Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

THE INFLUENCE OF PORT INFRASTRUCTURE ON LOGISTICS PRICES AS A MARITIME AXIS IN BATAM CITY: BATU AMPAR PORT Yusra Aulia Sari; Mulia Pamadi
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v10i1.20945

Abstract

The city of Batam has a geographical location which is a factor strategic for the port sector, as an activity sector potential and attractive economy prospective, so it needs to be well regulated and integrated with Batam's national spatial planning. One of the biggest goods ports in the city of batam is the Batu Ampar port. The aim of this reserach was to determine The influence of port infrastructure on logistics prices as a maritime axis in Batam City in Batu Ampar Port. This research uses descriptive quantitative approach and secondary data from the Batam port office and the Human Settlements and Spatial Planning Office. The results of this research are Batam national spatial plan for the realization of Batu Ampar as an export-oriented industrial center integrated with port services and trading areas is not compatible with the available port facilities. Batam as a port city still has not prioritized the development of port infrastructure and coastal areas in accordance with the Batam city spatial plan. Problems with the logistics costs in Batam are caused by several things: Inadequate port infrastructure for decades, high shipping costs, which are more expensive than other regions; port loading and unloading facilities that are less than the port standard; opportunities to develop direct calls and untapped transshipment and logistics management at ports that are still being carried out by door-to-door logistics companies in Singapore.
Analisis Perbandingan Penjadwalan Proyek dengan Aktual Proyek Menggunakan Metode EVA (Earned Value Analysis) Pada Pembangunan Ruko 3 Lantai (Studi Kasus : Proyek Pembangunan Ruko De Monde Junction – Pasir Putih) Mulia Pamadi; Usmanul Hayadi Umar; Nelson Chen
Journal of Civil Engineering and Planning (JCEP) Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Sarjana Teknik Sipil Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jcep.v2i2.1264

Abstract

Suatu perusahaan konstruksi pada umumnya memerlukan suatu manajemen proyek pada setiap pengerjaan proyek. Hal ini dilaksanakan untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal dan waktu yang cepat sesuai dengan yang telah diharapkan, baik untuk perusahaan itu sendiri ataupun pihak owner. PT. Kaliban Bangun Prakarsa merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dibidang kontraktor dan sebagai pelaksana dalam pembangunan ruko 3 lantai De Monde Junction. Agar proyek dapat diselesaikan sesuai dengan tenggat waktu yang telah disepakati maka suatu proyek dibutuhkan penjadwalan proyek yang tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat anggaran biaya yang akan dikeluarkan, dan penjadwalan dalam pembangunan, serta membandingkan realisasi dari proyek pembangunan ini dengan perencanaan yang telah dibuat. Metode penjadwalan proyek pada penelitian ini dengan mengaplikasikan metode EVA (Earned Value Analysis) yang berdasarkan dari bobot anggaran biaya yang sudah dihitung setelah itu akan dilakukan analisis terhadap realisasi pekerjaan. Dari hasil penelitian ini telah didapatkan bahwa kegiatan konstruksi yang dilakukan pada proyek ini mengalami keterlambatan yang sangat signifikan. Dapat dilihat dari gambar kurva S realisasi yang telah dibuat, dan juga dari perhitungan Planned Value (PV) yang didapatkan sebesar Rp. 20.145.003.680, sedangkan Earned Value (EV) yang didapatkan sebesar Rp. 14.836.795.210,32, sehinggan Schedule Performance Index (SPI) yang didapatkan 0,7365. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti Force Majeure, kurangnya sumber daya, adanya pekerjaan tiang pancang yang belum selesai sehingga terhambatnya proses pembangunan oleh pihak kontraktor.
Evaluasi Kinerja Simpang Panbil Terhadap Tingkat Pelayanan Lalu Lintas (Studi Kasus Simpang Panbil - Batam) Darmawan Prastio; Yusra Aulia Sari; Mulia Pamadi
Journal of Civil Engineering and Planning (JCEP) Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Sarjana Teknik Sipil Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jcep.v3i1.1317

Abstract

Simpang Panbil merupakan penghubung jalan antara, Jl. Letjen Suprapto, Jl. Ahmad Yani dan Jl. S Parman. Perlu diadakan evaluasi simpang untuk mengetahui kinerja simpang Panbil tersebut, dengan tujuan agar simpang Panbil dapat berjalan dengan lancar tanpa adanya hambatan. Metode penyelesainnya dengan menghitung arus lalu lintas, waktu siklus, arus jenuh, simpang bersinyal. Proses yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan cara menggumpulkan data dari hasil survey dan data dari instansi terkait. Penulis juga menggunakan acuan dari (MKJI 1997) untuk perhitungan yang sesuai dengan ketentuan. Hasil yang didapat dari evaluasi Simpang Panbil menunjukkan bahwa arus lalu lintas jam puncak Simpang Panbil terjadi pada hari senin pukul 16.00 – 17.00 WIB. Arus lalu intas (Qtotal) = 6915,5 smp/jam. Pengaturan Simpang Panbil diatur oleh 3 fase dengan siklus (c) = 321 detik. Manajemen lalu lintas Simpang Panbil juga kurang maksimal, karena nilai Derajat Kejenuhan (DS) salah satu lengan simpang yaitu Fase 1= 0,66 [hampir mendekati kondisi jenuh (DS > 0,75], Fase 2 DS = 0,99, Fase 3 DS = 0,41 dapat dinyatakan masih dalam kondisi arus stabil. Kinerja Simpang bersinyal Panbil dapat dilihat dari Kapasitas (Fase 1 = 8151 smp/jam, Fase 2 = 5453 smp/jam, Fase 3 = 5101 smp/jam), Derajat Kejenuhan (Fase 1 = 0,66, Fase 2 = 0,97, Fase 3 = 0,41), Panjang Antrian (Fase 1 = 115,94 m, Fase 2 = 148,15 m, Fase 3 = 205,13 m), Jumlah Kendaraan Terhenti (Fase 1 = 7351 smp/jam, Fase 2 = 5319 smp/jam, Fase 3 = 4577 smp/jam, dan Tundaan (Fase 1 = 491,64 smp/det, Fase 2 = 337,09 smp/det, Fase 3 = 788,43 smp/det. Kata Kunci : Evaluasi Simpang, Kinerja Simpang, Derajat Kejenuhan
Meningkatkan Kapasitas Terminal dan Kepuasan Penumpang Bandara Hang Nadim Batam Menggunakan Regresi Linear Sederhana dan Customer Satisfaction Index (CSI) Eliska Theodora Elizabeth; Andri Irfan Rifai; Mulia Pamadi
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2022): JUNE
Publisher : Faculty of Engineering, Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3116.693 KB) | DOI: 10.30737/jurmateks.v5i1.2640

Abstract

Evaluation and analysis of terminal capacity and user satisfaction is one of the things that needs to be done to prepare for all post-COVID-19 conditions. Airport passenger satisfaction is an important component in airport service management because it affects the demand for travel accessand airport revenue. The purpose of this study is to evaluate capacity and analyze passenger satisfaction at Hang Nadim airport in Batam post-COVID-19. The method used is Simple Linear Regression and Customer Satisfaction Index (CSI). Sampling was done by probability sampling with the population of Hang Nadim airport passengers. The data collected in the form of data on the number of passengers departing during 2012 to 2021. Direct observations were carried out by distributing questionnaires to 50 respondents. With the linear regression method, passenger flows will be obtained until the post-covid-19 pandemic, so that a capacity evaluation will be carried out at the airport. Based on the results of the evaluation and analysis carried out, it was found that the estimated number of passengers after the COVID-19 pandemic in In 2022 the predicted number of arriving passengers is 1,553,669 and in 2023 as many as 1,444,876 people.. There is one facility that needs to be improved, namely the arrival hall which was originally 3,452 m² to 4,525 m². While other facilities are still in the category of fulfilling. The level of passenger satisfaction with the quality of Batam's Hang Nadim airport is 53.96 percent, which is quite satisfied according to the Customer Satisfaction Index approach.
Kesadaran Anti Korupsi bagi Generasi Muda di SMAK Yos Sudarso Batam Mulia Pamadi; Amanatullah Savitri; Joel Hamim Sim; Sri Indriyani Ningrum; Eva Eliana Kordelia; Alika Naziera Wardani; Fanni Tanisya
National Conference for Community Service Project (NaCosPro) Vol 4 No 1 (2022): The 4th National Conference of Community Service Project 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/nacospro.v4i1.6926

Abstract

Korupsi adalah perbuatan yang buruk (seperti penggelapan uang, penerimaan uang sogok dan sebagainya). Pendidikan antikorupsi dinilai menjadi salah satu strategi pemberantasan korupsi karena dapat menciptakan ekosistem budaya anti korupsi dalam membangun karakter generasi muda. Meningkatkan kesadaran pentingnya pendidikan anti korupsi tindakan pencegahan untuk mengurangi korupsi dengan tujuan untuk memotivasi generasi mendatang supaya mengembangkan sikap tegas menolak apapun bentuk korupsi. Dikarenakan terjadinya pandemi Covid-19, kasus korupsi di Indonesia meningkat pesat Sehingga dengan disampaikan informasi tentang cara mencegah bibit korupsi di kalangan murid SMA Yos Sudarso Batam diharapkan para penerus bangsa dapat lebih memahami pentingnya tidak korupsi dalam hal apapun baik waktu, nilai, moral dan lain sebagainya.
Analisa Pengaruh Penambahan Zat Karbon dalam Pembuatan Batako Konvensional Arifin everest; Mulia Pamadi; Andri Irfan Rifa'i
Journal of Civil Engineering and Planning (JCEP) Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Sarjana Teknik Sipil Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jcep.v3i1.1248

Abstract

Perkembangan pembangunan baik bangunan maupun infrasrtuktur sangat pesat. Ditambah program pembangunan dari pemerintah pada tahun belakangan ini yang meningkat drastis. Pembangunan tersebut membutuhkan batako untuk pemasangan dinding rumah maupun dinding pagar dan seiring dengan permintaan batako yang meningkat, tentu perlu adanya inovasi batako. Penambahan zat karbon pada pembuatan batako sebagai penambah material pasir dijadikan inovasi bahan tambahan. Maka diperlukan penelitian ini dibuat untuk mengetahui pengaruh zat karbon pada kuat tekan pada batako yang sesuai pada SNI 03-0349-1989 tentang bata beton untuk pasangan dinding. Pencampuran zat karbon dalam pembuatan batako adalah 0%, 5%, 10%, dan 15% dari berat pasir yang diperlukan, campuran semen yang digunakan: 25%: 70%:5% yang mengacu pada Pedoman Teknis yang dikeluarkan oleh Departement Pekerjaan Umum tahun 1986. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dan bentuk cetakan Kubus berukuran 0,15 x 0,15 x 0,15m, sebanyak 12 buah untuk pengujian kuat tekan yang sudah dicampur dengan penambahan zat karbon. Pada umur 7 hari dilakukan pengujian sesuai syarat yang ditentukan dan kuat tekan batako harus memenuhi persyaratan mutu sesuai dengan SNI-03-0349-1989. Hasil uji kuat tekan Batako dilakukan memperoleh hasil kuat tekan batako normal sebesar 259,783 kg/cm2. Batako dengan campuran 5% mendapatkan hasil sebesar 352,893 kg/cm2. Campuran serbuk karbon aktif dengan 10% mendapatkan hasil kuat tekan tertinggi yaitu sebesar 393,293 kg/cm2. Maka dengan penambahan serbuk karbon sebesar 10% sebagai penambah agregat halus (pasir) merupakan pilihan yang tepat. Terjadinya penurunan kuat tekan benda uji 15% yang dikarenakan kurangnya pemadatan yang maksimal pada saat penelitian serta yang masih berusia 7 hari.
ANALISA KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL MENGGUNAKAN LIMBAH KERAMIK Ryan Swardana; Yusra Aulia Sari; Mulia Pamadi
PILAR Vol. 17 No. 2 (2022): Pilar: September 2022
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pavement is an integrated structure between various layers of a particular material mixture where each layer’s main function is to reduce the loading that occurs on top of it, which is instead distributed to layers underneath. Pavement is divided into 2 (two), namely flexible pavement using asphalt as a binding material and rigid pavement using cement as a binding material. This study discusses the use of ceramic waste as an alternative aggregate replacement in the pavement mixture. Waste pieces of ceramics that are no longer used will be filtered based on gradations that have been adapted to applicable regulations. Ceramic pieces are easy to find in various construction projects, the use of ceramic waste as a mixture is expected to be able to reduce the budget and reduce the waste of ceramic pieces themselves. Based on the results of laboratory tests, it is known that asphalt using ceramic waste as an alternative to coarse aggregate meets the minimum specifications of Bina Marga. MQ value of 722,211 kg/mm, VIM value of 4,54%, VMA value of 20,04% and VFA value of 81,76% where the overall value are in accordance with the 2018 Bina Marga minimum specifications. Based on laboratory testing, ceramic waste can be used as an alternative to coarse aggregate.
PENGELOLAAN PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN THE ICON MENGGUNAKAN METODE MANAJEMEN KONSTRUKSI DI MASA PANDEMI COVID-19 Charas Dhaniel; Mulia Pamadi; Amanatullah Savitri
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2022): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Desember 2022)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v5i2.9724

Abstract

Konstruksi telah dipengaruhi secara signifikan oleh COVID-19. Di beberapa negara, proyek konstruksi dihentikan, dan bahkan di beberapa negara di mana pekerjaan konstruksi dihentikan masih diizinkan, standar keamanan yang tinggi diperlukan. Keamanan lokasi konstruksi sangat penting selama pandemi COVID-19. Kontraktor bertanggung jawab untuk menciptakan tempat kerja yang aman di situs proyek. Manajemen proyek merupakan salah satu aspek penting dalam penerapan ilmu, keahlian, pengetahuan dan keterampilan konstruksi guna mencapai tujuan keluaran proyek dan tujuan yang telah ditentukan agar diperoleh hasil yang optimal dari segi waktu, mutu, kinerja, keselamatan dan estimasi biaya proyek. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan sebagai data sekunder dan observasi sebagai data primer dengan menganalisis manajemen konstruksi di perumahan The Icon mulai dari jadwal pelaksanaan pekerjaan, volume pekerjaan, rencana anggaran biaya, perhitungan menggunakan Kurva S dan blok kode serta perhitungan arus kas, selain itu dilakukan penyebaran survei. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa anggaran untuk menyelesaikan proyek pembangunan Perumahan The Icon sebesar Rp 1.922.627.112 sudah termasuk pembayaran pajak sebesar 10 persen. Kemudian, dibutuhkan waktu dua tahun satu bulan untuk menyelesaikan proyek konstruksi tersebut. Dalam pelaksanaan konstruksi, terdapat beberapa kendala yaitu, berkurangnya jumlah pekerja akibat terjangkit virus Covid-19 dan kenaikan harga material bangunan. Kontraktor membuat kebijakan untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan mengubah jadwal bekerja, cuti dan lembur karyawan, serta menggati material bangunan dengan mengganti spek besi dan mendesign ulang. Dengan hasil penilitian ini, diharapkan dapat dijadikan sebagai acuan dalam manajemen konstruksi kondisi pandemi.
The Analysis Performance of Project Delays in Pile Foundation Work Steven Shui; Andri Irfan Rifai; Mulia Pamadi
IJEBD (International Journal of Entrepreneurship and Business Development) Vol 6 No 1 (2023): January 2023
Publisher : LPPM of NAROTAMA UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29138/ijebd.v6i1.2158

Abstract

Purpose: Delays are common in construction projects. The term "project delay" refers to a project's completion date later than anticipated. Lack of performance by contractors or project managers in resolving issues can result in project delays. The factors that cause project delays must be considered to reduce delays. This study aims to examine the elements contributing to Batam island’s pile foundation construction delays. Findings: The factor of delays is an important key of the analysis to prevent delays in future projects Design/methodology/approach: This research uses a case study at Batam Island. The analysis is done with SPSS 26 program. Research limitations/implications: Analysis of delay caused by pile foundation in Batam island. Practical implications: Analysis of the delay caused by a project according to the result of the questionnaire. Originality/value: Original Paper Paper type: A Case Study
Urban Tourism Concepts in the Design of Kampung Tua in Batam Yusra Aulia Sari; Mulia Pamadi
TATALOKA Vol 24, No 1 (2022): Volume 24 No. 1, February 2022
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.24.1.25-34

Abstract

Batam City’s government has focused on exploring its tourism potential in recent years. This makes Batam the 3rd largest city in the number of tourist arrivals after Bali and Jakarta. Batam is one of the cities that is trying to develop the potential of an old village. There are at least 37 areas that have been agreed upon by the government and the community as Kampung Tua. Kampung Tua is a group of houses that function as neighborhoods the original inhabitants of Batam City when Batam began to be built, containing historical values, local culture, or religion that were preserved. This research aims to determine the design of the concept of urban tourism in Kampung Tua Tanjungriau. The method used in this research is the qualitative approach. Data collection was performed with observation, documentation, literature study, and data from local government. The result of this research is the design of urban tourism in Kampung Tua Tanjungriau such as physical and non-physical components of the Kampung Tua Tanjungriau area which has an interesting collaborative design between urban design and urban tourism.