Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Hubungan Resiliensi dengan Tingkat Kecemasan Pasien Kanker Payudara yang Menjalani Kemoterapi Ni Kadek Widya Antari; Desak Made Ari Dwi Jayanti; Anak Agung Sri Sanjiwani
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 11, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.11.2.2023.293-304

Abstract

Penderita kanker payudara memiliki kecendrungan mengalami kecemasan, upaya menurunkan tingkat kecemasan pada pasien kanker adalah dengan cara meningkatkan peran diri melalui resiliensi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara resiliensi dengan tingkat kecemasan pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Penelitian dilakukan di Poliklinik Kemoterapi RSUP Sanglah Denpasar, jumlah sampel 77 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Metode penelitian menggunakan analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Alat ukur Connor Davidson-Resilience Scale (CD-RISC) untuk resiliensi dan Zung Self Rating Anxiety Scale (ZSAS) untuk tingkat kecemasan yang telah dilakukan uji validitas. Hasil: sebagian besar responden berada pada kategori resiliensi tinggi sebanyak 47 orang (61%) dan kecemasan ringan sebanyak 54 orang (70,1%). Hasil uji Rank Spearman diperoleh nilai  p value 0,000 (p <ɑ ), yang berarti ada hubungan yang signifikan antara resiliensi dengan tingkat kecemasan pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi dengan nilai r hitung sebesar 0,635 (tingkat hubungan yang kuat dan arah hubungan negatif). Semakin tinggi resiliensi yang dimiliki oleh pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi maka semakin rendah tingkat kecemasan yang dialami.
The Ilustation of Physical Health and Scizofrenia Patients’ Independence in Performing Personal Hygiene at Bali Province’s Mental Hospital Desak Made Ari Dwi Jayanti; Dewa Putu Arwidiana
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 7 No 2 (2020): MAY 2020
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jkry.v7i2.539

Abstract

Not only mental problem do the schizophrenia patients suffer, but also physical problems. a quantitative descriptive with a cross-sectional approach model was hired in this research. This research employed 113 schizophrenia patients at the psykiatric hospital in Bali Province as samples with simple random technique. The instrument used to measure independence in performing personal hygiene was an observation sheet with Gordon's assessment scale and physical health assessment used an observation sheet, sphigmomanometer, scales and a meter to measure height. The results showed from the physical health assessment of the Body Mass Index in the most schizophrenia patients with a normal weight were 83 persons (73.5%), the thin patients were 12 persons (10.6%), More Body Weight were 5 persons (4.4%), obesity were 13 persons (11.5%), without concomitant diseases were 104 persons (92%), hypertension patient were 9 persons (8%). Independence in performing self-care were 69 respondents (61.1%) in the category of needing help, the majority of respondents were 79 respondents (69.9%), the category of needing assistance, self-care eating were 94 respondents (83.2%,) the category of needing help, toileting were 70 respondents (62.0%), Independence in performing personal hygiene was at 64 respondents (56.6%)
Peningkatan Kesehatan Jiwa ODGJ dengan Konsep Kearifan Lokal Budaya Bali (Ngayah) I Dewa Gede Candra Dharma; Anak Agung Ayu Eka Cahyani; Desak Made Ari Dwi Jayanti; Silvia Ni Nyoman Sintari; Hendro Wahyudi
Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan Vol 2 No 1 (2023): Juni
Publisher : Politeknik Kesehatan Kartini Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36049/genitri.v2i1.105

Abstract

Layanan kesehatan mental yang dikelola oleh komunitas cukup penting untuk pemulihan pasien dengan gangguan jiwa di komunitas. Berdasarkan hasil penelitian Dharma et al., 2022 di Rumah Berdaya Kota Denpasar didapatkan salah satu tema dalam penelitian tersebut yaitu Ngayah Membantu Proses Pemulihan penderita skiziorenia di Rumah Berdaya. Adapun tujuan dari pengabdian masyarakat ini yatiu untuk meningkatkan pengetahuan Penderita Skizofrenia, keluarga dan petugas di Rumah Berdaya Denpasar terkait Budaya Ngayah sebagai salah satu proses yang dapat membantu pemulihan skizofrenia. Metode yang digunakan; Pengukuran tingkat pengetahuan penderita skizofrenia, keluarga, dan petugas di Rumah Berdaya tentang Budaya Ngayah sebagai salah satu proses yang dapat membantu pemulihan penderita skizofrenia. Penyuluhan kepada Penderita skizofrenia, keluarga, dan tentang Budaya Ngayah. Evaluasi terkait pemahaman Penderita skizofrenia, keluarga, dan petugas tentang Budaya Ngayah. Hasil pengabdian masayarakat berdasarkan kuesioner yang dibagikan sebelum dan sesudah pelaksanaan terdapat perbedaan hasil dimana ada peningkatan pemahaman terhadap konsep Ngayah membantu proses pemulihan penderita skizofrenia. Pemberian edukasi tentang konsep Ngayah merupakan salah satu alternatif yang dapat diberikan untuk mengingkatkan pengetahuan terkait proses pemulihan penderita skizofrenia. Budaya Bali Ngayah yang merupakan salah satu kearifan lokal untuk membantu penderita skizofrenia bisa kembali bermasyarakat.
PSIKOEDUKASI KELUARGA MAMPU MERUBAH PERAN KELUARGA SEBAGAI CAREGIVER PADA PASIEN SKIZOFRENIA Desak Made Ari Dwi Jayanti; Ni Luh Putu Ekawati; Ni Ketut Ayu Mirayanti
Jurnal Keperawatan Vol 16 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkep.v16i1.1884

Abstract

Peran keluarga sebagai caregiver pada pasien skizofrenia menjadi hal utama untuk mencegah kekambuhan serta penting untuk keberhasilan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh psikoedukasi keluarga terhadap peran keluarga sebagai caregiver pada pasien skizofrenia. Penelitian ini menggunakan rancangan Quasi Experiment. Sampel ditentukan dengan teknik purposive sampling dengan jumlah Sampel 44 responden. Pengumpulan data kuesioner peran keluarga sebagai caregiver pasien skizofrenia. Selanjutnya data diolah dan dianalisis dengan menggunakan Uji Wilcoxon Sing Rank Test pada data inter kelompok, dan uji Mann Whitney Test pada analisis data antar kelompok. Hasil penelitian pada uji inter kelompok diperoleh nilai p value 0,002 pada kelompok perlakuan dan p value 0,317 pada kelompok kontrol. Sedangkan pada uji antar kelompok pada post test p value = 0,000, ini menunjukkan ada pengaruh pemberian psikoedukasi keluarga terhadap peran keluarga sebagai caregiver pada pasien skizofrenia. Melalui pemberian psikoedukasi yang terdiri dari komponen edukasi, keterampilan, komponen emosional, dan komponen sosial dapat merubah perilaku keluarga dalam merawat pasien sehingga peran keluarga sebagai caregiver mengalami perubahan dan mampu membentuk family support group.