Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

ANALISIS PENDAPATAN DAN TITIK IMPAS USAHA TANI JAMUR TIRAM (Pleurotus ostreatus) Aris Gumilar; Muhamad Nurdin Yususf; Dani Lukman Hakim
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 7, No 3 (2020): September 2020
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v7i3.4035

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Mengetahui besarnya biaya, penerimaan, dan pendapatan yang diterima oleh petani Jamur tiram di Kelurahan Gunung Tandala Kecamatan kawalu kota Tasikmalaya, (2) Mengetahui besarnya nilai titik impas per satu kali produksi jamur tiram di Kelurahan Gunung Tandala Kecamatan kawalu kota Tasikmalaya.Penelitian ini dilaksanakan dengan metode studi kasus di Kelurahan Gunung Tandala Kota Tasikmalaya. Sampel diambil sebanyak 24 orang petani jamur tiram dari jumlah anggota populasi sebanyak 245 orang petani dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan tabulasi, sedangkan analisis biaya, penerimaan, dan titik impas dianalisis dengan metode deskriptif.Hasil penelitian menunjukan : 1) Besarnya biaya produksi rata-rata yang dikeluarkan oleh petani jamur tiram yang berada di Kelurahan Gunung Tandala sebesar Rp. 4.653.986,63. Besarnya penerimaan rata-rata yang diperoleh sebesar Rp. 5.293.750 dan besarnya pendapatan yang di peroleh adalah sebesar Rp. 639.763,37. 2) Besarnya titik impas nilai penjualan usaha tani jamur per satu kali proses produksi adalah sebesar Rp. 1.076.788,33, titik impas volume produksi sebesar 107,67 kilogram dan titik impas harga sebesar Rp. 8.791,47 per satu kali proses produksi.
Analisis Nilai Tambah Agroindustri Azolla Chips Sintia Dewi Santika; Dini Rochdiani; Dani Lukman Hakim
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 9, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v9i1.6463

Abstract

Agroindustri azolla chips selama ini kurang memahami berapa pendapatan dan nilai tambah dari azolla yang dijadikan sebagai chips. Penelitian memiliki tujuan untuk menganalisis biaya, penerimaan, pendapatan dan nilai tambah agroindistri azolla chips. Riset kali ini mengenakan gaya studi0kasus. Tempat riset dilakukan secara purposive sampling pada agroindustri azolla chips Kelompok Taruna Tani “Mekar Bayu” di Desa Ciganjeng Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran. Hasil riset menunjukkan bahwa biaya yang dikeluarkan oleh agroindustri azolla chips Kelompok Taruna Tani “Mekar Bayu” per proses produksi adalah Rp. 710.624,04, penerimaan yaitu Rp. 1.200.000, sehingga memperoleh pendapatan Rp. 489.375,96, dan nilai tambah yang diperoleh Rp. 37.625 per satu kilogram azolla. Artinya agroindustri azolla chips dapat memberikan keuntungan bagi pengusahanya.
ANALISIS PENDAPATAN AGROINDUSTRI NATA DE COCO (Studi kasus di Desa Bojongmengger Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis) dudi dudi; Dani Lukman Hakim; Sudrajat Sudrajat
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 7, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.437 KB) | DOI: 10.25157/jimag.v7i1.2549

Abstract

Penelitian agroindustri nata de coco ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Biaya yang dikeluarkan per satu kali proses produksi oleh perajin  agroindustri nata de coco Desa Bojongmengger, 2) Jumlah penerimaan per satu kali proses produksi dari hasil agroindustri nata de coco Desa Bojongmengger, dan 3) Jumlah pendapatan yang diterima per satu kali prpses produksi oleh perajin agroindustri nata de coco Desa Bojongmengger. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Penarikan sampel dengan menggunakan  metode purposive sampling, jadi satu orang dipilih sebagai penghasil agroindustri nata de coco. Data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder. Hasilnya menunjukkan bahwa 500 liter air kelapa dan 600 liter air limbah tahu dihasilkan 850 kilogram nata de coco per satu kali proses produksi. Berdasarkan perhitungan diketahui bahwa biaya produksi adalah Rp 1.415.611,57 penerimaan adalah Rp  1.700.000,00 dan pendapatan Rp 284.388,43.
Analisis Kelayakan Pada Usahatani Selada (Lactuca sativa L.) Dengan Sistem Hidroponik NFT (Nutrient Film Technique) Ryan Dahliana; Iwan Setiawan; Dani Lukman Hakim
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 9, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v9i1.6410

Abstract

Hidroponik adalah sistem budidaya tanaman dengan memanfaatkan air yang mengandung unsur hara sebagai media. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Besarnya biaya, penerimaan dan pendapatan, (2) Besarnya titik impas (BEP), dan (3) Tingkat kelayakan usahatani selada dengan sistem hidroponik NFT pada kebun Rumah Hidroponik Aziz. Data yang diperoleh dengan menggunakan metode studi kasus, terdiri dari data primer dan sekunder. Sampel pada penelitian ini kebun Rumah Hidroponik Aziz dipilih dengan cara purposive sampling dengan pertimbangan bahwa kebun Rumah HidroponikAziz adalah kebun dengan produksi selada terbesar di Kecamatan Ciamis. Hasil penelitian diketahui bahwa: (1) Besarnya biaya, penerimaan dan pendapatan pada kebun Rumah Hidroponik Aziz per bulan adalah Rp.11.301.441,32, Rp.22.500.000 dan Rp.11.198.558,68 (2) Besarnya BEP volume produksi dan BEP harga pada kebun Rumah Hidroponik Aziz  adalah 753,43kg/bulan dan Rp.7.534,29/kg; (3) Nilai R/C pada kebun Rumah Hidroponik Aziz yaitu 1,99, karena nilai R/C > 1 maka usahatani selada hidroponik pada kebun Rumah Hidroponik Aziz layak untuk diusahakan.
ANALISIS USAHATANI MINAPADI (Studi Kasus pada Kelompok Tani Fajar Jayamukti di Desa Jayamukti Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya) Heri Mulyadi; Dini Rochdiani; Dani Lukman Hakim
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 7, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v7i1.2555

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) besarnya biaya, penerimaan dan pendapatan usahatani minapadi di Kelompok Tani Fajar Jayamukti Desa Jayamukti Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya, (2) besarnya R/C usahatani minapadi di Kelompok Tani Fajar Jayamukti Desa Jayamukti Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus pada petani padi di Kelompok Tani Fajar Jayamukti Desa Jayamukti Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Sampel lokasi menggunakan metode total sampling sebanyak 38 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) besarnya biaya total rata-rata yang dikeluarkan petani di Kelompok Tani Fajar Jayamukti Desa Jayamukti Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya per musim tanam untuk usahatani minapadi sebesar Rp18.577.028,-/ha (2) besarnya penerimaan rata-rata yang diperoleh petani di Kelompok Tani Fajar Jayamukti Desa Jayamukti Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya per musim tanam sebesar Rp 40.127.000-/ha (3) rata-rata pendapatan yang diperoleh petani di Kelompok Tani Fajar Jayamukti Desa Jayamukti Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya per musim tanam adalah Rp 21.549.972,-/ha (4) rata-rata nilai R/C rata-rata usaha tani padi pada Kelompok Tani Fajar Jayamukti Desa Jayamukti Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya adalah sebesar 2,16 per musim tanam per hektar.
ANALISIS PERBANDINGAN USAHATANI PADI JAJAR LEGOWO DAN KONVENSIONAL (Suatu Kasus pada Kelompok Tani Cidadap di Desa Cidadap Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya) Depi Irawan; Dani Lukman Hakim; Trisna Insan Noor
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 7, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.891 KB) | DOI: 10.25157/jimag.v7i1.2560

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Besarnya biaya, penerimaan dan pendapatan pada usahatani padi jajar legowo dan konvensional pada kelompok tani Cidadap di Desa Cidadap Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya per satu kali musim tanam. 2) Keuntungan usahatani pada teknik budidaya padi jajar legowo dan konvensional di kelompok tani Cidadap Desa Cidadap Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya per satu kali musim tanam. Jenis penelitian yang akan digunakan adalah metode survei, dengan mengambil kasus pada Kelompok Tani Cidadap di Desa Cidadap Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya. Metode penentuan informan yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan mengambil seluruh anggota populasi (sensus) pada kelompok tani Cidadap dengan jumlah anggota 42 orang untuk dijadikan responden.  Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: 1) Besarnya biaya usahatani padi jajar legowo sebesar Rp 116,378,496, dan biaya usahatani konvensional Rp.97,750,946, penerimaan usahatani jajar legowo sebesar Rp.352,795,500 dan konvensional sebesar Rp 193,500,000, pendapatan usahatani jajar legowo sebesar Rp. 236.417.004,- dan konvensional sebesar Rp. 95.749.054,- per satu kali musim tanam. 2) Teknik budidaya yang paling menguntungkan adalah usahatani jajar legowo jika dilihat dari besarnya pendapatan sebesar Rp. 236.417.004 per satu kali musim tanam.
Analisis Profitabilitas Agroindustri Serundeng (Studi Kasus pada PT. Dinaya Sambiana Loemintoe di Dusun Cikoranji Desa Cimindi Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran) Meti Supriatin; Dini Rochdiani; Dani Lukman Hakim
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 6, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.658 KB) | DOI: 10.25157/jimag.v6i2.2478

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui besarnya biaya, penerimaan, pendapatan dan R/C yang diperoleh agroindustri serundeng. (2) Menghitung besarnya profitabilitas usaha agroindustri serundeng. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan studi kasus pada agroindustri serundeng Dusun Cikoranji Desa Cimindi Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran. Data yang diperoleh terdiri dari data primer dan sekunder. Purposive sampling adalah teknik pengambilan sampel yang digunakan. Jumlah responden hanya 1 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa : (1) Total biaya produksi yang dikeluarkan oleh perajin dalam satu kali proses produksi adalah Rp 7.504.763,- dengan penggunaan kelapa 3000 butir. (2) Penerimaan yang diperoleh perajin dalam satu kali proses produksi adalah Rp 14.000.000,-. (3) Pendapatan yang diperoleh perajin dalam satu kali proses produksi adalah Rp 6.495.237,-. (4) Usaha agroindustri serundeng apabila dilihat dari segi ekonomis cukup menguntungkan. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai R/C 1,86 artinya setiap Rp 1,0 biaya yang dikeluarkan diperoleh penerimaan 1,86 dan memperoleh pendapatan atau keuntungan 0,86. (5) Usaha agroindustri serundeng diketahui nilai Gross Profit Margin 54%  dan Net Profit Margin 46,39% menunjukkan bahwa perusahaan sudah mengeluarkan biaya-biaya yang efisien sehubungan dengan kegiatan operasinya, maka semakin baik kemampuan perusahaan memperoleh laba yang tinggi.
PROFIL LUMBUNG PANGAN BERBASIS KOMUNITAS Aam Rosmiati; Trisna Insan Noor; Dani Lukman Hakim
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 7, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.284 KB) | DOI: 10.25157/jimag.v7i2.3500

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui profil lumbung pangan di Kelompok Lumbung Pangan Indra Bakti IV Desa Jatinagara Kecamatan Jatinagara Kabupaten Ciamis dilihat dari aspek kelembagaan, serta manfaat ekonomi dan sosial. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus, dengan mengambil kasus pada Kelompok Lumbung Pangan di Kelompok Tani Indra Bakti IV di Desa Jatinagara Kecamatan Jatinagara Kabupaten Ciamis. Hasil penelitian diperoleh beberapa informasi penting tentang lumbung pangan yaitu Lumbung Kelompok Indra Bakti IV merupakan wadah aspirasi masyarakat tani dalam mengembangkan masalah pertanian dan pengetahuan. Lumbung pangan Indra Bakti IV juga sebgai tempat mencari informasi, karena lumbung bukan hanya sebagai tempat penyimpanan gabah sajah. Namun lumbung pangan selalu memberikan informasi kepada anggotanya dalam hal pertanian khusnya dalam pola tanam yang disesuaikan dengan musim. Karena lumbung pangan sebagai wadah aspirasi maka lumbung pangan selalu menerima dari anggota khususnya masalah yang di hadapi oleh petani. Aspirasi anggota kelompok di bahas dalam musyawarah yang diadakan oleh lumbung pangan untuk pemecahan dan jalan keluar yang dihadapi petani, namun hasil dari musyawarah ini berdasarkan kesepakatn bersama para anggota lumbung
Analisis Saluran Pemasaran Komoditas Padi (Studi Kasus di Desa Selasari Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran) aden bayu raspati; Muhamad Nurdin Yusuf; Dani Lukman Hakim
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 7, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.417 KB) | DOI: 10.25157/jimag.v7i1.2563

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui 1) saluran pemasaran padi dari petani sampai ke pengecer di Desa Selasari, 2) besarnya marjin pemasaran pada masing-masing lembaga pemasran pada proses pendistribusian padi sawah di Desa Selasari, 3) besarnya keuntungan pemasaran pada masing-masing lembaga pemasaran pada proses pendistribusian padi di Desa Selasari,4) persentase harga yang diterima petani (farmer’s share) dalam pendistribusian padi di Desa Selasari. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus, dengan mengambil kasus di Desa Selasari Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran. Teknik penarikan sampel untuk Lembaga Pemasaran menggunakan simple random sampling. Sampel yang diambil sebanyak 25 petani dari jumlah populasi sebanyak 204 orang dengan metode acak sederhana(simple random sampling), 20 petani responden, 1 pedagang pengumpul,1 pedagang besar, dan 3 pedagang pengecer. Sedangkan untuk pedagang perantara pengambilan sampelnya menggunakan snowball sampling. Data yang dikumpulkan dianalisis secara deskriftif Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Saluran Pemasaran: Petani produsen - Pedagang pengumpul - Pedagang besar - Pedagang pengecer – konsumen. Biaya pemasaran padi sawah yang dikeluarkan ditingkat pedagang pengumpul  Rp 400 per kilogram, pedagang besar Rp 890 per kilogram, dan pedagang pengecer Rp 150 per kilogram, sehingga biaya keseluruhan sebesar Rp 1.440 per kilogram. Sedangkan keuntungan pemasaran padi sawah ditingkat pedagang pengumpul yaitu Rp 600 per kilogram, pedagang besar Rp 2.610 per kilogram, dan di pedagang pengecer Rp 1.350 per kilogram, sehingga keuntungan keseluruhan sebesar Rp 4.650 per kilogram. Marjin pemasaran padi sawah ditingkat pedagang pengumpul sebesar RP 1000 per kilogram, pedagang besar Rp 3.500 per kilogram, dan di pedagang pengecer Rp 1.500 per kilogram, sehingga marjin total sebesar Rp 6.000 per kilogram. Farmer’s share atau bagian harga yang diterima petani adalah 40 persen dari harga yang dibayarkan konsumen.
ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI CABAI MERAH (Studi Kasus pada Kelompok Tani Mekar Subur Desa Maparah Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis) Iis Ratnawati; Trisna Insan Noor; Dani Lukman Hakim
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 6, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.687 KB) | DOI: 10.25157/jimag.v6i2.2510

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) Besarnya biaya, penerimaan dan pendapatan pada usahatani cabai merah per hektar per satu kali musim tanam di Desa Maparah Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis, (2) Kelayakan usahatani cabai merah per satu kali musim tanam di Desa Maparah Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Teknik penarikan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara sensus, terhadap 12 orang petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Biaya pada usahatani cabai merah di Desa Maparah Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis rata-rata Rp. 57.515.062,37per hektar per satu kali musim tanam. Sedangkan penerimaannya adalah Rp. 161.010.453 per hektar per satu kali musim tanam. Pendapatan pada usahatani cabai merah di Desa Maparah Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis rata-rata Rp. 103.495.391 per hektar per satu kali musim tanam. (2) R/C pada usahatani cabai merah di Desa Maparah Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis rata-rata 2,80, artinya setiap pengeluaran biaya Rp. 1,00 maka petani mendapat penerimaan Rp. 2,80dan keuntungan Rp. 1,8 dan layak untuk diusahakan.