Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika

ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA PADA MATERI SEGIEMPAT DAN SEGITIGA Nuraini Nuraini; Kartini Kartini
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2022): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v6i2.2189

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah agar mengetahui kesalahan yang apa saja yang diperbuat siswa dalam mengerjakan soal cerita  segiempat dan segitiga. Penelitian ini berjenis diskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini subjeknya adalah 26 siswa kelas VIII SMP N 13 Dumai. Kesalahan siswa dapat diketahui melalui pengumpulan data pemberian soal tes tertulis. Kesalahan siswa dalam penyelesaian soal segiempat dan segitiga adalah sebagai berikut: 1) Reading Error (kesalahan membaca soal) (19,53%), 2) Comprehention Error (kesalahan memahami soal) (20,31%), 3) Transformation Error (kesalahan transformasi soal) (23,05%). 4) Process Skill Error (kesalahan keterampilan proses) (15,63%), 5) Encoding Error (kesalahan penulisan jawaban) (21,48%).Kesalahan yang banyak dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal tes tertulis pada soal cerita materi segiempat dan segitiga adalah kesalahan transformasi soal yaitu kesalahan dalam menuliskan langkah-langkah penyelesaian
ANALISIS KESALAHAN SISWA BERDASARKAN TAHAPAN NEWMAN DALAM MENYELESAIKAN SOAL HIMPUNAN Anisa Hilmia Risdayati; Kartini Kartini
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2022): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v6i2.2188

Abstract

Salah satu materi yang dipelajari dan harus dikuasai oleh siswa adalah materi himpunan. Materi himpunan merupakan materi yang mempunyai kategori kesulitan cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk dapat menganalisis jenis kesalahan yang dilakukan oleh siswa sesuai dengan tahapan Newman dalam menyelesaikan soal himpunan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, yang terdiri dari 14 siswa kelas VII SMP Juara Pekanbaru tahun ajaran 2021/2022 sebagai subjek penelitian. Untuk jenis teknik pengumpulan datanya berbentuk teknik tes dan wawancara. Data yang diperoleh dianalisis dengan cara mereduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil yang diperoleh dari analisis kesalahan yang siswa lakukan pada saat melakukan penyelesaian soal himpunan berdasarkan tahapan Newman menunjukkan bahwa kesalahan membaca soal terjadi sebanyak 6,94%, kesalahan memahami soal terjadi sebanyak 18,9%, kesalahan transformasi soal terjadi sebanyak 25%, kesalahan keterampilan proses terjadi sebanyak 36,4%, dan kesalahan penulisan jawaban akhir terjadi sebanyak 15,3%.
DESKRIPSI KEBUTUHAN BAHAN AJAR LINGKARAN UNTUK MEMFASILITASI KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS Elsya Suharnita; Kartini Kartini; Sehatta Saragih; Yenita Roza
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2023): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v7i1.2488

Abstract

Kemampuan Pemecahan Masalah merupakan komponen penting dalam mempersiapkan generasi unggul di abad 21. Pembelajaran matematika mengharuskan siswa untuk memiliki kemampuan pemecahan masalah. Kemampuan pemecahan masalah dalam pembelajaran matematika masih tergolong rendah. Kemampuan pemecahan masalah dapat ditingkatkan melalui penggunaan bahan ajar. Kemudahan menggunakan bahan ajar dapat membantu siswa dalam memfasilitasi kemampuan pemecahan masalah matematis. Salah satu kelemahan siswa sulit memahami bangun geometri, misalnya pada materi Lingkaran kelas VIII. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bahan ajar lingkaran yang dibutuhkan untuk memfasilitasi kemampuan pemecahan masalah matematis. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan subjek 3 guru dari 3 sekolah dan 30 siswa SMPN 14 Pekanbaru. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, angket, dan dokumentasi bahan ajar. Reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan merupakan metode analisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahan ajar yang digunakan guru dan siswa masih bersifat sederhana karena hanya memuat ringkasan materi, contoh soal dan latihan soal. Bahan ajar belum mengarah pada pendekatan pemecahan masalah. Bahan ajar yang tersedia hanya memuat soal rutin dan belum kontekstual, siswa tidak mengetahui penerapan materi dalam kehidupan sehari-hari. Temuan penelitian tersebut mengarah pada kesimpulan bahwa dibutuhkan pengembangan bahan ajar berupa modul ajar pada materi lingkaran yang dapat memfasilitasi kemampuan pemecahan masalah matematis
ANALISIS KEMAMPUAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL LITERASI NUMERASI PADA ASSESMEN KOMPETENSI MINIMUM Anisa Hilmia Risdayati; Kartini Kartini; Yenita Roza
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2023): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v7i1.2457

Abstract

Assesmen Kompetensi Minimum (AKM) digunakan untuk mengukur hasil belajar kognitif siswa, salah satunya mencakup literasi numerasi. Literasi numerasi merupakan suatu pemahaman dengan menggunakan konsep, prosedur, fakta serta alat matematika yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan. Hanya sebagian kecil siswa yang mampu memanfaatkan kemampuan literasi numerasi untuk menyelesaikan masalah sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal literasi numerasi pada AKM. Subjek penelitian terdiri dari 15 orang siswa SMP Juara Pekanbaru. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Instrumen penelitian berupa soal tes dan pedoman wawancara. Data yang diperoleh dianalisis dengan cara mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal literasi numerasi pada AKM. Rata-rata yang diperoleh secara keseluruhan tergolong rendah yaitu 3,4, penyebabnya karena siswa tidak terbiasa menyelesaikan soal literasi numerasi, tidak memahami materi prasyarat, malas membaca soal cerita, dan belum mampu menentukan strategi penyelesaian yang tepat.
ANALISIS KEMAMPUAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL LITERASI NUMERASI PADA ASSESMEN KOMPETENSI MINIMUM Anisa Hilmia Risdayati; Kartini Kartini; Yenita Roza
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2023): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v7i1.2457

Abstract

Assesmen Kompetensi Minimum (AKM) digunakan untuk mengukur hasil belajar kognitif siswa, salah satunya mencakup literasi numerasi. Literasi numerasi merupakan suatu pemahaman dengan menggunakan konsep, prosedur, fakta serta alat matematika yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan. Hanya sebagian kecil siswa yang mampu memanfaatkan kemampuan literasi numerasi untuk menyelesaikan masalah sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal literasi numerasi pada AKM. Subjek penelitian terdiri dari 15 orang siswa SMP Juara Pekanbaru. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Instrumen penelitian berupa soal tes dan pedoman wawancara. Data yang diperoleh dianalisis dengan cara mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal literasi numerasi pada AKM. Rata-rata yang diperoleh secara keseluruhan tergolong rendah yaitu 3,4, penyebabnya karena siswa tidak terbiasa menyelesaikan soal literasi numerasi, tidak memahami materi prasyarat, malas membaca soal cerita, dan belum mampu menentukan strategi penyelesaian yang tepat.
DESKRIPSI KEBUTUHAN BAHAN AJAR LINGKARAN UNTUK MEMFASILITASI KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS Elsya Suharnita; Kartini Kartini; Sehatta Saragih; Yenita Roza
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2023): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v7i1.2488

Abstract

Kemampuan Pemecahan Masalah merupakan komponen penting dalam mempersiapkan generasi unggul di abad 21. Pembelajaran matematika mengharuskan siswa untuk memiliki kemampuan pemecahan masalah. Kemampuan pemecahan masalah dalam pembelajaran matematika masih tergolong rendah. Kemampuan pemecahan masalah dapat ditingkatkan melalui penggunaan bahan ajar. Kemudahan menggunakan bahan ajar dapat membantu siswa dalam memfasilitasi kemampuan pemecahan masalah matematis. Salah satu kelemahan siswa sulit memahami bangun geometri, misalnya pada materi Lingkaran kelas VIII. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bahan ajar lingkaran yang dibutuhkan untuk memfasilitasi kemampuan pemecahan masalah matematis. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan subjek 3 guru dari 3 sekolah dan 30 siswa SMPN 14 Pekanbaru. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, angket, dan dokumentasi bahan ajar. Reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan merupakan metode analisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahan ajar yang digunakan guru dan siswa masih bersifat sederhana karena hanya memuat ringkasan materi, contoh soal dan latihan soal. Bahan ajar belum mengarah pada pendekatan pemecahan masalah. Bahan ajar yang tersedia hanya memuat soal rutin dan belum kontekstual, siswa tidak mengetahui penerapan materi dalam kehidupan sehari-hari. Temuan penelitian tersebut mengarah pada kesimpulan bahwa dibutuhkan pengembangan bahan ajar berupa modul ajar pada materi lingkaran yang dapat memfasilitasi kemampuan pemecahan masalah matematis