Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

GAMBARAN JENIS Plasmodium sp. PENYEBABA MALARIA DI RUMAH SAKIT SANTA ELISABETH MEDAN Simamora, Duma Prety; Napitupulu, David Sumanto; Bangun, Seri Rayani
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Gambaran Jenis Plasmodium sp. Penyebaba Malaria Di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan. Malaria adalah salah satu penyakit menular yang menjadi persoalan kesehatan di masyarakat dan diangap sebagai acaman terhadap status kesehatan masyarakat. Malaria disebabkan oleh parasit Plasmodium falciparum, Plasmodium vivax, Plasmodium ovale, Plasmodium malariae, yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles sp betina. Bertujuan mengetahui jenis Plasmodium sp. penyebab penyakit malaria dan jumlah Plasmodium sp. di Rumah Sakit Elisabeth Medan. Metode yang digunakan adalah observasional yang dirancang secara deskriptif dengan teknik pengambilan sampel secara retrospective terhadap data sekunder yang di ambil dari rekam medik Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan periode 2018-2023. Diperoleh dari 34 orang penderita malaria pada tahun 2018 yaitu P. falciparum 3 orang  (42.9%), P. vivax 4 orang (57.1%), tahun 2019 yaitu P. falciparum 1 orang (12.5%),  P. vivax 7 orang (87.5%), tahun 2020 yaitu P. vivax 1 orang (100.0%),  tahun 2021 yaitu P. vivax 2 orang (100.0%),  tahun 2022 yaitu P. vivax 10 orang (83.3%),  P. falciparum 1 orang (8.3%),  P. ovale 1 orang (8.3%), tahun 2023 P. falciparum 2 orang (50.0%),   P. vivax 2 orang (50.0%) dikarenakan iklim di wilayah Indonesia adalah subtropic, sehingga perubahan iklim merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya kejadian malaria. 
HUBUNGAN KADAR ALBUMIN DAN KALSIUM PADA PENDERITA STROKE ISKEMIK DI RUMAH SAKIT SANTA ELISABETH MEDAN Tampubolon, Pebby Natalia; Bangun, Seri Rayani; Tarigan, Rica Vera Br.
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i1.11378

Abstract

Abstrak: Hubungan Kadar Albumin dan Kalsium Pada Penderita Stroke Iskemik Di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan. Stroke penyebab kematian utama termasuk di Indonesia. Rendahnya kadar albumin, kalsium pada pasien stroke iskemik akut berhubungan dengan memburuknya status fungsional dan kerusakan neuron, yang akan mempengaruhi lama rawat inap, bahkan kematian dapat terjadi pada stroke iskemik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kadar albumin dan kalsium pada pasien stroke iskemik. Metode dalam penelitian ini adalah penelitian cross-sectional dan dilakukan pada bulan Maret sampai April 2023. Besar sampel adalah 41 pasien stroke iskemik yang diambil dengan menggunakan teknik kuota sampling. Pengambilan data menggunakan data rekam medis. Data dianalisis dengan uji univariat, bivariat. Hasil uji Chi square menunjukkan adanya hubungan antara kadar albumin dan kalsium dengan pasien stroke iskemik (p<0,000). Hasil kadar albumin dan kalsium tidak normal pada 26 sampel (63,4%) sedangkan yang normal 15 sampel (36,6%). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa ada hubungan yang bermakna antara kadar albumin dan kalsium dengan penderita stroke iskemik.
IDENTIFIKASI Mycobacterium tuberculosis PADA PASIEN TB PARU DENGAN METODE PEWARNAAN ZIEHL NEELSEN DI UPT PUSKESMAS MEDAN JOHOR Br Sebayang, Vivian Rubianti Isabella; Bangun, Seri Rayani; Br Tarigan, Rica Vera
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i4.11387

Abstract

Tuberkulosis adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan Mycobacterium tuberculosis dan bersifat menular. Tuberkulosis merupakan masalah kesehatan masyarakat baik di Indonesia maupun Internasional sehingga menjadi salah satu tujuan pembangunan kesehatan berkelanjutan Sustainable Development Goals (SDGs). Pada tahun 2021 jumlah kasus tuberkulosis yang ditemukan sebanyak 397.377 kasus, meningkat bila dibandingkan semua kasus tuberkulosis yang ditemukan pada tahun 2020 yaitu sebesar 351.936 kasus. Oleh karena itu pemeriksaan identifikasi Mycobacterium tuberculosis perlu dilakukan untuk penegakan diagnosis TB Paru. Tujuan untuk mengetahui jenis gram, bentuk, dan keberadaan Mycobacterium tuberculosis dari sampel sputum pada penderita TB Paru dengan pewarnaan ziehl neelsen di UPT Puskesmas Medan Johor 2023. Metode yang digunakan deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel 57 orang. Dari pemeriksaan yang dilakukan ditemukan jenis gram Mycobacterium tuberculosis gram positif sebanyak 27, Mycobacterium tuberculosis berbentuk basil, jumlah indeks keberadaan Mycobacterium tuberculosis dengan jumlah scenty 13 orang (48.1 %), sampel dengan +1 ditemukan sebanyak 8 orang (29.6%), sampel dengan +3 ditemukan sebanyak 2 orang (7.4%).
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH MERAH (PIPER CROCATUM) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI MYCOBACTERIUM TUBERCULOSIS PADA MEDIA MACCONKEY AGAR (MCA) DI LABORATORIUM SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SANTA ELISABETH MEDAN 2024 Bangun, Seri Rayani; Zebua, Asni Suarni; Sihombing, Ruth Agree Kartini; Napitupulu, David Sumanto
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.30771

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besar zona hambat dan jenis kategori zona hambat ekstrak daun sirih merah terhadap pertumbuhan bakteri Mycobacterium tuberculosis. penelitian yang digunakan adalah maserasi  dimana maserasi digunakan saat pemisahan etanol terhadap ekstrak daun siruh merah yang kemudian divariasikan ke dalam beberapa konsentrasi yaitu 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100%. penelitian diperoleh bahwa besar zona hambat ekstrak daun sirih merah dengan konsentrasi 20% adalah 4,63 mm, konsentrasi 40% adalah 12,57 mm, konsentrasi 60% adalah 17 mm, konsentrasi  80% adalah 17,23 mm dan konsentrasi 100% adalah 22,16 mm. Hasil kategori zona hambat ekstrak etanol daun sirih merah diperoleh bahwa untuk kategori  resisten ditemukan konsentrasi 20%, Kategori intermediet ditemukan pada konsentrasi 40%, 60%, dan 80% dan Kategori kuat ditemukan pada konsentrasi 100%. Pengunaan konsentrasi ekstrak daun sirih merah yang tinggi dapat menghambat pertumbuhan bakteri Mycobacterium tuberculosis lebih maksimal dan efektif. Hasil uji statistik One-Way Anova nilai p 0,465 > 0,05 bahwa tidak terdapat perbedaan zona daya hambat pada variasi zona konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%,100% terhadap pertumbuhan bakteri. Pengunaan konsentrasi ekstrak daun sirih merah yang tinggi dapat menghambat pertumbuhan bakteri Mycobacterium tuberculosis lebih maksimal dan efektif. Hasil uji statistik One-Way Anova nilai p 0,465 > 0,05 bahwa tidak terdapat perbedaan zona daya hambat pada variasi zona konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%,100% terhadap pertumbuhan bakteri.
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK BAWANG MERAH (ALLIUM CEPA L) TERHADAP PERTUMBUHAN SALMONELLA TYPHI DENGAN SAMPEL DARAH PENDERITA DEMAM TIFOID DI LABORATORIUM SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SANTA ELISABETH MEDAN 2024 Bangun, Seri Rayani; Tarigan, Gress Heminola; Napitupulu, David Sumanto; Tarigan, Rica Vera Br
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31296

Abstract

Salmonella typhi merupakan bakteri gram negatif yang bersifat patogen bagi manusia, kasus demam tifoid meningkat setiap tahun secara konsisten sehingga memerlukan pencegahan. Pencegahan demam tifoid secara alami dengan memanfaatkan bawang merah atau Allium cepa L. Bawang merah dimanafaatkan sebagai antibakteri salah satunya bakteri Salmonella typhi karena pada umbi bawang merah memiliki kandungan flavonoid yang tinggi dan dapat terbukti menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui uji daya hambat Ekstrak bawang merah ( Allium cepa L) dalam menghambat aktivitas pertumbuhan bakteri Salmonella thypi pada media Mueller Hinton Agar (MHA). Metode ekstraksi maserasi menggunakan pelarut etanol 96% dengan perendaban selama 3 hari denga  pengadukan konvensional, dan untuk menentukan aktivitas bakteri adalah metode Kirby Bauer dengan menggunakan cakram disk yang diberikan ekstrak bawang merah, dan untuk menghitung zona hambat menggunakan jangka sorong dengan rancangan penelitian Pre Eksperiment Post Test Only. Hasil zona hambat ekstrak umbi bawang merah dengan konsentrasi 30%= 1,08 mm (lemah), 40%= 4,28 mm (sedang), 50%= 6,38 mm (kuat) dengan jumlah sampel setiap konsentrasi 5 cawan petri. Hasil uji stastistik One Way ANOVA menunjukkan bahwa uji daya hambat ekstrak bawang merah terhadap pertumbuhan Salmonella typhi menunjukkan nilai (P=0,000), yang artinya uji ekstrak bawang merah dapat menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi.
SOSIALISASI HASIL PENDATAAN DAN PENCEGAHAN PENDERITA TBC DI DUSUN IX DESA SEI MENCIRIM KABUPATEN DELI SERDANG Br Tarigan, Rica Vera; Bangun, Seri Rayani; Napitupulu , David Sumanto; Situmorang, Paska Ramawati; Sihombing, Ruth Agree Kartini; Manik, Cornelius
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Kesehatan (JUPKes), Edisi Desember 2024
Publisher : STIKes Santa Elisabeth Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52317/

Abstract

Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit menular yang menjadi salah satu tantangan utama kesehatan Global, dimana Indonesia menempati posisi kedua tertinggi di Dunia dalam masalah TBC. Dusun IX Sei Mencirim memiliki risiko penularan TBC akibat sanitasi yang buruk dan kepadatan penduduk. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai gejala, cara penularan, dan langkah pencegahan TBC, serta mendorong kolaborasi antara masyarakat, petugas kesehatan, dan pemerintah dalam mengendalikan penyebaran penyakit tersebut.. Metode yang digunakan meliputi edukasi dengan leaflet, pre-test dan Post-test. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman dari 47,6% pada pre-test menjadi 85,7% pada post-test setelah edukasi. Masyarakat mulai terlibat aktif dalam diskusi, menunjukkan peningkatan kesadaran akan pentingnya pencegahan TBC. kesimpulannya, kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat dan dapat menjadi model untuk program serupa di wilayah lain dengan risiko tinggi TBC.
PENYULUHAN HIPERTENSI DAN DIABETES MELITUS SERTA PEMERIKSAAN GRATIS KADAR GULA DARAH, HIPERTENSI DAN KADAR ASAM URAT DI DUSUN IV DESA TANJUNG ANOM KEC.PANCUR BATU Situmorang, Paska Ramawati; Sihombing, Ruth Agree Kartini; Bangun, Seri Rayani; Napitupulu, David Sumanto; Tarigan, Rica Vera Br; Manik, Cornelius
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan (JUPKes) Edisi Desember 2022
Publisher : STIKes Santa Elisabeth Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52317/

Abstract

Pelaksanaan penyuluhan kesehatan masyarakat terfokus pada peningkatan kesehatan dalam kelompok masyarakat. Untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dapat dimulai dari individu, kelompok sampai tingkat RT dan RW. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan penyuluhan tentang hipertensi dan diabetes melitus serta melakukan pemeriksaan kadar gula daralı, hipertensi dan kadar asam urat. Pengabdian masyarakat dilaksanakan kepada masyarakat dusun IV sebanyak 38 orang. Sebelum dilakukan penyuluhan peserta belum mengetahui tentang hipertensi dan diabetes melitus. Setelah dilakukan penyuluhan, peserta mengetahui dan akan memilih jenis makanan yang rendah gula dan rendah garam. Pelaksanaan kegiatan berlangsung lancar dan kondusif, peserta dan kepala dusun IV sangat antusias apalagi saat melakukan pemeriksaan kesehatan secara gratis. Kegiatan pengabdian ini juga membuat peserta senang, memahami tentang hipertensi, diabetes melitus dan mengetahui kadar guladarah, hipertensidan asam urat masing-masing peserta.
Skrining Fitokimia dan Uji Antibakteri Ekstrak Rimpang Lengkuas Putih (Alpinia Galanga L.) terhadap Bakteri Klebsiella Pneumoniae di Laboratorium Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth Medan Bohalima, Nela; Bangun, Seri Rayani; Tarigan, Rica Vera Br; Napitupulu, David Sumanto
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 11 (2025): Volume 7 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i11.22889

Abstract

ABSTRACT White galangal rhizome (Alpinia galanga L.) is a plant known to contain secondary metabolite compounds with potential antibacterial properties. Klebsiella pneumoniae is a Gram-negative bacterium that causes pneumonia, a serious lung infection that remains one of the most common infectious diseases despite a decline in its incidence rate. This study aimed to identify the secondary metabolite compounds present in white galangal rhizome extract and evaluate its antibacterial activity against the growth of Klebsiella pneumoniae. The research was conducted using an experimental method with a post-test only control group design. Phytochemical screening revealed that the extract contains flavonoids, alkaloids, saponins, phenols, and terpenoids. The antibacterial test was carried out using the Kirby-Bauer disk diffusion method. The inhibition zones observed at concentrations of 20%, 40%, and 60% were 2 mm (weak), 11.8 mm (moderate), and 14.7 mm (strong), respectively. Statistical analysis using One Way ANOVA yielded significant results (p < 0.05), indicating that the extract had an inhibitory effect on bacterial growth. The findings demonstrate that the white galangal rhizome extract is effective in inhibiting the growth of Klebsiella pneumoniae, particularly at higher concentrations. The presence of active secondary metabolites supports its potential use as a natural antibacterial agent. This study suggests that white galangal rhizome could be developed further as an alternative treatment for bacterial infections caused by Klebsiella pneumoniae. Keywords: White Galangal, Klebsiella Pneumoniae, Antibacterial Test, Hytochemical Screening.  ABSTRAK  Rimpang lengkuas putih (Alpinia galanga L.) merupakan tanaman yang mengandung senyawa metabolit sekunder dan berpotensi sebagai antibakteri. Klebsiella pneumoniae adalah bakteri Gram negatif penyebab pneumonia, yaitu infeksi paru-paru yang masih memiliki angka kejadian tinggi meskipun menurun setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder serta aktivitas antibakteri ekstrak rimpang lengkuas putih terhadap pertumbuhan Klebsiella pneumoniae. Uji dilakukan menggunakan metode Eksperimen dengan desain post test only control group. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak mengandung flavonoid, alkaloid, saponin, fenol, dan terpenoid. Daya hambat yang dihasilkan terhadap Klebsiella pneumoniae menunjukkan peningkatan seiring peningkatan konsentrasi: 20% sebesar 2 mm (daya hambat lemah), 40% sebesar 11,8 mm (sedang), dan 60% sebesar 14,7 mm (kuat). Hasil uji statistik menggunakan One Way ANOVA menunjukkan nilai signifikan (p < 0,05), yang berarti terdapat daya hambat ekstrak terhadap pertumbuhan bakteri. Dengan demikian, ekstrak rimpang lengkuas putih terbukti memiliki senyawa aktif yang berperan dalam aktivitas antibakteri dan mampu menghambat pertumbuhan Klebsiella pneumoniae secara signifikan, terutama pada konsentrasi tinggi. Penelitian ini mendukung potensi rimpang lengkuas putih sebagai agen antibakteri alami. Kata Kunci: Rimpang Lengkuas Putih, Klebsiella Pneumoniae, Uji Antibakteri, Skrining Fitokimia
EFEKTIVITAS SERBUK DAUN PEPAYA (CARICA PAPAYA) TERHADAP PENURUNAN KADAR PEROKSIDA MINYAK JELANTAH DI LABORATORIUM SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SANTA ELISABETH MEDAN 2024 Tarigan, Rica Vera br; Damanik, Asima Ganda Sari br; Situmorang, Paska Ramawati; Manik, Cornelius; Bangun, Seri Rayani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.30363

Abstract

Penggunanan minyak jelantah di kalangan masyarakat masih sangat tinggi, dikarenakan keterbatasan daya beli dan kurangnya pengetahun tentang bahaya pemakaian minyak jelantah secara terus-menerus. Kadar peroksida yang tinggi pada minyak jelantah memicu terjadinya radikal bebas didalam tubuh. Oleh karena itu, diperlukan suatu zat yang dapat menurunkan kadar peroksida pada minyak jelantah seperti serbuk daun pepaya. Serbuk daun pepaya memiliki zat antioksidan yang dapat menurunkan radikal bebas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas serbuk daun pepaya terhadap penurunan kadar peroksida minyak jelantah. Rancangan penelitian menggunakan metode Pre-eksperimen dengan desain One Group Pretest-posttest. Populasi adalah minyak goreng kemasan berjumlah 8 liter yang dilakukan penggorengan ubi jalar pada waktu 30 menit, 60 menit, 90 menit di suhu 180oC. Penarikan sampel dilakukan dengan total sampling. Hasil diperoleh serbuk daun pepaya efektif menurunkan kadar peroksida pada minyak jelantah, pada perendaman 5gr, 10gr, dan 15 gr, dengan waktu perendaman serbuk daun pepaya 0 hari, 2 hari, 4 hari, dan 6 hari. Hasil analisis data dari uji two way anova didapatkan nilai sig.< 0.05, hal ini menunjukkan perendaman serbuk daun pepaya memiliki efektivitas terhadap penurunan kadar peroksida pada minyak jelantah. Dari hasil penelitian yang layak pakai itu perendaman 5gr dan 10gr. Perendaman 15gr di hari ke-6 terjadai penurunan yang tinggi, tetapi tidak dianjurkan untuk digunakan karena terbentuknya senyawa baru ditandai dengan adanya perubahan warna.
Perbandingan Skor Basil Tahan Asam Pewarnaan Ziehl Neelsen dan Ziehl Neelsen Bleach 2% Spesimen Sputum pada Penderita Tuberkulosis Paru di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Halawa, Felisitas Putri Abadi; Bangun, Seri Rayani; Taringan, Rica Vera Br
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 10 (2023): Volume 3 Nomor 10 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i10.11170

Abstract

ABSTRACT Tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis. One way to diagnose this disease is by microscopic examination using the Ziehl Neelsen method. Bleach is a decontaminant solution that can help reduce microscopic dirt and sterilize microscopic fields of view. This study aims to determine the comparison of Ziehl Neelsen staining acid fast bacilli scores and Ziehl Neelsen Bleach 2% sputum specimens in patients with pulmonary tuberculosis. The design used is pre-experimental with 36 sputum samples taken. Data analysis is performed by bivariate analysis using the Wilcoxon test at value of 0.05. From this study, the results for Ziehl Neelsen staining are 30.6% negative, 11.1% scanty, 19.4% positive 1 (+1), 16.7% positive 2 (+2), 22.2% positive 3 (+3), while for Ziehl Neelsen staining Bleach 2% as much as 25% negative, 16.7% scanty, 19.4% positive 1 (+1), 16.7% positive 2 (+2), 22.2% positive 3 (+3). The results of bivariate analysis show a p value of 0.157 so it is concluded that there is no difference in the positivity rate of microscopic TB smear results between the addition of 2% bleach solution compared to ordinary Ziehl Neelsen staining. Keywords: Mycobacterium Tuberculosis, Staining of Acid-Fast Bacilli (AFB), Ziehl-Neelsen, Bleach.  ABSTRAK Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Salah satu cara untuk mendiagnosis penyakit ini yaitu dengan pemeriksaan mikroskopis metode Ziehl-Neelsen. Bleach merupakan larutan dekontaminan yang dapat membantu mengurangi kotoran mikroskopis dan mensterilkan lapang pandang mikroskopis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan skor basil tahan asam pewarnaan Ziehl Neelsen dan Ziehl Neelsen Bleach 2% spesimen sputum pada penderita Tuberkulosis paru.Desain yang digunakan yaitu pre-eksperimen dengan 36 sampel sputum yang diambil dari pasien TB di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan. Analisis data dilakukan dengan analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon pada nilai α 0,05. Dari penelitian ini didapatkan hasil pada pewarnaan Ziehl Neelsen sebanyak 30.6% negatif, 11.1% scanty, 19.4% positif 1 (+1), 16.7% positif 2 (+2), 22.2% positif 3 (+3), sedangkan pada pewarnaan Ziehl Neelsen Bleach 2% sebanyak 25% negatif, 16.7% scanty, 19.4% positif 1 (+1), 16.7% positif 2 (+2), 22.2% positif 3 (+3). Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai p 0.157 sehingga disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan tingkat kepositifan hasil BTA diagnostik mikroskopik TB antara penambahan larutan bleach 2% dibandingkan dengan pewarnaan BTA Ziehl Neelsen biasa. Kata kunci:    Mycobacterium Tuberculosis, Pewarnaan Basil Tahan Asam (BTA), Ziehl- Neelsen, Bleach.