Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Optimasi Na-CMC dan Gliserin Pada Gel Tabir Surya Ekstrak Bunga Telang (Clitoria ternatea) dengan Metode Simplex Lattice Design Sumule, Arsiaty
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 5, No 2 (2025): Generics : Journal of Research in Pharmacy Volume 5, Edisi 2, 2025
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v5i2.26092

Abstract

Tabir surya mencegah efek negatif dari sinar ultraviolet. Namun, agen tabir surya sintetis memiliki efek samping. Sebab itu, diperlukan tabir surya berbahan alam karena ramah lingkungan dan minim efek samping. Bunga telang mengandung senyawa antosianin yang menangkal radikal bebas. Gelling agent dan humektan menjadi faktor kritis yang mempengaruhi sifat fisik gel. Optimasi formula memungkinkan penentuan rasio bahan yang ideal tanpa melalui proses coba-coba, sehingga menghemat waktu, biaya, dan penggunaan bahan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kombinasi Na-CMC dan gliserin pada sifat fisik gel tabir surya ekstrak bunga telang dan mengetahui formula yang optimum. Jenis penelitian yaitu eksperimental dengan membuat delapan formula gel variasi Na-CMC dan gliserin serta diuji sifat fisiknya meliputi organoleptis, homogenitas, nilai pH, daya sebar, viskositas, dan daya lekat. Hasil dianalisis menggunakan Design Expert 11.1.2.0 dengan metode simplex lattice design untuk mendapatkan formula optimum. Hasil penelitian menunjukkan formula optimum gel tabir surya ekstrak bunga telang dengan kombinasi Na-CMC 6% dan gliserin 4% sehingga diperoleh nilai pH 5,459, daya lekat 57,685 detik, daya sebar 2,784 cm2, dan viskositas 555,036 dPas. Kombinasi Na-CMC dan gliserin memberikan pengaruh pada sifat fisik, seperti nilai pH, daya lekat, daya sebar, dan viskositas pada sediaan gel tabir surya ekstrak bunga telang.
Pemberdayaan Ibu Hamil melalui Edukasi Penggunaan Obat Aman di Posyandu Engku Putri Kecamatan Pangkalan Kerinci Sumule, Arsiaty; Oktadiana, Isma
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 9 No. 02 (2025): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v9i02.3506

Abstract

Penggunaan obat selama masa kehamilan memerlukan perhatian khusus karena obat yang dikonsumsi dapat berdampak langsung pada perkembangan janin. Sejumlah penelitian telah menunjukkan adanya efek teratogenik akibat penggunaan obat tertentu selama kehamilan. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat, khususnya terhadap penggunaan obat pada ibu hamil. Edukasi mengenai penggunaan obat yang aman sangat diperlukan guna meningkatkan pemahaman ibu hamil terhadap risiko serta keamanan obat yang dikonsumsi. Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil tentang pentingnya penggunaan obat yang aman selama masa kehamilan, mendorong perubahan perilaku ke arah yang lebih bijak dalam melakukan swamedikasi, dan meningkatkan kecenderungan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu persiapan dan koordinasi, pelaksanaan penyuluhan (pre-test, sesi edukatif, distribusi media edukasi leaflet, sesi diskusi dan tanya jawab, post-test), dan evaluasi. Kegiatan pengabdian ini telah dilaksanakan pada tanggal 07 April 2025 dan diikuti oleh 20 peserta. Terdapat peningkatan nilai rata-rata pre-test 62,5 dan nilai rata-rata post-test 84,0. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan mendapatkan respon positif dari peserta. Selain itu, peserta juga menyarankan agar program pelatihan dilanjutkan dengan cakupan topik yang lebih beragam. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian masyarakat ini terlaksana dengan baik dan memberikan dampak positif, terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil di Posyandu Engku Putri, Kecamatan Pangkalan Kerinci mengenai penggunaan obat yang aman.
Hubungan Jumlah Item Obat Dengan Potensi Kejadian Interaksi Obat Di Intensive Care Unit Rumah Sakit Efarina Pematangsiantar Nainggolan, Berliana Christina; Nainggolan, Oshin Maria; Sumule, Arsiaty
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.12504

Abstract

Pasien yang dirawat di ruang ICU umumnya memiliki kondisi medis yang kompleks dan kritis, sehingga memerlukan berbagai jenis obat dalam satu waktu. Kondisi ini meningkatkan kemungkinan terjadinya interaksi antar obat yang berisiko mengganggu efektivitas terapi dan membahayakan keselamatan pasien. Polifarmasi menjadi salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap risiko tersebut. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang (cross-sectional) dengan pendekatan deskriptif analitik. Data diperoleh dari 78 rekam medis pasien ICU Rumah Sakit Efarina Pematang Siantar selama Januari–Desember 2024. Penilaian interaksi obat dilakukan menggunakan basis data Micromedex dan Medscape, sedangkan analisis statistik dilakukan dengan uji Chi-Square untuk menilai hubungan antara jumlah item obat dan potensi kejadian interaksi obat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 97,4% pasien mengalami potensi interaksi obat, dengan total 579 kasus yang teridentifikasi. Jenis interaksi paling umum adalah interaksi farmakodinamik (61,5%), dan mayoritas dikategorikan sebagai interaksi dengan tingkat keparahan berat (62,4%). Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara jumlah obat yang diberikan dan potensi interaksi obat (p = 0,000). Dapat disimpulkan bahwa jumlah obat yang tinggi pada pasien ICU secara signifikan berkorelasi dengan meningkatnya risiko interaksi obat. Oleh karena itu, pemantauan dan evaluasi terapi obat secara komprehensif sangat penting untuk mengurangi risiko efek samping yang merugikan