypertensive Patients at Abdul Moeloek Regional Hospital, Lampung: Ade Yonata, Nurul Islamy, Khairunnisa Berawi, Efriyan Imantika Nurul Islamy; Ade Yonata
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 9 No. 2 (2025): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v9i2.pp304-309

Abstract

Hypertension is a major risk factor for progressive cardiovascular and chronic kidney disease. Kidney complications from hypertension are characterized not only by a decrease in the glomerular filtration rate but also by the appearance of early kidney damage markers such as hematuria and microalbuminuria. One important factor influencing kidney damage in hypertensive patients is blood pressure variability, particularly Mean Arterial Pressure (MAP), which reflects the perfusion pressure of vital organs, including the kidneys. This was an observational analysis study with a cross-sectional approach using secondary data in the form of a review of medical records collected from January to December 2024 at Abdul Moeloek Regional Hospital. Sampling was conducted using a purposive sampling technique, with 35 participants meeting the inclusion and exclusion criteria. Data were analyzed using the Chi-square test and bivariate analysis. The results of this study indicate a relationship mean arterial pressure variability to hematuria (p=0.004) and microalbuminuria (p=0.003) in hypertensive patients at Abdul Moeloek Regional Hospital. Abdul Moeloek, Lampung