Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengaruh Dosis dan Frekuensi Pemberian Pupuk Tunggal (N,P,K) dan Pupuk Majemuk NPK Terhadap N-Total, P-tersedia dan K-dd Padi Sawah (Oryza sativa L.) pada Inceptisols Siswanto, Shantosa Yudha; Wianggadana, Rangga; Harryanto, Rachmat; Setiawan, Ade; Sonjaya Sule, Marenda Ishak
Soilrens Vol 22, No 2 (2024)
Publisher : Dept Ilmu Tanah & Sumberdaya Lahan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/soilrens.v22i2.61738

Abstract

The study was conducted to determine the effects of dosage and frequency of applying single fertilizers (N,P, K) and compound NPK fertilizers on total nitrogen (N-total) using lowland rice (Oryza sativa L.) grownin Inceptisols. The research was carried out in rice fields located in Ciparay, Jelekong Subdistrict, BaleendahDistrict, Bandung Regency. A Randomized Complete Block Design (RCBD) was employed, consisting of seventreatments with three replications: (1) Control, (2) Single NPK fertilizer (grade 123,75-36-50), Frequency3, (3) Compound NPK Pelangi fertilizer (grade 80-40-40), Frequency 3, (4) Single NPK fertilizer (grade 8040-40),Frequency 3, (5) Single NPK fertilizer (grade 123,75-36-50), Frequency 2, (6) Compound NPKPelangi fertilizer (grade 80-40-40), Frequency 2, and (7) Single NPK fertilizer (grade 80-40-40), Frequency2. The results indicated that, in general, fertilization applied twice yielded the highest N-total values.Meanwhile, fertilization applied three times resulted in higher available phosphorus (P-available) levels.However, differences in fertilization treatments did not significantly affect exchangeable potassium (K) inInceptisols.
Keragaman Usaha Tani dan Permasalahan Pemasaran Hasil Pertanian Ubi dan Jagung di Desa Arjasari Siswanto, Shantosa Yudha; Devnita, Rina; Yahya, Jasmine Naira; Mustofa, Rizka Salsabila
Agrimasta Vol 3, No 1 (2025): November
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrimasta.v3i1.65424

Abstract

Arjasari merupakan daerah yang memiliki kondisi geografis yang mendukung masyarakatnya untuk berprofesi sebagai petani ubi dan jagung. Hal ini dibuktikan dengan tingginya produktivitas ubi dan jagung yang mampu menambahkan peluang pada pasar ekspor yang menjanjikan. Metode pelaksanaan yang digunakan pada program ini memakai metode wawancara secara langsung untuk merekap data dari hasil wawancara. Program ini mencakup kegiatan koordinasi dengan petani, persiapan pertanyaan, dan wawancara secara langsung. Hasil survei menunjukkan bahwa lahan jagung di desa Arjasari memiliki produktivitas lahan yang realtif rendah Petani jagung rata-rata memiliki kesulitan akses modal dan pasar¸. Sehingga petani masih tergantung kepada para tengkulak.
Pemodelan Spasial Permeabilitas Tanah Menggunakan Metode Interpolasi Spasial di Sub-DAS Cikamiri, DAS Cimanuk Hulu Siswanto, Shantosa Yudha; Leonardo, Patrick; Asdak, Chay
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 20, No 1 (2026): TEKNOTAN, April 2026
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol20n1.14

Abstract

Sub-DAS Cikamiri merupakan bagian hulu dari DAS Cimanuk Hulu yang memiliki peran penting dalam pengendalian hidrologis dan konservasi lahan. Sehingga, penilaian kondisi hidrologi dan konservasi merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Parameter permeabilitas tanah merupakan komponen yang penting dalam pemodelan untuk menilai kondisi hidrologi. Parameter tersebut membutuhkan input variabilitas spasial yang akurat. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tiga metode interpolasi spasial—Inverse Distance Weighting (IDW), Ordinary Kriging, dan Ordinary Co-Kriging—dalam pemodelan distribusi permeabilitas tanah di Sub-DAS Cikamiri. Sebanyak 95 titik sampel lapangan digunakan sebagai dasar training interpolasi dan validasi. Analisis interpolasi dilakukan menggunakan perangkat lunak ArcMap10.8. Evaluasi akurasi model dilakukan dengan parameter Mean Square Error (MSE), Root Mean Square Error (RMSE), dan Normalized Root Mean Square Error (NRMSE). Hasil menunjukkan bahwa metode Co-Kriging menghasilkan prediksi paling akurat (RMSE = 24,42; MSE = 596,78; NRMSE = 1,05), disusul oleh Kriging (RMSE = 24,91; MSE = 620,65; NRMSE = 1,07) dan IDW (RMSE = 25.03; MSE = 626.80; NRMSE = 1.08). Performa Co-Kriging dikaitkan dengan kemampuannya mengatasi ketidakpastian spasial melalui proses simulasi dan pembelajaran parameter variogram secara otomatis. Oleh karena itu, dalam studi ini Co-Kriging merupakan metode terbaik untuk mengestimasi permeabilitas tanah secara spasial dalam konteks pengelolaan DAS. Temuan ini menekankan pentingnya pemilihan metode interpolasi yang tepat untuk meningkatkan akurasi input dalam pemodelan hidrologi