Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

HUBUNGAN SOCIAL COMPARISON DENGAN KEBAHAGIAAN PADA REMAJA PENGGUNA MEDIA SOSIAL Mauliana, Mauliana; Subardjo, Ratna Yunita Setiyani
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i1.8090

Abstract

This research is motivated by the increasing use of social media among adolescents, which triggers a tendency to compare themselves with others (social comparison) and potentially impacts their mental health. This study focuses on analyzing how the intensity of social comparison affects adolescents' levels of happiness. This study aims to investigate the relationship between social comparison and levels of happiness among adolescents who actively use social media in the Special Region of Yogyakarta. This study used a quantitative approach with a correlational design, involving 231 participants aged 12–22 years selected through purposive sampling. Data were collected using two instruments: the Social Comparison Scale and the Happiness Scale, which were then analyzed through assumption tests (normality and linearity) and correlation tests. The results showed a significant negative correlation between social comparison and happiness (r = -0.542; p < 0.05). This indicates that the higher the level of social comparison, the lower the level of happiness among adolescents. Overall, social comparison negatively contributes to the happiness of adolescent social media users, so preventive measures such as digital literacy education and the development of coping strategies are needed to improve their psychological well-being. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peningkatan penggunaan media sosial di kalangan remaja yang memicu kecenderungan membandingkan diri dengan orang lain (social comparison) dan berpotensi berdampak pada kesehatan mental mereka. Penelitian ini berfokus pada analisis bagaimana intensitas social comparison memengaruhi derajat kebahagiaan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara social comparison dan tingkat kebahagiaan pada remaja yang aktif menggunakan media sosial di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, melibatkan 231 partisipan berusia 12–22 tahun yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan dua instrumen, yakni Skala Social Comparison dan Skala Kebahagiaan, yang kemudian dianalisis melalui uji asumsi (normalitas dan linearitas) serta uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi negatif yang signifikan antara social comparison dan kebahagiaan (r = -0,542; p < 0,05). Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat social comparison, semakin rendah tingkat kebahagiaan remaja. Secara keseluruhan, social comparison berkontribusi negatif terhadap kebahagiaan remaja pengguna media sosial, sehingga diperlukan langkah preventif seperti pendidikan literasi digital dan pengembangan strategi koping (coping strategy) untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis mereka.  
Rendahnya Self-Control dan Tingkat Keterbukaan Diri pada Generasi-Z Pengguna Second Account Instagram Arafah, Nawal Nur; Subardjo, Ratna Yunita Setiyani
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.13895

Abstract

fenomena penggunaan second account Instagram menjadi tren di kalangan generasi-z karena dianggap sebagai ruang yang lebih aman untuk mengekspresikan diri dibandingkan dengan first account. Kondisi ini berpotensi mendorong tingginya keterbukaan diri, terutama pada individu dengan kemampuan control diri yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-control dengan keterbukaan diri pada Generasi-z pengguna second account Instagram. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 384. Pengumpulan data dilakukan secara daring melalui google form menggunakan skala self-control dan skala keterbukaan diri. Analisis data meliputi uji asumsi berupa uji normalitas dan uji linearitas serta uji korelasi Spearman’s Rank dengan bantuan softwar SPSS versi 25 for windows. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan negatif yang kuat antara self-control dan keterbukaan diri pada Generasi- pengguna second account Instagram. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin rendahnya self-control maka semakin tinggi tingkat keterbukaan diri yang ditampilkan di second account Instagram dan begitupun sebaliknya.  
Rendahnya Self-Control dan Tingkat Keterbukaan Diri pada Generasi-Z Pengguna Second Account Instagram Arafah, Nawal Nur; Subardjo, Ratna Yunita Setiyani
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.13895

Abstract

fenomena penggunaan second account Instagram menjadi tren di kalangan generasi-z karena dianggap sebagai ruang yang lebih aman untuk mengekspresikan diri dibandingkan dengan first account. Kondisi ini berpotensi mendorong tingginya keterbukaan diri, terutama pada individu dengan kemampuan control diri yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-control dengan keterbukaan diri pada Generasi-z pengguna second account Instagram. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 384. Pengumpulan data dilakukan secara daring melalui google form menggunakan skala self-control dan skala keterbukaan diri. Analisis data meliputi uji asumsi berupa uji normalitas dan uji linearitas serta uji korelasi Spearman’s Rank dengan bantuan softwar SPSS versi 25 for windows. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan negatif yang kuat antara self-control dan keterbukaan diri pada Generasi- pengguna second account Instagram. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin rendahnya self-control maka semakin tinggi tingkat keterbukaan diri yang ditampilkan di second account Instagram dan begitupun sebaliknya.  
Cognitive Load and AI-Assisted Learning in Thai Higher Education: A Structural Model Approach Vehachart, Rungchatchadaporn; Subardjo, Ratna Yunita Setiyani
Advances in Psychological Sciences and Applications Vol. 2 No. 01 (2026): Advances in Psychological Sciences and Applications
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/IISTR.apsa.002179

Abstract

The integration of artificial intelligence (AI) in higher education has significantly transformed teaching and learning processes. While AI-assisted learning tools offer personalized feedback and adaptive learning environments, their cognitive implications remain underexplored, particularly in non-Western contexts. This study investigates the impact of AI-assisted learning on cognitive load and learning outcomes in Thai higher education. Using Cognitive Load Theory (CLT) as a framework, a quantitative approach with PLS-SEM was applied to data from 312 students. The findings indicate that AI-assisted learning reduces extraneous cognitive load while enhancing germane cognitive load. Student engagement mediates the relationship between cognitive load and learning outcomes, while cultural factors moderate AI usage effects.