Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH TREATMENT PANAS (STEAM CURING) SUHU 90 °C SELAMA 24 JAM TERHADAP NILAI KUAT TEKAN DAN LENTUR BETON RPC (KANDUNGAN SLAG NIKEL DAN FLY ASH) Edwin, Romy Suryaningrat; Ningsih, Sri Haslia; Rizal, Muhammad
STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 11, No 1 (2023):
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/jts.v11i1.39843

Abstract

tinggi yang tidak menggunakan agregat kasar sebagai material penyusun. Dalam penelitian ini digunakan material berupa slag nikel sebagai bahan pengganti pasir kuarsa 100% dan fly ash untuk pengganti tepung kuarsa 100% dengan perawatan steam curing 90 oC selama 24 jam. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh steam curing suhu 90 oC selama 24 jam terhadap kuat tekan dan lentur beton RPC dan pengaruh penggunaan slag nikel sebagai pengganti pasir kuarsa dan fly ash sebagai pengganti tepung kuarsa terhadap kuat tekandan lentur beton RPC. Benda uji berbentuk prisma dengan dimensi 4x4x16 cm dengan menggunakan perawatan Normal curing dan Steam curing. Pengujian kuat tekan dan lentur dilakukan setelah benda uji mencapai umur 3, 7 dan 28 hari, Dari hasil pengujian pada umur 28 hari diperoleh nilai rata-rata tertinggi yaitu pada hasil perawatan steam curing sebesar 79,026 MPa untuk kuat tekan dan 20,000 MPa untuk kuat lentur.
Analisis Penerapan Value Engineering pada Konstruksi Lantai Jembatan Cable Stayed Sawaluddin, Sawaluddin; Kadir, Abdul; Edwin, Romy Suryaningrat
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 1 (2024): Siklus: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v10i1.19189

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menemukan solusi konstruksi yang paling ekonomis untuk lantai jembatan cable stayed yang akan digunakan dalam pembangunan jembatan penghubung Pulau Muna dan Buton dengan penerapan rekayasa nilai atau value engineering (VE). Analisa kekuatan struktur jembatan dilakukan dengan menggunakan software analisa struktur CSI Bridge v.24. Tahap informasi, tahap kreatif, tahap analisis, dan tahap rekomendasi merupakan 4 (empat) tahapan dalam langkah kerja metodologi penelitian rekayasa nilai. Untuk memilih jenis jembatan yang akan dirancang, informasi awal tentang lokasi jembatan diidentifikasi pada tahap informasi. Tahap kreatif dilakukan dengan menentukan jenis lantai jembatan yang akan dianalisis. Tahap analisis menentukan model lantai jembatan dengan cara analisis siklus hidup jembatan. Tahap rekomendasi dilakukan dengan merekomendasikan model lantai jembatan yang paling ekonomis untuk digunakan sebagai lantai jembatan kabel. Hasil analisis menggunakan rekayasa nilai dengan pendekatan analisis biaya siklus hidup (life cycle cost/LCC) menunjukkan bahwa dari beberapa model lantai jembatan yang dievaluasi, model 2 menunjukkan sebagai yang paling efisien dari segi biaya yakni sebesar Rp.648.346.291.191,68 dengan nilai pembangunan sebesar Rp.750.178.311.773,30 dan nilai penghematan sebesar 43,58% dan 14,42% terhadap lantai jembatan model 1 dengan nilai sisa Rp.866.921.706.028,59, nilai pembangunan Rp.1.100.038.825.447,22 dan nilai sisa model 3 sebesar Rp.1.649.977.529.597,29, nilai pembangunan Rp.1.751.809.550.178,90. Sehingga dapat disimpulkan bahwa lantai jembatan model 2 lebih menghemat penggunaan biaya dibanding lantai jembatan model 1 dan 3.
INFRASTRUKTUR HIJAU DAN EKONOMIS BERBASIS TEKNOLOGI GEOPOLIMER UNTUK PERKUATAN LERENG PENCEGAH LONGSOR DI DAERAH RAWAN LONGSOR DI KELURAHAN TALLANG SURA, TORAJA UTARA Rangan, Parea Rusan; Lura, Hans; Lasarus, Risa; Simatupang, Minson; Edwin, Romy Suryaningrat; R, Andi Khaeruni Khaeruni
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i2.2222

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan teknologi geopolimer sebagai solusi infrastruktur hijau dalam perkuatan lereng di Kelurahan Tallang Sura, Toraja Utara, yang terletak di daerah rawan longsor. Pengantar kegiatan ini melibatkan identifikasi masalah longsor yang sering terjadi akibat faktor alam dan aktivitas manusia. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan stabilitas lereng serta kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaan material ramah lingkungan. Metode yang digunakan mencakup sosialisasi kepada masyarakat, pelatihan pembuatan material geopolimer, dan penerapan langsung di lokasi yang telah ditentukan. Keterlibatan masyarakat dalam setiap tahap menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini, sehingga mereka dapat belajar dan berkontribusi secara aktif. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa penerapan geopolimer berhasil meningkatkan stabilitas lereng hingga 30% dan tidak terjadi longsor di area yang diperkuat. Selain itu, masyarakat menunjukkan peningkatan kesadaran dan minat untuk menerapkan teknologi ramah lingkungan ini di area lain.Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa teknologi geopolimer tidak hanya efektif dalam mitigasi risiko longsor, tetapi juga berpotensi memberdayakan masyarakat dan mendorong praktik pembangunan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, disarankan agar kegiatan serupa dapat dilakukan di daerah lain yang menghadapi tantangan serupa, dengan dukungan dari pemerintah dan lembaga terkait.  Abstract. This community service activity aims to implement geopolymer technology as a green infrastructure solution for slope reinforcement in Tallang Sura Village, North Toraja, located in a landslide-prone area. The introduction to this activity involved identifying landslide issues frequently caused by natural factors and human activities. The primary goal of this initiative is to enhance slope stability and raise community awareness of the importance of using environmentally friendly materials. The methods employed included community outreach, training on geopolymer material production, and direct application at designated locations. Community involvement at every stage was key to the success of this activity, enabling them to learn and actively contribute. The results indicate that the application of geopolymer technology improved slope stability by up to 30%, and no landslides occurred in the reinforced areas. Additionally, there was an increase in community awareness and interest in adopting this eco-friendly technology in other areas. The conclusion of this activity is that geopolymer technology is not only effective in mitigating landslide risks but also has the potential to empower communities and promote sustainable development practices. Therefore, it is recommended that similar activities be conducted in other areas facing similar challenges, with support from the government and relevant institutions.
Sosialisasi Pembuatan Concrete Block dan Bata Beton Dengan Teknologi Pencampuran Beton Berbasis Slag Nikel di Desa Tambea Dzakir, La Ode; Mansyur; Adnan, Septi; La Ode, Al Tafakur; Simatupang, Minson; Edwin, Romy Suryaningrat; Tamburaka, Irmawatti Paula
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Patikala Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal PkM PATIKALA
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Bakat Indonesia/Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/patikala.v5i2.4147

Abstract

Nickel slag is a by-product of the nickel ore smelting process and can be used as an alternative to cement and fine aggregates. This community service program aims to develop and apply concrete mixing technology based on nickel slag as an environmentally friendly alternative material for producing concrete blocks and concrete brick in Tambea Village. The community, which is engaged in small-scale construction businesses, is involved in this training. The investigation results indicate that the community gained a better understanding of how to use industrial waste and produce high-quality nickel slag-based concrete. This project is expected to enhance the local economy by implementing sustainable technology based on local materials.