Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PELATIHAN KADER POSYANDU UNTUK PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN PERAWATAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) Sulianty, Ati; Hamidiyanti, Baiq Yuni Fitri; Suseno, Mutiara Rachmawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol. 6 No. 1 (2024): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v6i1.1699

Abstract

Program yang ingin dicapai dalam Sustainable Development Goal 3.2 pada tahun 2030 adalah angka kematian bayi ≤ 12 kasus per 100 kelahiran hidup. Akan tetapi pada kenyataannya didapatkan angka kesakitan dan kemaitian bayi di indonesia masih tinggi. Total kematian bayi di Indonesia sebanyak 21,447 sebagian besar kematian terjadi pada usia neonatal sebanyak 18.281, penyebab kematian terbanyak pada bayi disebabkan oleh BBLR sebanyak 28,2%. Provinsi NTB melaporkan jumlah kejadian BBLR sebanyak 3690 atau 12,36 % dari total jumlah bayi baru lahir. BBLR memerlukan penanganan yang khusus agar dapat mempertahankan dan meningkatkan kesehatan. Salah satu metode penanganan sederhana dan terbukti efektif adalah dengan metode kanguru. Kesiapan ibu dan keluarga dalam memberingan asuhan pada bayi BBLR yang kurang sehingga membutuhkan bantuan selama perawatan BBLR. Kader Kesehatan sebagai garda terdepan dibutuhkan dalam memberikan bantuan bagi ibu dan keluarga dalam perawatab BBLR. Dalam menjalankan peran tersebut dibutuhkan pengetahuan dan keterampilan yang memadai terkait dengan metode kanguru.Tujuan dari pelaksanaan pengabmas ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam perawatan metode kanguru. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Suranadi Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat. Sasaran pengabmas adalah kader posyandu jumlahnya 30 orang. Kegiatan intervensi pelatihan dilaksanan selama 2 hari dan narasumber dari Puskesmas Suranadi, pemberian materi melalui ceramah tanya jawab dan demonstrasi perawatan metode kanguru, selanjutnya masing-masing kader langsung praktek perawatan metode kanguru. Evaluasi dilakukan selama 2 kali melihat pertama saat kader melakukan penyuluhan di posynadu pada ibu hamil, kedua saat kunjungan rumah pada keluarga yang memiliki BBLR. Hasil kegiatan pengabmas terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dengan nilai rata – rata pre test pengetahuan 48,27 meningkat menjadi 84,32 pada saat post test. Setelah dilakukan demonstrasi keterampilan dan masing-masing kader mencoba sebanyak 30 (100%) orang kader masuk dalam kelompok terampil dengan nilai rata-rata 87,48.
Bibliometric Mapping of WhatsApp-Based Health Research (2015–2025): Global Trends, Leading Countries, and Emerging Themes Pratiwi, Intan Gumilang; Sofianto, E.W.N; Hamidiyanti, Baiq Yuni Fitri; Sulianty, Ati; Melani, Margareta; Adnani, Qorinah Estiningtyas Sakilah
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 20 No 2 (2025): Media Kesehatan
Publisher : Direktorat Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v20i2.1882

Abstract

The use of WhatsApp (WA) in the health sector is increasingly widespread for communication, education, and intervention. Yet, systematic and updated bibliometric analyses of global trends remain limited, particularly those covering post-2023 developments and comparing contributions between high-income and developing countries. This study aims to systematically map and analyze the international landscape of WA-based health research published between 2015 and 2025. We employed a bibliometric research design with data sourced from the Scopus database, using the keywords "WhatsApp" AND "health". A total of 50 relevant articles were analyzed using descriptive statistics and VOSviewer software to visualize networks. The findings indicate that the use of WA as a health communication tool is firmly established. Publication trends indicate growth, with the COVID-19 pandemic serving as a significant catalyst that has driven the exploration of WA for remote healthcare services. The five most productive countries are India, Saudi Arabia (with five articles each), Brazil, Malaysia, and Indonesia (with four articles each). The most influential themes centered on the benefits of WA in clinical practice and the enhancement of supervision for community health workers. In conclusion, WA is proven to be a vital health communication tool, and the future direction of research is expected to increasingly focus on establishing its effectiveness, testing service models, and its broader, more systematic integration into the digital health ecosystem.