Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Perbedaan Kecemasan Pada Mahasiswa Ditinjau Dari Penggunaan Media Sosial IG & Tiktok Cahyani, Septia Tri; Subardjo, Ratna Yunita Setiyani
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 12 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v5i12.6349

Abstract

Penelitian ini mengkaji perbedaan tingkat kecemasan pada mahasiswa yang menggunakan media sosial Instagram dan TikTok. Dengan meningkatnya penggunaan media sosial di kalangan mahasiswa, perlu dipahami bagaimana platform-platform ini memengaruhi kesehatan mental. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan komparatif, menyebarkan kuesioner secara online kepada 241 responden mahasiswa di Yogyakarta. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kecemasan lebih tinggi pada pengguna TikTok dibandingkan dengan pengguna Instagram. Temuan ini mengindikasikan bahwa intensitas penggunaan dan konten yang diakses di masing-masing platform dapat berkontribusi terhadap peningkatan kecemasan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi praktisi kesehatan mental dan pengguna media sosial mengenai dampak yang ditimbulkan oleh kedua platform tersebut.
Understanding the pathway from cyberbullying to suicidal ideation: Depression as a mediating factor Subardjo, Ratna Yunita Setiyani; Mokhtar, Daniella Maryam; Kamaluddin, Mohammad Rahim; Aun, Nur Saadah Mohamad; Khan, Zeeshan; Jie, Yang
Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Faculty of Psychology and Health - Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/pjpp.v9i2.23357

Abstract

Cyberbullying and suicidal ideation are ongoing social issues in Indonesia. The purpose of this study is to investigate the influence between cyberbullying and suicide ideation, as well as the role of depression as a mediator variable. A quantitative research approach was used, and 454 adolescents in Indonesia aged between 18 to 25 years old (mean age = 19.3) were recruited through a purposive sampling by completing a questionnaire consisting of the Cyberbullying Survey (CBS), Beck Depression Inventory (BDI II), General Help Seeking Questionnaire (GHSQ), and Beck Scale for Suicide Ideation (BSSI). The Jamovi 2.5.3.0 software analyzed data through descriptive statistics, regression analysis, and mediator analysis. The findings of the study showed that there was a significant effect on the role of depression as a mediator in the relationship between cyberbullying and suicidal ideation. Additionally, 384 (84.6%) of the female respondents reported having experienced cyberbullying, compared to only 70 (15.4%) of the male respondents. Depression as a mediator variable has a partially mediated effect. The effective indirect contribution is 59.7%. Other variables account for 40.3% of the results. The findings revealed that depression serves as a significant mediator in the relationship between cyberbullying victimization and suicidal ideation. This study provides critical insights into the role of depression in the context of cyberbullying and offers proactive guidance for preventing the negative mental health impacts of cyberbullying among adolescents.
HUBUNGAN SOCIAL COMPARISON DENGAN KEBAHAGIAAN PADA REMAJA PENGGUNA MEDIA SOSIAL Mauliana, Mauliana; Subardjo, Ratna Yunita Setiyani
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i1.8090

Abstract

This research is motivated by the increasing use of social media among adolescents, which triggers a tendency to compare themselves with others (social comparison) and potentially impacts their mental health. This study focuses on analyzing how the intensity of social comparison affects adolescents' levels of happiness. This study aims to investigate the relationship between social comparison and levels of happiness among adolescents who actively use social media in the Special Region of Yogyakarta. This study used a quantitative approach with a correlational design, involving 231 participants aged 12–22 years selected through purposive sampling. Data were collected using two instruments: the Social Comparison Scale and the Happiness Scale, which were then analyzed through assumption tests (normality and linearity) and correlation tests. The results showed a significant negative correlation between social comparison and happiness (r = -0.542; p < 0.05). This indicates that the higher the level of social comparison, the lower the level of happiness among adolescents. Overall, social comparison negatively contributes to the happiness of adolescent social media users, so preventive measures such as digital literacy education and the development of coping strategies are needed to improve their psychological well-being. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peningkatan penggunaan media sosial di kalangan remaja yang memicu kecenderungan membandingkan diri dengan orang lain (social comparison) dan berpotensi berdampak pada kesehatan mental mereka. Penelitian ini berfokus pada analisis bagaimana intensitas social comparison memengaruhi derajat kebahagiaan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara social comparison dan tingkat kebahagiaan pada remaja yang aktif menggunakan media sosial di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, melibatkan 231 partisipan berusia 12–22 tahun yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan dua instrumen, yakni Skala Social Comparison dan Skala Kebahagiaan, yang kemudian dianalisis melalui uji asumsi (normalitas dan linearitas) serta uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi negatif yang signifikan antara social comparison dan kebahagiaan (r = -0,542; p < 0,05). Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat social comparison, semakin rendah tingkat kebahagiaan remaja. Secara keseluruhan, social comparison berkontribusi negatif terhadap kebahagiaan remaja pengguna media sosial, sehingga diperlukan langkah preventif seperti pendidikan literasi digital dan pengembangan strategi koping (coping strategy) untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis mereka.  
Rendahnya Self-Control dan Tingkat Keterbukaan Diri pada Generasi-Z Pengguna Second Account Instagram Arafah, Nawal Nur; Subardjo, Ratna Yunita Setiyani
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.13895

Abstract

fenomena penggunaan second account Instagram menjadi tren di kalangan generasi-z karena dianggap sebagai ruang yang lebih aman untuk mengekspresikan diri dibandingkan dengan first account. Kondisi ini berpotensi mendorong tingginya keterbukaan diri, terutama pada individu dengan kemampuan control diri yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-control dengan keterbukaan diri pada Generasi-z pengguna second account Instagram. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 384. Pengumpulan data dilakukan secara daring melalui google form menggunakan skala self-control dan skala keterbukaan diri. Analisis data meliputi uji asumsi berupa uji normalitas dan uji linearitas serta uji korelasi Spearman’s Rank dengan bantuan softwar SPSS versi 25 for windows. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan negatif yang kuat antara self-control dan keterbukaan diri pada Generasi- pengguna second account Instagram. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin rendahnya self-control maka semakin tinggi tingkat keterbukaan diri yang ditampilkan di second account Instagram dan begitupun sebaliknya.  
Rendahnya Self-Control dan Tingkat Keterbukaan Diri pada Generasi-Z Pengguna Second Account Instagram Arafah, Nawal Nur; Subardjo, Ratna Yunita Setiyani
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.13895

Abstract

fenomena penggunaan second account Instagram menjadi tren di kalangan generasi-z karena dianggap sebagai ruang yang lebih aman untuk mengekspresikan diri dibandingkan dengan first account. Kondisi ini berpotensi mendorong tingginya keterbukaan diri, terutama pada individu dengan kemampuan control diri yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-control dengan keterbukaan diri pada Generasi-z pengguna second account Instagram. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 384. Pengumpulan data dilakukan secara daring melalui google form menggunakan skala self-control dan skala keterbukaan diri. Analisis data meliputi uji asumsi berupa uji normalitas dan uji linearitas serta uji korelasi Spearman’s Rank dengan bantuan softwar SPSS versi 25 for windows. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan negatif yang kuat antara self-control dan keterbukaan diri pada Generasi- pengguna second account Instagram. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin rendahnya self-control maka semakin tinggi tingkat keterbukaan diri yang ditampilkan di second account Instagram dan begitupun sebaliknya.