Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analisis Kinerja Operasional Mesin Utama Kapal Menggunakan Penerapan Overall Equipment Effectiveness Hariyanto, Surya; Ilham, Al Fillah; Alwi, M. Rusydi; Klara, Syerly
Jurnal Penelitian Enjiniring Vol 28 No 2 (2024)
Publisher : Center of Techonolgy (COT), Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jpe.112024.04

Abstract

Pada setiap kapal terutama kapal ferry menggunakan mesin diesel sebagai penggerak utamanya. Mesin diesel adalah motor bakar dengan proses pembakaran yang terjadi didalam mesin itu sendiri (internal combustion engine). Mesin utama kapal tersebut akan mengalami penurunan kinerja berjalan usia dan lama beroperasi. Ada banyak hal yang menyebabkan kegagalan mesin utama salah satunya yaitu kurangnya perawatan dan penggunaan komponen penunjang yang salah seperti penggunaan bahan bakar atau coolant yang tidak direkomendasikan untuk mesin. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performa mesin yang dipakai selama operasional dengan menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) serta menganalisa penyebab kegagalan mesin utama kapal dengan menggunakan Root Cause Analysis (RCA), dan memberikan rekomendasi perbaikan untuk meningkatkan efektivitas mesin utama kapal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai OEE selama 3 tahun terakhir yaitu 70,76%, keterkaitan antara Six Big Losses dan OEE, di mana semakin tinggi nilai OEE, semakin rendah nilai Six Big Losses, dan sebaliknya. Pada mesin utama KMP. Balibo performance ratio yang belum sesuai dengan standar. Hal ini terkait dengan tingginya tingkat losses, khususnya Breakdown Losses serta memiliki dampak besar pada availibilty ratio.
Analisis Keterlambatan dan Penjadwalan Ulang Proyek Pembangunan Deck Cargo Barge 250x80x14 ft Hariyanto, Surya; Hidayatullah, Nur; Klara, Syerly
Jurnal Penelitian Enjiniring Vol 27 No 2 (2023)
Publisher : Center of Techonolgy (COT), Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jpe.112023.03

Abstract

Proyek pembangunan Deck Cargo Barge 250x80x14 ft pada PT. XYZ direncanakan selesai dalam waktu 5 bulan, namun yang terjadi dilapangan kegiatan proyek pembangunan tersebut mengalami keterlambatan sehingga selesai dalam waktu 7 bulan 25 hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab keterlambatan proyek, mengetahui hasil penjadwalan ulang dan menentukan alternatif untuk mengatasi keterlambatan proyek pembangunan Deck Cargo Barge 250x80x14 ft. Metode yang digunakan untuk menganalisis keterlambatan proyek pembangunan dalam penelitian ini adalah Fault Tree Analysis (FTA). Sementara penjadwalan ulang menggunakan metode Critical Path Method (CPM). Hasil analisis kualitatif FTA didapatkan 6 intermediate event dan 23 basic event penyebab keterlambatan proyek dan hasil analisis kuantitatif FTA diperoleh nilai probabilitas tertinggi pada intermediate event pada kondisi lapangan dan pengadaan material dengan nilai sebesar 0,2585 dan 0,1206. Sedangkan hasil penjadwalan ulang dengan metode CPM diperoleh 51 kegiatan, dari 51 kegiatan tersebut terdapat 18 kegiatan kritis, 17 diantaranya didominasi oleh faktor kondisi lapangan. Alternatif penambahan jam kerja (lembur) dan man power tidak efektif untuk mengatasi keterlambatan. Oleh karena itu, alternatif penambahan peralatan dan fasilitas (seperti crane) dipilih untuk mempercepat proses penyelesaian proyek.
Maintenance Design of The Main Engine Support Systems on KMP. Kormomolin Under System Dynamics Scheme Klara, Syerly; Hariyanto, Surya; Mahmuddin, Faisal; Shantya, Puput
Maritime Park: Journal of Maritime Technology and Society Volume 2, Issue 2, 2023
Publisher : Department of Ocean Engineering, Faculty of Engineering, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/mp.v2i2.26477

Abstract

The operational activities of the ship's main engine support system elevated the possibility of failure. The main engine support system at KMP. Cormomolin, which belongs to PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero), is extremely crucial to the ship's operation. Once the ship is not sailing, maintenance and repair can be handled. The component evaluation engine can be employed to accurately estimate inadequacies in the main support system. Failure Mode Effect and Critical Analysis (FMECA) identifies the root cause of critical component failures such as filters in the fuel system and cooler and sea chest filters in the cooling system. This study generates maintenance recommendations for the main engine support system for five years, including: fuel oil filter maintenance intervals every 151 hours at a cost of IDR 14,169,072, cooler maintenance intervals every 2481 hours at a cost of IDR 16,313,508, and sea chest filter maintenance intervals every 722 hours at a cost of IDR 11,167,152. For the fuel system, the cost care percentage is 81%, and for the cooling system, it is 46% after 5 years.
Prototipe Sistem Pendingin (Cooler) Ikan Berbasis Energi Surya (Photovoltaic) pada Kapal Nelayan Mahmuddin, Faisal; Djufrie, Andi Bukti; Adha, Haidil; Amri, Muhammad; Rachmatan; Juarni; Klara, Syerly; Hariyanto, Surya; Shintarahayu, Balqis
Jurnal Riset & Teknologi Terapan Kemaritiman Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Departemen Teknik Sistem Perkapalan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketergantungan nelayan terhadap bahan bakar fosil untuk operasional kapal dan sistem pendinginan hasil tangkapan masih menjadi permasalahan utama, baik dari sisi biaya maupun dampak lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat sebuah prototipe sistem pendingin (cooler) ikan yang dapat digunakan para nelayan agar ikan hasil tangkapan tetap segar sampai didarat. Sistem pendingin ikan yang dirancang menggunakan energi surya (photovoltaic) sebagai sumber daya. Metode penelitian meliputi perancangan sistem photovoltaic yang terdiri dari panel surya, solar charge controller, baterai, dan inverter, serta perancangan sistem pendingin menggunakan siklus refrigerasi kompresi uap. Pengujian performa dilakukan dengan pengukuran penurunan suhu dalam boks pendingin setiap 30 menit hingga 150 menit pengoperasian. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu menurunkan suhu dari 20 °C hingga mencapai -5 °C. Analisis performa sistem menghasilkan nilai Coefficient of Performance (COP) sebesar 5,17 yang menunjukkan bahwa sistem pendingin memiliki efisiensi yang baik. Dengan demikian, prototipe sistem pendingin ikan berbasis energi surya ini berpotensi menjadi solusi alternatif yang ramah lingkungan dan ekonomis untuk menjaga kesegaran ikan hasil tangkapan nelayan selama operasional penangkapan.
Pengenalan dan Pendampingan Aplikasi Mikrokontroller pada Sistem Penyiraman Kebun guna Meningkatkan Produktivitas Ekonomi Petani di Desa Balla Kabupaten Enrekang Mahmuddin, Faisal; Klara, Syerly; Hariyanto, Surya; Suhardi, Arham; Ramadhan, Syahrun; Ramadhan, Fadel Rezky
Jurnal Riset & Teknologi Terapan Kemaritiman Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Departemen Teknik Sistem Perkapalan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jrt2k.122024.06

Abstract

Desa Balla di Kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang memiliki potensi besar di sektor pertanian, khususnya pada komoditas bawang. Namun, sistem penyiraman yang masih dilakukan secara konvensional menyebabkan rendahnya efisiensi penggunaan air, tingginya kebutuhan tenaga kerja, serta kurang optimalnya produktivitas hasil pertanian. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan dan mendampingi penerapan teknologi penyiraman otomatis berbasis mikrokontroler guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas petani. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis teknologi tepat guna melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, demonstrasi, dan pendampingan. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada tanggal 6–7 Oktober 2018, dengan materi berupa pengenalan sistem, komponen, prinsip kerja, serta praktik langsung instalasi dan pengoperasian sistem penyiraman otomatis yang didukung oleh energi surya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sistem yang diterapkan mampu bekerja dengan baik dalam mendistribusikan air ke lahan pertanian dan memberikan alternatif solusi terhadap keterbatasan sistem konvensional. Selain itu, terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pemanfaatan teknologi, serta respon yang sangat positif dari masyarakat terhadap inovasi yang diperkenalkan. Dengan demikian, penerapan sistem ini berpotensi meningkatkan efisiensi penggunaan air dan tenaga kerja, serta mendukung peningkatan produktivitas dan kesejahteraan ekonomi petani.
Simulasi Pencahayaan Buatan pada Ruang Akomodasi Kapal TB Hasnur 21 Menggunakan Pendekatan Zonal Cavity Method (ZCM) Hariyanto, Surya; Fikriah; Rivai, Haryanti; Sitepu, Andi Husni
Jurnal Riset & Teknologi Terapan Kemaritiman Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Departemen Teknik Sistem Perkapalan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap ruang di kapal harus dilengkapi dengan sistem dan instalasi penerangan yang memadai sesuai dengan regulasi dan standar pencahayaan yang berlaku. International Organization for Standardization (ISO) memberikan pedoman mengenai kriteria pencahayaan pada ruang kru maupun penumpang di kapal. Pedoman tersebut bertujuan untuk memastikan kenyamanan, mendukung aktivitas operasional, serta meningkatkan keselamatan di atas kapal. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kebutuhan pencahayaan optimal pada setiap ruang di kapal TB Hasnur 21 sesuai dengan standar pencahayaan yang telah ditetapkan Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Zonal Cavity Method (ZCM), yaitu metode perhitungan pencahayaan yang mempertimbangkan distribusi cahaya berdasarkan elemen ruangan seperti langit-langit, dinding, dan lantai. Simulasi dilakukan menggunakan perangkat lunak DIALux evo sebagai pendekatan analisis pencahayaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan lampu LED mampu menghasilkan sistem pencahayaan yang lebih efisien, aman, dan sesuai dengan kebutuhan operasional kapal. Penghematan daya yang diperoleh pada ruang Chief Engineer, Chief 1, Master, Crew 3 Person, Deck Store, dan Galley Store sebesar 18 watt, pada ruang Galley sebesar 9 watt, pada ruang Toilet, Bathroom, dan Laundry sebesar 3 watt, serta pada area Mess and Gangway sebesar 72 watt. Hasil simulasi menunjukkan adanya peningkatan tingkat pencahayaan setelah pergantian lampu. Pada ruang Chief Engineer, tingkat pencahayaan meningkat dari 89,4 lux menjadi 190 lux, sedangkan pada ruang Chief meningkat dari 111 lux menjadi 267 lux. Pada ruang Master, tingkat pencahayaan meningkat dari 91,14 lux menjadi 211 lux. Ruang Crew 4 Person (1) mengalami peningkatan dari 71,16 lux menjadi 161 lux, sedangkan pada ruang Crew 4 Person (2) meningkat dari 72 lux menjadi 163 lux. Ruang Deck Store mengalami peningkatan paling signifikan, yaitu dari 370 lux menjadi 771 lux, diikuti oleh Galley Store dari 327 lux menjadi 674 lux. Pada ruang Galley, tingkat pencahayaan meningkat dari 262 lux menjadi 335 lux. Sementara itu, pada ruang Toilet pencahayaan meningkat dari 494 lux menjadi 566 lux, pada Bathroom dari 491 lux menjadi 567 lux, dan pada ruang Laundry dari 293 lux menjadi 339 lux. Adapun pada area Mess and Gangway, tingkat pencahayaan meningkat dari 132 lux menjadi 285 lux. Untuk menjamin keamanan instalasi, lampu yang digunakan pada ruang indoor memiliki tingkat proteksi minimal IP22, sedangkan lampu yang diterapkan pada penelitian ini menggunakan spesifikasi IP42, IP44, dan IP65. Berdasarkan hasil simulasi, tingkat pencahayaan yang diperoleh telah memenuhi standar minimum ISO (International Organization for Standardization).