Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pekan Siaga Bencana Pada ABK Di SLB Manunggal Slawi Halisa, Halisa; Sari, Dewi Puspita; Priratmaningtyas, Ika Wahyu; Sari, Komala; Afifah, Ismi Nur; Halisa, Nely Nur; Astuti, Tri
Efektor Vol 7 No 2 (2020): Efektor Vol.7 No.2 Tahun 2020
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/e.v7i2.15042

Abstract

Abstract Pekan Siaga Bencana Pada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) is a program to address issues facing children with special needs at SLB Manunggal Slawi. The purpose of this study is to learn the development of special needs knowledge and skills of children through the online disaster alert program by training children with specific needs on disaster alert through zoom and youtube applications; Training children with specific needs to act quickly in self-defense through zoom's applications; Giving special needs to kids on disaster alert via zoom and youtube apps. The method used in this study is a qualitative study method. The data-gathering technique used is participation observations made through zoom teleconferences applications performed by researchers with children with special needs. The study is carried out in August 2020. Through the disaster preparedness week program, the knowledge and skills of ABK about disasters have increased. This program is a sound success and can be used as a model for others in carrying out disaster preparedness education for children with special needs online
Evaluasi Kinerja Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC) Terstabilkan dengan Pewarna dari Ekstrak Kulit Buah Solanum melongena L Aisyah, Aisyah; Halisa, Halisa; Ramadani, Kurnia; Firnanelty, Firnanelty; Zahra, Ummi; Nur, Arfiani; Patunrengi, Iswadi Ibrahim
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 26, No 1 (2025): CHEMICA
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemica.v26i1.73440

Abstract

Ekstrak kulit terong ungu telah banyak dikaji penggunaannya sebagai zat warna pada Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC). Konversi foton menjadi energi listrik sangat ditentukan oleh kestabilan zat warna dan semikonduktor TiO2 selama proses absorpsi foton sinar matahari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak kulit buah Solanum melongena yang distabilkan tingkat keasamannya sebagai zat warna pada DSSC. Ekstrak zat warna diperoleh melalui maserasi dengan metanol dan selanjutnya dikarakterisasi dengan Uji Fitokimia, Spektroskopi Uv-Vis dan FTIR. DSSC difabrikasi menggunakan zat warna tersebut pada semikonduktor TiO2 yang distabilkan oleh polivinil alkohol. Performa DSSC dievaluasi melalui pengukuran arus dan tegangan pada DSSC di bawah paparan sinar matahari secara langsung.  Hasil pengukuran arus tegangan menunjukkan bahwa ekstrak Solanum melongena yang distabilkan pada  pH 2 dapat meningkatkan nilai konversi energi sebesar 0,71%. Penstabilan semikonduktor TiO2oleh polivinil alkohol tidak berpengaruh signifikan pada peningkatan nilai konversi. Optimasi lebih lanjut dengan metode lain dan bersama faktor-faktor lainnya diharapkan dapat meningkatkan kestabilan dan nilai konversi energinya.Ekstrak kulit terong ungu telah banyak dikaji penggunaannya sebagai zat warna pada Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC). Konversi foton menjadi energi listrik sangat ditentukan oleh kestabilan zat warna dan semikonduktor TiO2 selama proses absorpsi foton sinar matahari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak kulit buah Solanum melongena yang distabilkan tingkat keasamannya sebagai zat warna pada DSSC. Ekstrak zat warna diperoleh melalui maserasi dengan metanol dan selanjutnya dikarakterisasi dengan Uji Fitokimia, Spektroskopi Uv-Vis dan FTIR. DSSC difabrikasi menggunakan zat warna tersebut pada semikonduktor TiO2 yang distabilkan oleh polivinil alkohol. Performa DSSC dievaluasi melalui pengukuran arus dan tegangan pada DSSC di bawah paparan sinar matahari secara langsung.  Hasil pengukuran arus tegangan menunjukkan bahwa ekstrak Solanum melongena yang distabilkan pada  pH 2 dapat meningkatkan nilai konversi energi sebesar 0,71%. Penstabilan semikonduktor TiO2 oleh polivinil alkohol tidak berpengaruh signifikan pada peningkatan nilai konversi. Optimasi lebih lanjut dengan metode lain dan bersama faktor-faktor lainnya diharapkan dapat meningkatkan kestabilan dan nilai konversi energinya.
Meningkatkan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Menggunting Pola Sederhana Di PAUD Teratai Halisa, Halisa; Ulfah, St. Maria
CENDEKIA : Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmiah Vol. 2 No. 9 (2025): CENDEKIA : Jurnal Penelitian Dan Pengkajian Ilmiah, September 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/cendekia.v2i9.1767

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak usia 4–5 tahun di Kelas B KB Teratai melalui kegiatan menggunting pola sederhana. Latar belakang penelitian didasari oleh observasi awal yang menunjukkan bahwa sebagian besar anak masih mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas yang memerlukan koordinasi mata dan tangan, seperti menggunting dengan pola tertentu. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 15 anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, dokumentasi, dan catatan anekdot. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada keterampilan motorik halus anak. Pada siklus I, sebanyak 10 anak (66,67%) sudah mampu menggunting dengan cukup baik, meskipun masih memerlukan bimbingan. Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II, termasuk penyederhanaan pola dan peningkatan intensitas bimbingan, sebanyak 13 anak (86,67%) berhasil menggunting dengan rapi dan tepat. Dengan demikian, terjadi peningkatan sebesar 20% dari siklus I ke siklus II. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kegiatan menggunting pola sederhana efektif dalam meningkatkan motorik halus anak, termasuk koordinasi mata-tangan, ketelitian, dan konsentrasi. Disarankan agar guru terus mengembangkan variasi kegiatan motorik halus yang menarik dan sesuai dengan tahap perkembangan anak.
Gambaran Penyuluhan Penggunaan Alat Kontrasepsi Jangka Panjang Pada Ibu Beresiko Di Desa Gunung Masigit Karlina, Intan; W, Dhini; TB, Tina; Fujiyanti, Dety; M, Devi; Halisa, Halisa; L, Adinda; L, Ami; F, Risma; M, Rena; GA, Rhiany; P, Intan
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 1.1 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) SPECIAL ISSUE
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i1.1.5168

Abstract

Keluarga berencana (KB) dirumuskan sebagai upaya peningkatan kepedulian dan peran masyarakat melalui pembatasan usia perkawinan, pengaturan kelahiran, ketahanan kesejahteraan keluarga, keluarga untuk mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera. (BKKBN). Salah satu strategi dari pelaksanaan program KB seperti tercantum dalam Pembangunan pembinaan peningkatan Jangka Rencana Menengah (RPJM) tahun 2010-2014 adalah revitalisasi program KB, yang dilaksanakan oleh BKKBN dengan meningkatkan penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) seperti alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR). Penelitian ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) pada ibu beresiko di Desa Gunung Masigit. Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah Wanita Beresiko Desa Gunung Masigit. Penelitian dilakukan pada Wanita Beresiko Desa Gunung Masigit. Metode dalam pelaksanaan penyuluhan ini adalah dengan teknik pengujian distribusi frekuensi yaitu dengan pemberian kuisioner berupa pre-test dan post-test untuk mengetahui sejauh mana wanita beresiko sebelum dilakukan penyuluhan dan setelah dilakukan penyuluhan. Teknik analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa univariate (analisa deskriptif). Berdasarkan hasil wawancara penyuluhan di Desa Gunung Masigit tercatat jumlah aseptor yang menggunakan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) sangat sedikit karna banyak setiap orang mendengarkan resiko penggunakan metode jangka panjang, sehingga penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) jarang sekali digunakan di Desa Gunung Masigit karena di sebabkan oleh beberapa faktor yang ditakutkan oleh Perempuan salah satunya pengetahuan atau pemahaman yang salah terhadap AKDR.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Metanol Umbi Hati Tanah (Angiopteris evecta) Terhadap Bakteri Propionibacterium acnes Menggunakan Metode Sumuran: Antibacterial Activity Test of Extract Methanol Hati Umbi Tanah (Angiopteris evecta) Tubers Againt Propionibacterium acnes with CUP-PLATE TECHNIQUE Method Halisa, Halisa; Sari, Putri Kartika; Wahyuni, Sari
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 9 No. 3 (2023): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v9i3.6475

Abstract

Hati Tanah adalah tanaman obat tradisional dari Palangkaraya, Kalimantan Tengah yang dipercaya masyarakat memiliki salah satu manfaat sebagai obat luka. Dari manfaat tanaman tersebut, pada penelitian ini mengangkat khasiat umbi hati tanah sebagai antibakteri pada kulit. Salah satu penyakit kulit yang sering terjadi yaitu jerawat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan senyawa fitokimia dan aktivitas antibakteri ekstrak metanol umbi hati tanah (Angiopteris evecta) terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Metode ekstraksi yang digunakan adalah sokhletasi dengan pelarut metanol. Penelitian dilakukan dengan cara pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode sumuran dengan variasi konsentrasi 1%, 5%, 10%, 15%, kontrol positif doksisiklin 30 µg/disk dan kontrol negatif Na-CMC 0,5%. Hasil skrining fitokimia positif mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan fenol. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa konsentrasi 1% dan 5% memiliki zona hambat 2,38±0,41 mm dan 4,09±1,17 mm termasuk kategori lemah, sedangkan konsentrasi 10% dan 15% zona hambat 6,05±0,91 mm dan 8,61±0,70 mm termasuk kategori sedang. Ekstrak metanol umbi hati tanah (Angiopteris evecta) memiliki potensi sebagai antibakteri.
Pemberdayaan PKK melalui Pengembangan Taman Herbal Rumah Tangga di Desa Leboea sebagai Upaya Ketahanan Kesehatan Mandiri Fathir. B, Fahrul; Tahir, Tahir; Safarudin, Safarudin; Akbar, Haerul; Rika, Rika; Sarlina, Sarlina; Irma, Irma; Akrab, Zahwaqina; Asrini, Tiara; Wa Mawar, Wa Mawar; Halisa, Halisa; Vizriani, Vizriani; Nurfa, Nurfa; Ainun, Ainun
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2432

Abstract

The development of a household herbal garden is a community empowerment strategy based on local potential to strengthen independent health resilience. Leboea Village has environmental characteristics that support the development of Family Medicinal Plants (TOGA), supported by the availability of yard space and the tradition of utilizing herbal plants. This community service activity aims to increase the capacity of Family Welfare Empowerment (PKK) cadres in developing household herbal gardens as a medium for family health education. The method used is community empowerment-based cadre mentoring through four stages: preparation, training and empowerment of cadres, field mentoring, and monitoring and evaluation. The activity involved 10 PKK cadres and 25 assisted households in Leboea Village. The results of the activity showed an increase in the capacity of PKK cadres in understanding and practicing herbal plant cultivation techniques, as demonstrated by the cadres' ability to plant, maintain, and provide education to the community. All assisted households successfully developed herbal gardens with main plant species such as ginger, turmeric, lemongrass, and galangal with good initial growth rates. In addition, there was an increase in community knowledge about the use of TOGA as an alternative for maintaining family health.  This activity encourages the formation of home herbal gardens that are managed independently and sustainably and strengthens public awareness of health based on local resources.ABSTRAKPengembangan taman herbal rumah tangga merupakan strategi pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal untuk memperkuat ketahanan kesehatan mandiri. Desa Leboea memiliki karakteristik lingkungan yang mendukung pengembangan Tanaman Obat Keluarga (TOGA), ditunjang oleh ketersediaan lahan pekarangan dan tradisi pemanfaatan tanaman herbal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam mengembangkan taman herbal rumah tangga sebagai media edukasi kesehatan keluarga. Metode yang digunakan adalah pendampingan kader berbasis pemberdayaan masyarakat melalui empat tahapan, yaitu persiapan, pelatihan dan pemberdayaan kader, pendampingan lapangan, serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan melibatkan 10 kader PKK dan 25 rumah tangga binaan di Desa Leboea. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas kader PKK dalam memahami dan mempraktikkan teknik budidaya tanaman herbal, yang ditunjukkan melalui kemampuan kader melakukan penanaman, pemeliharaan, serta memberikan edukasi kepada masyarakat. Seluruh rumah tangga binaan berhasil mengembangkan taman herbal dengan jenis tanaman utama seperti jahe, kunyit, serai, dan lengkuas dengan tingkat tumbuh awal yang baik. Selain itu, terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan TOGA sebagai alternatif pemeliharaan kesehatan keluarga. Kegiatan ini mendorong terbentuknya taman herbal rumah tangga yang dikelola secara mandiri dan berkelanjutan serta memperkuat kesadaran masyarakat terhadap kesehatan berbasis sumber daya lokal.